
Selamat membaca!
Di ruang keluarga yang begitu megah dan luas, Lucas baru saja selesai dengan panggilan teleponnya saat Alden memberi kabar bahwa sang asisten sudah menjalankan tugasnya melenyapkan Flora. Ya, Lucas tidak perlu bukti apa pun karena memang Alden selama bekerja dengannya sama sekali belum pernah mengecewakannya.
Baru beberapa saat ia memasukkan ponselnya ke dalam saku jas, Belinda terlihat datang dan mendekatinya dengan raut wajah penuh amarah. Tentu saja Lucas sudah tahu apa kesalahannya dan hafal betul karakter ibunya yang pasti sedang begitu marah padanya saat ini.
"Mom ..."
Benar saja, baru saja Belinda tiba di hadapan Lucas, tamparan keras langsung mendarat sempurna tepat di sebelah pipi Lucas.
__ADS_1
"Kamu itu kurang ajar ya! Berani sekali kamu menyakiti wanita yang bisa memberikan kamu keturunan. Coba kamu pikir, Lucas! Kalau tidak ada Zoya kamu selamanya tidak akan punya anak karena kamu sekarang itu sudah mandul, apa kamu lupa?" Belinda benar-benar lantang dan penuh amarah saat mengatakan itu. Namun, Lucas hanya diam, memegangi pipinya yang masih terasa panas karena tamparan itu adalah pertama kali ia dapatkan dari Belinda.
"Mommy, lebih membela wanita itu daripada anak sendiri?"
"Kamu itu salah. Jadi untuk apa Mommy membela kamu! Pokoknya Mommy enggak mau tahu, kamu harus minta maaf sama Zoya. Kamu harus perlakukan dia dengan baik dan jangan pernah menyakiti dia lagi!"
Lucas terlihat enggan menjawab perintah dari ibunya. Sampai akhirnya, suara Belinda yang begitu lirih seketika menggetarkan hatinya. Ya, Lucas memang paling tidak bisa jika mendapati sang ibu sampai mengeluarkan air mata karena itu bisa membuatnya jadi teringat kenangan masa lalu saat Belinda tak henti-hentinya menangis meratapi perselingkuhan Edward, suaminya.
Mendengar perkataan putranya, Belinda pun langsung mendekap tubuh Lucas. Memeluknya dengan erat karena ia tahu bahwa putranya itu sebenarnya adalah pria yang baik. "Mommy ingatkan satu hal sama kamu, Lucas! Zoya itu adalah wanita yang baik dan jika kamu menyia-nyiakannya, kamu pasti tidak akan bisa mendapatkan wanita sebaik dia lagi. Mommy hanya takut kamu menyesal di kemudian hari, apalagi jika dia sampai tahu kalau ibunya sudah meninggal karena kebakaran rumah dan toko bunganya yang sengaja kamu bakar dengan memerintahkan anak buahmu. Mommy pesan sama kamu, tolong jaga rahasia itu sampai kalian menikah dan Zoya sudah melahirkan anakmu! Mommy hanya takut jika dia sampai mengetahuinya, nanti Zoya akan berbuat nekat dan bukan tidak mungkin dia akan membunuh anak yang ada dalam kandungannya karena kebenciannya padamu."
__ADS_1
Lucas teringat hari itu, hari di mana semua rencananya sampai memakan korban jiwa, padahal itu sama sekali tak pernah diinginkannya.
"Mom, tapi saat itu aku sama sekali tidak bermaksud untuk membunuhnya. Aku hanya memberi tahu anak buahku agar membakar rumah dan toko bunga Zoya. Dengan begitu Zoya tidak akan lagi memiliki tempat tinggal dan juga sumber penghasilan untuk membiayai hidupnya hingga dia tidak akan menolak permintaanku. Tapi, aku salah karena ternyata dia berbeda dari wanita lain dan aku tidak bisa memaksa keinginanku dengan menawarkan uang yang aku miliki. Makanya, aku terpaksa sampai berbohong dan menjadikan ibunya seolah-olah sebagai tawananku agar dia mau menuruti setiap perkataanku."
Mendengar penuturan Lucas, Belinda mulai terlihat menarik napasnya dalam-dalam. Lalu, ia mengembuskannya dengan perlahan. Ada rasa takut yang coba ia tenangkan dalam dirinya. Takut jika suatu saat Zoya mengetahui semua itu dan memutuskan pergi dengan membawa anak dalam kandungannya yang merupakan cucu satu-satunya yang dibisa Belinda miliki.
"Aku jadi merasa tidak tenang jika memikirkan semua itu." Di tengah pikiran Belinda yang menemukan kebuntuan, tiba-tiba terbesit sebuah ide agar semua rahasia putranya aman dan tak bisa diketahui oleh siapa pun. Tanpa ada keraguan, Belinda mulai membicarakan apa yang dipikirkannya dan Lucas menyambutnya dengan antusias.
"Baiklah, Mom. Aku akan melakukan seperti apa yang Mommy rencanakan. Lagi pula benar, kita itu punya uang. Jadi, bukan masalah besar untuk merekayasa sebuah kematian sekalipun itu melibatkan seorang dokter atau rumah sakit. Aku akan mengurusnya."
__ADS_1
Walaupun di depan Belinda Lucas menunjukkan rasa penyesalan karena telah menyakiti Zoya, tetapi jauh di dalam hatinya ia masih menyimpan rasa kesal terhadap wanita itu. Namun, Lucas sadar betul jika setelah ini ia tidak akan leluasa lagi untuk menyiksa atau menyakiti Zoya.
Bersambung ✍️