One Night Destiny

One Night Destiny
Sangat Kehilangan


__ADS_3

Selamat membaca!


Dua Minggu sudah Zoya pergi dari kediaman Dekawistara. Tak ada kabar sama sekali dari wanita itu. Zoya seolah menghilang ditelan bumi dan keberadaannya sangat sulit ditemukan sekalipun puluhan orang suruhan Lucas mencarinya. Bahkan karena kepergian Zoya yang tak kunjung ditemukan, Belinda benar-benar tidak tenang karena ia sudah terlanjur menyayangi wanita yang sedang mengandung anak dari Lucas.


"Lucas, bagaimana pencarian Zoya? Apa belum membuahkan hasil?" Belinda bertanya pada putranya saat pria itu baru saja duduk di salah satu kursi yang ada di ruang makan.


"Mom, aku bosan ditanya soal wanita itu terus. Please, Mom." Lucas menampilkan wajah tidak suka saat Belinda lagi-lagi menanyakan perihal tentang Zoya yang sebenarnya juga ingin sekali ditemukannya. Namun entah kenapa, semua anak buahnya masih sulit menemukan keberadaan Zoya.


"Wajar Mommy kamu terus menanyakan itu, Lucas. Apa kamu tidak sadar kalau kepergian Zoya adalah karena kesalahanmu? Kamu yang sudah menjadikan ibunya sebagai alat untuk membuatnya tunduk dengan semua keinginanmu. Jadi, mungkin saja dia curiga bahwa kamu yang jadi penyebab meninggalnya ibu Zoya. Makanya, dia sampai pergi dari rumah saat kamu tidak ada."


"Kenapa aku yang disalahkan? Harusnya salahkan penjaga di rumah ini, kenapa mereka bisa membiarkan Zoya pergi?" Lucas yang baru saja akan menyantap selembar sandwich pun tiba-tiba kembali meletakkannya di atas piring. Raut wajahnya terlihat begitu kesal karena kedua orang tuanya selalu mendesak dan menyudutkannya karena kepergian Zoya.


"Jangan hanya melimpahkan kesalahan pada orang lain! Harusnya kamu itu sadar diri kalau kamu tidak akan bisa memiliki anak lagi. Jadi, seharusnya kamu bisa lebih menghargai keberadaan Zoya di rumah ini."

__ADS_1


Perkataan itu malah semakin menyulut amarah Lucas. Bahkan pria itu sampai menggebrak meja dengan cukup keras. "Sudah cukup, Dad! Aku bisa mandul itu juga karena perjodohan konyol dengan Flora yang kamu rencanakan. Seandainya tidak ada perjodohan itu, mungkin kecelakaan yang membuat aku mandul tidak akan pernah terjadi." Selesai mengatakannya, Lucas pun berdiri dan melangkah pergi begitu saja tanpa menunggu tanggapan dari kedua orang tuanya.


"Lucas." Belinda memanggil Lucas yang terus melangkah tanpa menghiraukan panggilannya sama sekali.


"Dasar anak itu! Semakin lama dia semakin kurang ajar! Ini semua karena kita terlalu memanjakannya."


Di tengah kemarahan Edward, tiba-tiba ia teringat akan pertanyaan dari sahabatnya yang sempat menghubunginya kemarin. Seorang sahabat yang merupakan ayah dari Flora. "Oh ya, sudah lama sekali sepertinya Flora tidak datang ke sini ya? Apa dia masih marah karena saat dia datang kita juga menerima kedatangan Zoya?"


"Aku tidak tahu karena saat ini, aku lebih memikirkan Zoya. Bagaimana kalau kita tidak bisa menemukan dia, Dad?" Belinda terdiam sejenak. Raut wajahnya berubah sendu dalam seketika hingga kedua matanya mulai berkabut karena digenangi bulir air mata. "Apa aku memang tidak akan pernah bisa memiliki cucu dari putraku sendiri?"


Sementara itu, Lucas yang memutuskan untuk pergi ke perusahaannya tanpa sarapan pagi di rumah, kini baru saja masuk ke mobil mewahnya. Raut wajahnya masih dipenuhi amarah karena mendengar pertanyaan dari kedua orang tuanya yang selalu membahas tentang Zoya setiap kali bertemu dengannya.


"Ada atau tidak adanya wanita itu di rumah ini benar-benar membuatku pusing. Seandainya aku tidak mandul, pasti aku tidak akan disudutkan seperti ini," batin Lucas sambil melampiaskan rasa kesal dengan memukul kemudi mobilnya beberapa kali.

__ADS_1


Setelah merasa jauh lebih baik, Lucas mulai melajukan mobil keluar dari pelataran rumah. Namun, baru saja ia hendak melewati gerbang rumah, dering ponsel miliknya berbunyi. Walaupun enggan menjawab, akhirnya Lucas meraih ponsel itu, lalu melihat layar pada benda pipihnya yang menampilkan nama Alden di sana.


"Kenapa dia menghubungiku? Bukankah aku sudah merubah jadwal meeting pagi ini jadi jam 1 siang." Tak ingin menebak-nebak, Lucas menjawab panggilan itu.


"Ada apa, Alden?" tanya Lucas sesaat setelah panggilan terhubung.


"Tuan, saya hanya mau memberi tahu bahwa Nona Zoya sudah berhasil ditemukan."


"Apa kamu yakin?" tanya Lucas memastikan.


"Saya yakin, Tuan. Saya akan mengirimkan fotonya pada Anda."


Setelah beberapa detik, Lucas pun langsung membuka pesan whatsapp yang baru saja dikirim oleh asisten pribadinya itu. Sorot matanya seketika berubah tajam dengan seringai licik yang mulai mengembang dari sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


"Mulai hari ini, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa lolos lagi, Zoya!"


Bersambung ✍️


__ADS_2