
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
Kondisi pasien yang terdiagnosa Lumbar tersebut kian menurun, segala upaya yang telah Digo lakukan tidak berujung membaik pula, tidak ada jalan lain selain melakukan tindak operasi.
Kabar tersebut sedang menjadi topik perbincangan bagi orang-orang dirumah sakit, ada yang memuji bahkan meragukan hasil kerja Dr. Digo yang dikenal sebagai lulusan dokter ortopedi terbaik.
Alexa yang mendengar kabar tersebut langsung merasa kasihan terhadap kondisi pasien, bagaimanapun dia pernah berada diposisi itu dan syukurnya Tuhan masih memberikan kesembuhan untuknya, dia sangat paham bagaimana perasaan Digo saat ini, Digo pasti sedang memerlukan teman untuk bercerita. Tapi apa daya hal itu tidak mungkin dia lakukan sekarang.
âNona Alexa..â sapa dokter seniornya.
âIya Dokter?â Balas Alexa.
âMinggu ini ada operasi untuk pasien lumbar, kamu siap untuk menjadi asisten dokter Digo?â Ujar dokter seniornya.
âSaya Dok?â Ujar Alexa terkejut.
âTapi saya belum layak masuk keruang operasi..â lanjut Alexa lagi.
âKamu sudah layak, saya yang merekomendasikan kamu untuk ikut.. saya yakin kamu bisa melakukan ituâ balas Dokter senior itu lagi.
Alexa nampak berpikir âahhh tapi aku harus berkerja sama dengan Digo, aku tidak akan bisa fokus jika berdekatan dengannya..â batinnya.
âBolehkah saya ikut operasi yang lain saja Dok?â Tanya Alexa.
Dokternya menggeleng âIni kesempatan bagus, semakin banyak pengalaman.. kamu akan semakin terlatihâ
âMulai sekarang, lebih seringlah ikut dengan Dr. Digo karena dia akan menjadi seniormu saat beroperasiâ lanjut Dokternya dan langsung pergi.
Alexa tak habis pikir kenapa selalu saja ada hal yang membuatnya terpaksa berdekatan dengan Digo, sebesar apapun upayanya untuk menjauh tetap saja sia-sia.
Apakah sudah waktunya untuk jujur?
Apakah sudah waktunya untuk muncul sebagai Alexa lagi?
......................
Digo sedang menyiapkan berkas dan segala rekam medis milik pasien itu, dia merasa sangat khawatir jika tidak bisa menyelamatkan pasien tersebut nantinya.
Tiba-tiba fokusnya terhenti setelah mencium aroma parfum yang dulu akrab di hidungnya, dia menoleh kearah belakang.
Alexa berdiri dibelakangnya, dengan berani Alexa sudah mencopot maskernya walaupun masih sangat grogi dengan segala tanggapan Digo setelah ini.
Digo mengucek kedua matanya, dia yakin sedang berhalusinasi lagi, dia memang sering berhalusinasi tentang Alexa akhir-akhir ini.
Tapi setelah mengucek bahkan mencubit tangannya bayangan Alexa masih sama berdiri didepan pintunya.
__ADS_1
âAlexa?â Ujar Digo memastikan.
Digo melihat penampilan Alexa yang tak biasa, terlihat seperti dokter.
Alexa yang binggung harus mengatakan apa hanya terdiam tanpa kata.
Digo mendekat kearah Alexa âini beneran? Serius?â
Alexa mengangguk pelan.
Antara perasaan senang dan kesal bercampur aduk didalam hati Digo, dia sungguh tak menduga akan bertemu dengan Alexa lagi.
âMaaf..â ujar Alexa pelan, hanya kata itulah yang mampu dia keluarkan pertama kali.
âTapi kenapa.. kenapa?â Tanya Digo, ada beribu-ribu pertanyaan terlintas tapi dia senang dan bersyukur melihat Alexa baik-baik saja.
âMaaf..â ujar Alexa lagi, dia bahkan tidak tau harus bicara apa lagi.
Digo memeluk tubuh Alexa, rasa rindunya benar-benar meluluhkan kekesalan hatinya.
âUntung kamu baik-baik saja..â ujar Digo sangat bersyukur
Alexa melepaskan pelukan Digo âAku kesini karena diminta menjadi asisten dokter untuk operasi lumbar nantiâ
âAsisten? Kamu sekarang menjadi dokter?â Tanya Digo terkejut.
âAda banyak hal yang berubah tiba-tiba, aku gak percaya bisa ketemu kamu disini..â lanjut Digo.
âLalu hubungan kita? Kamu kira dengan cara menghilang semuanya juga ikut menghilang?â Ujar Digo.
âBahkan walau kamu anggap hubungan kita udah gak ada.. aku tetep anggap itu adaâ lanjut Digo.
âKita akan bicarakan lebih lanjut lagi setelah praktek, sekarang kamu harus fokus membantu aku untuk menyiapkan operasiâ ujar Digo lagi.
Alexa paham dan langsung duduk menunggu arahan Digo.
Digo tetap melakukan semuanya dengan professional walaupun dia dengan susah menahan perasaannya saat dekat dengan Alexa.
Alexa mengerjakan tugas yang diberikan oleh Digo untuk meneliti hasil riwayat rekam medis pasien.
âAyo kita pulangâ ujar Digo mengajak Alexa pulang.
Alexa yakin Digo akan menginterogasinya setelah ini.
âEmmm.. aku masih ada kerjaan, dokter pulang saja duluanâ balas Alexa menghindar.
âTidak ada tapi-tapian! Ayo pulang!â Balas Digo tegas.
__ADS_1
Alexa merapikan barangnya dan bersiap untuk pulang.
âTunggu aku diparkiranâ ujar Digo yang masih perlu mengecek keadaan pasien.
âJangan kabur!â Lanjut Digo lagi.
Alexa benar-benar menunggu Digo di parkiran, walaupun takut dia yakin Digo tidak akan membuatnya merasa kesusahan.
Digo akhirnya datang dan langsung membukakan Alexa pintu mobilnya âMasuklah..â
âAku sudah memesan taksi online, bicarakan apa yang ingin dokter bicarakanâ balas Alexa menolak untuk ikut, padahal dia sedang tidak memesan taksi online.
âBatalkan pesanan taksi onlinemu! Ada banyak hal yang ingin aku tanyakanâ balas Digo.
âAku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan, semuanya sudah jelas.. kita tidak ada hubungan selain pekerjaanâ balas Alexa.
âItu menurutmu.. menurutku itu tidak benar, bisa-bisanya kamu memutuskan semuanya padahal kemarin malamnya kamu berjanji tidak akan meninggalkanku.. apakah kamu memang sering ingkar janji?â Ujar Digo panjang.
Alexa tidak mungkin mengatakan hal yang membuat dirinya pergi.
Digo menarik tangan Alexa masuk kedalam mobilnya.
Dia langsung mengendarai mobilnya keluar dari rumah sakit.
âKita mau kemana?â Tanya Alexa pelan.
Digo hanya terdiam, dia tidak membalas pertanyaan Alexa, tapi dia fokus dengan urusan menyetirnya.
Digo memberhentikan mobilnya di sebuah taman, karena sudah malam, tempat itu sudah sepi.
Digo turun dari mobil terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil Alexa juga âTurunâ
Alexa pun turun dari mobil.
âJelaskan semuanya Alexa! Tanpa ada kebohonganâ ujar Digo menatap kedua mata Alexa.
âAku sudah bosan denganmu.. jadi aku memutuskan untuk pergiâ balas Alexa yang tentunya bohong.
Digo sepenuhnya tidak percaya dengan perkataan Alexa itu.
âSeharusnya aku tidak meminta penjelasan pada aktris, tentu dia akan sangat ahli dalam berakting dan mencari alasan palsuâ balas Digo.
âAku tidak berakting, aku bersungguh-sungguhâ ujar Alexa lagi.
*âSelama berpacaran denganmu aku tidak pernah bahagia, rasa ingin meninggalkanmu selalu menghantuiku.. *aku benci padamuâ lanjut Alexa.
Alexa merutuki dirinya karena sudah berbicara dengan sangat berlebihan.
Ekspresi Digo seketika berubah, dia nampaknya sangat marah, dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan Alexa sendirian ditempat itu.
__ADS_1
Alexa tak percaya Digo akan meninggalkannya sendirian, tapi setelah dipikir-pikir bagaimana dia bisa meninggalkan Digo tiba-tiba dan datang lagi tanpa rasa bersalah, tindakannya itu memang pantas mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi daripada ini.