OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Untung ada Rooftop


__ADS_3

HAPPY READING!!🥰


Malam harinya Alexa memutuskan untuk mencari udara segar karena dirinya merasa sangat bosan diruangan sendirian tanpa Risa.


Dia meraih tongkat dan menggunakannya untuk pergi keluar ruangan.


Dia melewati ruangan Digo dan hanya melihat Taniara yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya, dia pun binggung kemana perginya Dr. Digo.


Bahtera Hospital berada dipusat kota, jadi bisa melihat pemandangan indah dan bangunan-bangunan tinggi dari atas, sungguh berada terkurung di dalam ruangan rumah sakit sangatlah membosankan, jadi Alexa memutuskan untuk pergi ke rooftop agar bisa melihat bintang-bintang.


Dia berjalan dengan pelan-pelan menggunakan tongkatnya “Aku pasti bisa”


Setelah beberapa menit, dia akhirnya sampai di rooftop, disana sudah berjejer kursi-kursi panjang, ada beberapa orang juga disana, bahkan ada yang menyapanya karena mengenali identitasnya sebagai artis.


Alexa memutuskan untuk duduk sambil melihat pemandangan indah pada malam itu, dia tidak tau bahwa cuaca diluar sangatlah dingin dan dia lupa membawa jiketnya.


“Ekhemm” sapa seseorang dari belakangnya dan itu adalah Digo.


Alexa menoleh kebelakang “Dokter?”


“Saya tadi ingin menemui anda diruangan, tapi anda tidak ada didalam” ujar Digo ikut duduk disebelah Alexa.


“Saya hanya merasa bosan” balas Alexa.


Digo menyerahkan susu untuk Alexa “Minumlah, ini bagus untuk tulangmu”


Alexa mengambil susu itu “terimakasih dokter”


“Kenapa dokter ingin menemui saya?” Tanya Alexa sambil meminum susu itu dari pipet.


“Selama beberapa hari ini saya lihat anda selalu sendiri, tidak seperti pasien yang lain bersama banyak kerabatnya yang datang, jadi saya datang untuk memastikan anda baik-baik saja” jawab Digo detail.


“Lalu kenapa dokter bisa tau saya ada disini?” Tanya Alexa penasaran mengapa Digo bisa tau keberadaannya.


“Hanya menebak saja” balas Digo


“Saya rasa dokter belum pernah datang kesini” ujar Alexa menebak.


“Kenapa anda bisa tau?” Ujar Digo kaget tebakan Alexa benar.


“Benarkah?” Balas Alexa terkejut tebakannya benar.


Digo mengangguk “saya hanya mendengar cerita dari teman dan pasien bahwa pemandangan disini sangat indah, dan sekarang saya juga bisa menilainya sendiri”

__ADS_1


Alexa tersenyum sambil melihat bintang dilangit “huftttt… jika aku bekerja disini, aku pasti akan selalu duduk diatas sini, aku akan sangat merindukan pemandangan ini”


“Apakah anda kira pengobatan anda akan segera selesai?” Tanya Digo setelah mendengar ucapan Alexa.


Alexa mengangguk “Iya, kata Keivan, ketika Dokter yang merawat saya, saya pasti akan cepat sembuh”


Digo tersenyum mendengar pujian dari Alexa.


“Anda dan Keivan memiliki hubungan khusus?” Tanya Digo.


Alexa menggeleng dengan cepat “Tidak, aku dan Keivan hanya akan bergabung dalam project film dimasa mendatang”


“Apa Dokter tau peran apa yang akan saya mainkan?” Ujar Alexa meminta Digo untuk menebak.


Digo menebak “Hmmm.. saya rasa tentang pemuda tampan kaya raya yang mencintai gadis biasa, perfilman jaman sekarang selalu tentang jatuh cinta”


“Dokter salah, lagipula ada apa dengan jatuh cinta? Jatuh cinta itu wajar dan manusiawi” balas Alexa.


“Tidak apa-apa, saya hanya menebak” elak Digo.


“Cuaca yang dingin tidak baik untuk kesehatan anda sekarang, lebih baik kita masuk kembali kedalam” lanjut Digo.


“Sebentar lagi… saya belum menghabiskan susu ini” ujar Alexa masih asik dengan minumannya itu.


Digo merasa bahwa Alexa telah tertidur dipundaknya “Ck.. dia sangat mudah untuk tertidur”


Agar mengantisipasi Alexa tidak masuk angin jika berlama-lama diluar, Digo terpaksa mengangkat tubuh Alexa dan membawanya kembali ke ruangannya.


“Go, Alexa kenapa?” Tanya Taniara cemas saat melihat Digo mengangkat tubuh Alexa yang seperti pingsan.


Digo dengan cepat membaringkan Alexa di Bed nya lagi.


“Go, jawab!!” Ujar Taniara lagi.


“Ustttt.. jangan berisik.. dia sedang tertidur” ujar Digo menarik tangan Taniara keluar dari ruangan.


“Tidur? Tapi kenapa bisa?” Tanya Taniara kepo mengikuti langkah kaki Digo masuk keruangan prakteknya.


“Tadi aku mencarinya diruangan tapi dia tidak ada, aku langsung mengecek CCTV untuk mencari keberadaanya, dan dia berada di rooftop, aku sedang berbincang dengannya dan tiba-tiba dia tertidur dipundakku” ujar Digo jujur.


“Cieee.. sepertinya temanku ini sedang jatuh cinta..” ejek Taniara.


“Apasih.. tidak mungkin..” elak Digo langsung.

__ADS_1


“ Ahh Tidak biasanya kamu sedekat itu dengan pasienmu.. lagipula Alexa juga wanita yang baik, cantik dan berbakat” ujar Taniara lagi.


“Dia bukan seleraku” ujar Digo sambil mengetikkan sesuatu dilaptopnya.


“Apa karna Keivan lagi? Aku lihat Alexa juga dekat dengan Keivan” Tanya Taniara yang sempat melihat Alexa sangat dengan dengan Keivan.


“Tan.. aku tidak mau membahas ini lagi yaa” ujar Digo lelah mendengar ocehan temannya itu.


“Ayolah Go, kalau seperti ini, kapan dong kamu punya pacarnya” rengek Taniara.


Digo langsung berdiri dan mengambilkan tas milik Taniara dan mengajaknya untuk pergi dari ruangannya “Pulanglah sekarang”


“Iihhhh Digoooo” teriak Taniara saat pintu Digo tertutup.


Taniara langsung memutuskan untuk pulang “Andai Digo lebih sensitif, dia pasti menyadari maksudku selama ini…” ujarnya sedih


...----------------...


Alexa mengerjapkan matanya pelan dan melihat atap dinding putih kamar rumah sakitnya, dia masih mengingat bahwa dirinya tadi masih berada di rooftop bersama Digo, tapi mengapa dia sekarang sudah berada di kamarnya? Dia terbangun karena Risa sudah datang.


“Maaf.. aku bangunin kamu” ujar Risa menyadari Alexa sudah bangun.


“Gak apa kok, eh tadi yang nganterin aku kesini itu Dr. Digo?” Tanya Alexa penasaran.


Risa menggeleng “enggak, aku enggak liat siapa-siapa, emang tadi kamu kemana?”


“Hmmmm.. apa tadi mimpi ya?” Ujar Alexa binggung.


Alexa melihat tongkatnya tidak ada, dan merasakan susu yang masih terasa dilidahnya “jadi tadi itu tidak mimpi” batinnya langsung.


“Kenapa?” Tanya Risa.


Alexa menggeleng “No, it’s Okey”


Alexa yakin bahwa Digo yang telah mengantarnya masuk keruangannya kembali, dia ingin mengucapkan terimakasihnya namun hari sudah sangat larut, dia sangat senang berkat keinginannya untuk pergi ke rooftop, dia bisa berbincang tentang banyak hal bersama Digo.


Entah mengapa dia seperti terjerat dengan pesona dan kharisma dari Digo, padahal tidak semudah itu untuk mencuri perhatian Alexa Virana, tapi Dr. Digo melakukannya dengan waktu yang sangat singkat.


Apakah Dr. Digo juga sama?


Sepertinya perasaan itu belum muncul di hati Digo sepenuhnya, dia masih fokus dengan pekerjaannya, dan dia hanya menganggap Alexa sebagai pasiennya. Segala perhatiannya yang telah diberikan hanya sebagai bentuk kemanusiawian tidak lebih.


Apalagi Digo telah menerima kabar dari Bundanya bahwa Alika, wanita yang hendak dijodohkan dengannya sudah pulang dari England, Alika mengambil studi S2 nya disana. kata Bundanya dulu saat mereka kecil, dirinya sangat senang saat bermain bersama Alika, dan kemungkinan Digo akan serasi jika menjalin hubungan dengan Alika.

__ADS_1


Terlebih lagi jadwal kencan mereka pertama kali akan dilaksanakan besok\~


__ADS_2