
Episode ini masih bagian dari flashback yang dimulai dari pertengahan episode 45 ya. Harap teliti saat membaca karena episode flashback ini terjadi dua Minggu sebelum Lucas ditangkap polisi.
Selamat membaca!
Dengan berat hati, Lucas terlihat sedang mengendarai mobil miliknya. Sepulang bekerja, ia hanya punya waktu istirahat satu jam di rumah sebelum akhirnya ia kembali pergi untuk menjemput Zoya di salon yang tak jauh dari rumahnya atas perintah sang ibu.
"Memang wanita ini benar-benar menyusahkan saja. Lagian juga kenapa Mommy sampai maksa-maksa aku segala untuk dinner dengan Zoya. Menyebalkan sekali!" Lucas masih terdengar menggerutu sejak dirinya berada di dalam mobil. Sepanjang jalan hanya itu yang dilakukannya, selain terus merutuki dirinya sendiri dan mengatakan bahwa hidupnya jadi tidak menyenangkan sejak bertemu dengan Zoya. Bukan hanya terkekang, bahkan kebebasan yang selama ini jadi penghibur dirinya di tengah kesibukannya dalam bekerja, seolah lenyap begitu saja.
"Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa hidup terpisah tidak di rumah orang tuaku? Kalau aku pergi begitu saja, mereka selalu mengancamku. Pokoknya selama aku masih tinggal bersama mereka, maka aku akan terus terkurung dalam sangkar tanpa bisa melakukan apa yang aku inginkan. Semua kesenangan dan kebebasan pasti tidak akan pernah bisa lagi aku rasakan." Sambil memukul kemudinya beberapa kali, Lucas melampiaskan kekesalannya. Ia merasa tidak tahan dengan kehidupan yang dijalaninya saat ini. Hidup yang seperti bukan miliknya sendiri. Tak hanya harus menuruti keinginan orang tuanya, Lucas juga dipaksa menjadi seorang pria yang selalu ada untuk istri dan calon buah hatinya.
__ADS_1
Setelah bergelut dengan rasa kesal yang membuatnya tidak tenang, akhirnya Lucas pun sudah tiba di pelataran lobi salon. Ya, tanpa berlama-lama, pria itu keluar dari mobil dan langsung disambut ramah oleh seorang petugas valet yang berjaga di sana.
"Selamat malam, Tuan."
"Ini kuncinya." Tanpa menghentikan langkah kakinya, Lucas melangkah masuk ke dalam salon setelah memberikan kunci pada petugas valet. Salon yang ia datangnya memang terbilang cukup mewah. Selain memiliki area parkir yang luas dan terdapat cafe juga butik di dalam kawasannya, letaknya yang berada di pusat kota pun membuat salon tersebut selalu saja ramai oleh pengunjung. Bahkan tak jarang, beberapa artis tanah air terlihat di sana. Namun, Lucas tak peduli dengan semua itu. Baginya, ia hanya ingin secepatnya mengakhiri malam menyebalkan ini dan segera melepas lelah yang membuat tubuhnya seperti kehilangan tenaga karena rutinitas hari ini di perusahaan terbilang cukup padat.
Setibanya di dalam, kedatangan Lucas sudah disambut oleh para karyawan salon yang memang sudah mengenali Lucas sebagai putra tunggal dari keluarga Dekawistara.
Lucas melihat arah tangan yang ditunjukkan oleh seorang karyawan wanita. "Apa wanita itu sudah selesai?"
__ADS_1
"Maksudnya calon istri Anda ya, Tuan?"
Lucas hanya berdeham menjawabnya. Ia merasa enggan menjawab pertanyaan itu karena tidak menganggap Zoya sama seperti apa yang dikatakan oleh karyawan salon. Baginya, Zoya hanyalah seorang wanita yang akan memberikannya keturunan setelah ia di-vonis mandul oleh dokter. Itu saja, tidak lebih. Jadi, untuk menganggap Zoya sebagai calon istrinya adalah suatu hal yang mustahil bagi Lucas. Terlebih pria itu memiliki standar kriteria wanita yang cukup tinggi. Dan menurutnya, Zoya bukan tipe wanita yang pantas untuk bersanding dengannya.
"Mungkin karena waktu itu aku sedang mabuk, makanya aku jadi tidak bisa membedakan mana wanita cantik dan wanita kampungan seperti Zoya," batin Lucas masih terus melangkah mengikuti karyawan salon yang akan mengantarnya menuju ruangan tempat di mana Zoya dan Belinda berada.
Begitu tiba di ruangan tersebut, kedua mata Lucas seketika terperangah. Bola matanya tampak membesar. Pandangannya pun mulai tak berkedip menatap penampilan Zoya yang tengah malu-malu berdiri di hadapannya dengan dress panjang berwarna merah yang membuat wanita itu terlihat sangat cantik dan menawan.
"Apa wanita ini adalah Zoya? Bagaimana bisa dia ...."
__ADS_1
Bersambung ✍️