OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Salah


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!đŸ„°


MAAF AUTHOR GAK UP KEMARIN KARENA KERJAAN LAGI NUMPUKđŸ˜©


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kokđŸ„ș


......................


“Kita benar-benar sudah melakukannya..”ujar Taniara lirih.


Keivan benar-benar kehabisan kata-kata, dia sangat tak menyangka kejadian kemarin akan menjadi separah ini.


Kata maaf tidak akan cukup untuk diucapkannya kepada Taniara, dia sudah menodai bahkan mengambil hak kesuciannya.


Taniara langsung berjalan mengambil pakaian baru di lemari dan masuk kedalam kamar mandi.


Hanya suara shower yang terdengar dari luar.


Keivan juga memugut pakaiannya yang berserakan dan memakainya lagi.


Sedangkan Taniara menangis sejadi-jadinya didalam kerasnya bunyi shower, dia sangat malu dan membenci semuanya. Dia melihat kearah intinya, dan ingat bahwa dia sudah berhubungan dengan lelaki tanpa status.


“Tan..” ujar Keivan sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.


Taniara mendengar itu tapi enggan membalas ucapan Keivan itu.


Keivan yakin bahwa Taniara pasti sangat kesal dan sedih.


“Tan.. buka.. kita omongin baik-baik ya?” Ujar Keivan lagi.


“Aku gak ada niat untuk ngambil kesempatan dalam kesempitan, kita sama-sama lagi gak sadar saat itu..” ujar Keivan terus.


Taniara masih menangis terduduk disamping shower, tubuh dan selimutnya juga basah.


“Buka Tan!! Atau aku dobrak nih?!” Teriak Keivan.


Taniara langsung bangkit dan mengganti selimutnya itu dengan pakaian yang kering.


“Hitungan tiga kamu belum buka, pintu aku dobrak!! 1.. 2.. 
.” Teriak Keivan merasa cemas jika Taniara malah melakukan hal yang bodoh lagi didalam kamar mandi.


CEKLEK.


Taniara membuka pintu kamar mandi dan menunduk.


Keivan mengangkat wajah Taniara agar menatapnya “Tan
”


Taniara langsung memukul-mukul dada Keivan sambil menangis.


Keivan menenangkannya dengan cara memeluk dan mengusap rambut Taniara pelan.


Taniara menangis didalam pelukan Keivan.


“Maaf
.” Ujar Keivan lirih.


Taniara semakin menangis dengan keras.

__ADS_1


“Aku akan bertanggung jawab..” ujar Keivan lagi.


Taniara mencerna baik-baik ucapan Keivan tadi.


“Iya.. aku akan bertanggung jawab, aku janji..” ujar Keivan lagi.


“Kamu gak lagi nipu aku kan?” Tanya Taniara sambil memandang wajah Keivan.



“Enggak Tan.. aku serius” tambah Keivan lagi.


“Emm.. Tanggung jawab apaa?” Tanya Taniara sambil menunduk, dia malu menatap Keivan sekarang.


“Uang.. berapapun akan aku kasih..” ujar Keivan.


DEG


“Uang?” Ujar Taniara kaget, sebegitu sepele kah harga dirinya di mata Keivan?!


“Kamu mau berapa?” Tanya Keivan lagi.


BUG


Taniara menampar wajah Keivan keras.


Keivan membiarkan hal itu terjadi, dia bahkan pantas menerima perlakuan yang lebih kasar.


“Keluar dari rumahku sekarang!” Teriak Taniara mengusir Keivan, dia sudah sangat marah sekarang.


Keivan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Taniara.



Taniara menutup pintu kamarnya dan menangis lagi, padahal dia berharap Keivan akan bertanggung jawab dengan cara menikahinya, bagaimanapun tidak ada yang tau resiko kejadian semalam, bisa saja dia akan hamil setelah ini.. we never know..


......................


Setelah pertemuan antara keluarga Digo dan Alexa sudah berakhir, Bobby menyelidiki tentang asal-usul Alexa lebih lanjut, dan dia menemukan fakta baru, fakta yang dia takuti sejak tadi ternyata memang benar.


Alexa adalah anak perempuan dari Mita, wanita malam yang menganggunya saat malam kelahiran anaknya Digo. Karena perbuatan Mita saat itu juga sempat membuat hubungan Bobby dan Sisca renggang. Dan dia yakin bahwa Sisca juga tidak akan menyetujui Alexa jika tahu kebenarannya.


......................


Sedangkan siang itu Alexa tengah duduk diruangan Digo sambil menunggu Digo yang sepertinya berada didalam kamar mandi.


“Ekhemm
” sapa Digo dari belakang



Alexa langsung menoleh kebelakang dan menutup buku yang dibaca “Ehh.. maaf aku langsung masuk”


Digo ikut duduk didepan Alexa “gak apa-apa sayang”


“Taniara gak praktek?” Tanya Alexa.

__ADS_1


Digo menggeleng “Dia libur hari ini..”


“Oh gitu.. aku kesini ada banyak sesuatu spesial..” ujar Alexa lagi.


“Apa sayang?” Tanya Digo.


Alexa menunjukkan dua tiket film bioskop “Aku punya ini”


“Kamu senggang kan malam ini sayang? Ini film favorit aku
” ujar Alexa lagi.


“Oke, nanti aku jemput kamu yaaa” balas Digo.


Alexa tersenyum senang “makasih sayang”


“Sama-sama sayang” balas Digo lagi.


......................


Sedangkan Keivan sedang termenung didalam kamarnya, pikirannya selalu terfokus kepada Taniara, apa yang sudah dilakukan dan katakan pasti sudah sangat menyakiti hati Taniara.


Dia mencoba menelpon dan mengirimkan pesan tapi tak kunjung ada balasan dari Taniara, tak ada jalan lain selain bertemu dan membicarakannya lagi.


Taniara menangis sepanjang hari didalam kamarnya, dia kehilangan nafsu untuk makan dan hanya berbaring diranjangnya saja.


KRING


Taniara melihat notifikasi panggilan dari Digo, dia mengangkat panggilan itu.


“Halo Tan..” sapa Digo.


“Halo go, kenapa?” Tanya Taniara.


Digo mendengar suara Taniara yang terdengar bengek dan tak cempreng seperti biasanya “kamu yang kenapa.. tumben gak neror neror”


“Emmm.. tidak apa-apa.. bukannya kamu tidak suka aku teror” balas Taniara.


“Suaramu bengek?! Kamu sakit?” Tanya Digo perhatian.


“En-nggaaak.. I’m fine..” balas Taniara.


“Yasudah.. aku tutup dulu ya, aku juga akan pulang lebih awal sekarang” lanjut Digo.


“Kenapa begitu?” Tanya Taniara.


“Aku akan pergi bersama Alexa, kita akan menonton film bersama” balas Digo.


DEG


Entah kesialan apa yang menimpa hidup Taniara, sekarang dia juga harus mengetahui orang yang dicinta selama ini akan pergi bersama orang lain.


“Ok.. have fun” balas Taniara pura-pura ikut senang.


“Thanks Tan.. bye” lanjut Digo.


“Bye”

__ADS_1


Taniara mematikan ponselnya dan meletakkan ponselnya jauh darinya, dia tidak ingin terganggu oleh orang-orang yang tak mempunyai perasaan dan hanya bisa menyakitinya.


__ADS_2