
Selamat membaca!
Saat itu, suasana kamar terasa sangat hening. Hanya ada Belinda yang sejak semalam selalu menemani Zoya. Namun, tak sekalipun Lucas datang, pria itu terlalu sibuk dengan pekerjaan dan dunia malamnya. Ya, begitulah Lucas. Semua ucapan Belinda sama sekali tak dihiraukannya. Pria itu selalu acuh setiap sang ibu memperingatinya untuk bisa menjaga diri selama berada di luar, terutama dari para wanita malam yang hanya menginginkan uangnya saja.
"Maafkan Tante ya, Sayang. Tante sebenarnya tidak tega melakukan semua ini sama kamu, tetapi Tante enggak punya pilihan lain. Kalau seandainya kamu tahu yang menyebabkan ibu kamu meninggal adalah Lucas, pasti kamu tidak akan mau mempertahankan anak yang ada dalam kandunganmu." Belinda mengusap pucuk kepala Zoya sambil menatap wajah wanita itu dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Ia masih nyaman berlama-lama di kamar Zoya, walau Jenny sempat berulang kali memintanya untuk istirahat.
Di tengah rasa sedihnya yang semakin melemahkannya, tiba-tiba Zoya mulai membuka matanya dengan perlahan. Membuat Belinda tersenyum karena pada akhirnya calon menantunya sudah sadarkan diri. Namun, wanita paruh baya itu harus bersiap menghadapi beragam pertanyaan dari Zoya tentang ibunya yang sudah tiada.
"Zoya, syukurlah kamu sudah sadar."
Baru saja Belinda selesai mengatakan itu, Zoya seketika bangkit dari posisi tidurnya, walau dengan rasa sakit yang ditahannya. "Tante, aku harus segera ke rumah sakit. Aku ingin melihat mamaku!" Zoya meminta dengan begitu menuntut. Suaranya terdengar lantang, sama sekali tak menggambarkan bahwa ia sudah satu malam ini tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Kamu sabar dulu, Zoya. Sekarang kamu istirahat agar kondisi kamu segera pulih! Kamu itu harus kuat dulu agar kita bisa ke makam ibu kamu."
Mendengar jawaban Belinda, Zoya tampak begitu terkejut. Bagaimana bisa ibunya dimakamkan, sementara ia belum sempat melihat sang ibu untuk yang terakhir kalinya. "Jadi, ibuku sudah dimakamkan? Tetapi ... bagaimana bisa, Tante?" tanya Zoya dengan kedua alis yang saling bertaut dalam.
"Karena kamu pingsan sejak kemarin, Zoya."
Tak bisa dipungkiri, Zoya begitu terkejut saat mendengar jawaban Belinda. Baginya, jawaban itu terdengar tak masuk akal di telinganya. Bagaimana mungkin ia bisa tak sadarkan diri selama itu dan membuatnya harus melewatkan pemakaman sang ibu. Itu artinya, Zoya tak lagi memiliki kesempatan untuk dapat melihat wajah ibunya. Wajah dari seorang wanita yang melahirkannya dan selalu menyayanginya dengan penuh cinta. "Enggak mungkin, Tante. Semua ini pasti bohong. Lagi pula mana mungkin aku bisa pingsan sampai selama itu. Tante, tolong aku! Aku ingin melihat mamaku ... aku mohon, Tante!" Air mata Zoya sudah begitu deras menetes hingga membasahi kedua pipinya. Matanya yang merah terlihat begitu pedih dan tak henti-hentinya menangis meratapi kematian dari ibunya yang sulit diterimanya.
"Zoya, kamu mau ke mana?"
Zoya sama sekali tak menjawab pertanyaan Belinda, ia terus melangkah menuju ke luar kamar dengan langkahnya yang gontai sambil menangis terisak. Sampai akhirnya, ketika Zoya sudah membuka pintu kamar, ia dikejutkan saat langkahnya tertahan oleh beberapa suster dan seorang dokter yang memang sudah menunggu di luar kamar. Selain itu Jenny dan beberapa pelayan yang ditugaskan untuk melayani Zoya juga tampak berada di sana.
__ADS_1
"Minggir kalian!" Zoya coba melewati kepungan mereka. Namun sayangnya, tenaga Zoya kalah jauh dari kesemua orang itu. Terlebih saat dokter berhasil menyuntikkan obat penenang hingga membuatnya kembali tak sadarkan diri.
"Maafkan Tante ya, Zoya. Tante janji sama kamu, Tante akan selalu menyayangi kamu seperti putri Tante sendiri," gumam Belinda setelah memerintah pada para suster yang tengah memegang tubuh Zoya untuk membawa tubuh calon menantunya itu kembali ke atas ranjang.
***
Sementara itu di sebuah hotel bintang 5, Lucas masih tertelap di atas ranjang dalam dekapan seorang wanita cantik tanpa mengenakan pakaian sehelai benang pun. Keduanya tampak lelah karena telah menghabiskan malam yang panjang di sebuah Club hingga berakhir di atas ranjang.
Tak butuh saling mengenal untuk keduanya memadu kasih, ketampanan dan kekayaan Lucas mampu membuat para wanita terbuai hingga menyerahkan dirinya dengan sukarela untuk memuaskan hasrat pria itu yang akhir-akhir ini dipusingkan dengan masalah Zoya.
"Pria kaya ini tidak akan lepas dariku. Aku akan membuatnya menjadi milikku," gumam seorang wanita cantik bernama Levina yang sudah terjaga lebih dulu dari Lucas.
__ADS_1
Bersambung ✍️