
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
...****************...
Keesokan harinya adalah jadwal operasi perdana Digo untuk penyakit Lumbar, Alexa juga membantu Digo untuk menjadi asistennya.
Berdasarkan rekam medis pasien tersebut, selain sedang mengalami lumbar spinal stenosis, pasien itu ternyata mempunyai riwayat sakit jantung, dan itu cukup membuat Digo was-was.
Alexa masuk keruangan pasien untuk mengatakan bahwa jadwal operasi akan dilaksanakan sebentar lagi.
âSelamat pagiâ sapa Alexa ramah.
âSelamat pagi dokterâ balas wanita tua itu.
âDokter.. saya takut..â ujar wanita itu takut akan operasinya.
âJangan khawatir, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesehatan Ibuâ balas Alexa.
âApakah saya bisa sembuh lagi? Atau nanti operasinya gagal dan saya akhirnya meninggal..â ujar wanita itu lagi.
âUst.. jangan bicara seperti itu, percaya pada Dr. Digo, Ibu akan sembuh..â ujar Alexa menenangkan pasiennya.
âTenang, persiapkan mental Ibu, sebentar lagi akan ada perawat yang menjemput Ibuâ lanjut Alexa lagi.
Alexa sebenarnya merasa kasihan dengan kondisi pasien itu, tapi dia yakin dengan kemampuan Digo, semuanya pasti akan baik-baik saja.
Alexa sudah berganti kostum untuk operasi pertamanya.
Sedangkan Digo masih mempersiapkan sesuatu bersama dokter bedah umum, dia terpana melihat penampilan Alexa yang cocok dengan seragam dokternya.
âSenyum..â bisik Digo sambil mengisyaratkan untuk senyum dari jauh.
Alexa menggeleng dan mendekati Digo setelah dokter yang lain pergi.
âAku takut..â ujar Alexa.
âKenapa takut?â Tanya Digo.
âTakut jika operasinya gagal..â balas Alexa khawatir saat melihat kondisi pasien tadi.
âKita akan berusaha, apapun hasilnya nanti itu adalah kehendak tuhanâ balas Digo realitis.
âAku ganti baju dulu yaâ ujar Digo lagi meninggalkan Alexa.
Alexa masuk keruangan operasi, dia berdoa agar operasi perdananya akan berjalan lancar dan berhasil.
Pasien sudah di anestesi dan sudah berbaring di meja operasi.
Para dokter sudah stand by disana dan siap dengan operasi lumbar kali ini.
âSebelum operasi dimulai, mari kita menundukkan kepala sejenak untuk berdoa agar diberikan kelancaran dan keberhasilan untuk kita dan pasien dalam operasi ini..â ujar Digo memimpin operasi.
Berdoa dimulai.
Berdoa selesai.
âAku akan mulai redaksiâ
__ADS_1
(Redaksi : mengoreksi penyelarasan tulang)
Digo mulai membedah kaki pasien.
âSelf retactorâ
âBone holding clampâ
Sejauh ini operasi masih aman.
âAmbilkan C -armâ
(C-arm adalah alat proses operasi untuk melihat gambar atau objek, yang dapat dilihat langsung dengan cara fluoroskopi. Gambar yang diperoleh tersebut kemudian ditampilkan dengan bantuan layar monitor)
C-arm dihidupkan, dan semua orang bisa melihat kondisi tulang pasien.
âOke, tulang-tulang itu tampak sejajarâ ujar Digo.
âTolong plat enam lubangâ perintah Digo lagi.
Operasi sudah selesai ditangani oleh Dr. Digo, kini giliran dokter umum yang bertindak.
âMari kita mulai dengan arteriâ
Dokter umum mulai menyambung arteri kaki pasien yang cidera.
âtolong sutureâ ujar Digo.
Alexa memberikan suture kepada Digo dengan tangan gemetar.
âFokusâ ujar Digo mengingatkan Alexa.
Alexa mengangguk, dia benar-benar cemas dan merasa takut pada operasi pertamanya.
â92 lebih dari 60, denyut nadinya 98 bpm Dokterâ ujar dokter anestesi.
Sepertinya pasien mengalami serangan jantung pasca operasi.
Dokter umum langsung mengambil tindakan agar kondisi pasien stabil lagi.
âDenyut nadinya terus menurun, ini dapat menyebabkan jantungnya berhentiâ ujar Dokter anestesi lagi.
âDokter, coba periksa paru kiri pasien dengan stetoskopmuâ ujar Digo.
Dokter anestesi memeriksanya âaku mendengar suara nafas yang berkurangâ
âAku berpikir adanya penyumbatanâ ujar Dokter anestesi lagi.
Situasi diruang operasi mulai cemas, Alexa benar-benar ketakutan.
âKeluarkan gas nyaâ teriak Digo.
â Ambilkan X-ray portabelâ ujar dokter umum.
âKita tidak mempunyai banyak waktuâ balas Digo.
âBerikan aku kateterâ ujar Digo lagi.
Digo langsung menyuntikkan cairan kedalam tubuh pasien.
Seperkian detik akhirnya bp pasien normal kembali.
__ADS_1
Semua orang bernafas dengan tenang.
Tapi Alexa belum bisa berpikir dengan tenang, dia masih merasa ketakutan.
âMari kita selesaikan tahap akhir Operasi iniâ ujar Digo lagi.
Semuanya sudah berusaha semaksimal tenaga agar pasien bisa sembuh dan normal kembali.
Operasi berjalan lancar walaupun tadi sempat ada gangguan.
âTerimakasih atas kerja keras kita semuaâ ujar Digo mengatakan itu kepada seluruh tim pembantu operasinya.
Satu persatu dokter-dokter dan perawat keluar dari ruang operasi.
Hanya tersisa Alexa dan Digo saja.
Digo menyadari kecemasan yang dialami Alexa saat beroperasi tadi.
Digo menepuk pundak Alexa âTenang, semuanya sudah amanâ
âAku.. aku takutâ ujar Alexa terbata-bata.
âSekarang ganti bajumu, tunggu aku diluar, oke?â Ujar Digo.
Alexa mengangguk.
Digo sudah menyelesaikan operasinya dengan baik, dia berharap agar pasiennya bisa kembali berjalan dengan normal lagi.
Digo keluar dari ruang operasi, dan melihat Alexa menangis.
Digo mendekati Alexa dan memeluknya âjangan nangis sayang..â
âAku takut tadi.. takut bangetâ balas Alexa masih menangis.
âOperasi kita lancar sayang..â balas Digo.
âUstt.. setiap operasi pasti memiliki ketegangannya sendiri-sendiri, kita sudah berhasil melewati semuanyaâ ujar Digo menghapus air mata Alexa.
âKamu hebat tadiâ ujar Digo bangga melihat Alexa sudah berhasil menjadi asistennya.
âAku tadi kan gak ngapa-ngapain..â balas Alexa masih menangis sesegukan.
âJustru ada kamu, bikin aku semangat menangani operasi tadiâ balas Digo sambil tersenyum.
âJangan takut lagi ya.. jadi dokter memang giniâ lanjut Digo lagi.
Alexa menghapus air matanya dan mengangguk.
KREOK
âKamu laper?â Ejek Digo mendengar suara perut Alexa.
Alexa mengangguk dan sedikit tertawa.
âTunggu aku diruangan ya?â Ujar Digo sambil mengedipkan matanya.
âAku harus memastikan pasien lagi sampai diruangannyaâ lanjut Digo menoel hidung mancung Alexa sebelum meninggalkan Alexa pergi.
Alexa menurut untuk menunggu Digo didalam ruangan, pengalaman operasinya tadi sangat-sangat menabjubkan.
__ADS_1