OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Digo Plinplan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTE YUK!!


Semenjak teka-teki tentang inisial “Zo” itu membuat Alexa menjadi cemas, karena untuk apa seseorang itu membayar semua tanggungannya dan merahasiakan identitasnya, tidak mungkin dia akan membantu dengan tulus, dia hanya takut seseorang itu akan meminta imbalan yang tidak-tidak.


Risa datang dengan hasil lab ke kamar rawat Alexa lagi.


“Hasil lab sudah datang bestie” ujar Risa menyapa Alexa.


“Masih mikirin Si Zo Zo itu?” Tanya Risa lagi.


Alexa mengangguk “Iyalah.. siapa tau dia nanti minta sesuatu yang aneh-aneh, neror aku malem-malem, ikutin aku kemana-mana, kan serem..”


“Udah deh jangan drama gitu bestie, mending berpikiran positif, dia udah bantu kamu saat kamu juga udah banyak nanggung kerugian karena cuti kerja beberapa hari kan” balas Risa menenangkan.


“Semoga ya semoga itu bener” balas Alexa juga.


Dr. Digo datang ke ruang rawat Alexa “Permisi, Kalian udah ngambil hasil Lab nya ya?”


Risa mengangguk “Ini Dokter”


“Saya baru saja ingin mengambilnya, baiklah.. kalian sudah membacanya?” Tanya Digo.


“Belum, kami belum membukanya” jawab Alexa.


Risa menyerahkan hasil Lab itu ke Digo “Dokter aja deh yang jelasin”


“Ekhemm.. sebentar.. hmmm.. wahh. Selamat” ujar Digo setelah membuka hasil Lab itu.


“Saya sudah sembuh?” Tanya Alexa semangat.


Digo menggeleng “Oh tidak.. tidak.. ternyata tidak”


“Ahh pak dokter ngelawak nih” ujar Risa keheranan melihat ekspresi Digo yang sok gawat.


“Saya serius.. hasilnya tidak bagus” balas Digo cepat.


“Yahhhh..” ujar Alexa sambil tertunduk sedih.


“Prank…” ujar Digo sok asik.


“Tuh kan bener..” balas Risa.


“Sa Ae lu dok.. dok..” lanjut Risa menyeleneh.


Alexa tertawa saat melihat Digo mulai memberika jokes recehnya itu “sungguh.. kamu sudah membuatku ketakutan tadi”


“Hasilnya tentu sangat baik, anda bahkan sudah bisa pulang sekarang” ujar Digo lagi.


Risa memeluk Alexa “Selamat Bestie, happy banget.. gimana kalau kita makan-makan untuk merayakan hari kesembuhan kamu?”


Alexa setuju “Pak Dokter apakah malam ini kamu senggang?”


Digo nampak berpikir “Saya belum memeriksa agenda saya”


“Aaaa ayolah Dokter” rayu Risa.


“Ajak Taniara juga ya? Dia juga membantu kesembuhanku” ujar Alexa meminta Risa merayu Taniara juga.

__ADS_1


Risa langsung mengangguk dan pergi mencari Taniara.


“Jadi Dokter akan ikut bersama kami?” Tanya Alexa lagi setelah Risa pergi.


“Saya belum tau, nanti saya akan kabari” jawab Digo.


“Jika kamu bisa pergi, aku akan menjadi sangat senang” ujar Alexa lagi.


Digo membalasnya dengan senyuman dan meminta ijin untuk pamit dari kamar rawat Alexa sekarang.


Taniara juga memutuskan untuk ikut bergabung, karena baginya Alexa adalah temannya sekarang, dan dia juga senang atas kesembuhan Alexa.


Setelah packing semua barang untuk dibawa kembali pulang ke apartemen, Alexa berpamitan kepada staf-staf rumah sakit dan terakhir dia datang keruangan Dr. Digo.


Alexa melihat dari tirai jendela Ruangan Digo, namun hanya ada Taniara didalam, dia memutuskan untuk tetap masuk kedalam untuk berpamitan dengan Taniara.


Taniara memeluk Alexa “Selamat atas kesembuhanmu Alexa, jangan beraktifitas yang berlebihan dulu, kesehatanmu adalah yang utama”


Alexa membalas pelukan Taniara “Terimakasih, Jangan lupakan aku ya”


Taniara membalasnya dengan senyuman “Tentu, kamu temanku sekarang”


“Dr. Digo dimana?” Tanya Alexa menengok kesekeliling ruangan.


“Dia sedang pergi karena ada urusan, ada yang ingin kamu sampaikan? Aku akan menyampaikannya kepadanya nanti” balas Taniara.


“Oohh jadi begitu, tidak.. tidak ada yang ingin aku sampaikan” balas Alexa.


“Tapi apakah aku boleh meminta nomor telepon Dr. Digo?” Lanjut Alexa lagi.


Taniara mengangguk dan langsung menyebutkannya.


......................


Setelah sampai di Apartemen, Alexa langsung merebahkan dirinya di ranjangnya “Aku sangat merindukanmu..” ujarnya sambil mengecup bantal dan gulingnya.


Risa hanya melihat tingkahnya dengan tatapan aneh.


“Kamu jangan lupa reservasi di restoran X pada jam 7 malam untuk 4 orang ya” ujar Alexa mengingatkan Risa.


“Siap Nona” balas Risa cepat.


Alexa langsung menarik selimutnya dan tertidur lagi.


......................


Di lain tempat Digo sedang bertemu mendadak dengan Alika, tadi gadis itu menelpon untuk mengantarnya seminar di kampus ternama di Jakarta, dia mendapatkan promosi dari ayahnya.


“Maaf ya aku ganggu waktu kamu” ujar Alika menjadi serba salah.


Digo menggeleng “Tidak masalah, semoga seminarmu berjalan dengan lancar ya”


“Terimakasih banyak Digo” balas Alika dengan senyuman.


“Sekarang kamu bantu aku untuk menyebarkan brosur ini ya” lanjut Alika lagi sambil memberikan selembaran brosur kepada Digo.


Digo mengambil selembaran brosur itu dan mereka menyebarkannya ke mahasiswa/i dikampus itu untuk datang ke Aula untuk memeriahkan seminar Alika.


“Semoga banyak yang datang ya Go” ujar Alika setelah selembaran brosurnya telah habis tersebar.

__ADS_1


“Iya semoga” balas Digo.


Alika masuk keruangan panitia karena ada sesuatu yang panitia ingin dibicarakan, ternyata Seminar harus diundur sampai 7 malam nanti, dia bahkan merasa tak enak untuk mengatakan hal itu kepada Digo.


Ting


Notifikasi ponsel Digo berbunyi, dia mengambil ponselnya dari saku celananya dan melihat pesan dari nomor yang tidak dikenal “Hai Dokter, Aku Alexa, jangan lupa jam 7 malam nanti di restoran X, aku sangat senang jika kamu bisa datang”


Digo tersenyum senang setelah melihat pesan Alexa itu dan membalas “baiklah, aku akan datang”


Tiba-tiba Alika datang membawa kabar yang tak mengenakkan “Go, acara seminar aku diundur”


“Diundur? Kenapa?” Tanya Digo


“Gak tau.. aku dapat bagian di jam 7 malam nanti” ujar Alika lagi.


“Bagaimana ini.. aku sudah berjanji kepada Alexa akan datang, tapi aku tidak mungkin meninggalkan Alika sendirian” batin Digo binggung.


“Kalau kamu ada acara, kamu bisa pulang duluan kok Go” ujar Alika setelah itu.


Digo menggeleng “Tidak, aku tidak ada acara.. aku akan menemanimu”


“Benarkah? kamu serius?” Tanya Alika lagi.


Digo mengangguk “Iya aku serius”


Walaupun harus menunggu sangat lama, akhirnya tiba juga bagian dari Alika untuk mempersentasikan seminarnya, Digo menontonnya dengan kagum melihat cara Alika menyampaikan sesuatu kepada penonton dan materi yang dibawakan juga menarik untuk didengarkan, banyak mahasiswa/i bertepuk tangan melihat penampilannya.


Di lain sisi Digo harus ingin memberitahukan Alexa jika dirinya tidak bisa datang ke acara makan malam itu tapi dia memutuskan untuk menelponnya setelah sampai dirumah nanti.


...****************...


Alexa, Risa dan Taniara sudah duduk di meja dan Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Alexa resah menunggu kedatangan Digo yang sudah sangat terlambat itu, dia menjadi tidak enak kepada Risa dan Taniara yang nampaknya sudah kelaparan.


“Kalian pesan makanan dulu ya, aku akan menunggu Dr. Digo” ujar Alexa sambil sesekali melihat ponselnya siapatau Digo menghubunginya.


“Digo gak akan datang” ujar Taniara.


“Kenapa gitu?” Tanya Alexa.


“Dia datang kok, dia yang mengatakannya padaku” lanjut Alexa lagi.


“Bundanya Digo tadi mengatakan bahwa Digo saat ini sedang mengantar Alika pergi ke seminar” ujar Taniara lagi.


“Alika?” Tanya Alexa penasaran.


“Alika itu gadis yang akan dijodohkan untuk Digo, aku rasa Digo juga setuju dengan perjodohan itu” lanjut Taniara.


DEG


Pedih sekali.. hatinya seperti tersambar petir setelah mendengar penjelasan dari Taniara.


“Jangan-jangan gadis yang saat itu makan di ruangan Dokter adalah Alika?” Batin Alexa bertanya-tanya.


“Kenapa dia tidak menghubungiku disaat dia memutuskan untuk tidak datang” ujar Alexa sedih.


“Ngapain sedih sih?! Ini kan malam perayaan, sekarang kita pesan makanan, terus makan, terus joget-joget deh disitu” ujar Risa sambil menunjuk ruang karaoke.

__ADS_1


__ADS_2