One Night Destiny

One Night Destiny
Tidak Menyangka


__ADS_3

Selamat membaca!


Sore hari menjelang malam. Lebih tepatnya dua jam sebelum dinner yang sudah disiapkan oleh Belinda. Zoya tampak sedang bersiap di dalam kamar. Ya, setengah jam lalu, Belinda datang ke kamarnya dan mengajaknya pergi. Namun, belum sempat Zoya bertanya, wanita paruh baya itu sudah pergi tanpa mengatakan ke mana tujuan mereka.


"Memangnya Tante Belinda mau mengajak aku ke mana ya?" Zoya sejak tadi terus bertanya-tanya sambil menatap wajahnya di sebuah cermin yang terdapat pada meja rias.


Tak ingin membuat Belinda menunggu, Zoya pun bangkit dari posisi duduknya. Lalu, mengambil sebuah tas kecil di atas nakas dan mulai melangkah menuju keluar kamar. Namun, bersamaan dengan itu, Belinda muncul tepat saat Zoya baru saja membuka pintu kamarnya.


"Sayang, kamu sudah siap? Kita pergi sekarang yuk!" ajak Belinda seraya mengulurkan tangannya yang tak lama kemudian digenggam oleh Zoya dengan rasa canggung. Genggaman tangan yang seketika membuatnya jadi teringat akan sang ibu yang begitu dirindukannya.


Setelah sempat terpaut beberapa saat karena membayangkan wajah ibunya dalam ingatan, Zoya mulai berpikir untuk bertanya akan ke mana tujuan Belinda mengajaknya pergi, "Oh ya, Tante, memangnya kita mau pergi ke mana? Bukannya dua jam lagi Tante sudah menyiapkan dinner untuk aku dan Lucas?"

__ADS_1


"Justru itu. Makanya, Tante mau ajak kamu ke salon sebelum kamu pergi dinner sama Lucas."


Sontak saja Zoya terkejut mendengar perkataan Belinda hingga membuat langkah kakinya terhenti tepat sebelum mereka akan menuruni anak tangga. Masih dengan wajah tak percaya, Zoya pun mulai menatap wanita paruh baya itu dengan kedua alis yang saling bertaut.


"Tapi ... untuk apa, Tante?"


"Tante ingin kamu terlihat lebih cantik saat dinner nanti agar Lucas bisa terpesona dan jatuh cinta sama kamu. Jadi, saat kalian menikah nanti, kalian sudah saling jatuh cinta satu sama lain."


"Untuk kali ini saja kamu nurut sama Tante ya, Zo! Tante itu hanya melakukan yang terbaik untuk hubungan kalian karena Tante berharap kalian bisa hidup bahagia dan saling mencintai."


Zoya seperti kehabisan kata-kata untuk melanjutkan perkataannya. Ia merasa tidak sopan jika harus berdebat dengan Belinda, padahal niat wanita paruh baya itu baik dan tidak ada maksud untuk melakukan hal buruk padanya.

__ADS_1


Merasa tak bisa menolak, Zoya pun akhirnya pasrah dan menuruti keinginan Belinda untuk pergi ke salon, walau sebenarnya ia enggan melakukannya. "Baiklah Tante, tapi aku enggak tahu harus bagaimana dan bilang apa sama karyawan di salon nanti karena jujur saja sebenarnya aku belum pernah pergi ke salon sama sekali." Akhirnya Zoya memilih berkata jujur dibanding ia harus kebingungan setibanya nanti di salon.


"Kamu tenang saja karena Tante akan membawa kamu ke salon langganan Tante, di sana juga ada butiknya. Jadi, kamu akan di make over total di sana. Pokoknya kamu hanya tinggal terima beres. Dan, setelah selesai nanti, Tante yakin Lucas akan pangling saat melihat kamu."


"Padahal enggak harus seperti ini lho, Tante. Aku bisa kok make up sendiri di rumah."


"Sudah, kamu jangan takut! Karyawan-karyawan di salon itu sudah kenal semua sama Tante. Nanti mereka pasti akan melakukan yang terbaik untuk mengubah penampilan kamu malam ini." Belinda pun melanjutkan langkah kakinya menuruni anak tangga. Meninggalkan Zoya yang masih menyesali perkataannya saat di ruang makan hingga membuat Belinda jadi menyiapkan dinner romantis untuknya dan Lucas agar bisa lebih saling mengenal.


"Zo, Zo, lain kali kalau mulut tolong dikondisikan. Sekarang kalau sudah begini semua jadi repot," batin Zoya merutuki dirinya sendiri bila ingat semua perkataannya tadi pagi.


Bersambung ✍️

__ADS_1


__ADS_2