
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
#Flashback On
Dua hari yang lalu Mita menelpon Alexa dan mengajaknya untuk bertemu, tumben sekali Mita mengajaknya bertemu diluar tidak di Apartemennya.
âIbu ganggu syuting kamu gak nak?â Tanya Mita.
Alexa menggeleng âenggak kok bu, syuting aku sudah selesaiâ
âEmmm.. syukurlahâ ujar Mita.
âKamu masih sering bertemu dengan Digo?â Tanya Mita.
âLumayan Bu.. karena aku syuting juga dirumah sakitnyaâ balas Alexa sambil memakan makanannya.
Kebetulan mereka saat itu sedang berada disalah satu restoran.
âIbu gak setuju sama hubunganmu ituâ ujar Mita.
Alexa binggung dengan ucapan Ibunya itu âmaksud IBu?â
Mita menjelaskan semua kejadian rumit itu dari awal, bagaimana dia bisa bekerja sebagai kupu-kupu malam, bagaimana dia bisa bertemu dengan keluarga Alvenzo, dan mengatakan betapa sangat tidak mungkin keluarga Alvenzo akan menerimanya.
Alexa masih tak menduga semua itu
âIbu sudah berusaha membawamu jauh dari kenyataan itu tapi ternyata..â ujar Mita tak kuasa menahan tangis.
Alexa menyentuh tangan lembut Ibunya, dia sangat menyayangi Ibunya, bagaimanapun selama ini dirinya selalu menuruti kemauan Ibunya, dia sangat menghormati Mita.
âJadi Alexa harus bagaimana Bu?â Tanya Alexa menenangkan keadaan batin Ibunya.
Mita nenatap mata Alexa yang pura-pura tegar.
âKalau aku harus jauh, bahkan putus.. Alexa sanggupâ balas Alexa lagi sambil tersenyum.
âKamu serius?â Tanya Mita.
Alexa mengangguk âaku akan tinggal sama Ibu lagiâ
Mita menyentuh wajah Alexa âMaafin Ibu ya nakâ
âIbu gak salah.. Ibu tenang yahâ balas Alexa.
âSekarang Ibu makan, besok kita sama-sama pulang ke kampungâ lanjut Alexa lagi.
Alexa berusaha tegar didepan Ibunya, dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya, karena itu pasti juga berpengaruh juga untuk Mita.
Sekarang yang dia pikirkan hanya tentang hubungannya dengan Digo, bagaimana dia bisa pergi dengan tiba-tiba.
#Flashback Off.
Digo datang kerumah Risa, asisten pribadi Alexa. Untungnya mereka bisa bertemu langsung.
âKemarin Alexa bareng kamu kan?â Tanya Digo bertanya kepada Risa.
__ADS_1
Risa merasa gugup untuk menjawabnya, dia sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun.
âAku memang pergi sama dia kemarin, tapi aku gak tau dia kemana sekarang..â ujar Risa berbohong.
âTerus dimana Alexa sekarang?! Setenang itu kamu saat tau dia hilang?!â Ujar Digo sangat khawatir.
âApa ada?â Lanjut Digo lagi.
âGak ada apa-apa kok.. aku beneran gak tauâ balas Risa.
âTanpa kamu jujur sama aku! Aku akan cari kebenarannya sendiri!â Ujar Digo kesal langsung pergi.
Risa menjadi serba salah, tapi memang alangkah lebih baik dia tidak mencampuri urusan pribadi mereka.
......................
âAku gak mau! Ini gak sah!â Ujar Taniara saat Keivan memaksanya untuk pacaran.
âYaa emang gak sah! Kalau sah berarti udah nikahâ ucap Keivan asal.
Taniara langsung bangkit dari duduknya dan berdiri âaku harus pergi, rumah sakit perlu akuâ
âYaudah aku anter ya sayang?â Tanya Keivan.
Taniara melangkah kakinya cepat meninggalkan Keivan.
âIiishhhh.. kenapa jadi beginiâ batin Taniara menggerutu.
Keivan mengikuti langkah kaki Taniara dari belakang.
Taniara menyetop Bus yang lewat dan naik.
Tapi penumpang disana sedang penuh, tidak ada bangku kosong. Jadi Taniara harus berdiri sambil memegang gagang.
Keivan berdiri disampingnya juga sambil menjaga agar Taniara tidak terjatuh atau tersungkur kedepan.
âNgapain ikut?!â Bisik Taniara pelan agar tidak menganggu penumpang lain.
âPengen ikut aja sayang..â balas Keivan sambil tersenyum gembira.
Taniara sangat geli saat mendengar ucapan sayang dari Keivan itu.
Akhirnya ada 1 bangku yang kosong, dan Keivan meminta Taniara untuk duduk disana.
âDuduk disitu sayangâ ujar Keivan menunjuk bangku itu.
Taniara menggeleng âkamu aja!â
âKamu dong.. kasian pegel sayang..â balas Keivan sambil menarik tangan Taniara.
âIihh lepasin.. tangan aku pegang gagang, bus juga lagi jalan.. nanti kalo jatuh gimana?â Ujar Taniara.
âEnggak jatuh kok.. yakin sama akuâ balas Keivan sambil menuntun tangan Taniara.
Taniara menurut dan dituntun oleh Keivan dari belakang untuk menuju bangku kosong itu, saat itu bus sedang melaju lumayan cepat.
âEehh ehhhhâ ujar Taniara takut karena goyang-goyang.
Keivan memegang bahunya âtenang ada akuâ
__ADS_1
âKalo aku jatuh gak lucu!â Balas Taniara.
âIshh aku bilangin percaya!!â Bisik Keivan menusuk telinga Taniara.
Akhirnya Taniara sudah duduk dengan aman.
Keivan masih berdiri dengan memegang gagang bus itu.
Taniara mencuri-curi pandangan, dia sebenarnya kasihan karena melihat Keivan berdiri cukup lama.
Akhirnya Bus mereka sampai didepan halte rumah sakit, Taniara dan Keivan pun turun.
âKamu mau ngikutin aku terus?!â Tanya Taniara ketus.
âJangan galak dong sayangâ balas Keivan pura-pura cemberut.
âKei kalau kamu mabuk atau ada masalah.. jangan ganggu aku.. aku juga banyak masalah, masalah kamu jangan dibagiin ke aku lagiâ keluh Taniara.
âKita kan lagi trial pacaran, ayolahh aku lagi nyoba yang terbaik..â balas Keivan.
âAku gak mau..â balas Taniara cepat.
âKenapa gak mau?â Tanya Keivan.
âKamu udah punya pacar?â Tanya Keivan lagi.
âGak mungkin lah.. kamu aja nyari cowok lewat situs onlineâ lanjut Keivan lagi.
âUdah ngomongnya?! Aku mau masuk sekarang! Gak punya waktu ngomong sama kamu!â Balas Taniara langsung pergi.
âAku tunggu kamu sampe pulangâ lanjut Keivan.
Taniara terkejut dan berbalik badan lagi.
âBales chat dan angkat telpon aku, oke?â Ujar Keivan lagi.
Taniara melanjutkan jalannya lagi.
âApasih.. apasihh.. kenapasih..â batin Taniara menggerutu.
Benar saja Keivan menunggu Taniara di coffeshop didepan rumah sakit.
......................
Alexa sekarang tinggal bersama Ibunya, jauh dari perkotaan dan kerumunan orang-orang, tempat ternyaman untuk bersembunyi, dia akhirnya tau alasan mengapa Ibunya mengajaknya bersembunyi, mungkin karena kelamnya masa lalu yang akan selalu terngiang-ngiang selamanya itu.
âKamu gak apa-apa kan nak?â Tanya Mita melihat Alexa melamun
Alexa sadar dari lamunannya âehh Ibu.. gak apa-apa Buâ
âKalau kamu merasa keputusan Ibu salah.. kamu bisa kokâŠ.â ujar Mita terpotong.
âAku gak merasa keberatan Bu.. aku gak sedih kokâ balas Alexa cepat.
Padahal sebenarnya dia sangat ingin mengecek Hpnya, sudah pasti Digo sedang mencarinya dan mengabarinya terus.
Alexa sungguh merindukan suara lembut Digo, ciuman terakhir mereka kemarin masih sangat hangat dirasakan, dia tidak pernah mencintai lelaki sebesar itu sebelumnya.
Dia hanya berharap agar Digo segera menemukan pengganti wanita yang lebih layak dibandingkan dirinya, dia harap Digo juga tidak membencinya.
__ADS_1