One Night Destiny

One Night Destiny
Semakin Bingung


__ADS_3

Selamat membaca!


Zoya begitu penasaran dengan apa yang baru saja Flora katakan, sesuatu yang mampu membuat Lucas terdiam dan tak lagi menjawab.


"Flora, sebenarnya apa yang akan kamu katakan padaku?" tanya Zoya berusaha memberanikan diri karena rasa ingin tau yang begitu besar.


Bukannya menjawab, Flora hanya diam dan malah menatap ke arah Lucas sebelum ia membuka suaranya. Wanita itu pun tampak menyeringai tipis dengan sebelah alis yang terangkat naik. Hingga akhirnya, Lucas langsung melepaskan tubuh Zoya dari dekapannya dan dengan cepat meraih tangan Flora, lalu mengajaknya keluar dari kamar.


"Tunggu aku di sini! Jangan keluar dari kamar kalau aku tidak memintamu!" titah Lucas sebelum pria itu pergi dan menutup pintu kamar dengan keras.


Zoya hanya dapat menghela napas berat karena pada akhirnya ia gagal mengetahui apa yang akan Flora sampaikan. Zoya pun tidak memiliki keberanian untuk keluar dan menguping pembicaraan keduanya di luar sana demi melindungi ibunya yang dijadikan Lucas sebagai alat agar ia selalu menuruti setiap perkataan pria itu. "Rahasia apa ya kira-kira yang Flora ingin sampaikan tadi? Kenapa Lucas seketika berubah pikiran dan dia langsung mengajak Flora keluar?" batin Zoya yang sudah dipenuhi beragam tanda tanya dalam pikirannya.


Sementara itu di depan kamar, Lucas masih tampak menarik lengan Flora semakin menjauh dari kamar agar ia bisa leluasa bertanya tanpa terdengar oleh Zoya. Sampai akhirnya, langkah mereka terhenti tepat di ruang tamu dan tidak ada siapa pun di sana karena Lucas juga meminta Riana untuk pergi saat melewati wanita itu. Wanita yang sudah memberitahunya bahwa Flora datang hingga ia bisa kembali dengan cepat ke apartemen.

__ADS_1


"Rahasia apa saja yang kamu ketahui tentang Zoya? Dan, dari mana kamu sampai bisa mengetahuinya?" tanya Lucas tanpa basa-basi dengan rahang wajah yang mengeras.


Flora pun tersenyum santai, bahkan dengan berani jemarinya yang lentik menyentuh dada Lucas dan mengusapnya untuk sekadar meredam amarah pria itu. "Santai saja, jangan emosi seperti ini! Kalau kamu memang mau tau rahasia apa saja yang aku ketahui tentang kamu, datang ke apartemenku jam 7 malam nanti!" ucap Flora dengan suaranya yang terdengar begitu lembut.


"Jangan buang-buang waktuku untuk hal yang tidak penting! Katakan saja di sini, selagi aku masih mau bersikap baik padamu!" titah Lucas yang sama sekali tidak menunjukkan sikap ramahnya terhadap Flora.


Namun, melihat sikap Lucas yang begitu penasaran membuat Flora berniat untuk memanfaatkan kesempatan itu. "Ternyata tindakanku benar karena telah meminta asisten pribadiku untuk menyelidiki asal usul dan latar belakang Zoya. Sekarang aku sudah tau alasan apa yang membuat Lucas bisa memanfaatkan Zoya agar tunduk di bawah kendalinya dan rela melakukan segala perintahnya!" batin Flora dengan senyum yang menyeringai. Senyuman tipis yang tampak begitu licik.


Awalnya saat mengetahui identitas Zoya yang sebenarnya, Flora langsung berasumsi jika Zoya hanyalah seorang wanita miskin yang rela melakukan apa saja demi sejumlah uang, tapi nyatanya ia salah besar. Justru Lucas-lah yang telah memanfaatkan Zoya dengan menjadikan ibunya sebagai ancaman hingga wanita malang itu akhirnya selalu dibuat tunduk dengan segala perintahnya.


"Cepat katakan, apa yang kamu ketahui?" tanya Lucas mulai menunjukkan sisi gelapnya. Sorot matanya lebih tajam menatap Flora seolah wanita itu seperti mangsa yang siap diterkamnya.


"Perlakukan aku dengan baik, maka aku akan memberitahumu." Flora coba memberi perintah dengan menggunakan bahasa yang halus.

__ADS_1


"Jangan menguji kesabaranku, Flo!"


"Perlakukan aku dengan baik atau aku akan membongkar semuanya pada Zoya!" ancam Flora yang merasa sangat bahagia begitu ia berhasil mengantongi kartu as milik Lucas karena seketika pria itu langsung melepaskan cengkramannya.


Lucas terpaksa menarik sebelah sudut bibirnya dan tersenyum saat menatap sorot mata Flora yang licik. "Kamu salah jika merasa sudah menang saat berhadapan denganku, Flo! Kamu pikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah kamu mengetahui rahasia yang aku sembunyikan dari Zoya? Jangan berharap aku akan memperlakukanmu dengan baik setelah ini!" batin Lucas memutuskan. Walaupun merasa sangat geram dengan Flora, tapi dengan sekuat hati ia coba menahan diri dan menampilkan seulas senyuman, walau terkesan dipaksakan.


"Kembalilah ke apartemenmu, aku akan datang jam 7 malam nanti." Lucas mengatakan itu dengan santai. Raut wajahnya berubah drastis. Ia memang sengaja mengalah dan memilih untuk menuruti keinginan Flora agar bisa membungkam wanita itu.


Mendengar jawaban Lucas, Flora seketika mengulas senyuman lebar di kedua sudut bibirnya yang merah. Ia merasa telah berhasil menarik Lucas agar masuk ke dalam perangkapnya.


"Baiklah, aku akan menunggumu di apartemenku. Jangan sampai terlambat karena aku akan menyediakan makan malam terbaik untuk kita berdua!" bisik Flora yang sudah merapatkan posisi keduanya dan mendekatkan pada bibirnya dengan telinga Lucas.


Setelah itu, Flora pun langsung memutar tubuhnya dan melangkah pergi dari hadapan Lucas. Ia tersenyum dengan begitu semringah saat keluar dari apartemen. "Yes! Akhirnya aku dapat menggenggam kartu as Lucas. Jadi aku bisa memanfaatkannya untuk menuruti semua keinginanku! Malam nanti kamu akan menjadi milikku dan aku pasti akan mengusir Zoya dari hidupmu supaya dia menghilang selama-lamanya," gumam Flora penuh tekad dengan sorot mata yang begitu tajam.

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2