OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Masak bareng


__ADS_3

HAPPY READING!!đŸ„°


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kokđŸ„ș


Kabar menggembirakan bagi Alexa karena pagi ini Digo akan datang ke Apartemennya dan pergi ke Bahtera Hospital bersama, Digo akan bekerja dan Sisca akan mulai syuting disana.


Bahkan karena rasa excitednya Alexa tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu terbangun, dia mempunyai ide untuk membersihkan kamar apartemennya agar Digo menjadi nyaman dan menganggap dirinya sosok wanita yang bersih.


Alexa mengambil kemoceng untuk membersihkan debu-debu yang hinggap disetiap sudut ruangannya “Astaga.. sudah berapa lama aku tidak memanggil CS untuk membersihkan ini..”


Karena debu itu membuat Alexa bersin-bersin dan flu, dia memakai masker untuk menghindari flunya semakin parah.


Dia sungguh nampak seperti wanita idaman pagi itu, dia menata ruangan, menyapu, bahkan pergi kepasar untuk membeli beberapa bahan makanan, yap.. dia sepertinya juga akan memasak.


Dia sudah membeli daging ayam dan perlengkapan yang lain, sekarang dia hanya bisa mengamati bahan itu, dia sungguh menyesal tidak belajar memasak sebelumnya.


Tapi dia mempunyai jalan ninja, yaitu dengan menonton beberapa tutorial memasak dari Youtube. Pertama dia memotong ayamnya menjadi beberapa bagian, dan itu sudah berhasil dia lakukan. Dia mencuci ayam yang sudah dipotong itu dan menuangkan minyak di wajannya.


“Oke.. sekarang waktunya menggoreng..” ujar nya sambil memegang spatulanya.


Dia menuangkan daging ayam tersebut saat minyak terlihat sudah panas.


“Ahhaa ternyata ini mudah bagiku..” ujarnya percaya diri.


TIS


TIS


“Astaga.. kenapa minyaknya lompat-lompat.. panas sekali” keluhnya saat percikan minyak itu mengenai kulitnya.


Dia mematikan kompornya dulu dan mengambil helm dan memakai jiket tebal, agak berlebihan memang.. tapi demi keselamatan wajah dan tubuhnya dia harus mengenakan semua itu.


Dia menghidupkan kompornya lagi, percikan minyak itu semakin tinggi, Alexa sama sekali tidak berani membolak-balikan daging ayam tersebut. Sepertinya daging ayam itu sudah akan gosong.


TING


NONG


“Astaga.. siapa yang datang sepagi ini..” keluh Alexa dan langsung mematikan kompornya lagi.


Dia membuka pintu apartemennya dan melihat kekasih tersayangnya itu sudah didepan pintu sambil tersenyum.


“Sayang.. kamu datang lebih awal?” Ujar Alexa menoleh jamnya.


Digo memang sengaja datang lebih awal dan tanpa memberitahukan rencananya itu kepada Alexa.


“Kamu ingin pergi kemana sayang?” Tanya Digo melihat penampilan Alexa yang memakai helm dan mengenakan jiket tebal tapi sedang memegang spatula.


“Emmm.. aku tidak ingin kemana-kemana” balas Alexa dengan tertawa kecil.


“Masuklah..” ujar Alexa lagi membuka pintunya dan mengantar Digo duduk di sofanya.


“Kamu sedang memasak sayang?” Tanya Digo melihat dapur Alexa yang cukup berantakan.


Alexa mengangguk “Iya.. niat awalku seperti itu, aku ingin sarapan pagi bersamamu.. tapi rasanya itu tidak akan terjadi”


“Kenapa tidak akan terjadi sayang?” Tanya Digo lagi.


“Aku tidak bisa memasak sayang..” ujar Alexa ragu.

__ADS_1


Digo langsung berdiri dan datang ke dapur dan menoleh wajah Alexa yang malu dan tertunduk.


“Jangan khawatir sayang.. aku yang akan memasak hari ini”



Digo mengambil alih bidang permasakkan sekarang, bahkan Alexa sudah membuka helm dan jaket tebalnya dan menatap keahlian memasak Digo.



“Kamu belajar memasak darimana sayang?” Tanya Alexa menghampiri Digo dan berdiri dibelakangnya sambil memegang baju kemeja Digo agar tidak terkena percikan minyak lagi.


“Dulu aku selalu ikut dengan Bunda untuk kursus memasak, Karena kami selalu bertengkar perihal masakan jadi ayah memutuskan untuk mengantar Bunda kursus memasak sayang” ujar Digo sambil memotong bumbu-bumbu.


(Para readers yang sudah membaca “Simpanan Dosen” sampai tamat pasti masih ingat bagaimana keahlian memasak Sisca😋)


“Ohh.. jadi begitu..” ujar Sisca mengerti.


“Nanti setelah menikah, kita akan pergi ke tempat kursus memasak juga, oke?” Ujar Digo menoleh Alexa yang berdiri dibelakangnya sambil tersenyum.


“Huwuuhh dia bahkan memikirkan pernikahan sekarang.. menggemaskan sekali” batin Alexa sangat senang.


Beberapa menit kemudian makanan sudah tertata rapi di meja makan, dan mereka makan bersama.



“Emmm.. wanginya harum.. pasti enak” ujar Alexa sambil menghirup aroma makanan itu terus.


Digo langsung menyajikannya ke piring Alexa.


“Paket komplit banget pacar aku..” ujar Alexa tersenyum manis ke arah Digo.


“Selamat makan juga sayang” balas Alexa sudah siap menyerang makanan itu.


Setelah mereka sudah selesai makan, Digo melihat tangan Alexa yang terluka hitam sepertinya terkena percikan minyak.


“Yuk berangkat sekarang sayang” ujar Alexa sudah siap dengan penampilannya.


“Bentar.. tunggu dulu.. kamu punya P3K sayang?” Ujar Digo.


“Ada kok, sebentar ya sayang” ujar Alexa mengambil kotak P3K nya di lemari


“Ini” ujar Alexa menyerahkannya kepada Digo.


Digo langsung mendudukkan Alexa di sofa dan menyentuh tangannya dan mengoleskan minyak ke luka bakar tersebut.


“Sayang.. ini luka kecil kok” ujar Alexa melihat Digo mengobatinya dengan serius.


“Jangan melukai dirimu lagi.. hanya demi membuat orang lain senang, oke?” Ujar Digo menatap Alexa.


“Kamu kan bukan orang lain lagi bagi aku.. kamu pacar aku” balas Alexa.


“Aku tau.. tapi aku gak mau kamu kenapa-kenapa sayang” ujar Digo sudah selesai mengobati tangan Alexa.


Alexa sungguh beruntung memiliki Digo di dalam hidupnya, sudah sejak lama dia membutuhkan perhatian seperti ini, hanya sosok Digo yang mampu meredakan kerinduannya terhadap Ibunya.


Alexa mengangguk paham “I love you”


Digo menyentuh wajah Alexa dengan kedua tangannya “I love you more”

__ADS_1


Mereka akhirnya turun dari Apartemen dan menuju ke Bahtera Hospital, syuting dengan latar rumah sakit akan dimulai hari ini.


Digo tetap harus bekerja dan menerima pasien seperti biasanya, sudah lama dia meninggalkan pekerjaannya itu. Lagipula Alexa berada dekat dengannya, jadi dia tidak merasa khawatir.


Risa juga sudah sampai di Bahtera Hospital dan mengajak Alexa untuk segera di rias dan mengenakan kostum yang telah disediakan.


Salah satu perias memuji kecantikan Alexa “Nona sangat cantik sekali.. pantas saja Tuan Keivan menyukai anda”


“Keivan? Kenapa kamu menyebutkan namanya tiba-tiba?” Balas Alexa.


“Saya dengar anda sedang berkencan dengannya” balas perias itu.


“Aku tidak berkencan dengannya.. entah siapa yang menyebarkan rumor palsu itu” ujar Alexa lagi.


Perias itu seketika berhenti berbicara.


“Sudah siap belum?” Ujar Risa masuk kedalam.


“Sudah Nona” balas Perias itu.


Alexa langsung keluar ruangan make up dan siap untuk syuting, dia melihat Keivan yang juga sudah siap dengan penampilannya. Dia memakai jas putih kedokteran yang sedikit membuatnya gagah.


Syuting mereka pun berjalan lancar, hari itu benar-benar melelahkan. Apalagi suasana syuting tadi banyak yang menanyakan perihal hubungan asli Alexa dan Keivan apakah mereka benar-benar sedang berkencan atau tidak, karena chemistry mereka di dalam layar sangatlah cocok.


“Kami tidak berkencan.. itu kan yang kalian ingin dengar?” Ujar Keivan tegas memberitahukan Crew-crew yang lambe.


Alexa menatap wajah Keivan yang sedikit frustasi.


Keivan langsung pergi dari tempat itu dan duduk di taman luar rumah sakit, saat itu suasana sudah mulai petang.


Alexa mengikuti Keivan pergi “Kei..”


Keivan menengok kearah Alexa.




“Ada yang ingin aku sampaikan padamu” ujar Alexa ikut duduk disebelah Keivan.


“Silahkan..” balas Keivan.


“Aku sudah berpacaran dengan Digo, maafkan aku telah menyeret namamu dalam rumor ini” ujar Alexa pelan.


Keivan tertawa pelan “kamu ingin pamer sekarang?”


Alexa menggeleng “bukan.. bukan begitu maksudku.. jangan salah paham! Aku hanya ingin meluruskan keadaan Kei”


“Aku paham.. aku sudah mengetahuinya, aku tau kalian saling mencintai, jadi apa masalahnya sekarang?” Balas Keivan.


“Aku ikut senang mendengar tentang hubungan kalian” lanjut Keivan lagi.


Mereka saling menatap, Keivan dengan berat hati harus merelakan cintanya pergi walau belum sempat memperjuangkannya.


Yapp.. setidaknya ini lebih adil untuk mereka.


Alexa memeluk tubuh Keivan “Aku menyayangimu”


Keivan membalas pelukan Alexa “Aku menyayangimu juga”

__ADS_1


__ADS_2