OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Drama perfilman


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


Digo mengangkat tubuh Alexa masuk ke mobilnya dan mengantarnya pulang ke apartemennya.


Beberapa saat Alexa pun terbangun tapi masih ada efek-efek mabuknya sedikit “AA-aku dimana?”


Alexa mengucek matanya agar segera tersadar.


Digo memberikan Alexa air “minumlah..”


Alexa mengambilnya dan meminumnya “Huhhh Apa yang terjadi dokter?”


Digo hanya tersenyum bagaimana mungkin dia menceritakan banyak hal yang sudah Alexa lakukan tadi saat mabuk.


“Kenapa dokter diam? Ayooo ceritakanlah” ujar Alexa.


“Tidak terjadi apa-apa.. kamu hanya mabuk dan aku membawamu pulang” ujar Digo setelah itu.


Alexa berusaha mengingat-ingat kejadian tadi “tapi aku hanya minum soju sedikit.. sangat sedikit.. apa mungkin itu merk yang bagus..?”


Digo menahan tawanya sambil fokus menyetir “bahkan dia melupakan setiap tegukan sojunya”.


“Aku pasti sangat berat kan? Aku belum sempat diet” ujar Alexa lagi.


Digo menggeleng “Aku tidak mengangkatmu sendirian.. banyak orang yang membantu” ujar Digo berbohong dan bercanda.


Alexa cemberut “mereka akan menganggapku orang bodoh karena mabuk di gondola..”


“Tapi syukurlah.. kamu tidak merasa kesusahan untuk mengangkatku sendirian” ujar Alexa lagi.


Digo menoleh ke arah Alexa yang sepertinya sudah tertidur lagi, beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai di Apartemen Alexa.


Digo membelai tangan Alexa “Alexa.. kita sudah sampai”


Alexa terbangun dan melihat ke arah jendela “Huuh sudah sampai? Hmmm.. terimakasih dokter”


Ada beberapa helai rambut yang menghalangi wajah cantik Alexa, dan Digo meminggirkannya “masih terasa pusing?”


Alexa menggeleng dan melihat wajah Digo yang tampan dengan sangat jelas “No.. Im Okey..”


Setelah itu Digo mengantar Alexa sampai ke depan kamar unitnya.

__ADS_1


“Kamu bahkan mengantarku sampai sini” ujar Alexa merasa bersalah.


“Aku tidak akan membiarkanmu berjalan sendirian dalam kondisi setengah mabuk” ujar Digo melepas pegangan tangannya dipundak Alexa.


Alexa menggenggam tangan Digo “Terimakasih. Hidupku tidak semenarik ini sebelum mengenalmu..”


Digo tersenyum “sekarang masuklah.. dan beristirahat, oke?”


Alexa mengangguk “kabari aku jika kamu sudah sampai dirumah, oke?”


Digo mengangguk dan pergi meninggalkan Alexa saat dia sudah masuk ke kamarnya, saking fokusnya mereka berdua sampai tidak menyadari ada seseorang yang mengambil foto mereka diam-diam.


......................


Beberapa hari kemudian Risa datang dan masuk kedalam kamar unit Alexa, dia membawa script untuk syuting Alexa besok.


“Besok mulai cari cuan lagi bestie” ujar Risa sambil menyerahkan script itu.


Alexa mengambil script itu dan membacanya “Syuting besok aku harus mendaki? Bagaimana mungkin.. kakiku masih belum pulih total”


“Itu dia.. aku kira karena ceritanya akan berhubungan dengan dokter dan pasien.. maka latar akan terjadi dirumah sakit, tapi ternyata malah syuting di gunung..” balas Risa sambil memakan rotinya.


“Aku sudah menelpon crew.. dia mengatakan ada beberapa tenaga medis andal juga disana” lanjut Risa lagi.


“Kamu lapor aja ke Dr. Digo.. dengan kondisimu ini apakah dia mengijinkanmu pergi atau tidak” usul Risa.


“Aku harus pergi.. ini syuting film pertamaku setelah debut” ujar Alexa yakin.


Tapi diam-diam Risa menghubungi Digo dan memberitahukan agenda syuting Alexa besok, walaupun chat antara Alexa dan Digo mulai intens tapi Alexa sengaja tidak memberitahukan tentang syutingnya itu karena takut akan membuat Digo kesusahan.


...****************...


Setelah Risa mempacking barang Alexa untuk dibawanya ke lokasi syuting, akhirnya mereka berangkat bersama. Hujan menemani perjalanan mereka dan Alexa sudah memikirkan betapa susahnya syuting di hari pertama ini.


Mereka sudah sampai di lokasi syuting, Alexa sudah masuk keruang make up dan bersiap-siap.



“Ahhh mengapa penampilanku sungguh nyentrik sekali.. ini kan ditengah pengunungan” batinnya frustasi.


Alexa mendengar suara Keivan dari sebelah ruangan make upnya “bahkan ada Keivan disini.. oh tuhan.. jangan membuatku canggung sekarang” batinnya lagi.


Alexa dan Keivan memang akan bergabung dalam project ini, mereka akan menjadi pemeran utama dalam film Doctor, I Love you.

__ADS_1


Syuting akan segera dimulai, Keivan menyapa Alexa dengan senyuman ramahnya “Hai, Alexa.. apa kabar?”


Alexa juga membalasnya dengan senyuman “Hai Kei, baik.. bagaimana denganmu?”


“Aku baik.. maaf aku belum sempat menjenggukmu lagi” balas Keivan.


“Aku sudah pulih sekarang.. terimakasih” balas Alexa.


Alexa teringat dengan “Mr. Zo” yang membayarkan semua tanggungan rumah sakitnya itu, dia hendak bertanya kepada Keivan tapi Produser memanggil mereka untuk memulai adegan pertama.


Alexa mengenakan gaun yang cukup lumayan panjang dan dia sungguh merasa tidak adil dengan peran yang dia dapatkan itu *“Astaga.. entah dosa apa yang telah Cinta (nama peran Alexa saat di film) lakukan selama penulisan script” batinnya.*


Jadi untuk di adegan pertama peran Cinta di laporkan hilang setelah diculik oleh beberapa komplotan preman, namun preman itu malah meninggalkannya di sebuah hutan sendirian. Cinta langsung berteriak-teriak meminta bantuan. Sedangkan peran **Rey (Nama peran Keivan saat di film) diceritakan sebagai dokter umum yang memang mempunyai hobby yang sangat menantang, seperti mendaki, berburu, dan healing di alam liar.


saat itu Rey sedang mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, tapi dia mendengar seseorang meminta tolong, dia mencari sumber suara itu walaupun Rey itu tipikal orang yang tidak peduli kepada orang asing.**


Sedangkan Cinta tetap berusaha mencari jalan keluar, untungnya saat itu keadaan masih cerah jadi penglihatan Cinta masih bisa melihat dengan jelas. Dia memberikan tanda ke setiap pohon yang di jumpai untuk menghindari hal yang membuatnya semakin tersesat.


Cinta melihat bekas roda mobil yang sangat jelas bukan dari mobil komplotan preman tadi, dia mengikuti bekas roda itu berharap dia akan menemukan perkampungan atau jalan besar menuju kota.


Hingga bekas itu berakhir di sebuah tebing buntu, Cinta semakin frustasi karena bagaimana mungkin dia bisa menemui arah lain lagi, sedangkan dia melihat dibawah tebing itu ada tanah datar dan sebuah tenda kecil.


“Hebat juga ye si Rey nerbangin mobilnye dari tebing ke bawah” batin Author.


Syuting mereka dibilang cukup lancar sebelum akhirnya Alexa harus melakukan syuting saat dia menuruni tebing itu.


“Hahhh dan sekarang aku harus menuruni tebing tinggi ini?” Batin Alexa tak percaya film pertamanya akan se ekstrim ini.


Prosuder sudah meminta Alexa untuk bersiap-siap, walaupun keselamatan Alexa telah dipastikan, tapi batin Alexa masih merasakan takut karena dia bahkan tidak pernah mendaki atau memanjat sesuatu didalam hidupnya.


Adegan dimulai, dan Alexa menuruni tebing itu perlahan, karena ekspresi ketakutannya itu terlihat jelas di kamera jadi dia harus melakukan itu secara berulang-ulang.. dia sungguh membenci scene itu.


Syuting ditunda dulu karena hujan kembali turun dengan sangat deras.


Risa memberikan botol minum berisi air kepada Alexa “Semangat bestie.. aku yakin kamu bisa”


Alexa membalasnya dengan senyuman dan berharap scene tersebut akan lancar.


Syuting dimulai lagi, karena medan tanah menjadi sangat licin membuat Alexa lebih berhati-hati berjalan.. produser memarahi Alexa yang berjalan dengan sangat lambat dan Alexa terpaksa melangkahkan kakinya dengan cepat dan kakinya terjerembab di kubangan lumpur.


“Astaga🥲🥲🥲🥲..”


Alexa berusaha mengeluarkan kakinya dan ada seseorang yang langsung bersimpuh membantu Alexa mengeluarkan kakinya dari kubangan itu.

__ADS_1


__ADS_2