One Night Destiny

One Night Destiny
Kedatangan Polisi


__ADS_3

Selamat membaca!


1 bulan kemudian, kondisi Zoya kini sudah jauh lebih baik sejak ditemukan oleh Lucas di rumah sakit. Kedatangannya kembali ke rumah Dekawistara begitu disambut oleh Belinda yang sejak hari itu selalu memperlakukannya dengan baik hingga detik ini. Bahkan wanita paruh baya itu juga meminta Lucas agar bersikap baik pada Zoya jika masih ingin menjadi pewaris tunggal dari keluarga Dekawistara. Hal itu yang membuat Lucas sama sekali tidak bisa bersikap semaunya terhadap Zoya. Terlebih peringatan Belinda semakin nyata saat Edward ternyata juga memberi ultimatum yang sama padanya.


"Aku benar-benar tidak tahan dengan perintah kedua orang tuaku, kenapa mereka memintaku untuk selalu menemani Zoya? Apalagi ini sudah satu bulan sejak dia kembali ke rumah." Lucas tampak begitu kesal. Bagaimana tidak, kedua orang tuanya membatasi waktu Lucas di luar rumah hingga ia tak leluasa untuk pergi melakukan kesenangannya seperti ke bar dan menghabiskan waktu bersama wanita-wanita di luar sana dalam satu malam yang biasa dilakukannya.


Di saat Lucas masih menggerutu di dalam ruang kerjanya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar. Bersamaan dengan itu, suara Alden pun terdengar meminta izin pada Lucas untuk masuk.


"Ya, masuklah!"

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Alden pun masuk ke dalam ruangan. Namun, ada sesuatu yang membuat Lucas penasaran karena raut wajah Alden terlihat begitu cemas saat ini. "Kenapa, Al? Kenapa wajahmu seperti itu?"


"Begini, Tuan, di luar ada dua petugas polisi ingin menemui Anda."


Lucas benar-benar terkejut. Ia merasa tidak pernah terlibat masalah hukum sebelumnya. Terlebih dalam satu bulan ini, ia selalu menjadi anak baik dan tidak pernah keluyuran selepas pulang bekerja.


"Polisi ... untuk apa mereka mencariku?"


"Baiklah, suruh mereka masuk!" Tanpa punya pilihan lain, Lucas pun memberi izin pada Alden untuk membiarkan kedua polisi itu masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Dengan sigap, Alden menjawab perintah dari Lucas, walau ia sendiri merasa ada yang tidak beres dengan kedatangan dua orang polisi itu.


"Sebenarnya ada apa ini? Apa yang membuat mereka sampai datang menemuiku?" Lucas coba berpikir. Namun, semakin keras ia mencoba, jawaban yang dicarinya semakin sulit untuk ia temukan.


***


Sementara itu, di rumah kediaman Dekawistara, Zoya tampak duduk di tepi ranjang kamarnya. Dia tengah menggenggam ponsel miliknya karena baru saja selesai membalas pesan dari seseorang. Saat ini, perut Zoya juga sudah terlihat buncit karena memang usia kandungannya telah memasuki 5 bulan.


"Akhirnya sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja. Sebentar lagi Lucas pasti akan menerima hukuman dari segala kesalahannya. Dia bukan hanya sudah membuat ibuku meninggal dalam kebakaran di rumah dan toko bungaku, tapi dia juga sudah tega membunuh Flora." Zoya sebenarnya sudah menduga bahwa Lucas adalah orang yang telah menyebabkan kematian ibunya. Itulah kenapa satu bulan yang lalu ia memutuskan untuk pergi dari rumah Dekawistara. Namun, ia tidak menyangka bahwa Lucas ternyata juga telah membunuh Flora hanya demi menutupi segala rahasianya. Untung saja Zoya bertemu dengan Adrian, seorang pria yang ternyata adalah sepupu dari Flora. Pria yang memang sedang melakukan pencarian terhadap Flora yang sudah beberapa Minggu hilang tanpa ada kabar beritanya.

__ADS_1


Bersambung ✍️


__ADS_2