One Night Destiny

One Night Destiny
Jadi Bumerang


__ADS_3

Selamat membaca!


Setibanya di ruang makan, Zoya langsung melihat Belinda yang sudah berada di sana bersama Edward. Keduanya langsung menyambut kedatangannya dengan sangat ramah dan Belinda pun tersenyum mempersilakan Zoya untuk duduk tepat di sebelahnya.


"Sini, Sayang. Ayo duduk! Tante ingin membicarakan sesuatu sama kamu."


Sambil membalas senyuman Belinda, Zoya mulai menempati kursi yang sudah dipersiapkan untuknya. "Memangnya mau ada apa, Tante?"


"Soal pernikahan kamu dengan Lucas. Jadi, rencananya Tante ingin segera menikahkan kalian dalam waktu dekat ini. Bagaimana?"


Tak pelak perkataan Belinda seketika membuat Zoya jadi tersedak salivanya sendiri. Tentu saja ia tidak mungkin menikah dengan Lucas karena itu bukanlah rencananya. Lagi pula tidak mungkin jika ia bisa hidup dengan pria yang telah menyebabkan kematian ibunya. Bagaimana bisa, Zoya mencintai dan menjadikan pria itu sebagai suaminya. Bahkan kalau ia bisa memilih laki-laki yang menjadi ayah dari anaknya, maka ia tidak akan memilih Lucas, seorang pria yang dianggapnya kejam dan tidak memiliki hati.

__ADS_1


"Zoya, kamu kenapa malah melamun?" Belinda akhirnya bertanya setelah mendapati calon menantunya yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.


"Eh iya, Tante. Tapi ...."


"Tapi kenapa, Sayang? Apa kamu keberatan?" Belinda kembali bertanya setelah melihat seperti ada keraguan dari wajah Zoya.


"Bukan begitu, Tante. Pernikahan itu kan momen yang istimewa. Jadi, aku ingin tampil secantik mungkin dan aku merasa tidak percaya diri kalau aku sedang mengandung seperti ini. Apa bisa hari pernikahanku ditunda dulu setidaknya sampai aku melahirkan? Lagi pula aku dan Lucas masih harus mengenal satu sama lain lebih jauh. Jadi, aku butuh waktu, Tante."


Bukan hanya Belinda yang terkejut dengan permintaan Zoya, Edward yang sejak tadi hanya menjadi pendengar dari percakapan mereka pun mulai angkat bicara. Pria itu tampak tidak setuju dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya.


Mendengar perkataan Edward, Zoya hanya bisa diam tanpa berani mengatakan apa-apa, tidak seperti saat ia bicara dengan Belinda.

__ADS_1


"Dad, kita tidak bisa memaksa Zoya. Mungkin apa yang kita pikirkan berbeda dengan keinginannya. Jadi, Mommy rasa kita perlu mempertimbangkan keinginannya." Belinda coba membuat suaminya mengerti dan tidak terlalu menekan Zoya untuk menuruti keinginannya.


"Ya sudah, terserah kamu saja baiknya bagaimana. Daddy ikut saja."


"Kalau itu keinginan kamu, Mommy akan persiapkan pernikahan kalian satu bulan setelah kamu melahirkan, bagaimana?" Belinda tersenyum. Memberi tawaran lain sesuai dengan keinginan Zoya.


"Apa enggak apa-apa, Tante?" Zoya malah ragu setelah sempat melihat reaksi Edward yang menampilkan raut tidak suka saat mendengar jawabannya yang ingin menunda pernikahan dengan Lucas.


"Ya, enggak apa-apa. Benar apa yang kamu katakan tadi kalau kamu dan Lucas memang butuh lebih banyak waktu untuk saling mengenal. Jadi, nanti malam Tante akan siapkan dinner romantis untuk kalian berdua. Menurut Tante kalian harus sering melewati momen-momen istimewa berdua agar bisa lebih saling mengenal satu sama lain."


Apa yang dikatakan Belinda seketika membuat Zoya tercekat. Ia tidak menyangka bahwa perkataannya malah jadi bumerang untuk dirinya sendiri. Bagaimana mungkin, ia bisa bahagia melewati dinner romantis bersama seorang pria yang sudah menyebabkan kematian ibunya.

__ADS_1


"Sekarang tidak mungkin aku menolak dinner yang direncanakan Tante Belinda. Nanti kalau aku menolaknya, pasti Om Edward akan tambah marah padaku. Ya sudahlah ... lagi pula itu hanya dinner, aku pasti bisa melewatinya dengan cepat," batin Zoya coba meyakinkan diri bahwa ia bisa menjalani semua itu, walau sebenarnya ia ingin menolaknya.


Bersambung ✍️


__ADS_2