
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
...****************...
Sedangkan Alexa semakin was-was saat dibekerja di rumah sakit, dia selalu mengenakan masker agar wajahnya tidak terlihat dan diketahui oleh Digo.
Menurut kabar Digo hanya akan bertugas beberapa hari saja di Meta Hospital, jadi selama beberapa hari itu Alexa berusaha agar keberadaannya tidak terbongkar.
Malam itu mata Alexa sangat mengantuk, dia memutuskan membeli kopi di mesin kopi yang tersedia dirumah sakit.
Alexa memasukkan koin untuk berbelanja di mesin tersebut.
KRING
Tapi seseorang tiba-tiba menelponnya, jadi dia lebih memilih mengangkat telepon itu.
âHalo Ibu..â ujar Alexa, ternyata yang menelponnya ada Mita, Ibunya.
âBaik kok.. ini aku lagi kerja..â balas Alexa lagi.
âOkee kapan-kapan aku pulang ya pas libur..â ujar Alexa lagi.
Alexa langsung menutup panggilan itu dan memasukkan ponselnya ke saku jasnya.
Dia menoleh kearah mesin kopinya dan sudah berdiri seseorang laki-laki yang memegang segelas kopi.
âMaaf aku tadi nerobos duluanâ ujar Digo.
Digo menyerahkan koin ganti âIni koin gantinyaâ
âEhh gak usah.. aku punya lagi kokâ ujar Alexa sambil menunjukkan koinnya.
Alexa langsung memasukkan koinnya dan memilih kopi yang dia mau.
âKamu xaxa?â Tanya Digo.
Alexa mengangguk.
âMasih pilek?â Tanya Digo lagi.
Alexa mengangguk lagi.
âAku ada obat manjur.. mau?â Tanya Digo lagi.
Alexa menggeleng âAku sudah minum obatâ
âTapi obatku sangat mempan untuk pilekmu itu..â ujar Digo sedikit memaksa.
âTerimakasih, tapi aku sudah mempunyai obat sendiriâ balas Alexa langsung mengambil kopinya dan pergi.
âSombong sekali..â batin Digo melihat tubuh Alexa yang semakin menjauh pergi.
__ADS_1
Alexa masuk kembali keruangan pasiennya dan memasangkan cairan infus, saat didalam ruangan dia melepaskan maskernya karena dia sangat enggap jika terus menggenakan masker.
âBaik.. semuanya sudah beres, bapak bisa istirahat yaaâ ujar Alexa memberitahukan pasiennya.
âTerimakasih dokterâ balas Pasien itu.
Alexa memasang maskernya lagi dan pergi dari ruangan pasien itu.
Karena shift malam dia benar-benar bosan dan mengantuk, dia memilih untuk duduk di lobby sendirian sambil membaca buku kedokteran.
Alexa fokus membaca buku kedokteran itu.
âHai xaâ ujar Teman perawatnya.
âHai..â balas Alexa langsung menutup bukunya.
âMasih sakit?â Tanya temannya lagi.
âIni Obat pilek..â ujar temannya lagi sambil menyerahkan obat pilek.
Alexa menerima obat itu, dia bahkan menerima obat disaat tidak sakit.
âMakasihh..â balas Alexa.
Temannya pun pergi meninggalkan Alexa.
âHuuufftt enggap banget..â ujar Alexa pelan, merasakan kedamaian saat maskernya terlepas.
âEkhemm..â ada suara deheman dari balik pintu.
Alexa cepat-cepat memasang maskernya lagi, karena terburu-buru dia bahkan memasang maskernya dengan keadaan terbalik.
Dan Ternyata itu Digo.
Alexa terkejut melihat Digo dari balik pintu disebelahnya duduk.
âBagaimana jika dia melihat wajahku tadi?!â Batin Alexa ketakutan.
âKok duduk sendiri?â Tanya Digo.
âEmmm.. kepengen ajaâ balas Alexa dengan suara yang sudah dibedakan.
âMasker kamu..â ujar Digo.
Alexa sudah overthinking dia khawatir Digo sudah mengenali dirinya.
âBukan.. kamu salah orang!â Balas Alexa cepat.
âMaksud kamu?â Tanya Digo binggung.
âKamu yang kenapa.. selalu ngikutin akuâ balas Alexa sinis.
__ADS_1
âKita kan kerja di satu tempat..â balas Digo realistis.
âYaa tapi kamu gak perlu muncul-muncul terus!â Balas Alexa lagi.
âAda apa dengan wanita ini?!â Batin Digo benar-benar binggung.
âAneh.. aku cuma mau bilang masker kamu kebalik aja kokâ balas Digo.
âHah?â Ujar Alexa langsung mengarahkan kamera depan ponselnya kewajahnya.
Dan ternyata benar-benar terbalik, tapi dia tidak mungkin melepaskan maskernya didepan Digo.
Digo pun pergi meninggalkan Alexa sendirian, di dalam hati Digo sedikit merasakan curiga karena gerak-gerik Alexa yang sangat aneh dan menghindarinya terus.
......................
Sedangkan Alika dia juga menghindari Digo, untuk membatasi perasaannya yang sangat mudah terpancing oleh perhatian Digo.
bahkan tadi pagi dia sengaja berangkat lebih awal ke kampus agar Digo tidak menjemputnya kerumah.
Sebelum Digo bisa move on dan menerimanya sebagai kekasih, Alika akan terus menghindari Digo.
Alika baru saja menyelesaikan urusan pekerjaannya di kampus, dan berniat untuk memesan taksi online, dia menunggu dihalaman depan kampus.
âAlikaâ sapa Digo sedikit berlari kearah Alika.
âDigo..â balas Alika tak percaya Digo ada dihadapannya.
âKamu kok gak angkat telpon dan balas pesan aku?â Tanya Digo.
âAku bilang mau jemput kamu juga kan kemarinâ lanjut Digo lagi.
âAku tadi berangkat lebih awal..â balas Alika.
âKamu tinggal info aja jam nya, bisa kan?â Lanjut Digo.
âKamu gak perlu melakukan ituâ balas Alika jutek.
âLagian untuk apa.. aku gak pantes kan?â Tanya Alika lagi.
Digo mengerti bagaimana perasaan Alika.
âKita bicara disana yuk? Gak enak ditempat umumâ ujar Digo
âAku mau pulang Go..â balas Alika sambil mengecek aplikasi driver onlinenya.
âAku tau kamu marah, aku cuma berharap kamu memberi aku waktu sedikit saja..â balas Digo memohon.
âSampai kapan? Kalau Alexa muncul lagi.. kamu pasti bakalan milih dia lagi.. padahal yang nemenin kamu susah itu aku!â Ujar Alika mengeluarkan kekesalan hatinya.
âSelama ini kamu nganggep aku sebagai teman, dan sampai kapanpun akan selalu seperti itu.. jadi lebih baik, kamu menjauh saja darikuâ ujar Alika lagi.
Mobil taksi online pesanan Alika sudah sampai, dia langsung masuk kedalam.
__ADS_1