
HAPPY READING!!đ„°
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kokđ„ș
Kabar menggembirakan bagi Alexa karena pagi ini Digo akan datang ke Apartemennya dan pergi ke Bahtera Hospital bersama, Digo akan bekerja dan Sisca akan mulai syuting disana.
Bahkan karena rasa excitednya Alexa tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu terbangun, dia mempunyai ide untuk membersihkan kamar apartemennya agar Digo menjadi nyaman dan menganggap dirinya sosok wanita yang bersih.
Alexa mengambil kemoceng untuk membersihkan debu-debu yang hinggap disetiap sudut ruangannya âAstaga.. sudah berapa lama aku tidak memanggil CS untuk membersihkan ini..â
Karena debu itu membuat Alexa bersin-bersin dan flu, dia memakai masker untuk menghindari flunya semakin parah.
Dia sungguh nampak seperti wanita idaman pagi itu, dia menata ruangan, menyapu, bahkan pergi kepasar untuk membeli beberapa bahan makanan, yap.. dia sepertinya juga akan memasak.
Dia sudah membeli daging ayam dan perlengkapan yang lain, sekarang dia hanya bisa mengamati bahan itu, dia sungguh menyesal tidak belajar memasak sebelumnya.
Tapi dia mempunyai jalan ninja, yaitu dengan menonton beberapa tutorial memasak dari Youtube. Pertama dia memotong ayamnya menjadi beberapa bagian, dan itu sudah berhasil dia lakukan. Dia mencuci ayam yang sudah dipotong itu dan menuangkan minyak di wajannya.
âOke.. sekarang waktunya menggoreng..â ujar nya sambil memegang spatulanya.
Dia menuangkan daging ayam tersebut saat minyak terlihat sudah panas.
âAhhaa ternyata ini mudah bagiku..â ujarnya percaya diri.
TIS
TIS
âAstaga.. kenapa minyaknya lompat-lompat.. panas sekaliâ keluhnya saat percikan minyak itu mengenai kulitnya.
Dia mematikan kompornya dulu dan mengambil helm dan memakai jiket tebal, agak berlebihan memang.. tapi demi keselamatan wajah dan tubuhnya dia harus mengenakan semua itu.
Dia menghidupkan kompornya lagi, percikan minyak itu semakin tinggi, Alexa sama sekali tidak berani membolak-balikan daging ayam tersebut. Sepertinya daging ayam itu sudah akan gosong.
TING
NONG
âAstaga.. siapa yang datang sepagi ini..â keluh Alexa dan langsung mematikan kompornya lagi.
Dia membuka pintu apartemennya dan melihat kekasih tersayangnya itu sudah didepan pintu sambil tersenyum.
âSayang.. kamu datang lebih awal?â Ujar Alexa menoleh jamnya.
Digo memang sengaja datang lebih awal dan tanpa memberitahukan rencananya itu kepada Alexa.
âKamu ingin pergi kemana sayang?â Tanya Digo melihat penampilan Alexa yang memakai helm dan mengenakan jiket tebal tapi sedang memegang spatula.
âEmmm.. aku tidak ingin kemana-kemanaâ balas Alexa dengan tertawa kecil.
âMasuklah..â ujar Alexa lagi membuka pintunya dan mengantar Digo duduk di sofanya.
âKamu sedang memasak sayang?â Tanya Digo melihat dapur Alexa yang cukup berantakan.
Alexa mengangguk âIya.. niat awalku seperti itu, aku ingin sarapan pagi bersamamu.. tapi rasanya itu tidak akan terjadiâ
âKenapa tidak akan terjadi sayang?â Tanya Digo lagi.
âAku tidak bisa memasak sayang..â ujar Alexa ragu.
__ADS_1
Digo langsung berdiri dan datang ke dapur dan menoleh wajah Alexa yang malu dan tertunduk.
âJangan khawatir sayang.. aku yang akan memasak hari iniâ
Digo mengambil alih bidang permasakkan sekarang, bahkan Alexa sudah membuka helm dan jaket tebalnya dan menatap keahlian memasak Digo.
âKamu belajar memasak darimana sayang?â Tanya Alexa menghampiri Digo dan berdiri dibelakangnya sambil memegang baju kemeja Digo agar tidak terkena percikan minyak lagi.
âDulu aku selalu ikut dengan Bunda untuk kursus memasak, Karena kami selalu bertengkar perihal masakan jadi ayah memutuskan untuk mengantar Bunda kursus memasak sayangâ ujar Digo sambil memotong bumbu-bumbu.
(Para readers yang sudah membaca âSimpanan Dosenâ sampai tamat pasti masih ingat bagaimana keahlian memasak Siscađ)
âOhh.. jadi begitu..â ujar Sisca mengerti.
âNanti setelah menikah, kita akan pergi ke tempat kursus memasak juga, oke?â Ujar Digo menoleh Alexa yang berdiri dibelakangnya sambil tersenyum.
âHuwuuhh dia bahkan memikirkan pernikahan sekarang.. menggemaskan sekaliâ batin Alexa sangat senang.
Beberapa menit kemudian makanan sudah tertata rapi di meja makan, dan mereka makan bersama.
âEmmm.. wanginya harum.. pasti enakâ ujar Alexa sambil menghirup aroma makanan itu terus.
Digo langsung menyajikannya ke piring Alexa.
âPaket komplit banget pacar aku..â ujar Alexa tersenyum manis ke arah Digo.
âSelamat makan juga sayangâ balas Alexa sudah siap menyerang makanan itu.
Setelah mereka sudah selesai makan, Digo melihat tangan Alexa yang terluka hitam sepertinya terkena percikan minyak.
âYuk berangkat sekarang sayangâ ujar Alexa sudah siap dengan penampilannya.
âBentar.. tunggu dulu.. kamu punya P3K sayang?â Ujar Digo.
âAda kok, sebentar ya sayangâ ujar Alexa mengambil kotak P3K nya di lemari
âIniâ ujar Alexa menyerahkannya kepada Digo.
Digo langsung mendudukkan Alexa di sofa dan menyentuh tangannya dan mengoleskan minyak ke luka bakar tersebut.
âSayang.. ini luka kecil kokâ ujar Alexa melihat Digo mengobatinya dengan serius.
âJangan melukai dirimu lagi.. hanya demi membuat orang lain senang, oke?â Ujar Digo menatap Alexa.
âKamu kan bukan orang lain lagi bagi aku.. kamu pacar akuâ balas Alexa.
âAku tau.. tapi aku gak mau kamu kenapa-kenapa sayangâ ujar Digo sudah selesai mengobati tangan Alexa.
Alexa sungguh beruntung memiliki Digo di dalam hidupnya, sudah sejak lama dia membutuhkan perhatian seperti ini, hanya sosok Digo yang mampu meredakan kerinduannya terhadap Ibunya.
Alexa mengangguk paham âI love youâ
Digo menyentuh wajah Alexa dengan kedua tangannya âI love you moreâ
__ADS_1
Mereka akhirnya turun dari Apartemen dan menuju ke Bahtera Hospital, syuting dengan latar rumah sakit akan dimulai hari ini.
Digo tetap harus bekerja dan menerima pasien seperti biasanya, sudah lama dia meninggalkan pekerjaannya itu. Lagipula Alexa berada dekat dengannya, jadi dia tidak merasa khawatir.
Risa juga sudah sampai di Bahtera Hospital dan mengajak Alexa untuk segera di rias dan mengenakan kostum yang telah disediakan.
Salah satu perias memuji kecantikan Alexa âNona sangat cantik sekali.. pantas saja Tuan Keivan menyukai andaâ
âKeivan? Kenapa kamu menyebutkan namanya tiba-tiba?â Balas Alexa.
âSaya dengar anda sedang berkencan dengannyaâ balas perias itu.
âAku tidak berkencan dengannya.. entah siapa yang menyebarkan rumor palsu ituâ ujar Alexa lagi.
Perias itu seketika berhenti berbicara.
âSudah siap belum?â Ujar Risa masuk kedalam.
âSudah Nonaâ balas Perias itu.
Alexa langsung keluar ruangan make up dan siap untuk syuting, dia melihat Keivan yang juga sudah siap dengan penampilannya. Dia memakai jas putih kedokteran yang sedikit membuatnya gagah.
Syuting mereka pun berjalan lancar, hari itu benar-benar melelahkan. Apalagi suasana syuting tadi banyak yang menanyakan perihal hubungan asli Alexa dan Keivan apakah mereka benar-benar sedang berkencan atau tidak, karena chemistry mereka di dalam layar sangatlah cocok.
âKami tidak berkencan.. itu kan yang kalian ingin dengar?â Ujar Keivan tegas memberitahukan Crew-crew yang lambe.
Alexa menatap wajah Keivan yang sedikit frustasi.
Keivan langsung pergi dari tempat itu dan duduk di taman luar rumah sakit, saat itu suasana sudah mulai petang.
Alexa mengikuti Keivan pergi âKei..â
Keivan menengok kearah Alexa.
âAda yang ingin aku sampaikan padamuâ ujar Alexa ikut duduk disebelah Keivan.
âSilahkan..â balas Keivan.
âAku sudah berpacaran dengan Digo, maafkan aku telah menyeret namamu dalam rumor iniâ ujar Alexa pelan.
Keivan tertawa pelan âkamu ingin pamer sekarang?â
Alexa menggeleng âbukan.. bukan begitu maksudku.. jangan salah paham! Aku hanya ingin meluruskan keadaan Keiâ
âAku paham.. aku sudah mengetahuinya, aku tau kalian saling mencintai, jadi apa masalahnya sekarang?â Balas Keivan.
âAku ikut senang mendengar tentang hubungan kalianâ lanjut Keivan lagi.
Mereka saling menatap, Keivan dengan berat hati harus merelakan cintanya pergi walau belum sempat memperjuangkannya.
Yapp.. setidaknya ini lebih adil untuk mereka.
Alexa memeluk tubuh Keivan âAku menyayangimuâ
Keivan membalas pelukan Alexa âAku menyayangimu jugaâ
__ADS_1