OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Malam yang dingin


__ADS_3

TRIPLE UP!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


Keivan menghampiri Digo yang berdiri disamping mobilnya sambil membawakan kopi “Kenapa Elo bisa disini?”


“Ceritanya panjang” balas Digo singkat.


“Makasih udah nyelamatin Alexa” ujar Keivan lagi.


“Elo gak ada ketertarikan sama dia kan?” lanjut Keivan sambil menyeruput kopinya.


Digo hanya terdiam.


Keivan melihat raut wajah Digo dan bagaimana responnya saat mendengar ucapannya itu. Dia yakin bahwa Digo sebenarnya menyukai Alexa.


“Gue pergi dulu ya” ujar Keivan pergi meninggalkan Digo.


Setelah Keivan pergi, Digo langsung membuang kopi yang telah Keivan berikan kepadanya.


Digo menelpon Taniara karena tidak bisa praktek beberapa hari ini, dikarenakan sedang ada urusan, dia juga menolak beberapa panggilan dari Alika, sejak saat itu dia menolak mentah-mentah tawaran untuk berkencan dengannya.


Keivan melewati beberapa segerombolan crew yang sedang menikmati api unggun.


“Aktris tadi benar-benar menyusahkan.. dia menunda banyak waktu.. dan menambah pekerjaan kita untuk mencarinya yang sempat menghilang” ujar wanita itu sambil tertawa.


dan yang lainnya juga ikut tertawa.


“Ekhem..” sapa Keivan dengan suara seraknya.


“Maaf menganggu waktu kalian.. bisakah kalian lebih menghormati seseorang lebih sedikit? Daripada kalian membicarakan hal-hal buruk lebih baik kalian siapkan properti dan memerhatikan sesuatu dengan baik, setidaknya kecerobohan kalian tidak membuat sang aktris profesional tadi jatuh dan menghilang” ujar Keivan lagi.


Keivan langsung pergi meninggalkan mereka, dan pergi untuk mandi dan mengganti pakaian.


Semua orang itu langsung terdiam, bagaimana tidak, seorang aktor senior terkenal sedang memberikan ucapan panas untuk mereka, bahkan Keivan bisa dengan mudah memecat mereka dari projek itu.


Karena Tenda tempat peristirahan Alexa dan keributan itu dekat, maka Alexa bisa mendengar semua ucapan itu dengan baik. Dia tak percaya sikap Keivan tidak berubah sama sekali walaupun Dia sudah menolak cintanya.


“Dia sungguh baik” batin Alexa.


Risa membawakan makanan untuk Alexa “sekarang makan dulu yuk bestie”


Alexa mengangguk dan makan dari suapan Risa


“Semua orang khawatir tadi, terutama Keivan, dia bahkan memarahi banyak crew karena lalai menjaga kamu” lanjut Risa lagi.


“Dia juga memerintahkan tenaga medis untuk standby menjemput kamu.. dia terlihat cemas dan khawatir sekali” lanjut Risa panjang.


Dan Alexa mendengarnya dengan seksama sambil mengunyah makanannya.


“Bagaimana dengan Dr. Digo?” Tanya Alexa.

__ADS_1


“Awalnya aku hanya meminta saran karena kamu akan pergi syuting hari ini, dia bertanya dimana tempat lokasi syutingmu dan aku tidak menyangka dia akan datang..” balas Risa.


“Dia pasti meninggalkan banyak pekerjaannya” lanjut Risa.


Alexa sangat menghargai kehadiran Digo hari ini, dia benar-benar sosok yang perhatian, baik dan berarti dalam hidupnya.


“But, Are you okay?” Tanya Risa serius.


Alexa mengangguk “I’m Okay, aku cuma rindu Ibuk hehehe”


“Nanti kita telpon Ibuk yaa” balas Risa terus menyuapi makanan untuk Alexa.


Keivan masuk ke tenda mereka dan mengambil alih makanan itu dan duduk disamping Alexa dan Risa meninggalkan mereka berdua didalam tenda.


“Kamu harus makan ya..” ujar Keivan menyuapi makanan itu kepada Alexa.


“Kamu.. baik banget Kei” ujar Alexa pelan.


“Memang apa yang sudah aku lakukan untukmu?” Tanya Keivan.


Keivan tersenyum saat Alexa membuka mulutnya dan melahap makanan itu.


“Kamu sudah membantuku banyak hal.. terimakasih” balas Alexa sambil mengunyah makanan itu.


“Itu fungsinya teman kan?” Balas Keivan sambil tersenyum.


“Walaupun aku sangat sanggup melakukan apapun lebih dari teman..” ujar Keivan iseng.


“Aku pantas mengejar yang aku rasa sangat baik untukku kan?” Balas Keivan.


“Emmm.. itu dialog film kita kan..” ujar Alexa mengingat dialog film mereka.


“Yaaahhh.. aku sedikit senang karena nasib peran Rey yang sepertinya lebih beruntung dari aku” balas Keivan.


Makanan Alexa sudah habis, dan Keivan memberikan air itu kepada Alexa.


“Kei.. aku doakan yang terbaik untuk kamu” ujar Alexa serius.


“Aku juga berharap begitu” balas Keivan.


“Emmm.. apakah kamu tau Dr. Digo dimana?” Tanya Alexa.


“Aku tadi melihatnya diluar” balas Keivan.


“Aku harus menemuinya dulu, terimakasih atas makanannya Kei” ujar Alexa langsung meninggalkan Keivan.


Alexa keluar tenda dan melihat Digo tertidur didalam mobilnya, Alexa mengetuk kaca jendela mobil dan Digo terbangun. Alexa masuk kedalam mobil Digo dan duduk disebelah Digo.


“Kamu belum tidur?” Tanya Digo melihat Alexa yang masih bisa keliling-keliling disaat malam yang sangat dingin itu.


“Aku belum mengantuk, aku bawakan selimut ini untukmu” ujar Alexa memberikan selimut itu kepada Digo.

__ADS_1


“Hari yang melelahkan bukan? Lagi-lagi karena aku kamu harus meninggalkan pekerjaanmu” ujar Alexa lagi.


“Aku sama sekali tidak merasa keberatan tentang itu, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku” ujar Digo.


Alexa membawa minyak kayu putih “Aku tadi melihatmu menahan rasa sakit dipunggungmu, oleskanlah..”


Digo mengambil minyak itu “terimakasih.. sekarang kamu bisa beristirahat di tendamu”


Alexa menggeleng “oleskanlah dulu”


“Aku harus membuka kemejaku.. aku tidak mungkin melakukannya didepanmu” lanjut Digo.


“Sangat sulit mengoleskannya sendiri.. jadi untuk mengurangi rasa bersalahku.. aku saja yang mengoleskannya” ujar Alexa.


“Jangan Alexa, kamu aktris dan disini banyak kamera, aku tidak mau membuatmu mendapatkan masalah” balas Digo.


“Buka kemeja mu sekarang!! Tidak ada tapi-tapian” ujar Alexa memaksa.


“Punggungku baik-baik saja Alexa.. astaga..” balas Digo.


“Anggap saja aku doktermu.. dan kamu pasienku..” ujar Alexa lagi.


Digo menggeleng bersikeras seperti layaknya sedang hendak dicabuli oleh Alexa.


“Hufttt.. kenapa kamu keras kepala sekali” ujar Alexa tetap memaksa.


“Ayolah.. aku tidak akan memaksa lagi jika kamu ingin melakukannya” paksa Alexa terus.


Akhirnya Digo membuka kemejanya dan terlihatlah tubuh Atletisnya yang membuat Alexa menjadi gagal fokus.


Lama terdiam membuat Digo menoleh kearah Alexa dibelakang “Cepatlah.. aku kedinginan”


Alexa tersadar langsung mengoleskan minyak kayu putih itu keseluruh punggung Digo “perlu aku pijat juga?”


“Tidak-tidak” balas Digo langsung memakai kemejanya lagi.


“Ckck.. Kau sangat pemalu ternyata..” ejek Alexa.


*“Jangan mengejekku!! Lebih baik kamu tidur sekarang”* ujar Digo sedang mengancingkan kemejanya.


“Baiklah.. sampai jumpa besok” ujar Alexa turun dari mobil Digo dan berlari menuju kedalam Tendanya.


Digo menyenderkan kepalanya sambil mengingat kejadian-kejadian yang menyenangkan bersama Alexa selama Ia bertemu.. berawal dari seorang pasien yang datang dengan keluhan penyakit Lumbar Spinal Stenosis yang terpaksa harus dirawat inap selama beberapa hari dan terpaksa bertemu setiap hari untuk pengobatan, mengubah banyak hal didalam hidupnya.



Alexa membuka pintu Tendanya dan melihat Keivan sudah tertidur di sofa kecil disebelah ranjangnya, dia terlihat tertidur sangat lelap sehingga Alexa tidak enak untuk membangunkannya.


“Astaga.. aku sudah memberikan selimutku kepada Dr. Digo, aku tidak mempunyai selimut lebih untuk Keivan” ujar Alexa.


Alexa mencari selimut lain di tenda Risa, dan menyelimuti tubuh Keivan yang masih tertidur dengan nyaman.

__ADS_1


__ADS_2