
Selamat membaca!
Di depan lobi rumah sakit, kedatangan Lucas sudah ditunggu oleh Alden yang memang lebih dulu berada di sana.
"Di mana dia?" tanya Lucas tanpa menghentikan langkahnya terus memasuki lobi yang diiringi oleh Alden tepat di sebelahnya.
"Nona Zoya ada di ruang IGD, Tuan."
Mendengar jawaban Alden, Lucas tampak terkejut karena entah kenapa ia tiba-tiba merasa takut akan kondisi kandungan Zoya yang saat ini tengah mengandung anaknya. Anak yang begitu diharapkan oleh sang ibu.
"Apa ini ada hubungannya dengan kandungan Zoya?"
"Tuan tidak perlu cemas. Nona Zoya hanya mengalami cidera di bagian kaki dan tangannya saja. Walaupun ada luka di bagian kepala, itu bukanlah cidera yang berat. Dan, sejauh ini hanya itu informasi yang saya bisa dapatkan dari anak buah saya, Tuan."
Mendengar kondisi Zoya, Lucas merasa sedikit lega. Namun, ia masih mencemaskan kandungan Zoya sebelum mendengar langsung dari dokter.
"Terus bagaimana ceritanya kamu sampai bisa menemukannya di sini?" Lucas menanyakan hal itu karena selama dua Minggu Alden baru berhasil menemukan Zoya saat ini.
__ADS_1
"Setelah beberapa kali gagal dan tidak juga menemukan Nona Zoya, akhirnya saya mengarahkan anak buah saya untuk mencari ke berbagai rumah sakit dan salah satu anak buah saya ada yang melihat Nona Zoya saat dibawa ke ruang IGD."
"Kerja bagus, Alden." Langkah keduanya pun akhirnya tiba tepat di depan ruang IGD bersamaan dengan keluarnya dokter dari ruangan tersebut.
"Bagaimana kondisinya, Dokter?" Lucas langsung melontarkan sebuah pertanyaan pada sang dokter.
"Anda siapanya pasien?" Bukannya menjawab dokter itu malah balik bertanya dan seketika membuat Lucas merasa bingung.
"Tuan Lucas adalah suaminya, Dok," jawab Alden di saat Lucas masih diam memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan.
"Iya, Dok. Saya suaminya. Jadi, bagaimana kondisinya saat ini?" Lucas pun kembali bertanya dengan mengulas senyum kecil karena sebenarnya ia terpaksa harus mengakui Zoya sebagai istrinya.
"Kondisi pasien cukup baik, tapi ada salah satu tulang di kakinya yang sedikit bergeser."
"Bagaimana kondisi kandungannya?" Lucas seakan tak memedulikan hal lain selain memastikan kandungan Zoya saat ini karena menurutnya hanya itu hal yang paling penting. Lucas mulai berpikir jika Zoya sampai mengalami keguguran, ia merasa tidak perlu berada di rumah sakit dan mengurus wanita itu.
"Kondisi kandungannya baik-baik saja, Tuan. Untungnya saat terjatuh, pasien berhasil menahan tubuhnya hingga hanya tangan dan kakinya yang mengalami cidera. Selain itu, luka di kepalanya masih terbilang ringan karena tidak sampai mengakibatkan cidera berat. Sekarang Anda sudah boleh menemuinya dan saya sarankan agar istri Anda dirawat inap untuk semalam agar saya masih bisa memantu kondisinya."
__ADS_1
"Baiklah kalau itu yang Dokter sarankan saya akan mengikutinya."
"Kalau begitu Anda bisa segera mengurus administrasinya agar pasien bisa segera dipindahkan ke ruang rawat."
"Alden, kamu segera urus administrasinya!" Lucas pun langsung memerintahkan pada Alden sesuai dengan apa yang dokter katakan.
"Baik, Tuan." Alden pun melangkah pergi setelah mengiyakan perintah dari Lucas. Sementara Lucas mulai melangkah masuk untuk menemui Zoya setelah sang dokter juga ikut pergi ke arah yang berlawanan dengan Alden untuk melanjutkan pekerjaannya.
Pandangan Zoya mulai menemukan keberadaan Zoya yang masih terbaring di atas ranjang. Melihat wanita itu yang masih belum menyadari kedatangannya.
Lucas pun berdeham hingga membuat Zoya perlahan menoleh untuk melihatnya.
"Lucas ...." Zoya menampilkan raut wajah penuh keterkejutan saat melihat kedatangan pria yang sebenarnya sangat ingin dihindarinya. Namun, entah kenapa ada seulas senyuman yang tampak samar di wajahnya dan itu membuat Lucas merasa bingung karena Zoya sama sekali tidak menampilkan rasa takut saat melihatnya.
"Ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia tidak takut saat melihat kedatanganku?" gumam Lucas terus melangkah mendekati Zoya yang hanya melihatnya tanpa ekspresi.
Bersambung ✍️
__ADS_1