One Night Destiny

One Night Destiny
Tidak Habis Pikir


__ADS_3

Selamat membaca!


Melihat air mata mulai menetes dari kedua mata Zoya, Belinda merasa bersalah karena ternyata putranya sudah begitu kejam memperlakukan Zoya dengan semena-mena, terlebih saat Belinda melihat lebam di wajah Zoya.


"Sayang, ayo ikut Tante ke rumah! Satu hal yang tidak bohong dari semua sandiwara yang kamu lakukan tadi siang yaitu tentang kehamilanmu. Tante janji akan menjaga kamu dan tidak akan membiarkan anak Tante kembali menyiksamu."


Perkataan itu sungguh bagaikan embun yang seketika membuat luapan kesedihan Zoya merasa punya tempat untuk dicurahkan. Tanpa aba-aba, wanita itu pun langsung mendekap tubuh Belinda. Menangis sesenggukan dengan begitu terisak. Membuat Belinda semakin mengerti bahwa Zoya sebenarnya adalah wanita yang baik karena apa yang dilakukannya bukan semata-mata karena uang, tetapi demi menyelamatkan ibunya yang sebenarnya sudah tiada.


"Aku tidak habis pikir kenapa Lucas bisa sekejam ini memperlakukan seorang wanita yang sebenarnya lebih pantas menjadi istrinya?" batin Belinda yang pemikirannya sangat berbeda dari Edward. Ia tidak memandang harta di atas segalanya. Baginya yang terpenting seseorang itu harus memiliki hati dan sikap yang baik ketimbang sebuah kedudukan, tetapi minim kebaikan.

__ADS_1


***


Di tempat lain, di sebuah bar yang menjadi tujuan Lucas. Di sana Flora sudah tak sadarkan diri karena minuman yang wanita itu minum sudah dicampur oleh obat tidur karena Alden membayar bartender di bar itu sebelum mereka datang. Ya, setelah berhasil membuat Flora tak sadarkan diri kini Lucas memerintahkan Alden untuk membuang wanita itu ke jurang setelah berhasil membawa Flora ke dalam mobilnya. Keputusan yang sungguh membuat Alden begitu terkejut karena Lucas membungkam Flora dengan cara melenyapkan wanita itu.


"Tapi, Tuan ... apa ini tidak terlalu berlebihan? Bagaimana kalau kita menawarkan kesepakatan saja dengan Nona Flora? Saya rasa dia tidak akan berani buka mulut ketimbang kita harus melenyapkannya." Bantahan itu dikatakan oleh Alden karena memang sang asisten tidak sampai hati jika harus membunuh Flora.


"Wanita seperti Flora selalu punya cara untuk membuatku sulit. Apa kamu tahu kalau kemandulanku juga karena dia? Kalau seandainya dia menolak perjodohan yang diatur Edward, pasti aku tidak akan mengalami kecelakaan itu. Kecelakaan yang membuatku sampai mandul hingga harus memaksa Zoya untuk menjadi istriku demi anak yang ada di dalam kandungannya."


"Ingat! Buat semua rapi dan seakan-akan seperti sebuah kecelakaan."

__ADS_1


"Baik, Tuan." Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Lucas pun berbalik. Mulai melangkah menuju mobil Alden yang tak jauh dari tempatnya berada. Sementara itu, walau dengan berat hati kini Alden pun masuk ke dalam mobil milik Flora. Sesekali ia melihat Flora yang ada di kursi belakang mobil sudah tak sadarkan diri.


"Maafkan aku, Nona. Aku tidak bisa membantah perintah dari Tuan Lucas," batin Alden mulai melajukan mobil itu setelah menyalakannya.


***


Di tengah perjalanan menuju apartemen, Lucas langsung memutar haluan kemudinya setelah menerima pesan dari Riana jika orang tuanya datang menjemput Zoya ke apartemennya. Hal itu membuatnya sangat marah karena lagi dan lagi urusannya sampai dicampuri oleh Edward yang artinya sudah tahu segalanya tentang Zoya.


"Ternyata aku terlalu meremehkan Daddy. Dia pasti sudah meminta Steve untuk menyelidiki Zoya hingga bisa mengetahui semua kebohonganku. Bodohnya lagi, aku benar-benar lupa jika Steve memang tahu lokasi apartemenku itu." Beberapa kali Lucas melampiaskan kekesalannya sampai memukul kemudi mobil. Terlebih saat ia mengingat pesan dari Belinda yang mengatakan bahwa Zoya akan tinggal bersamanya mulai malam ini dan untuk selamanya. Bahkan Belinda sama sekali tidak mengizinkan jika sampai Lucas memilih tinggal terpisah dengannya sekalipun sudah menikah dengan Zoya nanti.

__ADS_1


Bersambung ✍️


__ADS_2