OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Mabuk cinta


__ADS_3

DOUBLE UP!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


Setelah makanan Appetizernya selesai, mereka mendapatkan makanan chicken parmigiana sebagai main course.


Gondola itu berputar-putar berpuluh-puluh kali, dan mereka sangat menikmati sky dinning saat itu. Mereka juga mengambil beberapa foto berdua untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka.


“Ini pertama kalinya aku naik gondola, ternyata sangat menyenangkan” ujar Alexa.


“Aku juga, ini sangat menyenangkan, makanannya juga sangat lezat” balas Digo.


Digo mengeluarkan notebook pemberian Alexa saat dirumah sakit kala itu “Aku membawa ini.. aku belum sempat membacanya, sesuai janji aku akan membacanya setelah kamu sembuh dan pulang dari rumah sakit”


Alexa menutup mulutnya “kamu akan membacanya dihadapanku?”


Digo mengangguk “Tentu, tidak masalah kan?”


Digo membuka notebook itu dan membacanya “Alexa Virana, 25 tahun, lahir di Bandung, 14 Juli 1996. Hidupku tidak se menarik ini sebelum mengenalmu..”


“Cukup cukup.. aku malu” ujar Alexa dengan cepat memotong perkataan Digo.


Digo tertawa “kamu suka menulis?”


Alexa mengangguk “iya jika ada waktu senggang”


Digo masih tertawa dan membaca tulisan Alexa dalam hati.


“JANGAN MENGEJEKKU!!!” Ujar Alexa pura-pura cemberut.


“Kamu tidak ingin menjadi aktris?” Tanya Digo lagi setelah membaca poin itu.


Alexa mengangguk “Jujur iya.. aku sejak kecil ingin menjadi dokter.. aku hidup hanya bersama Ibuku, Aku tidak bisa mengapai cita-cita itu karena hidup yang serba keterbatasan”


“Maaf.. kamu selalu hanya menyebut Ibu, tanpa kata Ayah? Kenapa?” Tanya Digo penasaran.


“Kalau aku mengatakan ini.. berarti kita sudah sangat dekat sekarang” Ujar Alexa.


“Bukankah kita sudah sangat dekat kan?” Balas Digo.


Alexa membalasnya dengan tersenyum.


“Ini adalah rahasia terbesarku, bahkan hanya Risa yang mengetahui ini.. dan sekarang kamu mungkin akan tau juga” ujar Alexa.


“Aku bahkan tidak mengenal ayahku siapa.. dia sudah meninggalkan Ibuku semenjak aku masih dalam kandungan.. dia telah mencampakkan ibuku..” ujar Alexa lagi.


“Aku adalah anak haram” lanjut Alexa lagi sambil menahan air matanya.


“Jangan bicara seperti itu..” balas Digo.


Digo merasa bersalah karena sudah membahas hal yang sangat sensitif itu, dia memberikan saput tangannya kepada Alexa untuk menyeka air mata.


“Maafkan aku.. maafkan aku” ujar Digo.

__ADS_1


Alexa menggeleng “No, It’s Okey.. Pasti sekarang kamu akan merasa ilfeel kan?”


“Tentu saja tidak, justru aku bangga dengan segala pencapaianmu.. aku yakin tidak akan bisa bertahan lebih baik jauh sebaik dirimu” balas Digo.


Alexa menghapus air matanya.


Digo yang tak enak sudah membuat Alexa menjadi sedih langsung mencoba untuk menghiburnya, dia menutup notebook itu lagi dan menaruhnya di saku celananya.


“Aku sebenarnya tidak phobia kuda” ujar Digo.


“Lalu.. tadi maksudmu apa?” Tanya Alexa.


“Aku takut dengan ketinggian” ujarnya pelan.


“Ck… aku kira kamu tadi bersungguh-sungguh” balas Alexa sambil tertawa.


“Pantas saja tanganmu menjadi sangat dingin.. dingin sekali..” lanjut Alexa masih tertawa.


Digo menatap wajah Alexa yang sibuk berbicara sambil tertawa “sisi menarik ini yang selalu membuatku penasaran padamu” batinnya.


“Tapi tadi kamu sangat pemberani..” puji Digo.


“Aku sebenarnya juga takut.. tapi karena ada kamu disampingku, jadi aku menjadi sedikit berani..” ujar Alexa blak-blakan.


“Bahkan tadi aku sempat merekam beberapa video.. dan terlihat jelas raut wajahmu yang sangat ketakutan itu.. ” ejek Alexa lagi.


Alexa menunjukkan video itu kepada Digo dan mereka tertawa terbahak-bahak.


Setelah mereka menikmati semua makanan, ada 2 botol soju juga disana, Mereka meminum itu beberapa kali, dan Alexa sudah meminum itu sangat banyak sampai dia merasakan pusing dan setengah mabuk.


“Tuangkan lagi..” ujar Alexa meminta lagi.


Digo menggeleng “tidak.. kamu sudah terlihat mabuk”


“Aaaku mabuk? Tidaklah.. Alexa tidak mudah mabuk” ujar Alexa sudah jelas mabuk.


“Sudah jelas dia sedang mabuk sekarang” batin Digo melihat Alexa berbicara banyak hal yang tidak jelas, tapi dengan tingkahnya itu berhasil membuat Digo terus tertawa.


dan waktu juga sudah mulai petang, dia memutuskan untuk kembali pulang. Namun sebelum itu dia berjalan-jalan dulu disekitar pantai. Mereka telah menghabiskan waktu seharian, tapi mereka belum merasakan cukup.


Mereka berdiri didepan pantai sambil melihat sunset yang indah didepan mereka.


“Bagaimana dengan Alika?” Tanya Alexa tiba-tiba.


“Maksudku.. rencana perjodohan kalian, aku mengetahui ini dari Taniara” lanjut Alexa lagi.


“Kita belum memutuskannya, kita setuju jika ada pihak yang tidak ingin perjodohan ini terjadi, maka perjodohan itu akan dibatalkan” terang Digo jujur.


“Jadi.. kamu sudah menyukainya?” Tanya Alexa pelan masih dalam keadaan mabuk.


Digo melihat Alexa sambil memegang pundak Alexa agar tidak terjatuh “Aku belum bisa memastikan itu”


“Bagaimana dengan diriku.. apakah kamu menyukaiku?” Tanya Alexa lagi.

__ADS_1


Digo yakin saat itu Alexa sedang mabuk dan kemungkinan dia tidak mendengar/mengingat sesuatu dengan serius.


Alexa menguncang pundak Digo “kenapa kamu diam?!”


“Aku bukan tipe idaman mu yaa??” ujarnya lagi pura-pura menangis.


Digo hanya terdiam tanpa menjawab segala pertanyaan Alexa.


Alexa menjatuhkan dirinya di pasir pantai, dia sudah benar-benar teler akibat meminum banyak gelas soju.



“Jangan tinggalkan aku..” ujar Alexa sambil menutup matanya.


“Aku sangat menyukaimu Dokter.. sangat.. sangat.. besar” ujar Alexa lagi sambil memperagakannya dengan tangannya


“Jangan tinggalkan aku” ujarnya lagi lalu benar-benar tertidur.


“Aku tidak akan meninggalkanmu” balas Digo sambil memandang wajah Alexa yang sudah sepenuhnya tidur.


“Banyak hal sudah kamu jalani sendirian.. sekarang tidak lagi, aku akan selalu ada di sisi mu” lanjut Digo lagi.


“Aku belum yakin aku sudah mencintaimu, tapi aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya dan aku merasa kesal melihatmu bersama Keivan” ujar Digo panjang.


Sepertinya kuping Alexa bisa mendengar beberapa ucapan Digo untuknya, dia tersenyum walaupun tanpa merespon ucapan itu.


TING


“Digo, mari kita berkencan” pesan notifikasi dari Alika yang membuat Digo terkejut.


Digo memandang wajah Alexa lagi dan tersadar sudah terjebak antara dua pilihan wanita yang membuatnya sangat dilema.


“Alexa atau Alika?”


...----------------...


Alika datang ke rumah sakit sengaja untuk bertemu dengan Digo namun Taniara mengatakan bahwa Digo sedang tidak praktek dan sedang pergi bersama Alexa.


“Kira-kira mereka pergi kemana?” Tanya Alika.


“Aku tidak tau. Kamu bisa menghubungi Dr. Digo” balas Taniara.


“Apakah kamu tau hubungan mereka? seperti apa?” Tanya Alika penasaran.


“Alexa pernah menjadi pasien kami, mungkin Dr. Digo sedang memeriksa keadaan Alexa” balas Taniara.


“Jangan-jangan pasien yang saat itu Digo berikan boneka adalah Alexa?” Batin Alika sedih.


“Baiklah, terimakasih” ujar Alika langsung pergi meninggalkan Taniara.


Alika masuk kedalam mobilnya dan mengirimkan Digo pesan “Digo, Mari kita berkencan”


“Aku gak akan biarkan kamu ngerebut Digo, Digo cuma buat aku” ujarnya kesal sambil memukul setir.

__ADS_1


__ADS_2