OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Teman lama


__ADS_3

Note : Update Setiap Hari!!đź’‹đź’‹


“Ada pasien darurat..” ujar Digo memeriksa ponselnya.


Alexa baru saja berendam ditengah kolam hotel, Digo telah memesan kolam itu khusus untuk dirinya.


“Sayang, Aku harus ke rumah sakit sekarang..” ujar Digo lagi mengambil bajunya di pinggir kolam.


Alexa menatap Digo dengan tatapan tidak rela, tapi itu memang pekerjaan suaminya.


Digo mengecup dahi Alexa sebelum pergi “jangan lama-lama berendamnya yaa sayangku”


Alexa mengangguk “Okey.. Hati-hati ya sayang”


Digo berangkat dari hotel menuju Bahtera Hospital, pasien tersebut adalah pasien VVIP, bahkan dokter bedah senior dari rumah sakit lain juga ikut turun tangan.


Dia telah sampai, dia langsung bergegas menuju ruang UGD.


“Bagaimana kondisinya?” Tanya Digo kepada perawat yang menjaga di luar ruangan.


“Dr. Edi sedang memeriksa kondisi pasien didalam Dokter” tutur perawat itu.


“Hai Dr. Digo..” sapa Raisa, Dokter ahli bedah dan anestesi cantik yang dulu menjadi teman seangkatannya, dan merupakan mantan PDKT annya yang dia kira ditikung oleh Keivan.


“Dr. Raisa? Kamu disini?” Tanya Digo terkejut.


Raisa mengangguk dan tersenyum.


“Aku mendapatkan telpon untuk membantu operasi pasien tersebut” ujar Raisa.


Digo pun paham, Raisa juga salah satu dokter bedah terbaik.


Pintu ruang UGD terbuka, Dr. Edi telah mendiagnosa bahwa pasien tersebut mengalami kanker pankreas stadium akhir, terlebih parahnya pasien tersebut memiliki riwayat sindrom WPW.


#Sindrom WPW adalah gangguan sistem konduksi pada jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung mengembangkan jalur listrik tambahan atau menyimpang sehingga menyebabkan jantung berdebar-debar yang bisa mengancam jiwa.


Semua dokter disana terkejut, itu adalah operasi akan sangat berbahaya jika dilakukan.


“Menjalankan operasi dengan keadaan pasien seperti ini sangatlah berbahaya, kita harus mempelajari kasus ini lebih lanjut” ujar Raisa berani.


“Pasien ini memilih bahtera hospital untuk tempat operasinya, saya sudah pastikan kondisinya dari awal dari beberapa berkas rekam medis yang dia bawa” ujar Dr. Edi.


Sedikit cerita, Dr. Edi adalah dokter senior di Bahtera Hospital, terkenal haus dengan atensi, dia sangat suka dengan tantangan, haus uang dan kedudukan.


“Saya yakin dengan keputusan Dokter, tapi kita harus memastikannya bersama-sama lagi” balas Raisa.


Sedangkan Dokter yang lain juga setuju dengan ucapan Raisa.


Dr. Edi kalah suara, dia memutuskan setuju dengan keputusan dokter lain.


“Berikan catatan rekam medis pasien itu, jangan sampai ada yang ketinggalan” ujar Raisa kepada perawat.


Perawat pun mengangguk dan mencarikan berkas-berkas itu.


“Ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama, selama pasien belum dinyatakan belum di operasi, semua dokter harus standby dirumah sakit, saya tidak ingin menanggung resiko” ujar Dr. Edi tegas.


Semua dokter pun setuju.

__ADS_1


Raisa telah mendapatkan berkas yang dia mau, dia memfoto copy semua berkas itu dan mempelajari kasus itu dengan seksama.


“Aku boleh ikut bersamamu?” Tanya Digo professional.


Raisa mengangguk “Aku juga membutuhkan patner seperti dirimu”


Digo mengajak Raisa masuk keruangannya, agar penelitiannya berjalan dengan lancar dan khusyuk.


“Ada yang aneh.. seperti banyak halaman yang hilang” ujar Digo.


“Aku sudah mengcopy semuanya Dr. Digo” balas Raisa.


“Cukup panggil aku Digo saja” ujar Digo.


“Apakah kamu sudah benar-benar memeriksanya?” Tanya Raisa lagi.


Digo mengangguk “perihal sindrom WPW.. rekam medis tentang sindrom itu tidak ada disini”


Raisa juga memeriksa itu, dan berpikiran hal yang sama.


“Periksa diagnosis yang lain, aku akan meminta berkas yang lain kepada perawat” ujar Raisa.


Raisa kembali ke ruang UGD “Hei, berkasnya yang anda berikan kurang, saya ingin berkas tentang sindrom WPW”


“Kenapa anda sangat menggebu-gebu sekali Dr. Raisa?” Tanya Dr. Edi yang mendengar ucapan Raisa.


“Saya ingin mempelajari kasus ini Dokter” balas Raisa.


“Saya sudah memeriksanya, berkas itu berada disaya! Saya dokter senior disini” balas Dr. Edi dengan songgongnya.


“Tidak perlu khawatir, tugas anda hanya sebagai dokter ahli anestesi disini, anda tidak mengambil peran dalam bedah” terang Dr. Edi.


“Apa? Saya..” ujar Raisa tak menduga, mengapa tugasnya hanya itu.


“Saya harap anda mengerti, saya minta jadwal operasi segera, saya akan menjadi ketua didalam operasi tersebut” ujar Dr. Edi final, dia juga langsung meninggalkan Raisa.


“Cihh.. belagu sekali!!” Ujar Raisa menatap kepergian Dr. Edi.


Raisa kembali lagi keruangan Digo dengan tangan kosong.


Dia langsung duduk dengan raut wajah kesal.


“Bagaimana? Sudah dapat?” Tanya Digo.


Raisa menggeleng “Dr. Edi melarangku.. dia sudah memeriksa semuanya, aku juga bukan menjadi dokter bedah nanti” ujarnya sedih.


“Lalu?” Tanya Digo lagi.


“Ahli anestesi, padahal aku sangat ingin berpartisipasi.. ckkkk.. ini kasus yang aku tunggu-tunggu” ujar Raisa sedikit kesal.


“Kamu juga berperan penting nanti..” ujar Digo menenangkan Raisa.


“Emmm.. Btw.. apa kabar kamu?” Tanya Raisa.


“Baik, kamu?” Tanya Digo.


“Baik, senang bisa bertemu denganmu lagi.. setelah insiden beberapa tahun lalu..” balas Raisa.

__ADS_1


“Jangan dibahas lagi..” pinta Digo.


Raisa mengerti.


“Aku harus membuat jadwal operasi, bagaimana menurutmu?” Tanya Raisa.


“Bagaimana jika besok pagi?” Usul Digo.


“Apakah tidak itu terlalu cepat?” Tanya Raisa


“Emmm.. aku percaya dengan Dr. Edi, dia senior disini.. dia sangat teliti, dia pasti juga menginginkan yang terbaik untuk pasien” ujar Digo.


Raisa setuju, itupun berkat dorongan dari Digo.


“Baiklah, aku pergi dulu” ujar Raisa meninggalkan Digo.


Wajah cantik Raisa masih tetap sama seperti dulu, senyumnya dan karakter dingin dan beraninya juga masih menjadi ciri khasnya.


Digo juga mempersiapkan sesuatu, dia mencari tentang sindrom WPW pada layar komputernya.


KRING


Istri memanggil


“Halo baby” sapa Digo dengan panggilan baru untuk Alexa.


“Halo sayang..” ujar Alexa.


“Kamu dimana? Dah maem?” Tanya Digo.


“Masih di kolam, nanti aja maemnya” balas Alexa.


“Astagaa sayang.. sudah mulai malam, nanti kamu sakit karena kedinginan.. kembali kekamar!!” Ujar Digo.


“Aku masih menikmati ini… bagaimana operasinya?” Tanya Alexa.


“Operasinya besok sayang..” balas Digo.


“Berarti kamu sekarang akan pulang?” Tanya Alexa senang.


“Tidak.. aku harus standby dirumah sakit, operasi akan dilaksanakan besok sayang” ujar Digo sedih.


“Baiklah.. aku akan menunggu di hotel, lagipula Ayah dan Bunda juga berada disini kan..” ujar Alexa mendukung suaminya.


Karena kepergok langsung oleh sang anak, Bobby dan Sisca menambah masa liburannya disana.


Digo tersenyum senang karena Alexa mengerti keadaannya “jaga dirimu baik-baik.. kembalilah kekamar sekarang”


“Iya iya suamiku.. cincin kamu ketinggalan di kolam, untung aku yang dapetin” ujar Alexa memegang cincin pernikahan Digo.


Digo baru ingat dengan cincin kawinnya itu “astaga aku lupa..”


“Sudah aku amankan sayang.. selamat bekerja yaa, sukses untuk operasinya, aku sayang kamu” ujar Alexa romantis.


“Aku lebih lebih lebih sayang kamu” balas Digo sambil mengecup layar ponselnya.


Mood bekerja Digo langsung naik 100%, rasanya dia ingin menerkam istrinya jika posisi mereka dekat.

__ADS_1


__ADS_2