
HAPPY READING🥰
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘
......................
Akibat Ketekunan Taniara saat bekerja dia mendapatkan reward cuti selama 3 hari, dia merasa bimbang dan bosan jika tidak bekerja selama itu, dia sudah memastikan hanya akan berbaring seharian dan menonton drama maraton.
KRING
Taniara melihat notifikasi ponselnya “Kei❤️”
“Halo sayang” ujar Taniara sambil rebahan di ranjangnya.
K : Halo sayang.. kamu lagi ngapain?
T : Lagi rebahan..
K : Gak kerja sayang?
T : Aku cuti 3 hari sayang
K : widihh bagus dong.. holiday yuk?
T : kemana?
K : kamu siap-siap sekarang, 20 menit lagi aku sampai disana.
T : mau kemana?
K : rahasia.. wlek
T : iiihh kasih clue dulu..
K : okey.. ada pohon kelapa banyak, ada air terus bisa lihat sunset..
T : Okeyy aku tau.. aku siap-siap dulu
K : See you❤️
Mereka langsung bersiap-siap secepatnya.
Taniara langsung keluar dari rumahnya saat mendengar klakson mobil Keivan.
Keivan membukakan pintu mobilnya untuk Taniara.
“Cantik banget..” puji Keivan melihat penampilan Taniara.
“Boong!!” Balas Taniara, dia sangat meragukan pujian Keivan, dia selalu tidak percaya diri dengan penampilannya.
“Bener sayang.. ihh” ujar Keivan fokus menyetir mobil.
“Kita mau kepantai mana?” Tanya Taniara.
“Adaadehhh” balas Keivan meledek.
Taniara sibuk memainkan ponselnya dan Keivan langsung mengambil ponsel Taniara.
“One day without phone!” Ujar Keivan langsung memasukkan ponsel Taniara ke kantong mobil.
“Ihh nanti kalo ada hal penting gimana?” Ujar Taniara.
“Kamu kan lagi cuti sayang.. kamu fokus ke aku dan liburan kita ituu ajaa” balas Keivan.
Taniara setuju dengan perkataan Keivan.
Keivan menyentuh tangan Taniara romantis “kamu enggak sedih kan aku sita hape kamu?”
Taniara menggeleng dan menyentuh tangan Keivan juga “Enggak kok.. it’s okeyy”
“Gimana urusan kantor kamu?” Tanya Taniara.
“Baik, lancar kok..” balas Keivan.
“Ehh iyaa.. aku lupa..” ujar Taniara.
“Apa sayang?” Tanya Keivan.
Taniara membuka paper bagnya dan membuka bekel makanannya “roti panggang”
“Aku bawa ini…” ujar Taniara senang.
“Aku mau…” ujar Keivan juga senang.
“Aku yang suapin.. kamu fokus nyetir..” balas Taniara.
__ADS_1
Taniara mengarahkan roti panggang itu ke mulut Keivan.
“Emmm.. kok bisa enak gini?” Tanya Keivan sambil mengunyah.
“Ahh kamu.. roti kan emang gini rasanya..” balas Taniara.
“Bukan.. ini beda sayang, kayak spesial gitu loh” ujar Keivan jujur.
“Padahal roti yang aku pake udah kadaluarsa loh” ujar Taniara bercanda.
HUK HUK
“Kamu berniat bunuh aku sayang?” Ujar Keivan menoleh Taniara.
Taniara menahan tawanya “baru sehari kok kadaluarsanya.. kasihan aku buang..”
“Astaga.. nyawa aku sayang..” ujar Keivan panik.
“Tuuuhh kamu baik-baik aja kan?” Ejek Taniara.
“Awas ya aku kenapa-kenapa..” ujar Keivan beneran panik.
Taniara menyerahkan botol airnya “yaudah.. minum dulu sayang”
“Ini isi apa lagi?” Tanya Keivan memastikan.
“Isi cinta..” ejek Taniara.
Keivan langsung tersenyum dan meminum air itu sampai habis.
“Nanti kembung loh..” ujar Taniara.
“Kembung cinta kamu gapapa lahh..” balas Keivan sambil tertawa.
Taniara langsung menoyor pundak Keivan “lebay banget..”
Mereka saling bercanda dan tertawa-tawa.
Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, sebelum itu mereka sempat berbelanja di supermarket untuk membeli minuman dan cemilan.
Nama pantainya juga cukup unik yaitu pantai cinta.
“Wahh bagus..” ujar Taniara memuji pantai yang indah itu.
“Ini pertama kalinya kan kamu kesini?” Tanya Keivan.
“Iyaa kamu kan workholic..” ejek Keivan.
“Sini aku yang bawa barangnya..” lanjut Keivan mengambil paper bag makanan.
Mereka mencari tempat yang teduh untuk duduk-duduk.
“Sayang.. pohon kelapanya masih kicik kicik” ujar Taniara menunjuk pohon kelapa yang dia anggap lucu itu.
“Fotoin…” ujar Taniara lagi.
Keivan yang kesusahan sudah membawa banyak barang harus tetap menjadi pacar yang professional.
“Okee.. kamu berfose.. 1 2 3..” ujar Keivan.
Taniara mengecek hasil foto Keivan “iihh miring ini sayang.. ulang yaa”
Keivan memfoto Taniara lagi.
“Nahh bagus..” ujar Taniara sambil senyum-senyum.
“Ganti gaya…” lanjut Taniara lagi.
“Dihh gak nyangka aku.. kamu eksis juga yaa” ejek Keivan.
“Hihihi biarin..” balas Taniara sambil tertawa.
“Kamu mau juga sayang?” Ujar Taniara.
“Nanti aja sayang..” balas Keivan.
“Lanjut jalan lagi yuk?” Lanjut Keivan.
Taniara mengangguk setuju.
Mereka menemukan titik spot terbagus, mereka membawa kursi santai dan menyiapkan semuanya bersama.
__ADS_1
Sehabis itu Taniara fokus mengambil gambar kepemandangan sekitar yang sangat indah.
“Kamu seneng banget kayaknya..” ujar Keivan senang saat melihat Taniara sangat ceria.
“Senenglah.. tumben jalan-jalan hehe” balas Taniara.
“Makasi yaa sayangku” tambah Taniara lagi.
Seminggu berpacaran dengan Keivan membuat hati Taniara benar-benar luluh.
“Sama-sama sayangku” balas Keivan juga.
Taniara menyeduh kopi untuk mereka berdua.
“Kamu sering dulu kesini sama mantan kamu?” Tanya Taniara penasaran.
“Gak pernah sayang” balas Keivan jujur.
“Bohong!!” Ujar Taniara tak percaya.
“Serius sayang.. aku cuek orangnya..” balas Keivan.
“Sama aku kok enggak cuek?” Tanya Taniara kepo.
“Kamu cuek soalnya, kalau sama-sama cuek kan gak bagus..” jawab Keivan.
“emmm.. bener jugaa” balas Taniara.
Keivan juga tengah memanggang sosis untuk cemilan mereka.
“Balikin sayang.. udah gosong itu..” ujar Taniara.
“Ehh iyaa lupaa.. gak fokus aku..” balas Keivan.
“Kok gak fokus?” Tanya Taniara.
“Karena deket sama kamu..” balas Keivan sambil mengedipkan matanya sebelah.
Taniara langsung menoyor pundak Keivan “Ishh mulai mulai..”
“Kamu dorong dorong terus.. kalau aku jatuh gimana?” Balas Keivan membenarkan duduknya.
“Bagus dong.. jatuh cinta sama aku tapi” ejek Taniara.
“Udah mulai pinter ngegombal yaa sekarang..” ejek Keivan balik.
Keivan mengambil hasil panggangannya, dan meniupnya agar tidak panas karena dia ingin menyuapi Taniara.
“Pelan-pelan panas..” ujar Keivan sambil mengarahkan sosis itu kemulut Taniara.
“Emmm… enakk..” balas Taniara sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Taniara juga menyuapi makanan itu ke mulut Keivan.
“I love you..” balas Keivan sambil tersenyum kearah Taniara.
“I love you too” balas Taniara juga dengan ekspresi yang sama.
Mereka melanjutkan memakan makanan yang lain sambil menunggu sunset.
Taniara menyenderkan kepalanya ke pundak Keivan.
Keivan juga mengelus rambut Taniara pelan, aroma strobery pada rambut Taniara sangat harum dan membuatnya nyaman.
Keivan menarik wajah Taniara mendekat kearahnya.
Taniara memejamkan matanya saat merasakan desiran nafas Keivan yang sudah sangat dekat mengenai wajahnya.
Beberapa hari setelah kejadian malam itu, mereka bahkan masih sangat canggung untuk berpegangan tangan, ini pertama kalinya mereka melakukan sentuhan dan kini bahkan mereka akan berciuman.
CUP
Keivan mencium bibir ranum Taniara singkat, dia ingin melihat reaksi Taniara selanjutnya.
Mereka saling menatap lama.
Taniara melakukan hal itu lagi terlebih dahulu.
CUP
Ciuman yang makin panas, saling membelit dan lama.
Berciuman dipantai dengan situasi yang mulai senja akibat sunset sangatlah romantis.
__ADS_1
#siapa yang mau ikut author ke mars?