
HAPPY READING!!đ
DOUBLE UP!!
Sisca mengingatkan Digo lagi agar tidak datang terlambat dan jangan mengecewakan Alika selama berkencan.
Digo telah menunggu Alika 10 menit lebih awal di sebuah caffe, dia memainkan ponselnya dan dia adalah tipikal orang yang jarang untuk bermain lovestagram, tapi saat itu dia membukanya dan melihat pemberitaan tentang Alexa dan Keivan yang akan bermain film bersama yang berjudul âDoctor, I love youâ
âOooh jadi perannya akan menjadi pasienâ ujar Digo sedikit tertawa setelah membaca sinopsis tentang film yang akan datang itu.
âHai, Digo ya?â Ujar Alika yang sudah berdiri didepan meja Digo.
Digo mengangguk âHai, Iya, silahkan dudukâ
Alika pun duduk berhadapan dengan Digo.
âWajahnya terlihat sangat pintarâ batin Digo saat melihat teman kecilnya dulu.
âApa kabar Digo?â Ujar Alika terlebih dahulu.
âSangat baik, bagaimana denganmu?â Tanya Digo balik.
âAku baik, sudah lama ya kita tidak bertemuâ tambah Alika dengan senyumannya
Digo tersenyum juga âKamu nampak sangat berbeda sekarang, maksudku tidak seperti saat kamu kecilâ
Alika langsung tertawa setelah mendengar ucapan Digo âHahaha, tentu saja.. kamu juga tidak terlihat seperti dokter jika mengenakan setelan jas ituâ
âBaiklah, kamu ingin makan apa?â Tanya Digo sambil membuka buku menu.
âHmmm.. aku sedang diet, kamu taulah seberapa penting postur tubuh bagi wanita, aku hanya akan pesan Hot Latteâ balas Alika.
Digo memahami perasaan Alika, dia langsung memanggil pelayan dan memesan 2 Hot Latte, mereka pun menunggu hingga minumannya datang sambil berbincang-bincang.
âAku sangat merindukan saat kita bermain di taman saat kita masih kecil dulu, nanti kita kesana ya?â Ujar Alika ramah.
Digo mengangguk âOke, apakah kamu akan menetap di Jakarta sekarang?â
Alika mengangguk âIya, ayahku ingin aku bekerja disini, lagipula aku adalah anak mereka satu-satunyaâ
âApakah kamu tau kenapa orang tua kita mengirim kita untuk bertemu?â Tanya Digo
âHmmm.. karena kita akan dijodohkan?â Jawab Alika blak-blakan.
âApakah kamu tidak masalah tentang itu?â Tanya Digo penasaran.
Alika menggeleng âtidak, malah aku senang, karena akan dijodohkan dengan Dr. Digo, lulusan dokter ortopedi terbaik di Amerika, lalu mengapa aku menolakmuâ
Digo terkejut saat mendengar ucapan Alika yang sangat blak-blakan itu.
__ADS_1
Alika langsung tertawa âaku hanya bercanda, mari kita jalani dulu.. jika kita merasa tidak cocok kita bisa langsung menolak tawaran merekaâ
Digo setuju dengan perkataan Alika âkamu benar, maafkan aku karena telah menanyakan tentang iniâ
âTenang Digo, aku juga memikirkan hal itu, tapi aku rasa kencan kita tidak akan berjalan hanya sekali saja kan?â Tanya Alika.
âJadi kamu ingin bertemu denganku lagi?â Tanya Digo balik.
Alika mengangguk âtentu, kamu sudah berjanji akan mengajakku pergi ke taman tadiâ
Digo tertawa dan ingat perkataannya âbenar jugaâ
âApakah ini kencan buta pertamamu?â Tanya Alika penasaran.
Digo mengangguk pelan.
Alika tertawa âaku sudah menduganya, kamu nampak kaku ketika berbicara dengan wanita, heiii tenanglah Digo, aku Alika temanmu sejak kecil jadi jangan canggungâ
âDia tampak menyenangkan dan juga berpikiran terbukaâ batin Digo senang.
Setelah minuman mereka habis, Digo mengajak Alika untuk pergi ke play station sambil mengenang masa kecil mereka.
Pertama mereka bermain permainan basket, mereka berlomba untuk memasukkan bola dan mengumpulkan poin.
Alika selalu ahli dalam bidang bermain, bahkan saat kecil dulu dia berhasil membuat Digo menangis karena selalu kalah.
âAku menang lagi, wlek!!â Ujar Alika sambil menjulurkan lidahnya.
âBaiklah, tapi aku yakin kamu tidak akan bisa mengalahkan aku dalam permainan itu..â ujar Digo sambil menunjuk mainan penangkap boneka.
âSekarang giliran akuâ ujar Digo percaya diri.
Digo mengambil aba-aba dan fokus untuk mengangkap salah satu boneka.
berkat kegigihannya dia berhasil menangkap boneka tedy bear yang berwarna pink dalam permainan pertamanya.
âYahhhhhâ ujar Alika cemberut.
âIni untuk kamuâ ujar Digo memberikan boneka hasil tangkapannya.
Alika senang dan menerimanya âmakasihâ
Tersisa satu koin lagi dan dia ingin memainkan mainan itu lagi.
Dan berhasil lagi mendapatkan boneka panda berwarna putih.
Alika menunggu Digo menyerahkan boneka itu lagi padanya, namun ternyata tidak.. Digo malah memegang boneka itu terus.
âItu untuk siapa?â Tanya Alika penasaran.
âUntuk pasienkuâ jawab Digo yang tiba-tiba teringat dengan Alexa.
âWahhh kamu dokter yang pengertian juga yaâ balas Alika kini sedikit tau kepribadian Digo.
__ADS_1
Digo membalasnya dengan senyuman.
Setelah lelah bermain, Digo mengantarkan Alika pulang dengan selamat.
âTerimakasih untuk hari ini, mau masuk dulu?â Ujar Alika menawarkan Digo untuk mampir.
Digo menggeleng âMaaf Alika, Aku harus kembali kerumah sakit sekarang, mungkin lain kali ya.. terimakasih juga untuk hari iniâ
...****************...
Di lain tempat Alexa melihat jam diponselnya sudah menunjukan pukul 2 siang, sudah saatnya dia akan menjalani fisioterapi bersama Dr. Digo. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan dokternya itu.
Tapi ternyata hanya Taniara yang datang, dan Alexa celingak-celinguk mencari keberadaan Dr. Digo.
âDr. Digo saat ini sedang ada urusan, dia memintaku untuk mewakilinya, tidak apa-apa kan Nona?â Ujar Taniara menyiapkan alatnya.
âTidak apa-apa Taniaraâ ujar Alexa walaupun sedikit merasa kecewa.
âOke, sekarang silahkan berbaring di alat, dan lakukan seperti arahan Dr. Digo biasanya yaâ ujar Taniara.
Alexa melakukan semua gerakan fisioterapi sesuai arahan Dr. Digo seperti biasanya, bahkan dia bisa berjalan hanya dengan satu tongkat saja sekarang.
Pinggul dan kakinya juga sudah tidak menyusahkan dirinya lagi, dia bisa bergerak walaupun masih dengan bantuan, untungnya tidak terjatuh lagi.
Taniara juga memuji peningkatan yang dialami oleh Alexa, dia meminta Alexa untuk berbaring lagi di Bed nya.
Setelah Taniara pergi dari kamar rawat nya, Alexa memainkan ponselnya lagi, hanya kegiatan itu saja yang Ia lakukan sepanjang hari ketika Risa pergi untuk bekerja.
KRETTTT
Digo masuk ke kamar rawat Alexa âHai, apakah saya menganggumu?â
Alexa sangat senang Digo datang ke kamar rawatnya âTidak dokter, silahkan masukâ
Alexa melihat penampilan Digo yang sangat berbeda dari biasanya, dia tidak memakai jas putih kebanggaannya tapi sekarang dia memakai jas hitam dengan dasi dan penampilannya persis seperti bos/direktur perusahaan besar yang tampan.
Digo menyerahkan boneka panda berwarna putih itu kepada Alexa âtadi saat bermain, saya mengingatmu.. jadi saya berikan ini untukmuâ
Alexa menerima boneka tersebut âWahhh Terimakasih Dokter.. ini sangat lucuâ
Digo membalasnya dengan senyuman âbagaimana dengan fisioterapimu hari ini? Maaf saya tidak bisa menemanimuâ
Alexa menggeleng âtidak masalah dokter, semuanya berjalan lancarâ
âOoohh iya.. pasti kemarin malam aku sangat menyusahkanmu kan? Kamu yang mengangkatku sampai ke kamar rawat kan?â Lanjut Alexa lagi.
âTidak apa-apa, walau sedikit beratâ ejek Digo.
Alexa mendengar ucapan Digo langsung pura-pura cemberut.
âAku tidak terpengaruh dengan ucapanmuâ ujar Alexa mengambil snacknya dan memakannya.
__ADS_1
Digo memikirkan tentang perbedaan sikap dari Alika dan Alexa tentang pandangan berat badan mereka.