OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Sembunyi


__ADS_3

HAPPY READINGđŸ„°


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


......................


Hari Taniara sudah sangat melelahkan, dia menghandle pasien sendirian tanpa bantuan Digo, tapi untungnya skill dan pengetahuan Taniara memang sangatlah jago.


Dia hendak pulang dan pergi ketempat dia menaruh sepedanya.


“Astagaa.. lupa banget sepedaku kan dimobil Keivan” ujar Taniara baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa sepedanya.


“Tuu kan kamu inget aku terus..” ujar Keivan dari belakang.


Taniara menoleh ke arah Keivan “siapa juga inget kamu! GR!”


“Buktinya kamu nyebut namaku tadi..” balas Keivan percaya diri.


“Ishh.. ngapain kamu disini?” Tanya Taniara jutek.


“Kamu gak bales chat sama angkat telpon aku, nakal banget” jawab Keivan pura-pura kesal dengan mata melotot.


“Aduhh Kei.. pulang gih.. jangan bikin ulah lagi” ujar Taniara mengusir Keivan.


“Gak mau” balas Keivan.


Taniara berjalan menuju halte bus dan Keivan juga mengikutinya.


“Oh iya.. sepeda aku gimana?” Tanya Taniara.


“Udah dirumah kamu kok..” balas Keivan.


Taniara naik kedalam bus dan untungnya keadaan Bus sedang sepi.


Keivan duduk disebelahnya juga.


“Kamu kan kaya nih.. ngapain naik bus?” Tanya Taniara risih karena Keivan mengikutinya terus.


“Emangnya ada larangan orang kaya naik bus?” Ejek Keivan.


“Ishh bisa gila aku ngomong sama kamu!” Balas Taniara langsung melihat kearah jendela dan enggan berbicara lagi.


“Enak ya ternyata naik bus, udah murah.. bisa duduk sama orang cantik pula..” ujar Keivan sendiri.


Taniara mendengar ucapan itu dengan jelas, tapi dia tetap terdiam.


“Kalau turun disini namanya jalur apa ya?” Tanya Keivan lagi.


“Jalan X” balas Taniara singkat.


“Oooh Jalan X .. jalan kaki yuk?” Ajak Keivan karena menyadari bahwa rumah Taniara sudah dekat.


Taniara masih enggan menjawab.


Keivan menarik tangan Taniara turun dari bus itu.


“Masih jauh tau..” ujar Taniara sedikit kesal.

__ADS_1


“Olahraga biar sehat!” Balas Keivan.


Taniara melanjutkan perjalanannya lagi, malam itu sangat dingin, banyak bintang di langit dan daun-daun yang berguguran.


Keivan mensejajarkan langkah kakinya dengan Taniara.


“Deket sini ada tower pengabul permintaan kan?” Tanya Keivan iseng.


Taniara mengangguk.


“Kita kesitu yuk?” Ujar Keivan lagi.


“Ngapain kesitu?” Tanya Taniara balik.


“Kepengen ajaa.. ayolah.. plisss” ujar Keivan memohon.


Taniara akhirnya menyetujui permintaan Keivan itu, dia berjalan ke arah monumen tower yang sangat terkenal saat itu, banyak orang yang memohon sesuatu ditempat itu untuk dikabulkan.


Akhirnya mereka sampai juga setelah menempuh waktu beberapa menit.


“Hufftt.. lelah sekali..” keluh Taniara.


“Mau aku gendong?” Tanya Keivan.


Taniara langsung menggeleng cepat.


Keivan memegang tangan Taniara saat sudah berada di menara tower.



“Ada permintaan yang ingin Tuhan kabulkan untuk aku..” ujar Keivan sambil menatap Taniara.


“Aku ingin kamu maafin aku, selesai marah.. ceria lagi seperti Tania yang aku kenal” ujar Keivan lagi.


Taniara meneteskan air matanya karena terharu mendengar ucapan Keivan, dia merasa untuk menjadi Taniara yang dulu sudah tidak mungkin lagi.


“Aku tau sebetapa kesalnya kamu sama aku, tapi kasih aku satu kesempatan lagi” lanjut Keivan.


“pacaran sama aku ya? Kalau nyaman kita lanjut.. lanjut kejenjang yang lebih serius” ajak Keivan serius.


Taniara memikirkan hal itu sungguh-sungguh.


“Ini serius?” Tanya Taniara lirih.


Keivan mengangguk “kamu mau kan?”


Taniara akhirnya mengangguk pelan.


Keivan langsung memeluk tubuh Taniara erat “memang ajaib ya tempat ini
”


Taniara juga membalas pelukan Keivan sambil tersenyum.


“Tapi aku belum pernah pacaran sebelumnya..” ujar Taniara pelan.


“Hahh? Serius?” Tanya Keivan kaget.


Taniara mengangguk malu

__ADS_1


“Kamu pasti udah sering kan?” Tanya Taniara balik.


“Emmm.. gak sering juga.. tapi pernah.. oke kamu tenang aja.. aku yang ngajarin kamu” ujar Keivan sambil mengedipkan satu matanya.


Taniara membalasnya dengan senyuman manisnya.


......................


Di lain sisi Alexa mulai menjalani kehidupan barunya, dia memutuskan selesai menjadi aktris, setelah menyelesaikan syuting film “Doctor, I Love you” dia ingin melanjutkan pendidikannya, untuk menjadi seorang dokter.


Digo juga selalu mencari keberadaan Alexa tapi tidak pernah menemukan titik terang, segala cara sudah dilakukannya tapi hasilnya tetap nihil. Dia sedikit kesal karna Alexa pergi meninggalkannya tanpa kabar dan kejelasan, hatinya sakit sekali, dia bahkan berubah menjadi seseorang yang pendiam dan sering melamun.


Kebetulan saat itu Alika datang lagi dari Inggris, dia sedikit membantu Digo untuk melupakan kenangannya sejenak bersama Alexa.


...****************...


Alexa sangat menikmati perkuliahannya sebagai Dokter bedah, banyak yang mengenalinya sebagai aktris dulu tapi dia tak mengubrisnya, baginya karirnya yang dulu sudah mati.


Pada suatu hari Alexa ditempatkan magang disalah satu rumah sakit, dia merasa khawatir karena rumah sakit itu sangat dekat dengan kota, dia harus meninggalkan ibunya lagi.


Tapi setelah berpikir segala pertimbangan, akhirnya Alexa setuju untuk pindah dan magang disana, sebagai tahap untuk menjadi dokter bedah yang professional.


Teman-temannya disana sangat baik dan ramah, dia merasa nyaman untuk magang disana. Keadaan pasien disana cukup ramai dan dia senang bisa mendapatkan banyak pekerjaan.


“Minggir.. minggirr.. ada pasien darurat” teriak perawat yang sedang mendorong pasien yang duduk kursi roda.


Alexa yang sedang berada didepan ruang UGD langsung mendekati perawat itu “Kenapa?”


“Sepertinya dia mengalami cedera kaki” balas perawat itu.


Alexa membantunya membawa masuk keruang observasi.


Pasien itu sudah berbaring di bed dan terus berteriak kesakitan.


Dokter memutuskan untuk melakukan rontgen terhadap pasien tersebut.


Alexa mempunyai pasien lain jadi dia meninggalkan pasien itu, dia hanya berharap tidak ada penyakit yang serius.


Hari yang sangat melelahkan..


Alexa pulang dari magangnya menuju kekontrakannya dengan sangat lelah.


“Huftt
.” keluh Alexa sambil memijit kakinya setelah sampai dikamarnya.


Dia melihat ponselnya, sudah sangat jarang dia tidak melihat akun social medianya, dia membaca pesan panjang dari Digo diseluruh Social medianya.


Dia berpikir betapa kejamnya dirinya, tapi akan sangat menyakitkannya jika hubungan itu tetap terus dilanjutkan.


Alexa menangis, dia selalu menangis saat mengingat Digo, sudah beberapa minggu dia tidak bertemu dengan Digo dan rasa rindunya sudah sangat menggunung.


KRING


Tiba-tiba Digo menelponnya, Alexa masih berprinsip teguh untuk tidak mengangkat telepon atau berkabar lagi pada Digo, jadi dia menolak panggilan itu.


Dilain tempat Digo juga sedih karena teleponnya tak kunjung di gubris oleh Alexa.


“Kenapa kamu tega banget sama aku?!” Ujar Digo sangat frustasi.

__ADS_1


Kesedihan Digo itu juga dirasakan oleh Bobby, Bobby melihat keadaan Digo yang tak biasa, dan dia yakin itu perihal Alexa.


Tapi Bobby sedikit lega jika melihat Digo dan Alexa sudah mulai berjarak, itu artinya luka lama tidak akan menganggu kehidupannya yang sekarang.


__ADS_2