
Selamat membaca!
Setelah sempat merasa kagum dengan kepribadian Zoya, kini Belinda pun kembali tersenyum. Ia mulai menyukai pilihan putranya dan tak bisa dipungkiri jika kabar kehamilan Zoya benar-benar sudah menyalakan harapan di hatinya untuk dapat menimang cucu, anak dari Lucas.
"Tante sama sekali tidak merasa direpotkan, justru Tante senang bisa bertemu denganmu hari ini jadi kita bisa berkenalan. Pokoknya anggap ini seperti rumah kamu sendiri ya! Kamu tidak perlu sungkan untuk melakukan apa pun karena nantinya kamu akan tinggal di sini setelah menikah," ucap Belinda dengan raut bahagia. Ia benar-benar tidak menyangka jika ternyata masih ada keajaiban untuk dapat melihat Lucas memiliki seorang anak. Padahal sebelumnya, Belinda begitu hancur saat mendengar kabar kemandulan Lucas. Kabar yang membuatnya sampai jatuh sakit karena begitu sedih dan merasa tidak sanggup menerima kenyataan itu.
"Tinggal di rumah ini setelah menikah. Kenapa semua ini jadi tidak berjalan sesuai rencana?" batin Zoya mulai khawatir jika ia jadi semakin terjerat dalam permainan yang Lucas rencanakan.
Beruntung saat itu, Lucas langsung bersuara menolak keinginan sang ibu, "Mom, setelah menikah nanti aku dan Zoya akan tinggal di rumah kita berdua. Kebetulan aku sudah beli rumah masa depan buat aku tempati bersama keluarga kecil aku."
__ADS_1
Perkataan Lucas membuat Belinda segera menggelengkan kepala dengan perlahan. "Setelah menikah nanti Mommy mau kamu dan Zoya tinggal di sini, tidak ada tawar menawar!"
"Tapi kenapa, Mom?" Lucas merasa keberatan dengan keinginan sang ibu karena walau sudah berstatus sebagai suami dari Zoya nanti, pria itu masih menginginkan kebebasan. Lagi pula hubungannya dengan Zoya nanti hanya sebatas pernikahan kontrak dan tidak lebih.
"Mommy mau selalu jagain Zoya karena ini adalah anak kami satu-satunya. Jadi Mommy mau memperhatikan apa pun yang Zoya butuhkan, mulai dari makanan, susu hamil, sampai persiapan menjelang persalinannya. Kamu harus ingat, Lucas! Jika Zoya sampai kenapa-kenapa atau bahkan keguguran, maka Dekawistara tidak akan lagi punya penerus keturunan. Itu yang Mommy jaga. Makanya, Zoya dan kamu harus tinggal di sini!"
Belinda pun langsung memotong kalimat Lucas yang hendak membantah keinginannya. "Kamu tidak perlu memutuskannya sendiri. Coba biar Mommy tanya sama calon istri kamu dulu. Zoya, bagaimana menurutmu? Apakah kamu keberatan jika tinggal di sini bersama Mommy?"
Zoya seketika merasa gugup, ia tidak tahu harus menjawab apa karena sebelumnya Lucas tidak membahas masalah ini dalam rencananya. Akan tetapi, jauh di lubuk hatinya yang terdalam Zoya tidak ingin menolak untuk tinggal di sini bersama ibu mertuanya setelah mengetahui jika Belinda ternyata memperlakukannya dengan baik dan itu akan membuatnya merasa jauh lebih aman dibanding tinggal bersama Lucas yang selalu mengancamnya agar tidak membantah segala perintahnya.
__ADS_1
"Tapi setelah aku pikir-pikir, tawaran Tante Belinda justru malah menguntungkan untukku. Ini adalah kesempatan agar bisa balik menyerang Lucas. Aku tahu dia tidak akan berani macam-macam jika tinggal bersama orang tuanya, apalagi sampai berani menyakitiku. Lagi pula aku tidak akan diizinkan tinggal bersama Mama sampai bayi ini lahir. Jadi, untuk apa aku tinggal bersamanya. Nanti yang ada dia pasti akan memperlakukanku dengan semena-mena setelah menikah nanti!" batin Zoya yang seakan dapat membaca niat terselubung Lucas yang ingin membawanya tinggal terpisah agar tetap bisa hidup bebas tanpa pengawasan dari kedua orang tuanya.
Sebelum menjawab pertanyaan Belinda, pandangan matanya sempat bertemu satu titik saat Lucas melirik lewat ekor matanya. Lirikan yang Zoya anggap sebagai sebuah kode agar wanita itu menolak tawaran dari Belinda. Namun, pada kenyataannya, Zoya malah menganggukkan kepala. "Saya sih setuju saja, Tante. Justru saya senang kalau bisa tinggal bersama Tante di rumah ini. Jadi saya bisa banyak tanya-tanya sama Tante, apalagi ini adalah pernikahan saya yang pertama. Saya masih tidak punya pengalaman apa-apa tentang hidup berumah tangga."
Belinda merasa senang mendengar jawaban Zoya karena wanita itu mendukung keputusannya, tapi tidak dengan Lucas yang saat ini tengah menatap tajam ke arah Zoya. Namun, pria itu tidak bisa melakukan apa-apa di hadapan orang tuanya, walau sebenarnya Lucas ingin sekali memarahi Zoya karena telah berani mengambil tindakan tanpa persetujuan darinya.
"Sial! Berani-beraninya dia menerima tawaran Mommy dan sama sekali tidak menolaknya. Padahal aku sudah memberinya kode agar dia menolaknya. Awas kamu, Zoya! Kamu akan menyesal karena telah berani melawanku!" umpat Lucas seraya menggertakkan giginya dengan amarah yang mulai naik.
Bersambung✍️
__ADS_1