
Selamat membaca!
Kembali ke kamar karena tak punya pilihan lain, setidaknya itu adalah kenyataan yang harus Zoya terima. Ia merasa tidak boleh gegabah dalam menghadapi situasi yang kini tengah membelenggunya dalam sebuah permainan dari seorang pria yang menurutnya begitu kejam memperlakukannya. Mengurungnya seperti tawanan tanpa memberi kebebasan. Sungguh menyedihkan. Bagaikan hidup dalam sangkar emas.
"Aku harus bersabar. Sampai waktunya tepat aku akan pergi dari Villa ini." Zoya kini telah berhasil menguatkan hatinya. Ia beranggapan jika tangisannya tidak akan merubah apa pun yang terjadi dalam hidupnya, tapi malah hanya akan melemahkannya.
Di saat Zoya hampir saja terlelap, tiba-tiba suara pintu terdengar sedang dibuka oleh seseorang. Ia pun kembali bangkit dari posisi tidurnya, lalu duduk di tepi ranjang.
"Kenapa kamu berusaha melarikan diri?" Tanpa basa-basi Lucas yang baru saja masuk ke kamar langsung melontarkan pertanyaan dengan penuh amarah. Pria itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke Villa setelah wanita paruh baya yang bernama Ayu menghubunginya dan menceritakan apa yang dilakukan oleh Zoya.
"Benar kata Bu Ayu, dia pasti akan datang kembali saat mendengar aku ingin melarikan diri. Itu artinya, aku begitu berharga untuknya," batin Zoya mengingat pembicaraannya dengan Ayu di lantai bawah. Pembicaraan di mana wanita paruh baya itu akan membantunya untuk bisa lolos dari Lucas.
__ADS_1
Zoya masih diam tak menjawab. Ia coba menantang Lucas dengan terus menatap tajam wajah pria itu tanpa rasa takut.
"Jika sekali lagi kamu coba melarikan diri dari Villa ini, aku tidak akan memberi kebebasanmu untuk bisa leluasa melangkah di sini. Aku akan merantai kedua kakimu seperti hewan peliharaan. Apa kamu mau aku melakukan itu padamu?" Bukan hanya menekan lewat perkataannya, pria itu juga mencengkram dagu Zoya dengan erat sambil menarik ke arah wajahnya. Sesaat pandangan mereka saling bertaut. Namun, Zoya sama sekali tak merasa gentar menatap kedua mata hazel Lucas yang tengah begitu tajam melihatnya.
"Baiklah aku tidak akan melarikan diri darimu, tapi jika kamu benar-benar menginginkan anak ini, perlakukan aku dengan baik. Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan membunuh anak ini dengan menyakitinya." Tiba-tiba Zoya mengambil pisau yang memang tersedia di atas nampan makanan, lalu mengarahkan pada perutnya.
"Tidak masalah jika kamu menolak! Aku akan menusuk perutku agar anak ini ikut mati bersamaku dan kamu tidak akan pernah memiliki keturunan seumur hidupmu karena kamu itu mandul." Sesaat setelah mengatakan itu Zoya coba mengatur irama jantung yang berdetak tak beraturan. Ia masih menutupi ketakutan dalam dirinya yang sebenarnya sempat membuat sekujur tubuhnya gemetar. Namun, Zoya tak punya pilihan lain. Ia harus melakukan semua rencana ini atau Lucas pasti akan semakin menginjak-injaknya.
"Ternyata kamu punya nyali juga sampai berani mengancamku!" Lucas menghempaskan wajah Zoya dengan begitu kasar.
"Aku tidak akan takut menghadapimu. Lebih baik aku mati bersama anak ini daripada diperlakukan seperti binatang olehmu. Aku bukan burung yang bisa kamu kurung dan aku juga bukan anjing yang bisa kamu rantai sesuka hatimu." Zoya kembali menantang Lucas dengan sorot mata yang lebih tajam dari sebelumnya.
__ADS_1
Lucas pun terkekeh keras. Ia merasa heran karena baru kali ini ada orang yang berani menatapnya dengan wajah seperti yang Zoya perlihatkan saat ini. Wajah yang sama sekali tidak merasa takut dengannya. "Baiklah, apa maumu?" Akhirnya Lucas menanyakan hal itu. Ia sungguh tidak bisa terlalu bersikap kasar karena sangat menginginkan anak yang ada dalam kandungan Zoya.
"Jika kamu ingin aku melahirkan anakmu, kamu harus penuhi semua keinginanku. Bagaimana?" Sebelah alis Zoya terangkat dengan senyum menyeringai penuh kemenangan. Ia merasa beruntung karena sekarang mampu mengambil alih permainan dari Lucas hanya dalam waktu satu jam setelah ia datang ke Villa itu.
"Ternyata tidak ada salahnya aku mengikuti apa yang dikatakan oleh Bu Ayu. Benar yang dia katakan jika aku tidak boleh lemah menghadapinya. Pria licik seperti Lucas memang harus aku lawan. Aku tidak boleh diam saja mengikuti semua permainannya," batin Zoya penuh rencana. Rencana yang memang bukan dari pikirannya, tapi ini semua berkat Ayu. Wanita paruh baya yang sudah mau berbaik hati menjadi penyelamat Zoya.
"Baiklah, katakan apa yang kamu inginkan?" Lucas yang tak punya pilihan, mau tak mau menuruti keinginan Zoya, walau harus menurunkan egonya karena sebenarnya pria itu tidak pernah sekalipun mengalah pada siapa pun.
"Setelah melahirkan anakku, aku pasti akan membuatmu seperti hidup dalam neraka hingga perlahan demi perlahan kamu tidak akan sanggup lagi bertahan! Sekarang nikmati waktumu dengan bahagia karena itu hanya akan berlangsung dalam 9 bulan ini," batin Lucas sambil mengepal erat genggaman tangannya dengan rahang yang mengeras.
Bersambung ✍️
__ADS_1