OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Ahli dibidangnya


__ADS_3

HAPPY READINGđŸ„°


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


...****************...


Keesokan harinya adalah jadwal operasi perdana Digo untuk penyakit Lumbar, Alexa juga membantu Digo untuk menjadi asistennya.


Berdasarkan rekam medis pasien tersebut, selain sedang mengalami lumbar spinal stenosis, pasien itu ternyata mempunyai riwayat sakit jantung, dan itu cukup membuat Digo was-was.


Alexa masuk keruangan pasien untuk mengatakan bahwa jadwal operasi akan dilaksanakan sebentar lagi.


“Selamat pagi” sapa Alexa ramah.


“Selamat pagi dokter” balas wanita tua itu.


“Dokter.. saya takut..” ujar wanita itu takut akan operasinya.


“Jangan khawatir, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesehatan Ibu” balas Alexa.


“Apakah saya bisa sembuh lagi? Atau nanti operasinya gagal dan saya akhirnya meninggal..” ujar wanita itu lagi.


“Ust.. jangan bicara seperti itu, percaya pada Dr. Digo, Ibu akan sembuh..” ujar Alexa menenangkan pasiennya.


“Tenang, persiapkan mental Ibu, sebentar lagi akan ada perawat yang menjemput Ibu” lanjut Alexa lagi.


Alexa sebenarnya merasa kasihan dengan kondisi pasien itu, tapi dia yakin dengan kemampuan Digo, semuanya pasti akan baik-baik saja.


Alexa sudah berganti kostum untuk operasi pertamanya.



Sedangkan Digo masih mempersiapkan sesuatu bersama dokter bedah umum, dia terpana melihat penampilan Alexa yang cocok dengan seragam dokternya.



“Senyum..” bisik Digo sambil mengisyaratkan untuk senyum dari jauh.


Alexa menggeleng dan mendekati Digo setelah dokter yang lain pergi.


“Aku takut..” ujar Alexa.


“Kenapa takut?” Tanya Digo.


“Takut jika operasinya gagal..” balas Alexa khawatir saat melihat kondisi pasien tadi.


“Kita akan berusaha, apapun hasilnya nanti itu adalah kehendak tuhan” balas Digo realitis.


“Aku ganti baju dulu ya” ujar Digo lagi meninggalkan Alexa.


Alexa masuk keruangan operasi, dia berdoa agar operasi perdananya akan berjalan lancar dan berhasil.


Pasien sudah di anestesi dan sudah berbaring di meja operasi.


Para dokter sudah stand by disana dan siap dengan operasi lumbar kali ini.


“Sebelum operasi dimulai, mari kita menundukkan kepala sejenak untuk berdoa agar diberikan kelancaran dan keberhasilan untuk kita dan pasien dalam operasi ini..” ujar Digo memimpin operasi.


Berdoa dimulai.


Berdoa selesai.


“Aku akan mulai redaksi”

__ADS_1


(Redaksi : mengoreksi penyelarasan tulang)


Digo mulai membedah kaki pasien.


“Self retactor”


“Bone holding clamp”


Sejauh ini operasi masih aman.


“Ambilkan C -arm”


(C-arm adalah alat proses operasi untuk melihat gambar atau objek, yang dapat dilihat langsung dengan cara fluoroskopi. Gambar yang diperoleh tersebut kemudian ditampilkan dengan bantuan layar monitor)


C-arm dihidupkan, dan semua orang bisa melihat kondisi tulang pasien.


“Oke, tulang-tulang itu tampak sejajar” ujar Digo.


“Tolong plat enam lubang” perintah Digo lagi.


Operasi sudah selesai ditangani oleh Dr. Digo, kini giliran dokter umum yang bertindak.


“Mari kita mulai dengan arteri”


Dokter umum mulai menyambung arteri kaki pasien yang cidera.


“tolong suture” ujar Digo.


Alexa memberikan suture kepada Digo dengan tangan gemetar.


“Fokus” ujar Digo mengingatkan Alexa.


Alexa mengangguk, dia benar-benar cemas dan merasa takut pada operasi pertamanya.


“92 lebih dari 60, denyut nadinya 98 bpm Dokter” ujar dokter anestesi.


Sepertinya pasien mengalami serangan jantung pasca operasi.


Dokter umum langsung mengambil tindakan agar kondisi pasien stabil lagi.


“Denyut nadinya terus menurun, ini dapat menyebabkan jantungnya berhenti” ujar Dokter anestesi lagi.


“Dokter, coba periksa paru kiri pasien dengan stetoskopmu” ujar Digo.


Dokter anestesi memeriksanya “aku mendengar suara nafas yang berkurang”


“Aku berpikir adanya penyumbatan” ujar Dokter anestesi lagi.


Situasi diruang operasi mulai cemas, Alexa benar-benar ketakutan.


“Keluarkan gas nya” teriak Digo.


“ Ambilkan X-ray portabel” ujar dokter umum.


“Kita tidak mempunyai banyak waktu” balas Digo.



“Berikan aku kateter” ujar Digo lagi.


Digo langsung menyuntikkan cairan kedalam tubuh pasien.


Seperkian detik akhirnya bp pasien normal kembali.

__ADS_1


Semua orang bernafas dengan tenang.


Tapi Alexa belum bisa berpikir dengan tenang, dia masih merasa ketakutan.


“Mari kita selesaikan tahap akhir Operasi ini” ujar Digo lagi.


Semuanya sudah berusaha semaksimal tenaga agar pasien bisa sembuh dan normal kembali.


Operasi berjalan lancar walaupun tadi sempat ada gangguan.


“Terimakasih atas kerja keras kita semua” ujar Digo mengatakan itu kepada seluruh tim pembantu operasinya.


Satu persatu dokter-dokter dan perawat keluar dari ruang operasi.


Hanya tersisa Alexa dan Digo saja.


Digo menyadari kecemasan yang dialami Alexa saat beroperasi tadi.


Digo menepuk pundak Alexa “Tenang, semuanya sudah aman”


“Aku.. aku takut” ujar Alexa terbata-bata.


“Sekarang ganti bajumu, tunggu aku diluar, oke?” Ujar Digo.


Alexa mengangguk.


Digo sudah menyelesaikan operasinya dengan baik, dia berharap agar pasiennya bisa kembali berjalan dengan normal lagi.


Digo keluar dari ruang operasi, dan melihat Alexa menangis.


Digo mendekati Alexa dan memeluknya “jangan nangis sayang..”


“Aku takut tadi.. takut banget” balas Alexa masih menangis.


“Operasi kita lancar sayang..” balas Digo.




“Ustt.. setiap operasi pasti memiliki ketegangannya sendiri-sendiri, kita sudah berhasil melewati semuanya” ujar Digo menghapus air mata Alexa.


“Kamu hebat tadi” ujar Digo bangga melihat Alexa sudah berhasil menjadi asistennya.


“Aku tadi kan gak ngapa-ngapain..” balas Alexa masih menangis sesegukan.


“Justru ada kamu, bikin aku semangat menangani operasi tadi” balas Digo sambil tersenyum.


“Jangan takut lagi ya.. jadi dokter memang gini” lanjut Digo lagi.


Alexa menghapus air matanya dan mengangguk.


KREOK


“Kamu laper?” Ejek Digo mendengar suara perut Alexa.


Alexa mengangguk dan sedikit tertawa.


“Tunggu aku diruangan ya?” Ujar Digo sambil mengedipkan matanya.


“Aku harus memastikan pasien lagi sampai diruangannya” lanjut Digo menoel hidung mancung Alexa sebelum meninggalkan Alexa pergi.


Alexa menurut untuk menunggu Digo didalam ruangan, pengalaman operasinya tadi sangat-sangat menabjubkan.

__ADS_1


__ADS_2