
Selamat membaca!
Merasa tak sabar karena Zoya tidak keluar untuk menemuinya, Flora pun akhirnya nekat dan masuk begitu saja ke dalam kamar yang pintunya ternyata tidak dikunci oleh Lucas ketika pria itu keluar.
Sontak saja Zoya terkejut dengan tindakan Flora yang sangat berani itu. "Ya Tuhan, ternyata pintunya tidak dikunci," batinnya panik karena tentu saja ia sudah tidak punya waktu lagi menutupi wajahnya yang sudah penuh dengan lebam. "Kenapa kamu datang menemuiku? Dan, dari mana kamu tau jika aku tinggal di sini?" tanya Zoya yang tetap berdiri pada posisinya.
Flora terkesiap saat kedua matanya menatap wajah Zoya yang terlihat bengkak dan memar seperti baru saja dianiaya. "Bukankah Lucas baru saja pergi meninggalkan apartemen ini? Berarti sebelum pergi dia memukul Zoya hingga seperti ini, tapi sebenarnya apa yang terjadi sampai dia tega melakukan hal ini pada calon istrinya yang sedang hamil?" Flora bertanya-tanya dalam hatinya dengan raut tak percaya. Namun, beberapa saat kemudian Flora menyingkirkan keterkejutannya itu dan menyeringai begitu mengetahui cara Lucas memperlakukan Zoya di belakangnya dan juga orang tuanya.
"Ini akan menjadi berita yang pasti akan sangat mengejutkan untuk Aunty dan Uncle. Ternyata dugaanku benar kalau Zoya adalah wanita yang dibayar Lucas untuk berpura-pura menjadi kekasihnya agar dia bisa membatalkan pernikahannya denganku. Lucas, Lucas, sekarang kena kamu! Aku sudah tau rahasia besarmu. Kalau dia benar-benar wanita yang kamu cintai, kamu tidak mungkin membuat wajahnya sampai lebam-lebam seperti ini. Kamu tidak bisa mengelak lagi saat aku membongkar kebohonganmu di depan orang tuamu," gumam Flora tersenyum penuh kemenangan dan merasa bahwa Lucas akan tetap menikahinya setelah kedua orang tuanya tau kebohongan Lucas.
"Kenapa kamu diam? Kalau kamu cari Lucas, dia tidak ada di sini! Lebih baik kamu pergi!" ucap Zoya setelah cukup sabar menunggu jawaban Flora yang tak kunjung berkata apa-apa.
__ADS_1
"Aku datang ke sini bukan untuk mencari Lucas, tapi orang yang aku cari adalah kamu! Zoya, aku tahu jika kamu hanyalah seorang wanita yang malang dan membutuhkan banyak uang untuk bertahan hidup di kota yang besar ini, sampai kamu rela menggadaikan hidupmu untuk menjadi wanita bayaran Lucas."
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan!" Zoya berpura-pura tidak mengerti demi menutupi kebohongan Lucas agar ia tidak kembali disiksa jika skenarionya diketahui oleh Flora.
"Tidak perlu berpura-pura lagi, aku tau kalau kamu dibayar oleh Lucas untuk menggagalkan pernikahanku dengannya. Semua yang dia katakan tadi di hadapan orang tuanya hanyalah kebohongan besar. Cepat katakan berapa Lucas membayarmu?"
"Flora, aku tidak mengerti atas apa yang kamu katakan, tapi sepertinya kamu salah besar jika menganggap semua yang Lucas katakan hanyalah sebuah kebohongan. Aku adalah calon istrinya dan aku benar-benar sedang mengandung anaknya, dia sangat mencintaiku, begitu pun sebaliknya. Kita akan segera menikah dan sudah memilih tanggal pernikahan. Aku sarankan lebih baik kamu menyerah dan tidak perlu lagi berharap banyak pada Lucas. Dia tidak mencintaimu dan tidak akan pernah menikahimu." Zoya berusaha tegas saat mengatakan itu agar ia tetap terlihat seperti Zoya yang Flora temui di rumah kediaman keluarga Lucas.
"Kamu pikir aku ini bocah ingusan yang bisa kamu tipu? Lebih baik kamu mengaku saja jika kamu hanyalah wanita bayarannya. Kalau Lucas benar-benar mencintaimu, dia tidak mungkin menyakitimu, apalagi sampai membuat wajahmu babak belur seperti itu. Aku tidak habis pikir apa alasan dia sampai memukulmu seperti ini, padahal tadi di depanku dia menciummu begitu mesra dan membuatku sangat cemburu. Aku tau Lucas itu seperti apa karena aku sudah lama mengenalnya dan aku tau jika dia tidak pernah serius dengan satu wanita pun yang ditidurinya. Lebih tepatnya Lucas tidak pernah puas dengan satu wanita saja!"
"Ya, kamu benar. Semua yang kamu katakan itu benar, tapi aku tidak berbohong soal kehamilanku. Aku benar-benar tengah mengandung anaknya dan Lucas menginginkan anak ini setelah mengetahui jika dirinya mandul. Aku tidak bermaksud untuk menggagalkan pernikahan kalian, tapi aku pun terpaksa berada di posisi saat ini."
__ADS_1
Flora kini dapat tersenyum dan menghela napas lega karena akhirnya Zoya mau mengakui segala kebohongannya. Lalu, ia kembali memasang wajah serius ketika hendak mengatakan sesuatu pada Zoya.
"Sudah aku duga jika kamu terpaksa melakukannya demi uang. Zoya, sebenarnya aku datang menemuimu untuk memberi penawaran terbaik, aku akan memberimu uang 5 kali lipat dari jumlah yang Lucas berikan padamu. Sekarang kamu cukup katakan berapa Lucas sudah membayarmu? 100 juta, 200 juta, atau 500 juta? Tapi setelah menerima uang dariku, kamu harus benar-benar pergi dan menghilang dari kehidupan Lucas. Soal anak yang kamu kandung saat ini, sebaiknya kamu lahirkan dan besarkan dia seorang diri, jangan berharap Lucas akan berubah dan memperlakukanmu dengan baik!"
Zoya menggelengkan kepala dengan perlahan. "Aku melakukannya bukan karena uang, tapi karena Lucas menjadikan ibuku sebagai tawanannya. Kalau aku tidak menuruti perintahnya, maka dia akan menyakiti ibuku. Itulah alasannya kenapa aku tidak bisa pergi darinya."
"Apa? Lucas menjadikan ibumu tawanannya? Tapi bagaimana mungkin, bukankah ibumu su—" Belum selesai Flora menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba suara bariton dari belakang tubuhnya membuat wanita itu terlonjak kaget.
"Berani-beraninya kamu datang diam-diam di belakangku dan menekan calon istriku?!"
Flora yang terkejut pun segera menoleh ke belakang dan kedua matanya seketika membulat sempurna.
__ADS_1
"Lucas?"
Bersambung✍️