OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Datang lagi


__ADS_3

HAPPY READING🥰


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


......................


Alika datang lagi, setelah 2 bulan kepergiaannya ke Inggris. Rudi, ayahnya memintanya untuk kembali karena khawatir tidak bisa melihat putrinya lagi akibat kondisinya yang semakin menua.


Tempat pertama kali yang dikunjunginya adalah rumah sakit tempat Digo bekerja, dia sudah sangat rindu teman kecilnya itu.


KRET


“Haii..” sapa Alika dengan senyuman manisnya, dia juga membawa 2 bungkus kotak makanan.


Digo sangat terkejut karena melihat Alika lagi “Alika? Kamu disini?”


Alika mengangguk “Iya.. aku boleh duduk?”


Digo mempersilahkan Alika untuk duduk.


“Bukannya kamu sudah bekerja di Inggris?” Tanya Digo lagi.


“Ayah memintaku kembali, umurnya sudah tua, dia mengkhawatirkan aku..” balas Alika.


Digo mengerti.


“Apa kabar?” Tanya Alika sambil menatap Digo.



“Aku.. baik, kamu?” Tanya Digo balik.



“Aku juga baik” balas Alika.


“Aku bawakan makan siang untukmu” lanjut Alika sambil membuka bungkusan plastiknya.


“2 kotak?” Tanya Digo saat melihat 2 kotak makanan.


“Aku sudah tidak diet lagi sekarang.. aku sering maag akhir-akhir ini” lanjut Alika.


“Astaga.. kamu seharusnya menjaga dirimu lebih baik mulai sekarang” balas Digo.


Alika mengangguk “yaaa hmmm.. mungkin akibat aku yang selalu insecure..”


mereka menikmati makanan itu bersama-sama sambil bercerita tentang pengalaman-pengalaman unik mereka.


“Lain kali kamu jangan repot-repot yaa bawain aku makanan, aku jadi gak enak..” ujar Digo.


“Gak apa kok.. nanti gantian kamu yang ngajak aku pergi.. bisa kan?” balas Alika.


Digo tersenyum “tapi akhir-akhir ini aku sangat sibuk sekali..”


“Jadi kamu menolakku?” Ujar Alika cemberut.


“Bukan begitu.. baiklah.. aku akan menjemputmu nanti malam, kita akan makan malam bersama” balas Digo lagi.


Alika tersenyum bahagia.


Digo sebenarnya tidak ingin mengkhianati Alexa, bagaimanapun mereka masih berpacaran, karena belum ada kata putus diantara mereka, dia hanya menyesali keputusan Alexa yang meninggalkannya tanpa sebab.


......................


Alexa menikmati hari magangnya siang itu, dia melewati bangsal pasien yang mengalami cedera kemarin, pasien itu nampak masih merasakan kesakitan, dia sangat penasaran dengan hasil rontgen pasien itu.


Salah satu keluarga pasien itu memohon kepada dokter untuk membantu penyembuhan putrinya, hati Alexa sangat terenyuh saat melihat keadaan seperti itu.


Alexa masuk kedalam bangsal pasien itu, alih-alih penasaran dia pun bertanya tentang kondisi pasien itu.

__ADS_1


“Halo selamat siang..” sapa Alexa.


Berhubung bangsal pasien itu sedang sepi jadi Alexa berani untuk masuk.


“Selamat siang dokter” balas pasien itu.


“Apakah sangat sakit?” Tanya Alexa peduli


Pasien itu meringis dan mengangguk.


“Apa yang terjadi padamu?” Tanya Alexa lagi.


“Aku terpental dari motorku, tubuhku sangat sakit sekali dokter” balas pasien itu.


Alexa mengerti mengapa keadaan pasien itu lumayan buruk.


Dokter yang menanganinya pun datang dan membacakan hasil rontgennya.


Sebelum mendengar diagnosa tersebut Alexa sudah pergi terlebih dahulu karena ada pasien lain.


Pasien itu membutuhkan dokter ortopedi yang terpercaya dan handal. di negara itu semua orang tahu kemampuan Dokter Digo yang memang ahli dalam penyakit yang sedang diderita pasien itu. Rumah sakit pun berencana memanggil Dr. Digo untuk datang dan menangani pasien itu.


...****************...


Digo menepati janjinya untuk menjemput Alika dan mengajaknya malam malam.


Setelah berpamitan dengan Tante Lisa dan Om Rudy akhirnya mereka berangkat ke sebuah restoran terkenal didaerah itu.


Mereka sudah duduk di dalam restoran.


“Kamu mau pesan apa?” Tanya Digo sambil membaca buku menu.


“Hmmm.. ini” ujar Alika sambil menunjuk salah satu menu.


“Jangan.. itu terlalu pedas, nanti sakit maagmu kambuh” ujar Digo perhatian.


Alika tersenyum dan menahan rasa canggungnya malam itu.


Alika mengangguk setuju.


Mereka pun memesan makanan pada pelayan.


Selagi menunggu makanan, mereka pun berbincang-bincang.


“Apakah kamu sudah memiliki rencana ingin bekerja dimana?” Tanya Digo memulai.


“Emmm.. sudah.. aku mendapatkan tawaran mengajar di kampus X” balas Alika.


“Wow.. hebat” ujar Digo terpukau.


“Lebih hebat kamu..” balas Alika.


Pelayan pun datang membawa makanan mereka.


“Dan.. kekasihmu.. bagaimana kabarnya?” Tanya Alika yang sebenarnya sangat penasaran.


“Wahh masakannya sangat lezat” balas Digo mencari topik lain.


Alika merasa bahwa Digo tidak ingin berbicara jujur tentang kekasihnya dengannya.


Alika melanjutkan makannya.


“Kamu menikmati makan malam ini?” Tanya Alika menatap Digo.


Digo mengangguk “Ya.. aku menikmatinya”


Alika sangat lega, dia hanya takut Digo melakukan ini dengan terpaksa.


“Kamu mau dessert?” Ujar Digo menawarkan dessert.

__ADS_1


Alika nampak berpikir


“Katanya gak diet lagi..” ejek Digo sambil sedikit tertawa.


“Bukan itu.. aku hanya ingin minum sekarang..” balas Alika.


“Minum?” Tanya Digo balik.


Alika mengangguk cepat.


“Serius?” Tanya Digo memastikan.


“Sedikit saja..” balas Alika.


“Untuk menghilangkan penat..” lanjut Alika lagi.


Digo pun menyetujui itu dan hendak memanggil pelayan.


“Jangann…” ujar Alika menahan Digo.


“Aku ingin minum dipinggir jalan..” lanjut Alika lagi.


Digo tak menyangka Alika, wanita modern mempunyai pemikiran seperti itu.


“Mau kan?” Tanya Alika lagi.


“Baiklah…” balas Digo.


“Yeyyy… yaudah yuk..” ujar Alika senang.


Mereka keluar dari restoran mahal itu dan beralih ke kedai pinggir jalan.


“Aku kira setelah kamu sekolah di Inggris.. kamu akan malu jika makan dipinggir jalan..” ujar Digo



“Aku malu? Gak lah.. lagi pula aku di Inggris juga melakukan hal yang sama seperti disini..” ujar Alika.


“Oh ya? Sangat menarik..” balas Digo sambil tersenyum.


Senyumannya itu membuat hati Alika bergetar, keinginannya untuk mempunyai hubungan lebih serius dengan Digo dulu pun tumbuh kembali.


“Aku suka senyum kamu..” ujar Alika blak-blakkan.


“Selama ini aku belum pernah melihatnya..” lanjut Alika lagi.



“Dulu waktu kecil, kamu selalu nangis gara-gara aku” ejek Alika lagi.


“Itu karna kamu yang curang..” balas Digo.


“No.. aku gak pernah curang yaaa” balas Alika tak mau kalah.


“Yaudah iya iya iyaa…” balas Digo mengalah.


Mereka tertawa-tawa saat mengingat kenangan masa kecil bersama.


Digo menyadari bahwa sudah beberapa minggu ini dia sudah jarang tersenyum bahkan tertawa, walaupun kelakuan Taniara yang receh pun setiap hari tidak bisa membuatnya tersenyum.


Tapi kedatangan Alika lagi seakan membantu penyembuhan hatinya, dia memang belum bisa melupakan Alexa, bahkan tidak akan bisa.


Setidaknya kedatangan Alika ini membuatnya sedikit bergairah untuk hidup dan menjalani hari-harinya lagi.


...****************...


Di lain tempat Alexa sedang memandang langit malam yang penuh dengan bintang-bintang diatas rooftop rumah sakit, dia merasakan kesunyian dan kehampaan.


“Aku harap kamu selalu senyum disana..” ujar Alexa sambil menatap kearah langit.

__ADS_1


“Jangan khawatir.. aku disini juga tersenyum, walau tanpa kamu..” lanjut Alexa yang tak sadar air matanya menetes lagi.


__ADS_2