One Night Destiny

One Night Destiny
Merasa Kagum


__ADS_3

Selamat membaca!


Zoya dan Lucas kini sudah duduk bersebelahan. Di depan mereka tampak ada banyak hidangan tersaji di atas meja berukuran panjang. Menu makanannya pun sangat lengkap, terdiri dari lauk, sayuran, sampai buah-buahan. Tak hanya itu, beberapa makanan pencuci mulut juga tersedia di sana. Membuat perut Zoya mulai bergemuruh tanda bahwa bukan hanya dirinya yang ikut merasa lapar, tetapi juga janin yang tengah dikandungnya.


"Apa semua ini sengaja disediakan untuk menyambut kedatanganku? Semua makanan ini kelihatan sangat lezat dan aku sama sekali belum pernah makan makanan enak sebanyak ini. Aku jadi enggak sabar ingin buru-buru makan. Anak di dalam perutku juga pasti bahagia banget bisa makan siang sepuas ini," batin Zoya yang juga merasakan lidahnya seperti bergoyang saat menatap hidangan lezat yang ada di depan matanya.

__ADS_1


Di tengah rasa kagum atas apa yang dilihatnya, tiba-tiba suara Lucas terdengar berbisik di telinganya. Tentu saja pria itu tidak ingin ada pelayan yang berdiri di belakangnya jadi mendengar perkataannya pada Zoya. "Ingat! Kamu harus jaga sikap di depan orang tuaku nanti! Jangan udik seperti ini! Apa kamu baru pertama kali melihat makanan banyak seperti ini?" Lucas pun kembali duduk pada posisinya saat kedua orang tuanya baru saja masuk ke dalam ruangan.


Tak ada Flora yang ikut bersama mereka. Sepertinya ucapan Lucas benar-benar telah membuatnya terluka hingga wanita itu akhirnya memutuskan untuk pergi.


Perkataan Lucas seketika menyadarkan Zoya untuk kembali menjaga sikapnya. Ia sebenarnya juga merasa kasihan pada Riana yang hanya berdiri tepat di sampingnya, seakan tempat duduk yang masih kosong di sebelahnya tak boleh di duduki. Zoya mulai mengerti atas apa yang dilihatnya. Kehidupan dari para kaum elite di mana mereka memang membatasi hubungan antara majikan dan pekerjanya di rumah hingga tak memperbolehkan mereka duduk di satu meja makan.

__ADS_1


Di tengah lamunan Zoya yang masih memikirkan keadaan hati Flora, suara Belinda terdengar ramah menyapanya. "Zoya, kamu pasti lapar, 'kan? Ayo kita makan dulu! Setelah itu kita akan melanjutkan pembicaraan tentang hubungan kalian."


Tentu saja Zoya merasa bersyukur karena di ruangan itu selain Riana, masih ada yang begitu perhatian dengannya. Hal yang di luar dugaannya karena ia sempat berpikir jika kedua orang tua Lucas pasti tidak akan bersikap ramah padanya. Namun, apa yang terjadi malah sebaliknya. Belinda begitu hangat menyambut kedatangannya, walau Edward hingga detik ini masih menatap dingin padanya.


"Iya Tante. Sebelumnya terima kasih banyak atas suguhannya. Ini benar-benar sangat berlebihan. Saya jadi merasa tidak enak karena sudah merepotkan Tante dan semua pelayan yang ada di rumah ini." Zoya menjawab dengan begitu santun. Di sini terlihat jelas sikap Zoya begitu berbeda dari Flora dan itu membuat Belinda mulai merasa kagum padanya.

__ADS_1


"Anak ini kenapa tidak sama seperti kebanyakan wanita lainnya ya. Biasanya wanita seusia dia begitu sombong dan seperti kehilangan sopan santunnya karena kedudukan yang dimilikinya, tapi jelas dia berbeda. Sepertinya ibunya benar-benar berhasil mendidiknya," batin Belinda jadi ingin sekali bertemu dengan ibu Zoya yang sampai saat ini masih berada dirawat di rumah sakit.


Bersambung ✍️


__ADS_2