One Night Destiny

One Night Destiny
Penasaran


__ADS_3

Selamat membaca!


3 jam setelah pernikahan, kini Zoya sudah resmi menjadi istri dari seorang pria yang masih sulit ia percaya bisa menjadi suaminya. Bukan hanya karena tidak cinta, tetapi sampai saat ini, Zoya masih beranggapan bahwa Lucas adalah orang yang telah menyebabkan ibunya sampai menjadi korban kebakaran di toko bunga miliknya. Untungnya, keinginan Zoya untuk tidak tidur satu ranjang dikabulkan oleh pria itu. Walaupun awalnya takut menyampaikan syarat tersebut, tetapi Lucas akhirnya menyetujuinya.


"Setidaknya ini hanya status saja. Begitu Tante Belinda dan Tuan Edward pergi, aku dan Lucas hanya akan hidup masing-masing di rumah besar ini sampai aku menemukan cara untuk bisa pergi darinya."


Zoya masih menatap wajah Lucas yang tampak berbincang dengan salah satu kerabatnya. Ya, pernikahan mereka memang tidak mengundang banyak tamu untuk datang. Belinda dan Edward sepakat hanya mengundang kerabat dekat saja, setidaknya sampai kabar miring di luar sana yang menimpa putra mereka mereda. Kabar di mana, berita ditangkapnya Lucas atas hilangnya Flora selama ini ternyata sudah tersiar hingga ke media dan itu benar-benar merusak citra keluarga Dekawistara. Itulah mengapa, Edward memerintahkan Lucas untuk sementara waktu meninggal Jakarta dan tinggal di pulau ini. Namun, dari sekian banyak tamu undangan, ia tercengang saat melihat sosok wanita datang bersama Alden. Sosok wanita yang dikiranya sudah tiada.


"Selamat ya, Zoya. Selamat atas pernikahan kamu dan Lucas." Wanita yang biasa Zoya sebut dengan wanita tumbuhan itu, menghampiri dengan senyuman. Sejak tadi, ia memang sangat penasaran, bagaimana bisa Flora baik-baik saja dan sekarang malah menjalin hubungan dengan Alden. Hal yang sangat mengganggu pikirannya sejak awal acara pernikahannya di mulai.


"Terima kasih ya, Nona. Entah kenapa saya seperti melihat hantu kalau melihat Anda?" Tanpa bermaksud meledek, Zoya mengatakan itu dengan raut wajahnya yang polos. Membuat Flora terkekeh lucu karena pada akhirnya, ia bisa merelakan Lucas untuk Zoya setelah mengetahui bahwa ada pria lain yang ternyata diam-diam menyukainya. Bahkan pria itu sampai mempertaruhkan pekerjaan dan hidupnya hanya demi menyelamatkannya dengan tidak menjalankan perintah dari Lucas untuk membunuhnya.


"Tentu saja kamu akan berpikir seperti itu karena kamu tahu dari Adrian bahwa kemungkinan saya sudah mati."

__ADS_1


"Tapi, aku bersyukur karena kamu masih hidup. Aku yakin Adrian pasti akan sangat senang mengetahuinya." Zoya menjawab apa adanya. Walaupun Flora sempat bersikap jahat padanya, tetapi dalam hati wanita itu tidak ingin jika Flora sampai tiada.


"Apa benar begitu?"


"Benar, Nona. Untuk apa aku bohong?"


"Aku pikir kamu membenciku karena sikapku yang dulu."


Flora sejenak diam. Menatap Zoya seperti hendak mengatakan sesuatu yang selama ini ia sembunyikan dengan sangat rapat dari siapa pun. Bahkan sekalipun ia dan Alden sudah berencana menikah, Flora masih tak juga menceritakan semua itu.


"Aku punya rahasia untuk kamu. Ini tentang Lucas." Flora sengaja merapatkan tubuhnya. Bicara di depan daun telinga Zoya dengan berbisik pelan.


"Tentang Lucas ...?"

__ADS_1


"Iya, suami kamu."


"Rahasia apa itu?" Zoya semakin tidak sabar mendengarnya.


"Ini soal kemandulan Lucas."


"Kemandulan ... aku semakin tidak mengerti apa yang kamu maksud? Ada apa soal kemandulannya?" Dengan sorot mata menuntut, Zoya menatap wajah Flora yang kini mulai melirik ke kiri dan kanan. Melihat sekitarnya agar tak ada siapa pun yang mendengar pembicaraan mereka.


"Jadi, sebenarnya Lucas itu tidak--" Belum sempat Flora menyelesaikan kalimatnya, seseorang dari arah belakang datang mengejutkan sambil menyentuh pundaknya.


"Apa yang kalian bicarakan sampai bisik-bisik begitu?" Suara bariton itu terdengar khas. Bahkan saat Zoya belum melihat siapa pemilik suara itu, ia sudah bisa langsung menebak jika itu pasti adalah Lucas.


Bersambung ✍️

__ADS_1


__ADS_2