One Night Destiny

One Night Destiny
Berusaha Tenang


__ADS_3

Selamat membaca!


Zoya berusaha menepikan rasa gugup yang tengah menyelimuti hatinya. Ia berusaha bersikap sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Lucas dan tak mau membuat semuanya berantakan. Setelah jauh lebih tenang, Zoya kini mulai dapat tersenyum ramah pada orang tua Lucas.


"Zoya, kamu tinggal di mana?" tanya Belinda dengan hati-hati karena ia berusaha membuat Zoya senyaman mungkin agar wanita pilihan Lucas nantinya bisa tinggal dengan nyaman di rumahnya setelah menikah.


"Saya tinggal di Kelapa Gading, Tante."


"Kamu bertemu dengan Lucas di mana?" tanya Belinda lagi yang semakin ingin mengetahui awal kedekatan putranya dengan Zoya.


"Sebenarnya saya dan Lucas pertama kali bertemu di acara pernikahan salah satu rekan bisnis saya, Tante. Dan, kebetulan itu juga rekan bisnis Lucas. Di sana kami saling berkenalan untuk pertama kalinya dan bertukar nomor ponsel. Setelah itu, kami jadi sering bertemu, apalagi bisnis yang kami jalani sama-sama di bidang properti. Maka itulah, saya dan Lucas merasa satu frekuensi hingga akhirnya kami sepakat untuk menjalin hubungan lebih dari sebatas teman."

__ADS_1


Belinda tersenyum. Ia merasa sedikit terkejut karena putranya memang tidak pernah sama sekali menceritakan tentang kehidupan pribadinya. "Wah, pertemuan kalian cukup unik ya dan bisa sampai seserius ini untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Jadi sudah berapa lama kalian berpacaran? Maaf ya kami benar-benar tidak tau tentang hubungan kalian, soalnya Lucas memang tidak pernah menceritakan tentang kamu pada Om dan Tante. Jadi kami mengira jika Lucas masih sendiri."


Zoya menanggapi dengan senyumnya yang ramah. Senyum yang langsung membuat Belinda dapat menilai jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita baik. "Entah dia memang ramah atau hanya pura-pura ingin mengambil hatiku. Tapi kalau aku lihat, sepertinya dia memang wanita yang baik," batin Belinda menilai sedikit tentang Zoya setelah melihat cara dari wanita itu menjawab pertanyaannya.


"Enggak perlu minta maaf, Tante. Lagi pula hubungan saya dan Lucas memang belum lama. Ya, baru berjalan setengah tahun. Hanya saja, waktu itu saya belum ingin terburu-buru menikah karena masih ingin fokus dalam mengelola perusahaan ayah saya, tapi Lucas mengatakan pada saya jika dia akan dijodohkan. Makanya, saya memantapkan hati untuk datang ke sini dan berkenalan dengan Om dan Tante. Saya ingin mengatakan langsung pada kalian jika saya siap menikah dengan Lucas dalam waktu dekat ini."


Mendengar cerita Zoya, senyum tipis seketika terulas dari kedua sudut bibir Edward. "Memangnya perusahaan apa yang kamu kelola sampai berani menolak ajakan menikah dari putra saya?" tanyanya dengan meremehkan.


Zoya berusaha tetap tenang saat mendengar pertanyaan dari Edward sambil menatap wajahnya semakin tajam dari sebelumnya. "Royal Citi Group adalah perusahaan peninggalan ayah saya, Om. Memang tidak terlalu besar, tapi bisnisnya berkembang dengan pesat saat ini selama saya pimpin."


"Ayah saya sudah meninggal, tapi saya masih memiliki seorang ibu, Om."

__ADS_1


"Jadi apa alasanmu sekarang tiba-tiba siap menikah dengan putra saya? Bukankah sebelumnya kamu menolaknya karena ingin fokus dengan karirmu? Kenapa kamu tidak membiarkan Lucas menikah dengan wanita pilihan orang tuanya?" Edward masih belum puas bertanya dan terus mengorek informasi tentang Zoya.


Zoya pun tampak meremas ujung dress yang dikenakannya dengan telapak tangan yang sudah dibasahi oleh keringat dingin. Bibirnya mulai bergetar saat akan menjawab perkataan Edward. Namun, Zoya berusaha merespon dengan santai agar skenario yang disusun oleh Lucas berjalan lancar sampai akhir pertemuan.


"Karena saya benar-benar mencintai Lucas. Saya tidak rela jika dia menikah dengan wanita lain dan yang paling penting adalah karena saat ini saya sedang mengandung anak dari Lucas!" jawab Zoya dengan suaranya yang tegas dan penuh penekanan.


Sontak saja jawaban Zoya membuat Belinda dan Edward sama-sama terkejut. Belum lama ini mereka baru mengetahui jika Lucas divonis mandul pasca kecelakaan yang dialaminya. Vonis yang membuat keduanya harus mengubur impian mereka untuk memiliki cucu dari Lucas. Bahkan sampai saat ini, baik Edward dan Belinda masih merasakan kesedihan yang mendalam karena kenyataan pahit itu. Tentu saja keduanya sangat terpukul karena harapan mereka untuk melihat keturunan Dekawistara harus pupus.


"Apa wanita ini benar-benar mengandung anak Lucas?" batin Edward yang tak begitu saja mempercayai perkataan Zoya. Bahkan di dalam pikirannya saat ini, ia langsung ingin menghubungi asisten kepercayaannya untuk langsung menyelidiki asal usul Zoya dan mencari tau tentang kehamilannya.


Berbeda dengan Belinda, wanita paruh baya itu sungguh senang mendengar penuturan Zoya yang seketika langsung menyalakan harapan dalam hatinya untuk dapat memiliki cucu dari putranya.

__ADS_1


"Zoya, apa kamu serius dengan perkataanmu barusan? Kalau memang benar, berapa usia kandunganmu saat ini?" tanya Belinda untuk memastikan jika Zoya tidak mengatakan sesuatu yang omong kosong. Wanita paruh baya itu pun kini tengah menunggu dengan cemas dan berharap jika jawaban Zoya seperti apa yang diharapkannya.


Bersambung ✍️


__ADS_2