
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
...****************...
Keesokan harinya Alexa baru saja mendengar kabar dari rekannya bahwa ada pasien yang terkena lumbar spinal stenosis, penyakit yang juga pernah dia derita dan rasa sakitnya bukan main.
Dia juga mendengar kabar bahwa rumah sakitnya akan mengundang dokter lain khusus untuk menangani pasien tersebut, dia tak menyangka yang dimaksud adalah Dr. Digo Alvenzo dari Bahtera Hospital.
Alexa mendapatkan serangan pasien yang banyak dengan penyakit yang berbeda-beda, cukup melelahkan tapi karena dia menyukai bidang itu jadi rasa lelahnya tidak menjadi masalah.
Tanpa sengaja dia melewati bangsal pasien yang menderita lumbar spinal stenosis, pasien yang katanya terpental dari motor beberapa hari lalu.
âSusu itu..â ujar Alexa lirih sambil melihat susu disamping bed pasien, susu dengan merk yang sama seperti pemberian Digo saat dirinya sakit.
âDokter yang menanganinya sangat tampanâ ujar salah satu perawat wanita yang lewat dan tak sengaja terdengar oleh Alexa.
âMungkin untuk pengobatan ini.. susu itu perlu.. ahh sudahlah jangan memikirkan dia..â batin Alexa pergi lagi dan hendak pulang karena jam prakteknya telah usai.
Digo memang datang pagi itu ke Meta Hospital, tempat Alexa magang. Ada panggilan untuk menangani pasien lumbar spinal stenosis dan cocok dengan bidangnya Ortopedi.
Sedikit mengingatkannya tentang kejadian pertama kalinya bertemu dengan Alexa, tapi semua orang juga pasti bisa saja terkena penyakit itu, lagi pula Digo mencoba untuk sedikit demi sedikit melupakan Alexa.
Keesokan harinya Digo datang lagi untuk fisioterapi khusus pasien itu, dia berangkat lebih terlambat karena harus mengantar Alika pergi bekerja.
Digo menyapa orang-orang staff di Meta hospital dengan ramah, bagaimanapun dia akan bekerja beberapa minggu disana.
Alexa yang melihat kejadian itu langsung terkejut, dia melihat Digo lagi setelah sekian lama, dengan kondisinya mereka sedang tidak baik-baik saja.
âAstaga.. bagaimana ini!!â Batin Alexa mencoba untuk bersembunyi.
Seseorang pun menepuk pundak Alexa dari belakang.
Alexa sangat terkejut tapi dia menahan teriakannya.
âXa, bisa minta tolong gak? Bawain ini kesitu dong.. perut aku tiba-tiba sakit..â ujar salah satu teman perawat.
âKemana?â Ujarnya pelan.
âKesitu ke tempat receiptionistâ ujar perawat itu.
Alexa melihat kearah keramaian itu, ada Digo disana. bagaimana dia bisa muncul tiba-tiba seperti itu.
âUdah cepetan.. byeâ ujar perawat itu langsung berlari ke toilet.
Alexa kebinggungan mencari cara agar tidak diketahui oleh Digo.
Dia mengambil masker mulut di raknya dan memakainya.
âDia pasti tidak akan mengenaliku sekarang..â ujarnya sambil memandang cermin.
Dia melangkahkan kakinya gemetar saat menuju keramaian itu.
âAku rindu kamu.. tapi tidak ingin bertemu disituasi seperti ini..â batin Alexa sedih.
âHai Xa!â Sapa teman perawatnya.
__ADS_1
âHaiâ ujar Alexa dengan suara yang dibedakan.
âKamu sakit?â Tanyanya lagi.
Alexa mengangguk âiya lagi pilekâ
Digo hanya memandang Alexa biasa, dia tidak menyadari itu adalah Alexa, kekasihnya.
âAku bawa ini..â ujar Alexa menaruh peralatan itu di meja.
Alexa melewati Digo sepintas dan aroma parfum Alexa mencuri perhatian Digo.
âParfum itu..â batin Digo tiba-tiba teringat Alexa.
âStop!â Ujar Digo menahan Alexa.
Alexa langsung merutuki dirinya âAstagaa.. bagaimana ini..â batinnya.
âIya?â Ujar Alexa pelan.
âKita belum berkenalanâ ujar Digo lagi.
âOhh.. Emm.. Xaxaâ ujar Alexa sambil menundukkan badannya.
âXaxa?â Tanya Digo lagi merasa sedikit aneh dengan nama dan gerak-geriknya.
Alexa langsung menutup kartu identitasnya agar nama asli dan fotonya tidak terlihat.
Sedangkan perawat yang lain juga merasa aneh karena Alexa mengganti namanya tiba-tiba.
âKamu sedang magang?â Tanya Digo.
Alexa hanya mengangguk.
âSaya harus pergi dulu..â ujar Alexa pelan.
Alexa langsung pergi lagi keruangannya dengan perasaan campur aduk âbagaimana jika identitasku ketahuanâ
Digo pun melanjutkan tugasnya sesuai prosedur, beberapa hari ini dia selalu mengantar jemput Alika, dia juga sudah merasa cukup nyaman untuk berdekatan dengan Alika, entah mungkin hanya sebagai pelarian.
......................
Alika sudah menunggu jemputan Digo didepan kampusnya, dia sudah bekerja beberapa hari disana.
Akhirnya Digo datang.
âUdah lama nunggunya?â Tanya Digo sambil membukakan pintu mobil untuk Alika.
âEnggak kok.. baru ajahâ balas Alika sudah duduk di mobil.
âAku lagi ada urusan dirumah sakit lain, jadi cukup telat pulangnya..â ujar Digo sambil fokus menyetir.
âAku bangga karena kamu sangat totalitasâ ujar Alika memandang Digo dengan senyuman.
âAku lebih bangga sama kamu..â balas Digo juga dengan senyuman.
Mereka melewati gerobak dagang Ice cream.
âGo.. aku mau itu..â ujar Alika melihat dagang Ice cream.
âTapi udah malem..â balas Digo.
âKasihan dagangnya masih keliling jam seginiâ ujar Alika peduli.
__ADS_1
Akhirnya Digo menyampingkan mobilnya.
Alika langsung turun dan memesan 2 ice cream.
âDuduk disana dulu yuk?â Tanya Alika sambil menunjuk bangku kosong dipinggir jalan.
Digo pun menyetujuinya.
Malam itu ditemani oleh bintang-bintang dan angin sepoi-sepoi.
âGo.. aku boleh nanya sesuatu gak?â Tanya Alika tiba-tiba.
âBolehâ ujar Digo sambil menikmati Ice creamnya.
âMenurut kamu.. aku itu apasih?â Tanya Alika pelan.
âEmm.. teman dekat..â balas Digo penuh pertimbangan.
âKita sudah sama-sama dewasa, aku juga ingin mempunyai hubungan lebih serius.. maaf.. tapi aku bersungguh-sungguhâ ujar Alika lagi.
Digo mengerti tentang pemikiran Alika, dirinya tidak boleh menggantung perasaan Alika demi kepentingannya.
âKalau kamu tidak menganggapku lebih.. kamu tidak perlu melakukan ini lagi, mengantar dan menjemputku.. itu hanya membuatku semakin berharapâ lanjut Alika, malam itu uneg-unegnya semua keluar.
âMaaf maksud aku bukan begitu..â balas Digo.
âAku hanya belum siap menjalani hubungan yang serius, aku trauma..â lanjut Digo lagi.
âAlexa?â Tanya Alika berani.
Digo mengangguk âIya.. dialah alasannya.. dia pergi tiba-tiba dan membuatku seperti tidak percaya cinta lagiâ
Alika terdiam.
âTapi aku akan mencoba untuk sembuh dari luka itu..â ujar Digo.
âSampai kapan?â Tanya Alika.
âSecepatnya..â balas Digo.
Digo menyentuh salah satu tangan Alika âAkan perlu banyak proses.. aku harap kamu sabar yaaâ
âKalaupun nanti ujungnya aku akan mengecewakanmu, aku hanya manusia.. aku minta maafâ lanjut Digo.
âSebegitu besarkah cintamu kepada Alexa?â Tanya Alika penasaran.
Digo mengangguk âsangat besar..â
Alika hanya sedih setelah mendengar perkataan Digo itu.
Setelah selesai menghabiskan ice creamnya mereka masuk kedalam mobil lagi.
Alika hanya terdiam tanpa sepatah katapun, dia masih terluka dengan pengakuan Digo tadi.
âBesok aku jemput jam berapa?â Tanya Digo.
âTidak perlu.. aku berangkat sendiri sajaâ balas Alika.
Digo paham perasaan Alika, dia serba salah tentang hal ini.
Alika pun turun dari mobil setelah sampai dirumahnya.
âTerimakasih Goâ ujar Alika turun dari mobil.
__ADS_1
âSama-sama Alikaâ balas Digo.
Digo pun melanjutkan perjalanannya pulang.