
DOUBLE UP!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
Risa tertidur dengan lelap tanpa merasa terganggu dengan pasangan baru yang sedang di mabuk cinta didepannya.
Tak menyangka mereka sudah sampai di rumah Risa.
Alexa membangunkan Risa yang sedang tertidur itu dengan menggoyangkan tangannya “Ris.. bangunlah, kita sudah sampai”
Risa mengerjapkan matanya pelan “sudah sampai?”
“Baiklah.. terimakasih Dr. Digo, Terimakasih Alexa” lanjut Risa lagi sambil mengambil tas nya.
Tapi sebelum Risa turun dia sempat mengoceh lagi “Dr. Digo kamu harus menjaga sabahatku ini, oke?”
Digo mengangguk dan tersenyum membalas ucapan Risa “siap bos!!”
Risa masuk ke dalam rumahnya.
Dan Digo melanjutkan perjalanannya untuk mengantar Alexa menuju ke apartemennya.
“Sayang.. berhenti disitu dulu yuk?” Ujar Alexa sambil menunjuk jembatan tinggi yang ada didepan mereka, ada banyak pedagang disana dan sudah menjadi tempat wisata baru disana.
Digo menyetujui permintaan Alexa dan menyampingkan mobilnya.
“Aku seneng deh ada tempat seperti ini” ujar Alexa melihat pemandangan disana.
Digo setuju dengan ucapan Alexa, karena selain bisa menambah lapangan pekerjaan untuk para pedagang, pemandangan disana juga sangat bagus.
“Iya sayang aku setuju”
Alexa sangat excited melihat pemandangan dibawah jembatan itu, padahal bagi Digo pemandangan terindah adalah senyum lebar yang terlukis diwajah cantik Alexa (IHiww)
“Dari pada kita cuma lihat pemandangan saja, gimana kalau kita beli ice cream sayang?” Ujar Digo sambil menunjuk dagang ice cream.
“Ice cream yeyeyey, aku sudah lama sekali tidak makan itu sayang” ujar Alexa senang.
“Aku pesan yang ini 2 ya pak” ujar Digo kepada pedagang ice cream dan menyerahkan uangnya.
Digo memberikan 1 ice cream itu kepada Alexa.
Alexa menerimanya dan langsung menikmati Ice cream itu “emmm.. enak!!”
Digo mengelap sisa ice cream yang cemong di pipi kekasihnya itu.
Alexa tersenyum malu-malu “ahh kamu..”
“Kamu cemong sekali sayang” ujar Digo tertawa melihat kelakuan Alexa.
“Apa aku membuatmu malu?” Tanya Alexa sambil melihat wajahnya di kaca mobil Digo.
Digo menggeleng sambil mengusap rambut Alexa lembut “aku suka kamu yang tidak pernah jaim didepanku sayang”
Hati Alexa menjadi berbunga-bunga dengan pujian dari kekasihnya itu, dia tak berhenti tersenyum dan tertawa malu-malu.
KRING
__ADS_1
Ponsel Digo berdering dan Sisca menelponnya.
“Sayang.. aku angkat telpon dulu ya?” Ujar Digo berjalan sedikit menjauh dari Alexa.
“Halo Bunda” sapa Digo pertama kali.
“Halo Digo, kamu dimana sekarang?” tanya Sisca.
“Kata Taniara kamu gak praktek 2 hari ini.. kamu dimana?” Lanjut Sisca menginterogasi.
“Emmm.. nanti aku jelasin ya Bund” balas Digo sambil melihat Alexa yang masih menikmati Ice Cream nya.
“Bunda juga denger kamu nolak berkencan sama Alika, mau kamu apa sih?!!” Ujar Sisca lagi.
“Bundaa.. aku gak setuju dengan perjodohan itu” ujar Digo.
“KENAPA? ALIKA BAIK, BERPENDIDIKAN, KARIRNYA JUGA BAGUS, Kamu gak akan menemukan gadis lain seperti dia lagi Digo” balas Sisca panjang.
Digo menghembuskan nafasnya pelan “Aku tidak cocok dengannya Bund.. setiap aku bersamanya aku tidak nyaman, lagipula aku sudah mempunyai kekasih..”
“Apa?! Bunda gak salah denger kan??”
“Iya Bunda.. nanti Digo jelasin semuanya ya.. sekarang Digo masih dijalan soalnya”
“Yaudah deh.. hati-hati ya anak bunda yang tersayang, maaf Bunda marah-marah sama kamu”
“Iya Bunda, Bye”
Alexa memandang Digo yang sepertinya mendapatkan telepon penting.
Digo mematikan panggilan itu dan melihat banyak pesan dari Alika yang sengaja dia tidak buka dan balas.
Dia menghampiri Alexa lagi.
“Tadi Bunda aku nanya aku lagi dimana sayang” ujar Digo.
“Yaudah kamu pulang aja sayang, aku naik taksi dari sini” ujar Alexa.
Digo menggeleng “jangan.. lagipula jalan kita se arah kan? ayo kita pulang sekarang”
Alexa mengangguk dan masuk kedalam mobil.
“Bunda kamu galak ya sayang?” Tanya Alexa tiba-tiba.
“No.. dia baik sekali” balas Digo.
“Lalu ayahmu?” Tanya Alexa lagi.
“Dia sangat baik sayang, ada apa?” Tanya Digo balik.
“Aku takut saja dia tidak menyukaiku hemm” ujar Alexa cemas.
“Mereka orang tua yang berpikiran modern sayang.. lagipula hal apa yang membuat mereka tidak menyukaimu” balas Digo sambil tersenyum kearah Alexa.
Alexa menoyor lengan kekasihnya itu “Emmm kamu lama-lama pintar menggombal juga”
“Tapi kamu jangan ngombal didepan orang lain, ok?” Lanjut Alexa lagi.
Digo membalasnya dengan anggukan.
Tak kerasa mereka sudah sampai di Apartemen Alexa.
__ADS_1
“Hufttt.. kenapa jalanan tidak macet saja” keluh Alexa.
“Memangnya Kenapa sayang?” Tanya Digo.
“Aku masih ingin bersamamu lebih lama..” balas Alexa cemberut.
Digo menoel hidung mancung Alexa “Aku akan terus menghantui pikiranmu.. jadi bersiap-siap lah”
“Aku bahkan sudah siap kecanduan kamu sayang” balas Alexa sambil menjulurkan lidahnya
“Bye sayang” ujar Alexa hendak membuka pintu mobil.
“Kabari aku jika kamu sudah sampai dirumah, oke?” Lanjut Alexa lagi dengan senyuman manisnya.
Digo mengangguk dan meneruskan perjalanannya pulang.
...****************...
Dirumah Digo,
Ternyata Alika juga sedang berkunjung disana, dia mengobrol banyak hal bersama Sisca, mereka terlihat sangat cocok karena ada hal yang sama yang mereka sukai.
Digo yang memasuki ruang tamu langsung melihat Bundanya dan Alika sedang bersama.
“Hey, Digo” sapa Alika dengan senyumannya
“Hai..” sapa Digo singkat.
Sisca menghampiri putranya dan mengambil barang-barang bawaannya “kalian ngobrol berdua dulu ya” bisiknya.
Digo langsung duduk di sofa bersama Alika.
Alika langsung to the point “kenapa kamu mengabaikanku?”
“Emmm.. aku sedang banyak urusan akhir-akhir ini” balas Digo.
“Aku sudah mendengarnya dari Tante Sisca, kamu memutuskan untuk menolak pertunangan kita kan? Tidak apa.. seharusnya kamu berbicara jujur saja padaku” ujar Alika yang benar-benar tak diduga sama sekali oleh Digo, dia kira Alika akan memaksanya untuk tetap bertunangan.
“Maafkan aku..” ujar Digo menatap Alika.
“Tidak masalah.. ini memang kesepakatan kita kan? mungkin saja kita memang tidak berjodoh?” Ujar Alika santai.
“Ahh aku baru saja memikirkan adat apa yang akan kita gunakan saat menikah nanti” ejek Alika.
“But, don’t worry, aku kesini juga ingin berpamitan dengan kamu.. aku ingin bekerja di England, aku merasa tidak cocok disini” ujar Alika lagi.
“Aku doakan yang terbaik untukmu, sampaikan juga permintaan maafku kepada kedua orang tuamu” ujar Digo.
Alika mengangguk “lain kali.. ketika aku mengirimkan pesan atau menelponmu lagi.. jangan pernah mengabaikannya, oke?”
Digo mengangguk “oke”
“Aku pergi dulu ya?” Ujar Alika mengambil Tasnya.
“Bagaimana kita pergi ke taman dulu? Aku pernah berjanji padamu kan? Untuk perpisahan terakhir kita” ujar Digo tiba-tiba demi menghargai ketulusan Alika.
“Aku tidak ingin menolaknya.. aku sungguh ingin juga” ujar Alika sambil tersenyum.
Niat baik Digo bukan untuk mengkhianati Alexa kekasihnya, dia pergi bersama Alika sebagai perpisahan setelah bertemu sejak lama, dia menghargai sikap dewasa Alika dan menganggap Alika adalah sosok teman yang sangat baik.
__ADS_1
Kini masalah pertunangannya bersama Alika, sudah beres..