
HAPPY READING!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
...****************...
Sisca menyiapkan 2 kotak makan untuk Digo dan Taniara seperti biasa, Sisca menganggap Taniara adalah teman terdekat Digo sekaligus Anak perempuannya.
Digo menghampiri Sisca yang sedang sibuk didapur dan mencium pipinya singkat “Bund.. aku berangkat kerja dulu ya”
“Ini dibawa juga, kasih Taniara juga ya” ujar Sisca sambil menepuk pundak Digo.
“Ehh.. iya kamu udah sadar sekarang? bunda khawatir banget kemarin” lanjut Sisca.
Digo kebinggungan “maksud bunda?”
“waktu kita nonton kemarin ituu” balas Sisca.
“Oooohh ituu, nanti juga Bunda paham, bye Bunda” ujar Digo langsung meninggalkan Sisca.
“Eehhh Digo!! Nakkkk” lanjut Sisca belum selesai bicara.
Digo bersiap untuk pergi bekerja, dia juga sudah mengabarkan aktivitasnya kepada Alexa, begitupun Alexa yang pergi syuting hari ini.
......................
Para cast untuk film Doctor, I love you sedang bersiap-siap untuk memulai syutingnya lagi, sudah beberapa minggu berjalan dan sedikit lagi syutingnya akan berakhir.
Akhir dari kisah film **Doctor, I love you adalah Rey akan tetap bersama dengan Cinta, setelah menemaninya beberapa hari Rey mengakui bahwa Cinta adalah sosok wanita yang tak biasa, dia juga mencari tau latar belakang keluarganya, bagaimana dia bisa diculik dan dibawa ke pegunungan dan dia tidak ingin diantar kembali kerumahnya, itu pasti ada sebabnya..**
Latar adegan akan dilakukan di sebuah taman, ada cast yang akan menjadi preman yang akan mengacau disana, sebelum syuting film ini Alexa sudah belajar bela diri karena peran yang akan dia mainkan sedikit mempunyai konflik dan berani.
Setiap adegan ada aja yang mempunyai nilai khas dan ******* agar nilai tontonnya tinggi, jadi di film ini akan memperlihatkan adegan Cinta yang tak biasa, dia melawan para preman yang telah dibayar oleh orang tua palsunya untuk menghabiskannya.
Cinta bertarung dengan berani menghajar satu persatu preman-preman yang mempunyai postur tubuh yang besar dan berotot itu, jika dibayangkan memang tidak masuk ak untuk bisa mengalahkan mereka semua, tapi karena ini hanya adegan film tentu saja Cinta bisa mengalahkan mereka dengan mudah.
Karena ini film ternama jadi property preman yang digunakan adalah asli, ini juga tantangan terbesar yang akan dihadapi oleh Alexa. Dia harus berakting tapi juga harus tetap bersiaga dengan property itu agar tidak terluka/terkena dampak.
Setelah menendang kaki preman terakhir dan membuatnya terjatuh, Cinta sudah percaya diri telah mengalahkan mereka semua, tanpa disadari preman yang jatuh dibelakangnya bangkit lagi, mengarahkan pisau ke leher Cinta.
Cinta memberontak dan menangis, disaat seperti ini yang dia butuhkan adalah Rey, lelaki yang biasanya menemaninya. Tapi saat itu dia sedang pergi dan Cinta mengalami kesulitannya sendiri. Tanpa disadari Rey ada disana, dia mengurungkan niatnya pergi karena mempunyai firasat yang buruk tentang Cinta. Dia menelpon polisi secara diam-diam untuk datang ke lokasi.
Rey tidak berani maju ke arah preman itu karena itu akan membahayakan nyawa Cinta, dia hanya mengertak-gertak saja.
“Lepaskan Cinta, sekarang!” Teriak Rey.
__ADS_1
Cinta menangis “tolong aku Rey”
Saat preman itu lebih fokus berbicara pada Rey, dan Cinta mulai memanfaatkan situasi, dia menyelengkat kaki preman itu dan akhirnya dia terjatuh, Cinta berupaya menginjak paha preman itu agar tidak bisa bergerak.
Tapi ada kesalahan sebelum preman itu terjatuh, pisau yang digunakan malah melukai leher Alexa dengan nyata.
itu tidak ada didalam naskah, dan Alexa langsung memegangi lehernya yang terluka itu.
Preman itu langsung memegangi tubuh Alexa yang shock akibat goresannya itu “maafkan aku Nona”
“CUT” ujar Sutradara menghentikan syuting sementara.
Keivan langsung menghampiri Alexa, darahnya semakin banyak mengalir hingga bajunya juga terkena darah.
Hal seperti itu memang biasa terjadi dalam proses syuting, tapi yang membuat Keivan sangat cemas adalah yang terluka itu adalah Alexa, wanita yang dia sukai.
“Cepat panggilkan ambulance!” Teriak Keivan.
Alexa menggeleng “No Kei, I’m Fine” ujarnya terbata-bata.
“Sabar ya, kita akan kerumah sakit segera.. aku mohon sabar..” ujar Keivan menahan pendarahan di leher Alexa.
“Aku gak kenapa-kenapa Kei” balas Alexa masih bisa tersenyum.
“Diem!! Jangan banyak bicara, jangan banyak gerak” ujar Keivan tegas.
Risa juga menjadi sangat cemas, dia menelpon Digo untuk memberi tahu kejadian yang menimpa Alexa saat itu.
......................
Karena itu jam makan siang jadi Digo dan Taniara sedang makan bersama diruangannya. Digo berniat untuk menceritakan hubungannya kepada Taniara.
“Emmm.. enak nih, titip bilang makasi sama bunda ya Go” ujar Taniara menghirup aroma makanan itu.
Digo mengangguk.
“Eh btw.. Alika datang kesini beberapa kali waktu kamu gak praktek, ada apa?” Lanjut Taniara.
“Mungkin karena aku sempat mengabaikan pesan dan panggilannya” balas Digo sambil mengunyah makanannya.
“Terus gimana?” Balas Taniara kepo.
“Kami sudah memutuskan untuk mengagalkan perjodohan itu.. dan Alika sudah pergi ke England 2 hari yang lalu” ujar Digo.
“Hah?! Benarkah?!” Ujar Taniara kaget sekaligus senang karena Digo tidak senang dengan perjodohan itu.
__ADS_1
Digo mengangguk.
Taniara jadi senyum-senyum sendiri
Digo yang melihat perubahan ekspresi Taniara menjadi curiga “Kenapa Ra?”
“Ehh enggak kok..” ujar Taniara kembali serius dan fokus memakan makanannya.
“Ada yang ingin aku bicarakan juga Ra” ujar Digo menaruh sendoknya.
“Apa Go?” Tanya Taniara penasaran.
Taniara berharap Digo akan mengungkapkan perasaannya selama ini, dia berharap Digo menyadari kedekatan mereka ini sudah melebihi teman.
Digo tidak tau harus memulai perkataannya dari mana “Hmm.. aku sebenarnya..”
“Apa Go?” Ujar Taniara yang tidak sabar mendengar ucapan Digo.
“Aku sebenarnya menyukai ..” ujar Digo terpotong karena tiba-tiba ponselnya berdering.
Taniara langsung menunda rasa penasarannya sementara.
Digo mengangkat telpon itu “Halo Risa?”
“Hah? Alexa terluka? Bagaimana bisa?” Lanjut Digo terkejut.
Risa menjelaskan kejadiannya secara rinci dan menjelaskan bahwa Alexa sedang menuju perjalanan kerumah sakitnya.
Digo langsung meninggalkan Taniara dan menghubungi pihak UGD dan menunggu kedatangan Alexa.
Taniara juga mengikuti langkah kaki Digo “kenapa Alexa?”
“Dia terluka saat syuting.. aku sangat khawatir.. bagaimana kesalahan seperti itu bisa terjadi!!” Keluh Digo.
Taniara melihat ekspresi Digo yang sangat cemas itu memutuskan untuk berhenti bertanya lagi.
Beberapa menit kemudian Ambulance tiba dan Alexa dilarikan ke UGD. Digo sudah menunggu kedatangannya bersama dokter umum lain.
Alexa masih tersadar tapi kondisinya sangat lemah, pendarahannya sudah ditangani oleh petugas ambulance dan Keivan berada disebelahnya dengan bajunya yang terkena darah Alexa juga.
“Berapa tekanan darahnya?” Ujar Digo bertanya pada petugas Ambulance
“120/80 mmHg Dok” sahut petugas Ambulance itu.
__ADS_1
Alexa langsung dipindahkan dari Bed Ambulance ke Bed rumah sakit dengan bantuan dokter dan perawat lain.
Alexa menggengam tangan Digo “aku takut sayang..”