One Night Destiny

One Night Destiny
Menjaga Gengsi


__ADS_3

Selamat membaca!


Lucas masih terdiam selama beberapa detik. Memindai penampilan Zoya mulai dari ujung rambut sampai pada bagian kaki jenjang yang kini mengenakan higheels 7 centi yang membuat tinggi Zoya setara dengannya.


"Apa aku sedang bermimpi? Bagaimana mungkin wanita kampungan itu bisa berubah secantik ini?" batin Lucas masih termangu tanpa dapat mengatakan apa pun.


Sementara itu, Zoya mulai merasa risih dengan gaun merah panjang yang dikenakannya. Terlebih bagian dada sebelah kirinya yang terbuka karena dress tersebut hanya memiliki satu lengan panjang di bagian kanannya.


"Kenapa Lucas melihatku seperti itu ya? Apa ada yang salah dengan penampilanku saat ini?" Zoya benar-benar merasa tidak nyaman. Bagaimana tidak, ia memang tidak pernah mengenakan dress yang membuat lekuk tubuhnya jadi terlihat jelas seperti sekarang, apalagi dengan bagian atas yang terbuka.

__ADS_1


Sadar bawah keterdiamannya sedang diperhatikan oleh Belinda yang berdiri tak jauh dari posisinya saat ini, Lucas pun mulai membuang rasa kagumnya dengan cepat. Tentu saja ia merasa gengsi seandainya Zoya dan ibunya sampai tahu bahwa tadi ia sempat terkesima karena kecantikan Zoya.


"Lucas, kamu kenapa malah melamun? Ayo gandeng tangan istri kamu ke mobil!" Belinda mulai menegur putranya setelah sempat melihat Lucas hanya mematung tanpa suara.


"Merepotkan sekali." Lucas kembali menampilkan wajah malasnya sambil melangkah mendekati Zoya untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh sang ibu. Tak ada lagi wajah yang menampilkan keterkaguman saat tadi ia sempat terkesima melihat Zoya. Ya, Lucas berhasil menyembunyikan semuanya dengan berakting seolah-olah ia enggan menatap wajah Zoya.


"Tidak sia-sia aku membawa Zoya ke salon. Kamu tidak bisa membohongi Mommy, Lucas. Mommy sudah tahu kalau kamu tadi sempat terpesona dengan kecantikan Zoya. Kamu pasti tidak menyangka bahwa calon istri kamu dengan penampilan yang sesederhana tadi bisa berubah jadi secantik ini," batin Belinda tampak begitu bahagia karena rencananya untuk membuat Lucas jatuh hati pada Zoya mulai menemukan setitik harapan.


"Pelan-pelan, Lucas! Aku tidak terbiasa menggunakan higheels 7 centi ini." Zoya coba memperingati Lucas agar tidak menarik tangannya untuk mengikuti langkahnya yang terlalu cepat. Sebenarnya Lucas tidak bermaksud kasar, hanya saja ia tidak ingin jika ibunya sampai tahu bahwa tadi ia sempat kagum saat melihat penampilan Zoya.

__ADS_1


"Dasar manja." Baru saja keluar dari ruangan, Lucas menghentikan langkah kakinya. Melihat Zoya dengan sorot mata tak peduli sekalipun wanita itu tampak kesakitan karena tadi sempat berjalan cepat karena Lucas menarik tangannya.


"Lucas, Lucas, kamu ini masih saja gengsi sama Mommy kamu sendiri. Jangan menarik tangan Zoya seperti itu karena hanya merasa malu sama Mommy." Tiba-tiba Belinda menepuk pundak Lucas dari belakang. Ia terpaksa menegur putranya setelah melihat perlakuan yang diberikan Lucas pada calon istrinya bisa saja membahayakan kandungan Zoya.


"Malu ...? Sudahlah, ayo cepat! Aku tunggu di mobil." Lucas meninggalkan Belinda dan Zoya begitu saja dengan wajah yang sudah tampak memerah menahan rasa malu di depan ibunya.


"Sial, kenapa Mommy bisa tahu? Apa tadi mulutku menganga saat melihat Zoya?" Lucas merasa sangat kesal, apalagi saat ia teringat dengan apa yang pernah dikatakannya pada Belinda bahwa ia tidak akan bisa mencintai wanita kampung yang dari wajahnya saja tidak sedikit pun membuatnya tertarik.


"Sudah ayo, Zoya! Mommy antar kamu ke mobil, Lucas itu hanya gengsi saja. Dia tidak mau mengakui kalau malam ini kamu terlihat sangat cantik." Belinda menggenggam tangan calon menantunya itu, lalu mulai melangkah dengan perlahan setelah memberi pujian hingga membuat Zoya merasa bingung. Bagaimana tidak, ia tidak ingin jika Lucas sampai jatuh cinta padanya karena niatnya kembali bukan untuk menikah dengan pria itu, tetapi untuk menjebloskan Lucas ke penjara. Lalu, ia bisa pergi sejauh-jauhnya dengan sejumlah uang yang diberikan oleh Adrian sebagai imbalan karena telah membantunya.

__ADS_1


Bersambung ✍️


...Maaf ya, Bestie, dua hari kemarin enggak sempat update karena pergi ke Purwakarta. Jangan lupa berikan komentar positif kalian untuk buku ini agar Author semangat terus update-nya....


__ADS_2