OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Akhirnya bertemu


__ADS_3

HAPPY READINGđŸ„°


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


Kondisi pasien yang terdiagnosa Lumbar tersebut kian menurun, segala upaya yang telah Digo lakukan tidak berujung membaik pula, tidak ada jalan lain selain melakukan tindak operasi.


Kabar tersebut sedang menjadi topik perbincangan bagi orang-orang dirumah sakit, ada yang memuji bahkan meragukan hasil kerja Dr. Digo yang dikenal sebagai lulusan dokter ortopedi terbaik.


Alexa yang mendengar kabar tersebut langsung merasa kasihan terhadap kondisi pasien, bagaimanapun dia pernah berada diposisi itu dan syukurnya Tuhan masih memberikan kesembuhan untuknya, dia sangat paham bagaimana perasaan Digo saat ini, Digo pasti sedang memerlukan teman untuk bercerita. Tapi apa daya hal itu tidak mungkin dia lakukan sekarang.


“Nona Alexa..” sapa dokter seniornya.


“Iya Dokter?” Balas Alexa.


“Minggu ini ada operasi untuk pasien lumbar, kamu siap untuk menjadi asisten dokter Digo?” Ujar dokter seniornya.


“Saya Dok?” Ujar Alexa terkejut.


“Tapi saya belum layak masuk keruang operasi..” lanjut Alexa lagi.


“Kamu sudah layak, saya yang merekomendasikan kamu untuk ikut.. saya yakin kamu bisa melakukan itu” balas Dokter senior itu lagi.


Alexa nampak berpikir “ahhh tapi aku harus berkerja sama dengan Digo, aku tidak akan bisa fokus jika berdekatan dengannya..” batinnya.



“Bolehkah saya ikut operasi yang lain saja Dok?” Tanya Alexa.


Dokternya menggeleng “Ini kesempatan bagus, semakin banyak pengalaman.. kamu akan semakin terlatih”


“Mulai sekarang, lebih seringlah ikut dengan Dr. Digo karena dia akan menjadi seniormu saat beroperasi” lanjut Dokternya dan langsung pergi.


Alexa tak habis pikir kenapa selalu saja ada hal yang membuatnya terpaksa berdekatan dengan Digo, sebesar apapun upayanya untuk menjauh tetap saja sia-sia.


Apakah sudah waktunya untuk jujur?


Apakah sudah waktunya untuk muncul sebagai Alexa lagi?


......................


Digo sedang menyiapkan berkas dan segala rekam medis milik pasien itu, dia merasa sangat khawatir jika tidak bisa menyelamatkan pasien tersebut nantinya.


Tiba-tiba fokusnya terhenti setelah mencium aroma parfum yang dulu akrab di hidungnya, dia menoleh kearah belakang.


Alexa berdiri dibelakangnya, dengan berani Alexa sudah mencopot maskernya walaupun masih sangat grogi dengan segala tanggapan Digo setelah ini.


Digo mengucek kedua matanya, dia yakin sedang berhalusinasi lagi, dia memang sering berhalusinasi tentang Alexa akhir-akhir ini.


Tapi setelah mengucek bahkan mencubit tangannya bayangan Alexa masih sama berdiri didepan pintunya.

__ADS_1


“Alexa?” Ujar Digo memastikan.


Digo melihat penampilan Alexa yang tak biasa, terlihat seperti dokter.


Alexa yang binggung harus mengatakan apa hanya terdiam tanpa kata.


Digo mendekat kearah Alexa “ini beneran? Serius?”


Alexa mengangguk pelan.


Antara perasaan senang dan kesal bercampur aduk didalam hati Digo, dia sungguh tak menduga akan bertemu dengan Alexa lagi.


“Maaf..” ujar Alexa pelan, hanya kata itulah yang mampu dia keluarkan pertama kali.


“Tapi kenapa.. kenapa?” Tanya Digo, ada beribu-ribu pertanyaan terlintas tapi dia senang dan bersyukur melihat Alexa baik-baik saja.


“Maaf..” ujar Alexa lagi, dia bahkan tidak tau harus bicara apa lagi.


Digo memeluk tubuh Alexa, rasa rindunya benar-benar meluluhkan kekesalan hatinya.


“Untung kamu baik-baik saja..” ujar Digo sangat bersyukur


Alexa melepaskan pelukan Digo “Aku kesini karena diminta menjadi asisten dokter untuk operasi lumbar nanti”


“Asisten? Kamu sekarang menjadi dokter?” Tanya Digo terkejut.


“Ada banyak hal yang berubah tiba-tiba, aku gak percaya bisa ketemu kamu disini..” lanjut Digo.


“Lalu hubungan kita? Kamu kira dengan cara menghilang semuanya juga ikut menghilang?” Ujar Digo.


“Bahkan walau kamu anggap hubungan kita udah gak ada.. aku tetep anggap itu ada” lanjut Digo.


“Kita akan bicarakan lebih lanjut lagi setelah praktek, sekarang kamu harus fokus membantu aku untuk menyiapkan operasi” ujar Digo lagi.


Alexa paham dan langsung duduk menunggu arahan Digo.


Digo tetap melakukan semuanya dengan professional walaupun dia dengan susah menahan perasaannya saat dekat dengan Alexa.


Alexa mengerjakan tugas yang diberikan oleh Digo untuk meneliti hasil riwayat rekam medis pasien.



“Ayo kita pulang” ujar Digo mengajak Alexa pulang.


Alexa yakin Digo akan menginterogasinya setelah ini.


“Emmm.. aku masih ada kerjaan, dokter pulang saja duluan” balas Alexa menghindar.


“Tidak ada tapi-tapian! Ayo pulang!” Balas Digo tegas.

__ADS_1


Alexa merapikan barangnya dan bersiap untuk pulang.


“Tunggu aku diparkiran” ujar Digo yang masih perlu mengecek keadaan pasien.


“Jangan kabur!” Lanjut Digo lagi.


Alexa benar-benar menunggu Digo di parkiran, walaupun takut dia yakin Digo tidak akan membuatnya merasa kesusahan.


Digo akhirnya datang dan langsung membukakan Alexa pintu mobilnya “Masuklah..”


“Aku sudah memesan taksi online, bicarakan apa yang ingin dokter bicarakan” balas Alexa menolak untuk ikut, padahal dia sedang tidak memesan taksi online.


“Batalkan pesanan taksi onlinemu! Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan” balas Digo.


“Aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan, semuanya sudah jelas.. kita tidak ada hubungan selain pekerjaan” balas Alexa.


“Itu menurutmu.. menurutku itu tidak benar, bisa-bisanya kamu memutuskan semuanya padahal kemarin malamnya kamu berjanji tidak akan meninggalkanku.. apakah kamu memang sering ingkar janji?” Ujar Digo panjang.


Alexa tidak mungkin mengatakan hal yang membuat dirinya pergi.


Digo menarik tangan Alexa masuk kedalam mobilnya.


Dia langsung mengendarai mobilnya keluar dari rumah sakit.


“Kita mau kemana?” Tanya Alexa pelan.


Digo hanya terdiam, dia tidak membalas pertanyaan Alexa, tapi dia fokus dengan urusan menyetirnya.


Digo memberhentikan mobilnya di sebuah taman, karena sudah malam, tempat itu sudah sepi.


Digo turun dari mobil terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil Alexa juga “Turun”


Alexa pun turun dari mobil.


“Jelaskan semuanya Alexa! Tanpa ada kebohongan” ujar Digo menatap kedua mata Alexa.


“Aku sudah bosan denganmu.. jadi aku memutuskan untuk pergi” balas Alexa yang tentunya bohong.


Digo sepenuhnya tidak percaya dengan perkataan Alexa itu.


“Seharusnya aku tidak meminta penjelasan pada aktris, tentu dia akan sangat ahli dalam berakting dan mencari alasan palsu” balas Digo.


“Aku tidak berakting, aku bersungguh-sungguh” ujar Alexa lagi.


*“Selama berpacaran denganmu aku tidak pernah bahagia, rasa ingin meninggalkanmu selalu menghantuiku.. *aku benci padamu” lanjut Alexa.


Alexa merutuki dirinya karena sudah berbicara dengan sangat berlebihan.


Ekspresi Digo seketika berubah, dia nampaknya sangat marah, dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan Alexa sendirian ditempat itu.

__ADS_1


Alexa tak percaya Digo akan meninggalkannya sendirian, tapi setelah dipikir-pikir bagaimana dia bisa meninggalkan Digo tiba-tiba dan datang lagi tanpa rasa bersalah, tindakannya itu memang pantas mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi daripada ini.


__ADS_2