OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Ada apa?


__ADS_3

HAPPY READINGđŸ„°


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


#Flashback On


Dua hari yang lalu Mita menelpon Alexa dan mengajaknya untuk bertemu, tumben sekali Mita mengajaknya bertemu diluar tidak di Apartemennya.


“Ibu ganggu syuting kamu gak nak?” Tanya Mita.


Alexa menggeleng “enggak kok bu, syuting aku sudah selesai”


“Emmm.. syukurlah” ujar Mita.


“Kamu masih sering bertemu dengan Digo?” Tanya Mita.


“Lumayan Bu.. karena aku syuting juga dirumah sakitnya” balas Alexa sambil memakan makanannya.


Kebetulan mereka saat itu sedang berada disalah satu restoran.


“Ibu gak setuju sama hubunganmu itu” ujar Mita.


Alexa binggung dengan ucapan Ibunya itu “maksud IBu?”


Mita menjelaskan semua kejadian rumit itu dari awal, bagaimana dia bisa bekerja sebagai kupu-kupu malam, bagaimana dia bisa bertemu dengan keluarga Alvenzo, dan mengatakan betapa sangat tidak mungkin keluarga Alvenzo akan menerimanya.


Alexa masih tak menduga semua itu


“Ibu sudah berusaha membawamu jauh dari kenyataan itu tapi ternyata..” ujar Mita tak kuasa menahan tangis.


Alexa menyentuh tangan lembut Ibunya, dia sangat menyayangi Ibunya, bagaimanapun selama ini dirinya selalu menuruti kemauan Ibunya, dia sangat menghormati Mita.



“Jadi Alexa harus bagaimana Bu?” Tanya Alexa menenangkan keadaan batin Ibunya.


Mita nenatap mata Alexa yang pura-pura tegar.


“Kalau aku harus jauh, bahkan putus.. Alexa sanggup” balas Alexa lagi sambil tersenyum.


“Kamu serius?” Tanya Mita.


Alexa mengangguk “aku akan tinggal sama Ibu lagi”


Mita menyentuh wajah Alexa “Maafin Ibu ya nak”


“Ibu gak salah.. Ibu tenang yah” balas Alexa.


“Sekarang Ibu makan, besok kita sama-sama pulang ke kampung” lanjut Alexa lagi.


Alexa berusaha tegar didepan Ibunya, dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya, karena itu pasti juga berpengaruh juga untuk Mita.


Sekarang yang dia pikirkan hanya tentang hubungannya dengan Digo, bagaimana dia bisa pergi dengan tiba-tiba.


#Flashback Off.


Digo datang kerumah Risa, asisten pribadi Alexa. Untungnya mereka bisa bertemu langsung.


“Kemarin Alexa bareng kamu kan?” Tanya Digo bertanya kepada Risa.

__ADS_1


Risa merasa gugup untuk menjawabnya, dia sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun.


“Aku memang pergi sama dia kemarin, tapi aku gak tau dia kemana sekarang..” ujar Risa berbohong.


“Terus dimana Alexa sekarang?! Setenang itu kamu saat tau dia hilang?!” Ujar Digo sangat khawatir.


“Apa ada?” Lanjut Digo lagi.


“Gak ada apa-apa kok.. aku beneran gak tau” balas Risa.


“Tanpa kamu jujur sama aku! Aku akan cari kebenarannya sendiri!” Ujar Digo kesal langsung pergi.


Risa menjadi serba salah, tapi memang alangkah lebih baik dia tidak mencampuri urusan pribadi mereka.


......................


“Aku gak mau! Ini gak sah!” Ujar Taniara saat Keivan memaksanya untuk pacaran.


“Yaa emang gak sah! Kalau sah berarti udah nikah” ucap Keivan asal.


Taniara langsung bangkit dari duduknya dan berdiri “aku harus pergi, rumah sakit perlu aku”


“Yaudah aku anter ya sayang?” Tanya Keivan.


Taniara melangkah kakinya cepat meninggalkan Keivan.


“Iiishhhh.. kenapa jadi begini” batin Taniara menggerutu.


Keivan mengikuti langkah kaki Taniara dari belakang.


Taniara menyetop Bus yang lewat dan naik.


Tapi penumpang disana sedang penuh, tidak ada bangku kosong. Jadi Taniara harus berdiri sambil memegang gagang.


Keivan berdiri disampingnya juga sambil menjaga agar Taniara tidak terjatuh atau tersungkur kedepan.


“Ngapain ikut?!” Bisik Taniara pelan agar tidak menganggu penumpang lain.


“Pengen ikut aja sayang..” balas Keivan sambil tersenyum gembira.


Taniara sangat geli saat mendengar ucapan sayang dari Keivan itu.


Akhirnya ada 1 bangku yang kosong, dan Keivan meminta Taniara untuk duduk disana.


“Duduk disitu sayang” ujar Keivan menunjuk bangku itu.


Taniara menggeleng “kamu aja!”


“Kamu dong.. kasian pegel sayang..” balas Keivan sambil menarik tangan Taniara.


“Iihh lepasin.. tangan aku pegang gagang, bus juga lagi jalan.. nanti kalo jatuh gimana?” Ujar Taniara.


“Enggak jatuh kok.. yakin sama aku” balas Keivan sambil menuntun tangan Taniara.


Taniara menurut dan dituntun oleh Keivan dari belakang untuk menuju bangku kosong itu, saat itu bus sedang melaju lumayan cepat.


“Eehh ehhhh” ujar Taniara takut karena goyang-goyang.


Keivan memegang bahunya “tenang ada aku”

__ADS_1


“Kalo aku jatuh gak lucu!” Balas Taniara.


“Ishh aku bilangin percaya!!” Bisik Keivan menusuk telinga Taniara.


Akhirnya Taniara sudah duduk dengan aman.


Keivan masih berdiri dengan memegang gagang bus itu.


Taniara mencuri-curi pandangan, dia sebenarnya kasihan karena melihat Keivan berdiri cukup lama.


Akhirnya Bus mereka sampai didepan halte rumah sakit, Taniara dan Keivan pun turun.


“Kamu mau ngikutin aku terus?!” Tanya Taniara ketus.


“Jangan galak dong sayang” balas Keivan pura-pura cemberut.


“Kei kalau kamu mabuk atau ada masalah.. jangan ganggu aku.. aku juga banyak masalah, masalah kamu jangan dibagiin ke aku lagi” keluh Taniara.


“Kita kan lagi trial pacaran, ayolahh aku lagi nyoba yang terbaik..” balas Keivan.


“Aku gak mau..” balas Taniara cepat.


“Kenapa gak mau?” Tanya Keivan.


“Kamu udah punya pacar?” Tanya Keivan lagi.


“Gak mungkin lah.. kamu aja nyari cowok lewat situs online” lanjut Keivan lagi.


“Udah ngomongnya?! Aku mau masuk sekarang! Gak punya waktu ngomong sama kamu!” Balas Taniara langsung pergi.


“Aku tunggu kamu sampe pulang” lanjut Keivan.


Taniara terkejut dan berbalik badan lagi.


“Bales chat dan angkat telpon aku, oke?” Ujar Keivan lagi.


Taniara melanjutkan jalannya lagi.


“Apasih.. apasihh.. kenapasih..” batin Taniara menggerutu.


Benar saja Keivan menunggu Taniara di coffeshop didepan rumah sakit.


......................


Alexa sekarang tinggal bersama Ibunya, jauh dari perkotaan dan kerumunan orang-orang, tempat ternyaman untuk bersembunyi, dia akhirnya tau alasan mengapa Ibunya mengajaknya bersembunyi, mungkin karena kelamnya masa lalu yang akan selalu terngiang-ngiang selamanya itu.


“Kamu gak apa-apa kan nak?” Tanya Mita melihat Alexa melamun


Alexa sadar dari lamunannya “ehh Ibu.. gak apa-apa Bu”


“Kalau kamu merasa keputusan Ibu salah.. kamu bisa kok
.” ujar Mita terpotong.


“Aku gak merasa keberatan Bu.. aku gak sedih kok” balas Alexa cepat.


Padahal sebenarnya dia sangat ingin mengecek Hpnya, sudah pasti Digo sedang mencarinya dan mengabarinya terus.


Alexa sungguh merindukan suara lembut Digo, ciuman terakhir mereka kemarin masih sangat hangat dirasakan, dia tidak pernah mencintai lelaki sebesar itu sebelumnya.


Dia hanya berharap agar Digo segera menemukan pengganti wanita yang lebih layak dibandingkan dirinya, dia harap Digo juga tidak membencinya.

__ADS_1


__ADS_2