OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Mr. Zo ?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA


\~ Flashback On.


Keivan datang ke ruangan Digo sore itu untuk menanyakan kondisi Alexa dan meminta ijin untuk membawa Alexa pergi untuk makan malam di luar.


“Please Go. Sebentar aja kok” ujar Keivan memohon.


Digo tetap menggeleng “Gak bisa Kei!! Rumah sakit punya peraturan, Alexa gak boleh keluar masuk rumah sakit sembarangan”


“Tapi kalau dokter mengijinkan boleh kan? maka dari itu gue minta tolong” ujar Keivan memaksa.


Digo menghela nafasnya panjang “Gue gak mau nerima konsekuensi apapun, kalau kalian ingin makan, makanlah di kamar rawat”


“Gue juga mau nyatain sesuatu ke dia, gak mungkin kan gue ngasik taunya di rumah sakit” balas Keivan.


Digo merasa curiga “mau nyatain apa emang?”


“Masak Gue bilangnya ke Elo” balas Keivan singkat.


“Yaudah, Gue gak akan ijinin kalau Elo gak bilang” balas Digo sarkas.


Keivan menyerah “Oke oke.. jadi Gue mau nyatain perasaan cinta Gue ke dia”


Digo yang sedang meminum airnya langsung menyemprotkan airnya keluar, untung saja Keivan tidak terkena semprotannya.


“Astaga” ujar Keivan kaget dan langsung menghindar dari semprotan maut itu.


“Maaf maaf, tadi dalam air gue ada semutnya” elak Digo sambil mengelap mulutnya.


“Gimana nih? Jadi Gue boleh pergi gak? atau Gue culik aja ya pasien Elo?!” ujar Keivan telah lelah membujuk Digo.


Digo juga telah kehabisan kata, jika dia terus melarang, nanti Keivan akan merasa curiga dan Digo hanya akan menganggu acara mereka.


“Yaudah, bentar tapi! Karena Alexa harus minum obat” balas Digo.


Keivan langsung senyum sumringah “Nah gini dong.. ini baru temen Gue”


“Janji sebentar aja ya?!!” Ujar Digo lagi.


Keivan langsung hormat ke pada Digo “Baiklah Tuan, akan aku antar pasien anda kembali tepat pada pukul 8 malam nanti”


“Yaudah pergi gih” ujar Digo mengusir Keivan pergi.


Setelah Keivan pergi dari ruangannya, Digo menjadi memikirkan betapa menyebalkannya sifat Keivan itu.. bisa-bisanya dia ingin menyatakan perasaannya kepada Alexa, walaupun dia masih binggung kenapa harus merasa sangat marah.


“Semoga Alexa gak ingin ikut pergi bersama Keivan” ujar Digo yang sebenarnya ingin memantau mereka namun tiba-tiba dia kedatangan pasien baru dan harus mengurus pasien itu terlebih dahulu.


Sedangkan saat urusan Digo telah selesai, dia langsung mengecek kamar rawat Alexa dan ternyata Alexa telah pergi bersama Keivan.

__ADS_1


“Mungkin Alexa juga mencintai Keivan” ujar Digo mencoba berpikir positif.


Walaupun nyatanya Digo selalu melihat ke arah jam dinding dan menunggu pukul 8 malam, dia merasa cemas tapi di otaknya selalu menggerutu tentang keanehan itu.


\~ Flashback Off.


Alexa langsung menutup pintu kamar rawatnya dan menahannya dari dalam, dan Digo mencoba membuka pintu itu.


“Alexa!!! Buka pintunya” ujar Digo beberapa kali.


Alexa membuka pintu rawatnya sedikit untuk melihat siapa yang datang “Dokter?”


“Iya.. ini saya” balas Digo kebinggungan melihat ekspresi Alexa.


Alexa memastikan bahwa Keivan tidak ada didekat kamarnya “Dokter.. silahkan masuk”


Digo pun masuk ke kamar rawat Alexa “Anda kenapa?”


Alexa menggeleng “Nothing..”


“Anda seperti dikejar-kejar maling atau pencuri saja” ujar Digo menebak.


“Iya benar.. Keivan ingin mencuri hatiku dari mu pak dokter” batin Alexa ngawur.


“Tidak ada masalah Dokter, kenapa kamu belum pulang?” Tanya Alexa balik.


“Saya baru saja ingin pulang, tapi saya melihatmu berlari-lari seperti itu, jadi saya harus memastikan keadaanmu” ujar Digo jujur.


“Dimana Keivan?” Tanya Digo lagi.


“Hah!!! Bisa-bisanya dia tidak mengantar masuk Alexa, saat dia tau kondisi Alexa seperti ini” batin Digo bergemuruh.


Alexa mengentikkan jarinya didepan wajah Digo karena nampaknya Digo sedang melamun “Halooooo..”


“Eeemmm maaf saya tidak sopan” lanjut Alexa lagi.


“Ya sudah, jika tidak terjadi masalah, saya akan balik ke ruangan lagi” ujar Digo.


“Eeeitzz.. Tunggu Dokter” ujar Alexa menarik tangan Digo.



Alexa mengambil Notebook yang sempat dia tuliskan sesuatu itu didalam tasnya “Ini untukmu”


“Apa ini?” Tanya Digo penasaran sambil membolak-balikkan notebook itu.


“Baca nanti ketika aku sudah dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah, berjanjilah jangan membacanya dulu sekarang” ujar Alexa memohon.


Digo mengangguk “baiklah.. terimakasih, selamat malam”


“Selamat malam juga Dokter” ujar Alexa tersenyum melihat Digo menerima notebooknya itu.

__ADS_1


Digo sangat penasaran dengan isi Notebook itu tapi dia sudah berjanji untuk tidak membukanya terlebih dahulu, jadi dia menyimpannya di loker kerjanya dan menutupnya dengan rapat.


Malam itu ditutup dengan perasaan Nano-Nano, ada rasa senang, rasa kecewa, rasa sedih, rasa takut, rasa gelisah dan rasa cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing semuanya.


...****************...


Keesokan harinya sebelum mengambil hasil Testnya, Alexa meminta Risa untuk membayar biaya rumah sakitnya terlebih dahulu, jadi Risa pergi ke loker pembayaran. Namun sesuai laporan pembayaran biaya tanggungan Alexa sudah dibayarkan oleh seseorang yang tak ingin disebutkan namanya, jadi Siapa kah dia?


Risa datang ke kamar rawat dengan cepat “gawat… penting penting penting”


“Apasih heboh deh” balas Alexa.


“Biaya rumah sakit kamu udah dibayarin sama seseorang” ujar Risa.


“HaH? udah di cek lagi? Siapa tau salah orang” balas Alexa.


“Udah di cek berkali-kali, tapi emang udah lunas” balas Risa.


“Yaudah cek aja nama yang bayarin, gampang kan” ujar Alexa lagi.


“Nah itu.. dia nggak naruh identitasnya sama sekali kecuali kata “Zo” gitu, aku gatau itu kode atau apalah” jelas Risa.


“Wait.. Zo? Yakin cuma itu? Tapi siapa dia? Aku yakin sih gak kenal dia” ujar Alexa sedang memikirkan nama orang-orang terdekatnya.


“Aku udah 5 hari disini, kamar VVIP lagi.. buset.. pasti mahal banget tuh.. kita harus cari orangnya” lanjut Alexa lagi.


“Nah itu.. tapi jangan-jangan pengemar rahasia kamu?” Ujar Risa.


Alexa menggeleng “Gak gak.. gak ada lah”


Tiba-tiba Alexa memikirkan sosok Keivan, dia aktor sukses, pengusaha konglomerat, dia mencintainya, dia mungkin saja yang sudah membayar itu, tapi Alexa tidak memiliki keberanian untuk menelpon Keivan lagi.


“Siapa yaa kira-kira..” ujar Alexa terus memikirkan orang yang tepat.


“Mending kita tanya Dr. Digo?” Ujar Risa.


“Ngapain nanya dia?” Tanya Alexa.


“Nanya aja.. siapa tau dia tau” balas Risa.


Alexa menggeleng “ini kan bukan urusan dia”


“Hemmm.. yaudah anggap aja aku yang bayarin” ujar Risa menyeneleh.


Alexa langsung menoyor kepala asistennya itu “enak aja.. mendingan sekarang kamu bantuin aku mikir siapa orang itu sebenarnya”


“Ini juga dari tadi udah mikir tau” balas Risa sewot.


“AHAAA..” ujar Risa tiba-tiba.


“Kamu tau?” Tanya Alexa serius.

__ADS_1


Risa menggeleng “hasil lab kamu pasti udah jadi, aku kesitu dulu ya, Bye!!!”


Alexa langsung menggerutu “AHAA AHAAA.. KIRAIN NEMU JAWABAN!!! TERNYATA MALAH NAMBAH BEBAN!!”


__ADS_2