OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Mendadak posesif


__ADS_3

HAPPY READING!!🥰


JANGAN LUPA DI LIKE, COMMENT DAN VOTE\~


Setelah pertemuan pertama ketika sudah dewasa Alika setuju dengan pandangan dan cerita dari Ibunya tentang Digo selama ini, bahkan Alika ingin mengetahui lebih banyak hal tentang Digo kedepannya. Pagi ini dia berniat datang ke rumah sakit tempat Digo bekerja sambil mengajaknya makan siang bersama. Dia memasak makanan itu sendiri agar higienies, maklum dia tipikal orang yang sangat menjaga pola makannya.


Setelah sampai dirumah sakit, Alika bertanya kepada salah satu perawat dimana letak ruangan Digo, dan perawat itu menunjukkannya.


Alika langsung masuk ke ruangan Digo dan menyapa “Hai, Selamat siang Dokter”


Digo yang tengah mengetikkan sesuatu di laptopnya langsung melihat kearah pintu “Alika? Kenapa kamu bisa datang kesini?”


“Aku lupa meminta nomormu kemarin, jadi aku mempunyai ide untuk menemuimu langsung sekarang” balas Alika yang kini sudah duduk di kursi.


“Jam makan siang seharusnya bapak dokter itu harus makan, bukan bekerja” lanjut Alika sambil membuka kotak makan.


“Ada sedikit pekerjaan, jadi aku harus tetap bekerja” ujar Digo.


“Jika kamu telat makan dan sakit, kamu justru akan menambah pekerjaanku” balas Alika.


“Kenapa begitu?” Tanya Digo


“Karena jika kamu sakit kamu akan menjadi pasien, dan aku akan menjadi doktermu” balas Alika sambil tertawa.


Digo juga ikut tertawa “kamu ini..”


“Sekarang tutup laptopmu dan makan bersamaku, tidak ada tapi-tapian” ujar Alika memaksa.


Digo menutup laptopnya dan menghormati permintaan Alika yang sudah bersusah payah datang membawa makanan untuknya.


“Hanya 1 kotak?” Tanya Digo melihat hanya ada 1 kotak makan.


“Kita tidak akan suap-suapan kan?” Lanjut Digo lagi.


Alika tertawa “Hahaha.. tidak, itu untukmu, dan aku hanya akan meminum jus ini” sambil memperlihatkan botol minumnya yang berisi Jus.


“Kamu itu sudah ideal, kenapa harus diet-dietan lagi?” Tanya Digo penasaran.


“Entahlah, tapi itu sangat penting bagiku” balas Alika singkat.


Digo mengunyah makanannya “Emmmm.. Ini Lezat sekali”


“Aku memasak ini khusus untuk dirimu” balas Alika.


Digo mengernyitkan satu alisnya “wahh.. bahkan kamu juga bisa memasak?”


“Tentu saja bisa.. aku hidup sendiri bertahun-tahun di England, jadi sudah biasa melakukan hal itu” ujar Alika percaya diri.


“Aku senang kamu menyukainya” lanjut Alika lagi sambil tersenyum.

__ADS_1


......................


“Cihh.. bisa-bisanya mereka lupa menutup tirai jendelanya” ujar Alexa melihat kedekatan Digo dengan Alika.


Saat itu Alexa juga ingin membawakan makanan untuk Dr. Digo, bahkan dia sudah merasa kesusahan berjalan menggunakan satu tongkat sambil membawa 1 paper bag.


Dia memutuskan untuk memakan makanan itu di rooftop saja, walaupun hatinya kecewa tapi dia masih berpikir kenapa dirinya harus kecewa, bukankah Digo dan dirinya tidak mempunyai hubungan khusus yang patut membuatnya cemburu dan kecewa…


Setelah beberapa menit berjalan dengan hati-hati dia sampai juga di rooftop itu lagi, siang itu cukup terik jadi tempat itu lumayan sepi, tapi dia melihat Taniara duduk disana sendirian.


“Hai Tan” sapa Alexa.


“eee Alexa, kamu sendirian kesini?” Tanya Taniara langsung membantu Alexa untuk duduk.


Alexa mengangguk “aku bosen makan siang di kamar”


“Kamu ngapain disini?” Tanya Alexa balik.


“Sekarang jam makan siang, jadi aku istirahat disini” balas Taniara menyembunyikan perasaan sedihnya.


“Udah makan belom?” Tanya Alexa lagi.


“Belom nih, males banget aku turun ngambil makanan aku” balas Taniara.


Alexa menyerahkan 1 makanannya kepada Taniara “Makan yuk? Kebetulan aku bawa lebih”


“Wahh beneran nih? Kamu baik banget” balas Taniara sambil mengambil makanan itu.


“Sebenarnya ini untuk seseorang, tapi aku rasa dia sudah makan sekarang” balas Alexa.


“Jangan khawatir, aku akan menghabiskan makanan ini” ujar Taniara sambil mengedipkan matanya.


Alexa membalasnya dengan senyuman dan tertawa.


“Oooh yaa.. besok kamu akan di rontgen lagi, jika hasilnya bagus kamu besok juga sudah boleh pulang” ujar Taniara sambil mengunyah makanannya.


“Benarkah? Wahhh syukurlah” balas Alexa senang.


Taniara mengangguk “iya, benar. Dr. Digo yang mengatakan itu, dia senang merawatmu karena kamu tidak pernah melawan perkataannya, dan kerja kerasmu yang luar biasa agar bisa berjalan lagi”


“Cihh.. dasar pengumbar kata-kata manis” batin Alexa masih kesal saat melihat ekspresi ramah Digo kepada wanita tadi.


“Apakah kamu pernah menyukai seseorang diam-diam?” Tanya Taniara iseng.


“Aaah aku rasa kamu tidak pernah.. kamu kan artis besar dan terkenal, pasti banyak yang mengejarmu” lanjut Taniara lagi.


“Aku tidak yakin apakah sudah menyukainya atau belum.. bagaimana denganmu?” balas Alexa


“Aku sudah melakukan itu lebih dari 2 tahun lalu, Hahaha pasti terdengar sangat konyol” ujar Taniara.

__ADS_1


“Kenapa kamu menyembunyikannya? Mungkin saja jika kamu mau berterus terang dia akan menerimamu juga” ujar Alexa.


“Masalahnya aku takut jika akhirnya dia malah menjauh dariku, aku tau aku bukan seleranya” balas Taniara sedih.


“Aku tidak percaya, Suster Taniara yang aku kenal sangat ramah dan periang memiliki kisah seperti ini, aku doakan agar kamu mendapatkan sesuatu yang terbaik secepatnya yaa” ujar Alexa menenangkan Taniara.


“Terimakasih Alexa” balas Taniara sambil tersenyum.


Usai mereka menyelesaikan makanan mereka, dia memutuskan untuk turun kembali bersama.


......................


“Loh.. kalian berdua habis darimana?” Ujar Digo saat melihat Alexa dan Taniara datang bersamaan.


“Aku tadi makan siang bersama Alexa di rooftop” balas Taniara.


“Jangan bilang, anda berjalan sendirian lagi ke rooftop?” Ujar Digo bertanya kepada Alexa.


Alexa hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Digo.


Taniara membantu menjawab “Iya, dia datang sendiri kesana, tapi aku rasa dia sudah terbiasa berjalan dengan tongkat itu”


Alexa langsung masuk ke kamar rawatnya “permisi, saya harus masuk dulu”


Digo merasakan ada yang berbeda dengan tingkah Alexa, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet dan cengengesan.


“Aku balik keruangan dulu ya go” ujar Taniara pergi meninggalkan Digo.


Digo langsung masuk ke kamar rawat Alexa “Alexa, jangan pernah datang sendirian lagi ke rooftop”


Alexa yang merasa kebinggungan mengapa Digo tumben melarangnya “Kenapa tidak boleh dokter?”


“Anda tau bagaimana kondisi anda sekarang kan? Lokasi kamar rawat ke rooftop itu sangat jauh, bagaimana jika nanti anda terjatuh atau ada hal buruk lainnya?” Ujar Digo panjang.


Alexa makin kebinggungan “Saya akan berjalan dengan hati-hati kok dokter, dan saya baik-baik saja”


“Tidak ada tapi-tapian, jika anda ingin pergi kemanapun, ijin padaku dan saya akan mengantar anda pergi mulai sekarang” balas Digo.


DEG


“Aku tidak salah dengar kan?” Batin Hati Alexa seperti ingin meledak sekarang.


“Aaaahhh kenapa dia semakin imut ketika sedang marah” batin Alexa kegirangan.


“Anda dengar perkataan saya kan?” Ujar Digo lagi.


Alexa mengangguk dengan cepat “baiklah dokter”


Digo langsung meninggalkan kamar rawat Alexa sambil merutuki dirinya yang mengatakan hal yang sedikit berlebihan itu.

__ADS_1


Setelah Digo pergi Alexa langsung senyum-senyum sendiri sambil memainkan boneka panda putih pemberian Digo kemarin “Iiihhhh dia selalu berhasil bikin hati aku dag dig dug seeeerr”


__ADS_2