
Selamat membaca!
Zoya masih begitu terkejut dan hanya diam tanpa membalas ciuman Lucas yang untungnya hanya berlangsung singkat.
"Kenapa dia menciumku?" batin Zoya merasa kesal, tapi ia sadar bahwa tiga pasang mata saat ini sedang tertuju padanya.
Sementara itu, Flora terlihat mengepal tangannya erat-erat, rasanya ia ingin sekali mencabik-cabik wajah Zoya yang baru saja Lucas cium di depan matanya. Hatinya terasa terbakar api cemburu dan ia hampir saja menangis karena hal itu.
"Lucas, kamu benar-benar keterlaluan!" Flora mengatakan itu dengan suara yang bergetar.
"Kenapa? Aku salah apa? Bukankah aku tidak pernah mengatakan jika aku setuju untuk menikah denganmu?" Lucas mengatakan itu sembari menampilkan seringai penuh kemenangan.
"Tapi Daddy dan Mommy kamu sendiri yang memberikan harapan sama aku seolah-olah kamu akan menikahiku! Apa kamu tidak tau kalau aku sudah memesan gaun pengantin dari Paris? Aku juga sudah menunjuk EO terbaik untuk mempersiapkan pernikahan kita, aku sudah membooking gedung yang besar dan mewah agar bisa mengundang semua orang yang mengenal kita, bahkan saat ini aku sedang memilih desain undangan. Tadinya aku datang ke sini untuk minta bantuan kamu untuk memilih desain yang bagus, tapi nyatanya aku malah melihat kamu mencium wanita lain di depan mataku! Kamu benar-benar tega menghancurkan semua rencanaku, Lucas!" Flora tampak berapi-api saat meluapkan amarahnya di hadapan Lucas hingga akhirnya wanita itu meneteskan air mata saat tak kuasa membendung kesedihan dan kekecewaan yang ia rasakan.
__ADS_1
"Cukup ya, Flo, jangan terlalu melebih-lebihkan semua yang terjadi! Intinya aku tidak akan menikahimu. Pertama karena aku tidak mencintaimu, kedua aku sudah memiliki calon istri yang sangat aku cintai dan terakhir yang harus kamu tau, aku adalah pria yang bertanggung jawab. Jadi aku akan menikahi Zoya karena dia saat ini sedang mengandung anakku!"
"Terus bagaimana dengan semua yang sudah aku persiapkan untuk pernikahan kita, Lucas? Apa kamu tega membuat aku malu karena harus membatalkan semuanya?" tanya Flora dengan berderai air mata.
"Itu urusanmu bukan urusanku! Sekarang sebaiknya kamu pergi karena kamu sudah tidak ada kepentingan lagi di rumah ini!" titah Lucas yang sama sekali tidak merasa iba dengan kesedihan yang Flora tunjukkan di hadapannya.
Lucas pun langsung menggenggam tangan Zoya. Membawanya pergi keluar dari ruang pertemuan, meninggalkan Flora yang hanya menatap sendu kepergiannya. Ada rasa kesal di hati Zoya melihat Flora mengemis cinta di depan Lucas.
"Apa wanita tumbuhan ini sedang dibutakan oleh cinta sampai dia bisa begitu bodoh mengemis pada pria ini. Dia cantik dan kaya, pasti tidak sulit untuk menemukan pria segala-galanya dari Lucas," gerutu Zoya yang tentu saja hanya bisa ia katakan di dalam hatinya.
Melihat Flora yang begitu tertekan, Belinda dan Edward pun berusaha menenangkan Flora. Mereka tidak mungkin membiarkan wanita itu pulang dalam keadaan kacau seperti ini karena itu akan menimbulkan amarah dari ayah Flora yang paling tidak suka jika putrinya sampai disakiti oleh siapa pun.
Begitu berada di luar ruang pertemuan, Lucas langsung melepaskan genggamannya dari tangan Zoya dan menjaga jarak dengan wanita itu.
__ADS_1
Melihat hal itu Zoya menjadi heran karena ternyata Lucas bisa berubah secepat itu dan kembali bersikap dingin padanya, walau mereka masih harus berhadapan dengan Belinda dan Edward di ruang makan. Akhirnya Zoya pun memilih untuk bertanya langsung pada pria itu tentang alasan mengapa harus menciumnya di hadapan Flora dan kedua orang tuanya.
"Tuan, kenapa tadi kamu menciumku? Jika ini adalah bagian dari rencanamu, kenapa kamu tidak memberitahuku dulu?"
Mendengar hal itu Lucas langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling karena takut ada yang mendengar pertanyaan Zoya. Lalu, dia merangkul tubuh wanita itu untuk merapatkan posisinya kembali dan mendekatkan bibirnya pada telinga Zoya.
"Harus berapa kali aku memperingatkanmu! Sudah kubilang, jangan memanggilku Tuan selama berada di sini dan jangan banyak bertanya karena akan sangat berbahaya jika ada yang mendengarnya! Mau aku menciummu atau melakukan apa saja kamu tidak berhak untuk protes! Jadi ikuti saja apa yang sudah aku rencanakan jika ingin ibumu tetap hidupmu!" bisik Lucas dengan nada mengancam yang membuat Zoya seketika merasa takut.
Setelah tubuhnya dilepaskan, Zoya pun segera mengusap tengkuknya karena merasakan bulu kuduknya meremang mendengar ucapan Lucas.
"Sekarang kamu bisa berbuat sesukamu dan terus mengancamku, tapi nanti ada saatnya kamu yang akan berada dalam kendaliku. Lihat saja! Aku tidak akan diam saja menuruti semua keinginanmu seperti budakmu," batin Zoya masih terus berpikir keras untuk bisa menyelamatkan ibunya dari Lucas.
Bersambung ✍️
__ADS_1