
HAPPY READING GUYS!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
......................
Malam harinya Keivan memutuskan untuk pergi kerumah Taniara lagi, dia merasa sangat bersalah sudah mengatakan perihal uang itu, karena Taniara juga mengabaikan pesan dan teleponnya sejak tadi.
Keivan sudah sampai didepan rumah Taniara, dia melihat pintu rumah itu terkunci dan lampu kamar Taniara sudah gelap, mungkin Taniara sudah tidur, tapi saat itu masih jam 7 malam Keivan masih yakin jika Taniara belum tertidur.
Dia mengirimkan pesan untuk Taniara lagi dan memintanya untuk keluar.
TING
“Aku menunggumu diluar” pesan dari Keivan untuk Taniara.
Taniara membuka pesan itu dan mengintip dari jendelannya dan benar Keivan berada diluar rumahnya.
Keivan juga melihat lampu kamar Taniara kembali hidup, dia yakin Taniara sudah membaca pesannya.
“Kalau kamu mau pamer tentang uangmu yang banyak itu, pergilah!” Balas Taniara.
Keivan senang karena akhirnya Taniara membalas pesannya walaupun Taniara masih marah.
Keivan menelpon Taniara, lama dia menunggu agar panggilan tersambung tapi ternyata Taniara masih enggan mengangkat panggilannya.
Akhirnya Keivan mengirimkan voice note dengan isi pesan seperti ini “Taniara, Aku tau aku salah, aku udah sadar apa kesalahanku, aku mau kita bicara lagi, aku mohon beri aku kesempatan”
Taniara membuka voice note itu mendengarkan perkataan Keivan, dia terdengar seperti sudah menyadari kesalahannya, tapi rasa kesal tentang perkataan Keivan pagi tadi masih terngiang-ngiang diotaknya.
Keivan menengok lagi kearah jendela kamar Taniara dan kamar itu sudah gelap kembali, sepertinya malam itu tidak ada harapan untuk Keivan bertemu dengan Taniara,
CEKLEK
Taniara hendak membuang sampah kedepan rumahnya, dia membuka pintu setelah melihat kearah luar dan tak melihat ada Keivan.
Dia membuang sampah dan langsung masuk kedalam rumah lagi.
Tapi sebelum itu Keivan menarik tangan Taniara, ternyata Keivan belum pergi, dia masih menunggu Taniara.
Taniara terkejut karena Keivan masih berada disekitar rumahnya “Kei” ujarnya lirih.
Keivan melihat mata Taniara yang sembab akibat menangis dan langsung memeluk tubuh Taniara.
Taniara yang mendapatkan serangan pelukan mendadak langsung menepuk pundak Keivan agar melepaskan pelukan tersebut.
“Lepas..” ujar Taniara masih memberontak.
Keivan tetap memeluk Taniara dengan erat.
“Lepas.. aku gak bisa nafas..” teriak Taniara lagi.
__ADS_1
Akhirnya Keivan melepaskan pelukannya.
“Maaf..” ujar Keivan setelah itu.
Taniara enggan menatap Keivan “jika hanya ingin mengucapkan kata maaf saja untuk apa dia susah payah datang kesini” batinnya.
“Maaf atas segalanya Tan” lanjut Keivan bersimpuh dihadapan Taniara.
“Kamu bisa mengucapkan itu lewat pesan, tidak perlu susah payah datang kesini” balas Taniara.
“Ada hal lain yang ingin aku katakan dan tanyakan” balas Keivan.
Keivan menatap mata Taniara “Maukah kamu menikah denganku?”
Taniara terkejut mendengar perkataan Keivan.
“Tidak!” Balas Taniara cepat.
“Kamu mengatakan hal itu karena kasihan kan? Karena aku telah menolak uangmu itu.. atau kamu takut aku akan menyebarkan kasus ini ke media dan karirmu akan hancur” lanjut Taniara panjang.
Keivan berdiri lagi “aku meminta maaf karena sudah mengatakan hal seperti itu tadi.. aku juga tidak masalah jika karirku akan hancur setelah ini.. yang aku takutkan adalah kehilangan kamu”
“Cihhh.. Kei, kamu bisa berakting ditempat lain.. aku permisi” ujar Taniara langsung berbalik badan.
“Dora?” Ujar Keivan mengejutkan Taniara.
Taniara menoleh kebelakang lagi, dia mendengar sesuatu.
“Aku sudah mengetahui itu sejak kemarin, saat didalam mobil menuju ke kedai ayam aku juga sudah memberikanmu isyarat tapi kamu belum menyadari itu” lanjut Keivan terus.
“Aku Diego, hal inilah yang ingin aku tanyakan kepadamu” ujar Keivan terus tanpa memberi celah Taniara berbicara.
Taniara mendapatkan serangan kabar mengejutkan lagi, entah mengapa hidupnya selalu terlilit masalah.
“Aku tidak serius tentang kencan itu, mulai sekarang juga aku akan melupakan entah itu tentang Diego atau dirimu” balas Taniara saklek.
Taniara langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan keras.
Keivan memandang kepergian Taniara, entah mengapa hatinya terasa sangat sakit saat melihat Taniara yang dia kenal ceria dulu menjadi pemarah dan membencinya.
......................
Di lain tempat Digo dan Alexa sedang menikmati tontonan film romantis di bioskop, film yang sangat bagus dan para pemainnya juga aktingnya sangat hebat.
Alexa sepertinya sedang memikirkan sesuatu sejak tadi, dia bahkan tidak fokus dalam menonton film tersebut.
Digo mengarahkan salah satu popcornnya kearah Alexa, dan Alexa memakannya sambil tersenyum kearah Digo.
Alexa menyenderkan kepalanya di pundak Digo, dia seperti tidak ingin kehilangan Digo, dia sudah sangat mencintai sosok lelaki disampingnya itu.
Digo menarik wajah Alexa mendekat kearah wajahnya.
Alexa menatap wajah Digo juga, hembusan nafas sudah sangat terasa dekat.
__ADS_1
CUP
Digo langsung m*elumat mulut Alexa pelan dengan pagutan dan lilitan lidah, Alexa juga membalas serangan itu.
Digo memegang dagu Alexa untuk menekan ciuman mereka semakin dalam.
Ciuman yang cukup lama terhenti setelah dikejutkan oleh lampu bioskop yang menyala lagi karena film sudah berakhir.
Mereka keluar dari bioskop sambil terus berpegangan tangan, genggaman yang hangat seperti suasana hati yang sedang mereka rasakan.
Mereka menggelilingi taman diluar Mall sebelum pulang kerumah, malam itu cuaca sangat dingin dan lumayan sepi.
“Kamu suka filmnya sayang?” Ujar Digo menatap Alexa sambil tersenyum.
Alexa mengangguk “aku suka sayang.. tapi aku sedih karena akhir dari film itu sangat menyedihkan..”
“Akhir kisah kita tidak akan seperti itu kan sayang?” Lanjut Alexa lagi.
Digo menggeleng dan memeluk tubuh Alexa “tidak akan..”
“I love you..” ujar Alexa tiba-tiba meneteskan air matanya saat dipeluk oleh Digo.
Digo yang masih memeluk Alexa tidak mengetahui bahwa Alexa sedang menangis dalam pelukannya.
“I love you too” balas Digo.
“Maaf aku sudah mencintaimu..” batin Alexa menatap Digo sambil tersenyum.
“Aku pastikan hari ini adalah hari terakhir aku untuk mengatakan hal ini padamu.. I love you..” batin Alexa menatap Digo penuh dengan pikiran yang rumit.
Digo menarik tangan Alexa “Aku kita pulang..”
Alexa menahan tangan Digo “Aku pulang sendiri ya sayang.. aku akan pergi bersama Risa”
“Yasudah aku akan mengantarmu..” usul Digo.
“Tidak perlu.. aku bisa sendiri..” balas Alexa meyakinkan Digo.
“Ada yang kamu sembunyikan?” Tanya Digo sambil membelai pipi Alexa.
Alexa menggeleng “No.. aku bisa pergi sendiri, nanti aku akan mengabarimu”
“Baiklah, berjanjilah untuk mengabariku..” balas Digo sambil mengecup pipi Alexa singkat.
Digo paham dan akhirnya meninggalkan Alexa sendiri sesuai keinginannya
Alexa melambaikan tangannya kearah Digo yang melihatnya dengan jarak yang cukup lumayan jauh.
“Terimakasih Digo, sampai jumpa lagi..” batin Alexa sedih.
__ADS_1