OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Tiket ke mars (+)


__ADS_3

Judul diatas gw tujukan kepada readers yang sudah tidak kuat dengan ke uwuan Digo dan Alexa xixixi canda lah yaa.. kalau kalian ke mars yang baca novel gw siapee🤣


“Aghhh sayang.. sepertinya aku kuat sampai pagi huhhh” racau Digo keenakan.


Sedangkan Alexa langsung shock.


Orang yang didepannya yang sedang mengobrak-abrik tubuhnya itu seperti bukan orang yang dia kenal biasanya, dia salah mengira Digo sepolos itu.


“Ahh dia ganas juga” batin Alexa merengek.


Digo mempercepat hentakannya, dia akan mencapai pelepasannya lagi, miliknya mengembang sempurna didalam inti sempit istrinya.


“Ahhhh ahhh huhh hahh” racau Digo saat berhasil menembakkan benihnya kedalam.


Kenikmatan yang mereka raih tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata lagi.


“Minum dulu sayang” ujar Digo melepaskan penyatuannya dan membawakan segelas air untuk istrinya.


Sedangkan Alexa masih menetralkan lagi kondisi tubuhnya yang seperti tersengat listrik bertegangan tinggi.


Digo mendekatkan gelas itu ke bibir istrinya, dan Alexa meminum air itu sampai habis.


“Capek yaa?” Ujar Digo menghapus keringat diwajah Alexa dengan jarinya.


Alexa mengangguk, dia menyerukkan wajahnya dipundak Digo.


Digo mengelus rambut Alexa pelan “yaudah kita tidur ya sayang”


Alexa merebahkan badannya lagi, Digo tidur disebelahnya dan menaikkan selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos.


Digo merapatkan tubuhnya kedekat istrinya, mulai malam ini dan seterusnya dia tidak memerlukan guling lagi, dia akan memeluk istri tercantiknya itu semalaman.

__ADS_1


“Aku capek sayang….” Keluh Alexa, suaranya sudah serak akibat berteriak-teriak dari tadi.


“Peluk aja kok sayang..” balas Digo.


Alexa menyenderkan kepalanya di dada kekar suaminya, posisi intim seperti itu membuat Milik Digo berdiri tegak lagi, tapi jika Digo menyerang lagi.. akan terlihat sangat maniaklah dia (lah emang maniak pak🤣)


Beberapa menit dia mencoba untuk tenang, dia berharap miliknya yang tegang itu akan tidur dengan sendirinya, tapi ternyata gairahnya semakin meronta-ronta, seakan sangat ingin menyerang sarang yang tepat berada disampingnya.


“Sayang…” ujar Digo yang sudah sangat tidak tahan.


Alexa sudah benar-benar tertidur.


“Serang istri sendiri gak dosa kan..” batin Digo telah menyerah dengan gairahnya itu.


Dia menelentangkan tubuh Alexa lagi, saking lelapnya Alexa tidur dia bahkan tidak menyadari bahwa ada bayi besar yang menyusu di gunungnya secara bergiliran.


Sesekali dia melenguh dan Digo benar-benar terkekeh dengan perbuatannya, bisa-bisanya dia seaktif ini saat berh*ubungan, jika diingat sudah berapa ronde yang mereka lakukan.


Bahkan dikamar sebelah, kamar Bobby dan Sisca, suasana sudah mulai menghening, mereka sudah tertidur dengan lelap, sebenarnya Bobby masih sanggup menggempur istrinya, tapi siapa yang bisa melawan Sisca, dengan tatapan sinisnya saja sudah membuat Bobby ketakutan.


Sedangkan Alexa mulai merasakan hal yang aneh, dia bahkan sampai terbawa mimpi tentang malam percintaannya itu, tapi mimpi itu terasa sangat nyata.. dia bahkan mendengar erangan suaminya dengan sangat jelas.


“Ahhh Digo!!!!!!!” Teriak Alexa keras.


Ternyata dia sedang tidak bermimpi, Digo benar-benar sedang menyerangnya sekarang.


Digo hanya tersenyum menyeringai sambil terus menyodok dengan cepat.


“Turun!!!!!” Ujar Alexa lagi.


“Ini jatahmu yang terakhir, 1 minggu kedepan gak boleh lagi!!” Ujar Alexa kesal.

__ADS_1


Digo langsung turun dari tubuh Alexa dan mencabut miliknya “Sayang.. maaf”


Alexa merasa kesal dan hanya diam tanpa membalas perkataan suaminya itu


Alexa mengambil pakaian di lemari hotel dan masuk kekamar mandi, dia juga sempat melirik kearah jam, itu sudah pukul 03.00 dini hari, bisa-bisanya suaminya menggempurnya habis-habisan.


Alexa melangkahkan kakinya perlahan, rasa sakit akibat pertempuran tadi benar-benar menyiksanya.


“Nikmat sih nikmat tapi jangan gitu juga!!” Ujar Alexa langsung membanting pintu kamar mandi dengan keras.


Digo terus mengetuk pintu kamar mandi, memohon kepada Alexa untuk memaafkan kesalahannya.


Digo juga memutuskan mengenakan boxernya, beberapa menit kemudian Alexa sudah mengenakan baju tidurnya dia juga harus berkeramas di jam segitu, dia benar-benar sangat kesal.


“Maaf sayang” rengek Digo mengikuti langkah Alexa terus.


Digo menganggu Alexa dari belakang saat sedang mengeringkan rambutnya yang basah itu.


“Sayang.. maaf yaa” rengek Digo terus.


“Tarik ucapanmu yang tadi sayang” lanjutnya sambil menarik-narik pakaian Alexa.


“Tidak akan! Kamu sudah sangat kelewatan” ujar Alexa kesal.


“Ya sudah aku juga melarangmu bekerja..” balas Digo mengeluarkan jurusnya.


Alexa menoleh kearah Digo “Kok jadi aku yang kena juga?”


“Aku begini kan karna kamu juga sayang” balas Digo menyengir.


“Aku terlalu excited di malam pertama kita” lanjutnya lagi.

__ADS_1


“Aku sayang banget sama kamu..” lanjut Digo memeluk tubuh Alexa lagi.


Alexa langsung luluh lagi, Digo berhasil membuat rasa kesalnya menurun.


__ADS_2