OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Bimbang


__ADS_3

HAPPY READING!!😍


DOUBLE UP!!


Sisca mengingatkan Digo lagi agar tidak datang terlambat dan jangan mengecewakan Alika selama berkencan.


Digo telah menunggu Alika 10 menit lebih awal di sebuah caffe, dia memainkan ponselnya dan dia adalah tipikal orang yang jarang untuk bermain lovestagram, tapi saat itu dia membukanya dan melihat pemberitaan tentang Alexa dan Keivan yang akan bermain film bersama yang berjudul “Doctor, I love you”


“Oooh jadi perannya akan menjadi pasien” ujar Digo sedikit tertawa setelah membaca sinopsis tentang film yang akan datang itu.


“Hai, Digo ya?” Ujar Alika yang sudah berdiri didepan meja Digo.


Digo mengangguk “Hai, Iya, silahkan duduk”


Alika pun duduk berhadapan dengan Digo.


“Wajahnya terlihat sangat pintar” batin Digo saat melihat teman kecilnya dulu.


“Apa kabar Digo?” Ujar Alika terlebih dahulu.


“Sangat baik, bagaimana denganmu?” Tanya Digo balik.


“Aku baik, sudah lama ya kita tidak bertemu” tambah Alika dengan senyumannya



Digo tersenyum juga “Kamu nampak sangat berbeda sekarang, maksudku tidak seperti saat kamu kecil”


Alika langsung tertawa setelah mendengar ucapan Digo “Hahaha, tentu saja.. kamu juga tidak terlihat seperti dokter jika mengenakan setelan jas itu”



“Baiklah, kamu ingin makan apa?” Tanya Digo sambil membuka buku menu.


“Hmmm.. aku sedang diet, kamu taulah seberapa penting postur tubuh bagi wanita, aku hanya akan pesan Hot Latte” balas Alika.


Digo memahami perasaan Alika, dia langsung memanggil pelayan dan memesan 2 Hot Latte, mereka pun menunggu hingga minumannya datang sambil berbincang-bincang.


“Aku sangat merindukan saat kita bermain di taman saat kita masih kecil dulu, nanti kita kesana ya?” Ujar Alika ramah.


Digo mengangguk “Oke, apakah kamu akan menetap di Jakarta sekarang?”


Alika mengangguk “Iya, ayahku ingin aku bekerja disini, lagipula aku adalah anak mereka satu-satunya”


“Apakah kamu tau kenapa orang tua kita mengirim kita untuk bertemu?” Tanya Digo


“Hmmm.. karena kita akan dijodohkan?” Jawab Alika blak-blakan.


“Apakah kamu tidak masalah tentang itu?” Tanya Digo penasaran.


Alika menggeleng “tidak, malah aku senang, karena akan dijodohkan dengan Dr. Digo, lulusan dokter ortopedi terbaik di Amerika, lalu mengapa aku menolakmu”


Digo terkejut saat mendengar ucapan Alika yang sangat blak-blakan itu.

__ADS_1


Alika langsung tertawa “aku hanya bercanda, mari kita jalani dulu.. jika kita merasa tidak cocok kita bisa langsung menolak tawaran mereka”


Digo setuju dengan perkataan Alika “kamu benar, maafkan aku karena telah menanyakan tentang ini”


“Tenang Digo, aku juga memikirkan hal itu, tapi aku rasa kencan kita tidak akan berjalan hanya sekali saja kan?” Tanya Alika.


“Jadi kamu ingin bertemu denganku lagi?” Tanya Digo balik.


Alika mengangguk “tentu, kamu sudah berjanji akan mengajakku pergi ke taman tadi”


Digo tertawa dan ingat perkataannya “benar juga”


“Apakah ini kencan buta pertamamu?” Tanya Alika penasaran.


Digo mengangguk pelan.


Alika tertawa “aku sudah menduganya, kamu nampak kaku ketika berbicara dengan wanita, heiii tenanglah Digo, aku Alika temanmu sejak kecil jadi jangan canggung”


“Dia tampak menyenangkan dan juga berpikiran terbuka” batin Digo senang.


Setelah minuman mereka habis, Digo mengajak Alika untuk pergi ke play station sambil mengenang masa kecil mereka.


Pertama mereka bermain permainan basket, mereka berlomba untuk memasukkan bola dan mengumpulkan poin.


Alika selalu ahli dalam bidang bermain, bahkan saat kecil dulu dia berhasil membuat Digo menangis karena selalu kalah.


“Aku menang lagi, wlek!!” Ujar Alika sambil menjulurkan lidahnya.


“Baiklah, tapi aku yakin kamu tidak akan bisa mengalahkan aku dalam permainan itu..” ujar Digo sambil menunjuk mainan penangkap boneka.


“Sekarang giliran aku” ujar Digo percaya diri.


Digo mengambil aba-aba dan fokus untuk mengangkap salah satu boneka.


berkat kegigihannya dia berhasil menangkap boneka tedy bear yang berwarna pink dalam permainan pertamanya.


“Yahhhhh” ujar Alika cemberut.


“Ini untuk kamu” ujar Digo memberikan boneka hasil tangkapannya.


Alika senang dan menerimanya “makasih”


Tersisa satu koin lagi dan dia ingin memainkan mainan itu lagi.


Dan berhasil lagi mendapatkan boneka panda berwarna putih.


Alika menunggu Digo menyerahkan boneka itu lagi padanya, namun ternyata tidak.. Digo malah memegang boneka itu terus.


“Itu untuk siapa?” Tanya Alika penasaran.


“Untuk pasienku” jawab Digo yang tiba-tiba teringat dengan Alexa.


“Wahhh kamu dokter yang pengertian juga ya” balas Alika kini sedikit tau kepribadian Digo.

__ADS_1


Digo membalasnya dengan senyuman.


Setelah lelah bermain, Digo mengantarkan Alika pulang dengan selamat.


“Terimakasih untuk hari ini, mau masuk dulu?” Ujar Alika menawarkan Digo untuk mampir.


Digo menggeleng “Maaf Alika, Aku harus kembali kerumah sakit sekarang, mungkin lain kali ya.. terimakasih juga untuk hari ini”


...****************...


Di lain tempat Alexa melihat jam diponselnya sudah menunjukan pukul 2 siang, sudah saatnya dia akan menjalani fisioterapi bersama Dr. Digo. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan dokternya itu.


Tapi ternyata hanya Taniara yang datang, dan Alexa celingak-celinguk mencari keberadaan Dr. Digo.


“Dr. Digo saat ini sedang ada urusan, dia memintaku untuk mewakilinya, tidak apa-apa kan Nona?” Ujar Taniara menyiapkan alatnya.


“Tidak apa-apa Taniara” ujar Alexa walaupun sedikit merasa kecewa.


“Oke, sekarang silahkan berbaring di alat, dan lakukan seperti arahan Dr. Digo biasanya ya” ujar Taniara.


Alexa melakukan semua gerakan fisioterapi sesuai arahan Dr. Digo seperti biasanya, bahkan dia bisa berjalan hanya dengan satu tongkat saja sekarang.


Pinggul dan kakinya juga sudah tidak menyusahkan dirinya lagi, dia bisa bergerak walaupun masih dengan bantuan, untungnya tidak terjatuh lagi.


Taniara juga memuji peningkatan yang dialami oleh Alexa, dia meminta Alexa untuk berbaring lagi di Bed nya.


Setelah Taniara pergi dari kamar rawat nya, Alexa memainkan ponselnya lagi, hanya kegiatan itu saja yang Ia lakukan sepanjang hari ketika Risa pergi untuk bekerja.



KRETTTT


Digo masuk ke kamar rawat Alexa “Hai, apakah saya menganggumu?”


Alexa sangat senang Digo datang ke kamar rawatnya “Tidak dokter, silahkan masuk”


Alexa melihat penampilan Digo yang sangat berbeda dari biasanya, dia tidak memakai jas putih kebanggaannya tapi sekarang dia memakai jas hitam dengan dasi dan penampilannya persis seperti bos/direktur perusahaan besar yang tampan.


Digo menyerahkan boneka panda berwarna putih itu kepada Alexa “tadi saat bermain, saya mengingatmu.. jadi saya berikan ini untukmu”


Alexa menerima boneka tersebut “Wahhh Terimakasih Dokter.. ini sangat lucu”


Digo membalasnya dengan senyuman “bagaimana dengan fisioterapimu hari ini? Maaf saya tidak bisa menemanimu”


Alexa menggeleng “tidak masalah dokter, semuanya berjalan lancar”


“Ooohh iya.. pasti kemarin malam aku sangat menyusahkanmu kan? Kamu yang mengangkatku sampai ke kamar rawat kan?” Lanjut Alexa lagi.


“Tidak apa-apa, walau sedikit berat” ejek Digo.


Alexa mendengar ucapan Digo langsung pura-pura cemberut.


“Aku tidak terpengaruh dengan ucapanmu” ujar Alexa mengambil snacknya dan memakannya.

__ADS_1


Digo memikirkan tentang perbedaan sikap dari Alika dan Alexa tentang pandangan berat badan mereka.


__ADS_2