
HAPPY READING🥰
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘
Digo mendapatkan telepon darurat pagi tadi karena kondisi pasiennya menurun, dia langsung berangkat menuju rumah sakit.
Dia harus mengadakan pertemuan kecil bersama dokter-dokter senior dan meminta saran agar operasinya berjalan dengan baik dan lancar.
Setelah memastikan kondisi pasien mulai stabil lagi, dia kembali keruangan, dia enggan pulang kerumah karena beberapa jam lagi juga jam prakteknya akan dimulai, dia memutuskan untuk tidur sebentar saja didalam ruangannya.
Keesokan harinya Alexa mulai fokus menjadi asisten Digo untuk membantu persiapan operasi Lumbar, beruntung sekali bisa bekerja sama dengan kekasih sendiri, bisa mendapatkan keuntungan sekaligus yaitu ilmu dan cinta.
Alexa membuka pintu dan melihat Digo tertidur didalam ruangan “dia datang se pagi ini..?”
Alexa menaruh tasnya dengan hati-hati agar tidak membangunkan Digo.
lalu melanjutkan tugasnya yang tertunda kemarin, mengecek pasien dan bertanya tentang keluhan penyakit yang diderita, Alexa sudah cukup handal dibidangnya.
Tidur Digo keblablasan, dia terbangun pada pukul 10 pagi, dia pikir dia hanya tidur sebentar nyatanya dia tidur hampir 5 jam, mungkin karena akhir-akhir ini dia sedang banyak pikiran dan jarang tidur dengan nyaman.
Digo melihat tas Alexa sudah di atas meja, di berpikir Alexa sudah datang, tapi kemana dia?
Sebelum mencari Alexa dia mencuci wajahnya terlebih dahulu agar rasa kantuknya menghilang.
Alexa sedang berbincang-bincang bersama teman-teman perawatnya di depan ruang UGD, pagi itu rumah sakit sedang tidak ada pasien darurat.
Digo mengirimkan pesan untuk Alexa “Kamu dimana sayang?”
Alexa melirik notifikasi ponselnya yang berdering “Digo sudah bangun..” batinnya.
“Kamu sudah datang kan sayang?” Pesan Digo lagi.
Alexa sengaja tidak membalas pesan Digo, lagi pula membuat Digo khawatir sudah bagian dari hobbynya.
Teman Alexa menyadari banyak notifikasi ponsel Alexa yang berbunyi terus “Kamu sudah punya pacar?”
Jika Alexa menjawab Dr.Digo adalah kekasihnya mungkin rumah sakit akan gempar..
“Emmm.. Hehehe” balas Alexa sambil sedikit tertawa.
“Pacar kamu.. aktor lawan main filmmu itu?” Tanya Temannya lagi.
“Keivan?” Ujar Alexa menebak.
Temannya mengangguk.
“Bukan.. kita hanya berteman, kalau pacar aku.. bukan aktor atau dari kalangan selebriti” ujar Alexa lagi.
“Terus siapa dong?” Tanya teman Alexa lagi.
“Emmm… dia itu…” ujar Alexa terpotong karena Digo tiba-tiba muncul dibelakang Alexa, menganggu perbincangan para wanita didepan ruang UGD.
“Ekhemm..” sapa Digo.
“Hai dokter..” sapa orang-orang disana.
__ADS_1
“Hai juga..” balas Digo ramah.
Alexa menengok kearah Digo dan tersenyum.
“Ikut saya ya Dr. Alexa” ujar Digo langsung pergi keruangannya lagi.
Alexa pamit kepada teman-temannya “Aku kesitu dulu yaa..”
“Iihh bilang dulu pacar kamu siapa..” teriak temannya.
Alexa sedikit berlari mengikuti langkah kaki Digo yang masuk keruangannya.
Alexa menutup pintu dengan rapat “Kenapa?”
Digo langsung menginterogasi Alexa “Apa susahnya sih balas pesan aku?”
“Emm.. aku sebenarnya mau balas tapi gak enak didepan temen-temen” elak Alexa.
“Aku kira kamu ngilang lagi..” balas Digo.
“Lain kali jangan gitu lagi ya..” lanjut Digo sambil mengelus pipi Alexa.
“Iyaaa sayang..” balas Alexa sambil tersenyum.
“Aku mau cek kondisi pasien dulu yaa” ujar Digo.
“Aku tadi sudah menemuinya..” balas Alexa.
“Kondisinya stabil..” lanjut Alexa.
“Pasti karena aku ketiduran tadi yaa, maaf yaa sayang” balas Digo.
“Tadi pagi kondisi pasien menurun, jadi aku datang untuk memastikannya.. syukurnya tidak terjadi apa-apa..” balas Digo.
“Kamu pasti lelah sekali..” balas Alexa sambil menyentuh tangan Digo yang hangat.
“Enggak kok..” balas Digo sambil tersenyum.
KRING
Ponsel Digo berbunyi, yang menelponnya adalah Sisca, Bundanya.
“Halo Bund?” Ujar Digo mengangkat telpon bundanya.
Tangannya masih menggengam erat tangan Alexa.
“Apa?! Om rudy meninggal?” Ujar Digo sangat terkejut.
“Okeoke.. aku kesana sekarang” balas Digo setelah itu.
Sedangkan Alexa yang mendengar ucapan Digo menjadi khawatir, ada seseorang yang meninggal walaupun dia tidak tau siapa orang itu.
“Siapa yang meninggal sayang?” Tanya Alexa.
Digo melepaskan tangan Alexa dan mencoba menelpon seseorang, beberapa kali tapi telponnya tidak kunjung diangkat.
Alexa mengelus pundak Digo yang nampak sangat cemas “Sayang..”
__ADS_1
“Aku khawatir sama Alika..” ujar Digo cemas dan terus berusaha menghubungi Alika.
“Alika?” Tanya Alexa pelan.
“Om rudy itu ayahnya Alika, baru beberapa hari yang lalu Alika mengatakan kekhawatirannya tentang kondisi ayahnya.. dia pasti sedang sangat terpuruk sekarang!” Ujar Digo panjang.
“Aku harus pergi melayat sekarang..” lanjut Digo.
“Aku boleh ikut?” Ujar Alexa.
Digo mengangguk.
Mereka sudah berganti kostum menjadi serba hitam, dia akan pergi kerumah duka.
Digo sangat cemas jadi Alexa lah yang mengendarai mobilnya.
“Sayang.. tenang” ujar Alexa menenangkan Digo.
Digo tak henti-hentinya memikirkan bagaimana keadaan Alika.
Setelah beberapa menit kemudian mereka sudah sampai, sudah banyak orang-orang yang juga melayat, bahkan Bobby dan Sisca juga sudah disana.
“Digo..” ujar Sisca menghampiri Digo.
Sedangkan Alexa belum memutuskan untuk turun dari mobil.
“Kamu masuk sekarang, hibur Alika yaa..” lanjut Sisca lagi.
Digo mengangguk.
Terlihatlah Alika yang terduduk sendiri dengan mata yang sembab akibat terlalu banyak menangis sambil memegang foto mendiang ayahnya.
Digo duduk disamping Alika “Al..”
Alika sudah tau sumber suara itu dari siapa, tapi dia masih sangat sedih sekali akibat ditinggalkan oleh ayahnya, jadi dia tidak merespon itu.
“Kamu yang sabar yaa..” lanjut Digo sambil mengelus pundak Alika.
Alika langsung menyenderkan kepalanya dipundak Digo dan menangis lagi.
Digo juga mengusap rambut Alika lembut, dia sangat mengerti kondisi Alika sekarang.
Alika terus menangis sesegukan dipelukan Digo “Aku harus gimana sekarang Go?”
“Sabar Al.. yang terpenting sekarang Om rudy udah gak sakit lagi, ayah kamu udah bahagia sekarang..” ujar Digo menenangkan Alika.
“Aku gak bisa hidup tanpa ayah” lanjut Alika sedih.
“Aku ngerti.. kamu hebat, kamu kuat.. aku yakin kamu bisa melewati ini semuanya” balas Digo.
Tangis Alika semakin menjadi-jadi.
Lisa datang menghampiri anaknya “Al.. udah sedihnya nak.. kasihan Digonya”
Digo memberi isyarat Lisa bahwa dirinya tidak keberatan jika dipeluk oleh Alika.
Alexa yang melihat kejadian itu tentunya Cemburu tapi dia berpikir apa yang dilakukan Alika itu wajar, kehilangan sosok ayah adalah rasa sakit yang tidak pernah bisa pulih, dia merasakan bagaimana hidup tanpa sosok ayah selama ini.
__ADS_1
“Aku perlu kamu Go..” ujar Alika masih menangis.