
Selamat membaca!
Di kediaman Dekawistara, Zoya yang sudah tiba dari satu jam lalu kini tampak duduk di depan sebuah cermin setelah dirinya baru menyelesaikan aktivitasnya selama setengah jam di kamar mandi. Rasanya berendam air hangat tadi benar-benar mampu mengembalikan suasana hati Zoya yang sebelumnya begitu buruk karena perlakuan Lucas. Belum lagi di rumah itu, Zoya benar-benar dilayani bukan hanya oleh satu pelayan, tetapi 3 pelayan sekaligus yang dikhususkan oleh Belinda untuk melayaninya selama tinggal di rumahnya. Sebenarnya Zoya sudah menolak berulang kali, tetapi wanita paruh baya itu bersikeras karena tak bisa dipungkiri jika Belinda memang sangat menyayangi Zoya seperti putrinya sendiri semenjak ia mengetahui bahwa wanita itu kini sedang mengandung anak dari putranya yang beberapa waktu lalu divonis mandul oleh dokter karena sebuah insiden kecelakaan.
Kini Belinda kembali datang ke kamar Zoya. Menemui wanita itu untuk kembali bicara setelah tadi sempat ia tinggal saat Zoya berada di kamar mandi.
"Zoya, Tante benar-benar minta maaf ya," ucap wanita paruh baya itu sesaat setelah berada tepat di belakang tubuh Zoya yang masih duduk di depan cermin rias.
"Kenapa Tante minta maaf? Tante tidak salah apa-apa kok sama aku."
"Tapi putra Tante sudah membuatmu jadi terluka seperti ini. Tante sendiri juga tidak menyangka Lucas akan tega melakukan kekerasan sama kamu. Tante benar-benar menyesal dan merasa gagal menjadi orang tua karena tidak berhasil mendidiknya selama ini."
Hati Zoya seketika bergetar saat mendengar permintaan maaf dari Belinda untuk mewakili Lucas yang telah menyakitinya. Hati yang sebelumnya sudah begitu terluka dengan segala sikap dan ucapan dari Lucas yang begitu kejam padanya. Namun, ini bukan kesalahannya Belinda karena menurut Zoya pria itu memang seperti tidak memiliki hati dan entah apa yang membuatnya bisa begitu kejam dalam memperlakukan hati seorang wanita.
__ADS_1
"Tante, tolong jangan menyalahkan diri sendiri seperti ini. Tante tidak bersalah, semua kejadian yang menimpaku bukan karena Tante. Aku yakin selama ini Tante sudah mengajari banyak hal pada Lucas, tapi mungkin ada sesuatu yang membuatnya jadi begitu kejam padaku. Lagi pula aku sudah merasa jauh lebih tenang sejak Tante datang dan membawaku ke sini. Aku tidak lagi merasakan ketakutan dan luka-luka ini tadi sudah diobati oleh pelayan, nanti juga pasti akan sembuh."
Belinda menatap Zoya dengan penuh haru, ia tak menyangka jika wanita yang duduk di sampingnya saat ini memiliki hati yang lembut.
"Kamu betul Zoya, Lucas bisa berlaku sekejam itu sama kamu pasti karena wanita itu. Wanita yang sudah menggoda suamiku hingga membuatku selalu menangis. Sejak saat itu, Lucas memang jadi menjauh dari ayahnya dan tak begitu dekat seperti dulu lagi," batin Belinda mengingat masa kelam saat suaminya berselingkuh dengan seorang wanita dan Lucas yang saat itu masih berusia 15 tahun adalah orang pertama yang membongkarnya setelah secara tak sengaja melihat ayahnya bermesraan dengan wanita lain di ruang kerjanya.
Setelah hanya bergelut dengan rasa kesalnya, kini Belinda kembali menatap wajah cantik Zoya yang masih menunggu jawaban atas perkataannya. "Zoya, Tante janji setelah ini kamu tidak akan mendapatkan perlakuan tidak baik lagi dari Lucas. Tante akan mengajarinya untuk menghargai kamu, terlebih kamu sedang mengandung darah dagingnya. Tante janji, akan memberikan kenyamanan dan keamanan untuk kamu di rumah ini. Tante tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, apalagi membuatmu terluka, walau hanya seujung kuku pun. Sekali lagi Tante benar-benar minta maaf ya atas sikap dan perlakuan Lucas selama ini padamu." Belinda begitu dalam menatap Zoya, kata-kata yang terlontar terdengar tulus dan sungguh-sungguh hingga membuat Zoya seperti merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Ibu yang sejak kemarin selalu dirindukannya.
"Terima kasih banyak ya, Tante. Sekarang aku akan belajar untuk memaafkan Lucas dan melupakan semua yang pernah terjadi. Aku benar-benar beruntung karena bertemu dengan orang tua sebaik Tante dan aku juga merasa aman bersama Tante di sini." Zoya akhirnya dapat merasa tenang setelah sebelumnya begitu sedih karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya untuk menghadapi Lucas.
Tepat setelah mengurai pelukannya, suara ketukan pintu yang disertai dengan suara kepala pelayan terdengar dari depan pintu kamar. Belinda pun dengan cepat mempersilahkan Jenny masuk.
"Nyonya, Tuan Lucas sudah kembali," ucap Jenny setelah membungkukkan setengah tubuhnya saat tiba di hadapan majikannya.
__ADS_1
Belinda pun mengangguk, mengiyakan apa yang disampaikan Jenny yang kembali pergi meninggalkan kamar Zoya. Ia memang sudah memerintahkan kepala pelayannya untuk memberi tahu jika Lucas tiba di rumah karena Belinda yakin putranya akan datang setelah mengetahui Zoya dibawa pulang ke rumah olehnya.
"Lucas sudah pulang, Tante akan menemuinya dulu. Kamu tidurlah dengan tenang, Zoya." Belinda dengan perlahan mengusap pucuk kepala Zoya sebelum berlalu pergi.
"Baik, Tante. Aku akan tidur, tapi Lucas tidak tidur di kamar ini, kan?" tanya Zoya yang tak mampu menyembunyikan rasa takutnya jika sampai kembali bertemu dengan pria itu.
"Kamu tenang saja ya! Lucas tidak akan mengganggumu, bahkan Tante tidak akan mengizinkan dia bertemu dengan kamu sebelum dia menyesal dan berjanji akan berubah. Dia akan menempati kamarnya yang jauh dari kamar ini." Perkataan Belinda seketika mampu menenangkan Zoya dan mengusir rasa takutnya.
Zoya pun segera melangkah mundur ke belakang dan merebahkan tubuhnya di permukaan ranjang. Tidak lupa, ia memeluk guling dengan erat dan mulai memejamkan mata.
"Kasihan Zoya, pasti dia merasa frustasi menjalani hari-hari yang berat karena Lucas," batin Belinda yang merasa iba.
Melihat Zoya tidak menggunakan selimut, Belinda dengan perlahan menarik bad cover untuk menutupi sebagian tubuh Zoya agar tidurnya bisa lebih nyenyak malam ini dan tidak merasa kedinginan, barulah setelah itu ia melangkah keluar dari kamar dan membiarkan wanita itu beristirahat.
__ADS_1
Bersambung✍️