OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
First impression


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


......................


Rencana makan pagi itu membuat Taniara sedikit canggung, bagaimana tidak.. dirinya yang bermaksud untuk merawat luka justru malah mendapat hidangan makanan juga.


Andi sudah berangkat ke kantor terlebih dulu, jadi hanya ada Lolita, Keivan dan Taniara di meja makan.


Lolita menyendokkan nasi ke piring Taniara “Nanti nambah lagi ya..”


“Makasih Tante” ujar Taniara sambil tersenyum.


Keivan memakan makanannya dengan santai.


Sedangkan Taniara melahap makanannya dengan terburu-buru, dia sudah hampir terlambat bekerja.


Lolita melihat Taniara memakan makanannya dengan cepat “hati-hati Tan.. nanti keselek loh”


“Makanan Tante enak banget” ujar Taniara sambil mengacungkan jempolnya.


“Ahhh makasih loh” balas Lolita malu-malu.


HUK HUK HUK


Akibat makan terburu-buru Taniara pun merasa tersendat dan langsung meminum air.


“Maaf saya harus pulang sekarang” ujar Taniara setelah menyelesaikan makanannya.


“Kok buru-buru Tan?” Tanya Lolita.


“Saya harus bekerja Tante.. sudah hampir terlambat” balas Taniara sungkan.


“Oooohh gitu.. dianter sama Kei aja” usul Lolita.


Keivan juga setuju “Iya biar aku yang anter”


Taniara menggeleng “ahh gak perlu.. terimakasih terimakasih”


“Disini susah nyari driver ojol jadi mending aku anter, gak ada tapi tapian” ujar Keivan tegas.


“Tapi kaki kamu..” ujar Taniara.


“Gak apa-apa Tan..” balas Keivan.


“Bentar aku ambil kunci mobil sama peralatan kamu yang tadi” ujar Keivan lagi.


Keivan naik kekamarnya sebentar untuk mengambil kunci mobil dan peralatan Taniara.


“Makasih ya Tante, maaf aku ngerepotin” ujar Taniara kepada Lolita.


“No, it’s Okey.. kamu sering main kesini yaa..” balas Lolita sambil tersenyum.


“Iya Tante” balas Taniara membalas dengan senyuman.


Menunggu Keivan sangatlah lama, entah apa yang dia lakukan diatas..


Tapi setelah Keivan sudah turun, Taniara mengikutinya masuk kedalam mobilnya.


“Maaf Kei ngerepotin..” ujar Taniara.


Keivan menggeleng “enggak kok.. aku memang mau pergi, ada urusan..”


Taniara mengangguk paham.


Taniara mengecek ponselnya untuk melihat jam, dan melihat notifikasi dari Diego yang mengajaknya untuk bertemu.


“Ahhh mengapa hari ini.. aku harus bekerja” batin Taniara sedih.

__ADS_1


“Aku harus membalas apa?!” Batinnya binggung.


“Kenapa Tan? Udah telat banget ya?” Tanya Keivan.


“Emmm.. belum kok.. masih ada waktu sedikit lagi” balas Taniara.


Keivan terdiam dan fokus menyetir lagi.


Taniara memutuskan untuk membalas pesan itu nanti setelah tiba di rumah sakit.


Keivan menyetir dengan ngebut agar Taniara segera sampai di rumah sakit.


“Santai aja Kei..” ujar Taniara sebenarnya takut jika perjalanan terlalu mengebut.


“Aku kasihan kamu telat..” ujar Keivan perhatian.


“Belum kok.. hati-hati yaa” balas Taniara menenangkan.


Keivan menurut, dia memelankan kendaraannya.


“Kamu seneng bekerja sama Digo?” Tanya Keivan sambil menyetir.


Taniara mengangguk “Iya, Dia dokter yang baik dan mau mengajarkan aku banyak hal”


“Kamu akan bekerja dengannya terus?” Tanya Keivan kepo.


“Emmm.. untuk saat ini aku masih perlu ilmu dari nya, tapi.. aku sangat ingin membuka praktek sendiri.. namun aku harus belajar lagi di kampus dan itu membutuhkan banyak biaya” ujar Taniara terus terang.


Taniara langsung menutup mulutnya dengan tangan “astaga.. maaf aku malah curhat…”


Keivan tersenyum “kamu pasti bisa”


“I hope that so.. bagaimana dengan kamu? Jika di pikir-pikir .. Hidupmu sudah sangat sempurna” balas Taniara.


“Gak ada hidup yang sempurna Tan.. aku masih punya kekurangan..” balas Keivan.


Akhirnya mereka sampai dirumah sakit dengan selamat.


“Makasih Banyak Kei” ujar Taniara sebelum turun.


Keivan mengeluarkan uang untuk membayar perawatan lukanya, dan memang benar 5x lipat “ini..”


“Ehh aku bercanda kok.. 1x lipat aja hehe” ujar Taniara malu.


“Aku serius kok.. kamu udah bantu aku untuk sembuh, kamu berhak untuk ini” balas Keivan.


“Yaudah aku ambil yaa..” ujar Taniara langsung mengambil uang itu.


Taniara langsung turun dari mobil Keivan dan masuk kerumah sakit.


Keivan tersenyum melihat tingkah Taniara.


......................


Sedangkan disituasi lain, Alexa dan Digo sudah masuk kedalam rumah, seperti biasa orang tuanya pasti bersantai di kebun belakang.


Jadi mereka mutuskan untuk pergi ke kebun belakang.


Digo meminta Alexa mengumpat di belakangnya agar orang tuanya menjadi penasaran terlebih dahulu.


“Bund.. yahh” sapa Digo saat melihat orang tuanya duduk santai sambil mengopi pagi.


Sisca melambaikan tangannya, dia melihat ada wanita dibelakang tubuh Digo, tapi tidak melihat wajah wanita itu dengan jelas.


“Kamu gak kerja Nak?” Tanya Sisca.


Digo menggeleng “Digo ada kejutan untuk kalian”


Bobby sudah melihat ada wanita dibelakang tubuh Digo, dan yakin kejutan yang dimaksud adalah kekasih Digo, tapi dia belum melihat jelas sosok wanita itu.

__ADS_1


“Yang dibelakang kamu siapa?” Tanya Bobby penasaran.


“Emmm.. jangan kaget ya nanti..” ujar Digo.


“1.. 2.. 3 TARAAAAA” ujar Digo sambil membuat Alexa berdiri disampingnya.


Alexa menatap orang tua Digo sambil tersenyum manis


Sisca dan Bobby sangat terkejut, dia masih tak menyangka dengan kenyataan itu.


“Ini Alexa Virana? Serius?” Ujar Sisca senang.


Alexa mengangguk “Halo Tante, Halo Om”


Sedangkan Bobby hanya terdiam, entah apa yang dipikirkan.


“Kamu ngadain fans meeting khusus buat Bunda?” Tanya Sisca terharu.


“Bukan fans meeting.. Seneng gak ketemu Alexa secara langsung?” Ujar Digo.


Sisca mengangguk cepat “yaampun.. cantik banget”


“Lebih cantik aslinya kan?” Tanya Digo sambil menoel tangan Alexa.


Alexa tersenyum malu-malu.


“Ehh saking senengnya Tante lupa nyuruh kamu duduk..”


“Duduk dulu nak” ujar Sisca grogi tapi senang.


Dia masih merasa takjub rumahnya didatangi oleh artis.


“Ternyata kalian beneran temenan ya?” Tanya Sisca lagi.


Sisca memang sangat cerewet.


“Sebenarnya.. Alexa itu pacar Digo” ujar Digo berterus terang.


Bobby sangat terkejut mendengar pengakuan Digo tadi, sepertinya hanya dia yang sedang memikirkan sesuatu.


“Kamu jangan bohongin Bunda..” ujar Sisca tak percaya.


“Serius Bunda..” ujar Digo lagi.


Sisca menatap wajah Alexa yang nampaknya sedang tidak berbohong.


“JADI INI SERIUS?” tanya Sisca memastikan lagi.


Digo dan Alexa mengangguk berbarengan.


“Yaampun.. Bunda seneng banget..” ujar Sisca heboh.


“Calon mantu kita artis yah..” ujar Sisca terus menepuk-nepuk tangan Bobby.


Bobby hanya membalas perkataan itu dengan senyuman.


Ada apa dengan Bobby?


Alexa tidak percaya bahwa kesan pertamanya di mata orang tua Digo akan sebagus ini, dia sangat bersyukur karena di perlakukan dengan sangat baik.


Mereka pun saling berbincang-bincang dan saling bercerita satu sama lain.


......................


Sedangkan Taniara sudah berada diruangannya, dia sungguh binggung ingin membalas apa pada pesan Diego.


Dia sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Diego, tapi dirinya sedang bekerja.


“Bagaimana kalau besok?” Balas Taniara penuh harap agar Diego juga menyetujuinya.

__ADS_1


__ADS_2