
Selamat membaca!
Sepanjang perjalanan, baik Lucas dan Zoya hanya diam dengan pikirannya masing-masing. Mereka tak saling bicara, duduk berseberangan dan hanya menatap keluar jendela. Tentu saja keduanya sama-sama berpikir, bagaimana mungkin ada wanita hamil selain Zoya, sementara Lucas sudah di-vonis mandul sejak kecelakaan yang menimpanya waktu itu.
"Kalau benar wanita itu hamil anak Lucas, berarti dugaanku benar. Semua kebohongan tentang kemandulan Lucas pasti ada hubungannya sama Flora," gumam Zoya yang lebih memilih bicara dengan dirinya sendiri.
Setibanya di pelataran kediaman Dekawistara, Lucas melihat sebuah mobil asing terparkir di sana. Pria itu pun langsung keluar dari mobil. Meninggalkan Zoya yang menyusul tepat di belakangnya.
"Siapa sebenarnya wanita itu?" Lucas yang benar-benar penasaran terus memacu langkah kakinya tanpa memedulikan beberapa pelayan yang masih membungkuk menyambut kedatangannya.
"Dasar, Lucas. Dia masih sombong dan angkuh seperti biasanya" Zoya pun tersenyum pada semua pelayan, lalu kembali melangkah setelah sempat terhenti untuk membalas sambutan mereka.
Sementara Zoya masih tertinggal di depan rumah, Lucas sudah tiba di ruang keluarga di mana kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangannya.
"Dad, Mom, mana wanita itu? Aku ingin melihat wajah penipu itu?" Lucas bertanya saat baru saja masuk ke dalam ruang keluarga setelah melewati Jenny yang tampak berdiri di depan pintu. Seperti biasa, Lucas mengabaikan salam ramahnya.
__ADS_1
"Kapan ya Tuan Lucas bisa berubah? Dia selalu seperti itu sejak pertama kali aku bekerja di rumah ini," batin Jenny yang mulai beralih melihat ke arah Zoya di ujung lorong sana tampak mendekat ke arahnya.
"Bu, apa di dalam masih ada wanita yang katanya hamil anak Lucas?" Begitu tiba di hadapan Jenny yang baru saja setengah membungkuk hormat padanya, Zoya menanyakan itu.
"Masih, Nona. Tapi, lebih baik Anda tidak usah masuk. Tunggulah di kamar saja!"
"Memangnya kenapa?"
"Soalnya nyonya Belinda tidak mau masalah ini sampai mengganggu pikiran Nona dan nantinya bisa berdampak pada kandungan Nona juga."
Zoya pun tetap melangkah masuk, walau Jenny sempat menahan tubuh wanita yang kini sudah lebih gemuk dari sebelumnya. Maklum saja, usia kandungan Zoya saat ini memang sudah masuk 5 bulan. Itu artinya, hanya kurang 4 bulan lagi, Zoya akan melahirkan dan bisa bebas dari Lucas, walau ia harus berpisah dengan anaknya. Anak yang semakin hari, semakin disayanginya. Namun, Zoya masih berencana untuk pergi dari Lucas agar perpisahan itu tidak harus terjadi.
"Aku tidak mau menikah dengannya karena anak itu pasti bukanlah anakku!" Lucas terdengar menggebrak meja dengan sangat keras. Membuat Belinda dan Edward hanya bisa menggelengkan kepala. Sementara wanita cantik dengan dress merah yang duduk di seberang Lucas tampak menatap pria itu dengan raut penuh rasa takut. Sudah jelas wanita itu pasti takut saat melihat kemarahan yang ditunjukkan Lucas. Berbeda dengan Zoya yang sudah terbiasa akan semua itu.
"Zoya ...." Belinda mulai menyadari kehadiran Zoya yang saat ini hanya mematung beberapa langkah di belakang Lucas. "Dad, tolong urus masalah ini ya! Aku akan bawa Zoya ke kamarnya. Kasihan dia jika sampai mendengar semua ini." Belinda pun bangkit dari posisi duduknya. Lalu, menghampiri Zoya yang langsung mengulas senyum singkat di hadapannya.
__ADS_1
"Zo, sebaiknya kita ke kamar kamu ya! Biar masalah ini diurus oleh Lucas dan ayahnya saja!"
"Enggak, Mom, aku harus tetap di sini! Bukankah sebagai istri aku harus tahu masalah apa yang menimpa suamiku."
Perkataan itu terdengar di telinga Lucas. Membuat pria itu seketika menoleh. Menatap penuh rasa penasaran akan maksud perkataan Zoya.
"Suamiku ... apa dia benar-benar menganggap pernikahan ini? Bukankah pernikahan ini akan berakhir di saat dia melahirkan dan memberikan anaknya padaku." Lucas masih terus bertanya pada dirinya sendiri. Masih terasa aneh dalam pikirannya, terlebih saat ia terus mencerna lebih jauh apa yang Zoya katakan pada ibunya.
Bersambung ✍️
Maaf ya, Semua. Maaf jika Author baru update lagi. Tadinya Author merasa insecure. Mikir cerita ini jeleklah, mikir pembaca enggak akan sukalah, dan berbagai pikiran yang terus berkeliaran hingga membuat mood nulis benar-benar down. Tapi, ada dua pembaca yang akhirnya ngasih semangat saya lewat DM di Instagram. Dari sanalah saya mulai menemukan kembali semangat untuk nerusin cerita ini.
Kalau kalian berkenan, kasih semangat Author ya lewat komentar kalian dan apa tanggapan kalian tentang cerita Zoya ini?
Terima kasih, Semua.
__ADS_1
Follow Instagram Author: ekapradita_87