One Night Destiny

One Night Destiny
Kedatangan Flora


__ADS_3

Selamat membaca!


Zoya masih terus memperhatikan ekspresi wajah Edward dan juga Belinda. Bagian ini yang menurutnya sangat menegangkan. Bagian di mana ia harus mengakui kehamilannya sebagai senjata agar mereka bisa merestui hubungannya dengan Lucas, terutama Edward yang memang sejak kedatangannya sudah menunjukkan ketidaksukaannya.


"Usia kandungan saya saat ini memasuki 6 Minggu, Tante."


"Jadi, kamu sudah mengandung sebelum Lucas mengalami kecelakaan? Benar begitu?"


Zoya pun mengangguk. Mengiyakan pertanyaan Belinda yang saat ini mulai menatap wajahnya dengan binar kebahagiaan. Bagaimana tidak, perkataan yang Zoya katakan seakan menyalakan kembali harapan di hati Belinda untuk dapat menimang cucu dari Lucas, anak semata wayangnya.


Di saat Belinda dan Edward masih mencerna dengan baik setiap perkataan Zoya, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dan seorang wanita cantik terlihat melangkah masuk dengan tergesa-gesa. Wajahnya saat ini dipenuhi amarah setelah mendengar dari Jenny jika Edward dan Belinda tengah menerima tamu yang merupakan calon istri Lucas. Membuat dirinya merasa benar-benar marah karena seolah tengah dipermainkan mendengar itu semua.


"Aunty, Uncle, kenapa kalian tega membohongiku? Di saat aku sedang sibuk mempersiapkan pernikahanku dengan Lucas, kalian malah mempersilakan wanita lain datang ke sini dan menganggapnya sebagai calon istri Lucas. Lalu aku siapa? Apa kalian sengaja mempermainkanku?" tanya Flora yang meluapkan amarahnya begitu berdiri di hadapannya Edward dan Belinda.


Sikap Flora memang terlalu berani, bagaimana tidak? Dia adalah putri dari keluarga terpandang dan ayahnya dengan Edward memang sudah sejak lama menjalin kerjasama bisnis hingga akhirnya mereka berniat menikahkan Flora dengan Lucas untuk mempererat bisnis keduanya.


"Apa wanita ini adalah Flora? Wanita tumbuhan itu," umpat Zoya menahan tawanya karena pada akhirnya ia dapat bertemu secara langsung dengan sosok wanita yang memiliki nama seperti nama tumbuhan.

__ADS_1


"Flora, tolong jangan salah paham dulu. Kamu tetap calon istri Lucas yang sebenarnya. Zoya datang ke sini karena diminta oleh Lucas, tapi itu tidak akan mempengaruhi hubunganmu dengan Lucas. Tenanglah dan kamu jangan marah-marah seperti ini ya!" Edward coba menenangkan suasana hati Flora dengan beranjak dari posisi duduknya, lalu menghampirinya. Ia tidak ingin masalah ini sampai ke telinga ayah Flora yang tentu saja bisa membuat masalah dalam hubungan persahabatan mereka.


"Terus apa tujuan wanita ini datang dan berbicara dengan kalian, Uncle?" tanya Flora yang terlihat geram atas semua ini.


"Dia datang untuk berkenalan dan mengatakan tentang hubungannya dengan Lucas. Dia bilang siap untuk menikah dengan Lucas, tapi Uncle rasa semuanya sudah terlambat karena kita sudah sepakat untuk menikahkan Lucas dengan kamu, Flo."


Merasa tak setuju, Belinda pun berdiri sebelum mengatakan apa yang menurutnya benar untuk dikatakan. "Tapi kita tidak bisa melanjutkan pernikahan Lucas dan Flo, Dad. Kamu dengar sendiri kalau saat ini Zoya sedang mengandung anak Lucas!" sanggah Belinda dengan cepat karena menurutnya Zoya lebih berhak untuk dinikahi oleh putranya.


Sontak saja perkataan Belinda membuat Flora tersentak kaget. Ia tak percaya jika saat ini Zoya tengah mengandung anak Lucas.


"Tidak mungkin, Aunty! Tidak mungkin Lucas menghamili wanita itu. Jelas-jelas dokter memvonis Lucas mandul. Wanita itu pasti bohong dan hanya sedang memanfaatkan Lucas. Kalaupun dia hamil, bisa saja anak dalam kandungannya itu adalah anak pria lain."


Perkataan Zoya yang penuh penekanan sungguh menyulut amarah Flora. Wanita itu pun melangkah maju. Meninggalkan Edward yang hanya terdiam menatapnya mendekat ke arah Flora.


"Apa jangan-jangan kamu ini hanya wanita yang dibayar oleh Lucas untuk berpura-pura menggagalkan perjodohan ini?" tanya Flora ketika sudah berdiri tepat di hadapan Zoya.


"Kenapa dia bisa tau?" Zoya masih tak menyangka jika Flora dapat menebak rencana yang sudah disusun dengan begitu sempurna oleh Lucas hingga membuatnya hanya diam dan bingung menjawabnya.

__ADS_1


"Kenapa diam? Apa dugaanku benar? Itu artinya kalian memang tidak saling mencintai dan apa yang kamu katakan tentang kehamilanmu itu bisa saja hanya sebuah kebohongan saja!" Flora semakin menyudutkannya di depan Belinda dan Edward yang juga menunggu apa yang dikatakan oleh Zoya sebagai jawaban dari pertanyaan Flora.


Di saat Zoya tidak tau harus mengatakan apa, Lucas tiba-tiba datang dan membuat semua orang yang ada di sana seketika menoleh ke arahnya.


"Lucas." Flora tetap pada posisinya. Berdiri di hadapan Zoya tanpa beranjak sedikit pun.


"Lucas dari mana saja kamu? Apa kamu bisa menjelaskan semua ini pada Daddy?" Edward menyambutnya dengan pertanyaan yang terdengar sedikit lantang.


Lucas tak menjawabnya. Ia mengabaikan pertanyaan dari sang ayah dan terus melangkah mendekati Zoya.


"Apa yang akan dia lakukan?" Zoya merasa bingung karena Lucas hanya menatapnya tanpa memedulikan orang lain, termasuk keberadaan Flora dan kedua orang tuanya.


"Anak ini adalah anakku dan aku mencintainya." Lucas meraih tengkuk Zoya dengan sebelah tangannya. Membuat wanita itu panik karena ia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Lucas saat ini.


"Apa bagian ini ada dalam rencananya?" batin Zoya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Lucas.


Setelah menarik wajah Zoya secara perlahan mendekat pada wajahnya, Lucas pun langsung mencium bibir merah Zoya di depan Flora yang tampak semakin geram karena pemandangan itu benar-benar membuat amarahnya membuncah hebat.

__ADS_1


"Kurang ajar!" geram Flora yang tak bisa berbuat apa-apa selain melihat Lucas mencium Zoya di depan matanya.


Bersambung ✍️


__ADS_2