
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
......................
Hari Taniara sudah sangat melelahkan, dia menghandle pasien sendirian tanpa bantuan Digo, tapi untungnya skill dan pengetahuan Taniara memang sangatlah jago.
Dia hendak pulang dan pergi ketempat dia menaruh sepedanya.
âAstagaa.. lupa banget sepedaku kan dimobil Keivanâ ujar Taniara baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa sepedanya.
âTuu kan kamu inget aku terus..â ujar Keivan dari belakang.
Taniara menoleh ke arah Keivan âsiapa juga inget kamu! GR!â
âBuktinya kamu nyebut namaku tadi..â balas Keivan percaya diri.
âIshh.. ngapain kamu disini?â Tanya Taniara jutek.
âKamu gak bales chat sama angkat telpon aku, nakal bangetâ jawab Keivan pura-pura kesal dengan mata melotot.
âAduhh Kei.. pulang gih.. jangan bikin ulah lagiâ ujar Taniara mengusir Keivan.
âGak mauâ balas Keivan.
Taniara berjalan menuju halte bus dan Keivan juga mengikutinya.
âOh iya.. sepeda aku gimana?â Tanya Taniara.
âUdah dirumah kamu kok..â balas Keivan.
Taniara naik kedalam bus dan untungnya keadaan Bus sedang sepi.
Keivan duduk disebelahnya juga.
âKamu kan kaya nih.. ngapain naik bus?â Tanya Taniara risih karena Keivan mengikutinya terus.
âEmangnya ada larangan orang kaya naik bus?â Ejek Keivan.
âIshh bisa gila aku ngomong sama kamu!â Balas Taniara langsung melihat kearah jendela dan enggan berbicara lagi.
âEnak ya ternyata naik bus, udah murah.. bisa duduk sama orang cantik pula..â ujar Keivan sendiri.
Taniara mendengar ucapan itu dengan jelas, tapi dia tetap terdiam.
âKalau turun disini namanya jalur apa ya?â Tanya Keivan lagi.
âJalan Xâ balas Taniara singkat.
âOooh Jalan X .. jalan kaki yuk?â Ajak Keivan karena menyadari bahwa rumah Taniara sudah dekat.
Taniara masih enggan menjawab.
Keivan menarik tangan Taniara turun dari bus itu.
âMasih jauh tau..â ujar Taniara sedikit kesal.
__ADS_1
âOlahraga biar sehat!â Balas Keivan.
Taniara melanjutkan perjalanannya lagi, malam itu sangat dingin, banyak bintang di langit dan daun-daun yang berguguran.
Keivan mensejajarkan langkah kakinya dengan Taniara.
âDeket sini ada tower pengabul permintaan kan?â Tanya Keivan iseng.
Taniara mengangguk.
âKita kesitu yuk?â Ujar Keivan lagi.
âNgapain kesitu?â Tanya Taniara balik.
âKepengen ajaa.. ayolah.. plisssâ ujar Keivan memohon.
Taniara akhirnya menyetujui permintaan Keivan itu, dia berjalan ke arah monumen tower yang sangat terkenal saat itu, banyak orang yang memohon sesuatu ditempat itu untuk dikabulkan.
Akhirnya mereka sampai juga setelah menempuh waktu beberapa menit.
âHufftt.. lelah sekali..â keluh Taniara.
âMau aku gendong?â Tanya Keivan.
Taniara langsung menggeleng cepat.
Keivan memegang tangan Taniara saat sudah berada di menara tower.
âAda permintaan yang ingin Tuhan kabulkan untuk aku..â ujar Keivan sambil menatap Taniara.
âAku ingin kamu maafin aku, selesai marah.. ceria lagi seperti Tania yang aku kenalâ ujar Keivan lagi.
Taniara meneteskan air matanya karena terharu mendengar ucapan Keivan, dia merasa untuk menjadi Taniara yang dulu sudah tidak mungkin lagi.
âAku tau sebetapa kesalnya kamu sama aku, tapi kasih aku satu kesempatan lagiâ lanjut Keivan.
âpacaran sama aku ya? Kalau nyaman kita lanjut.. lanjut kejenjang yang lebih seriusâ ajak Keivan serius.
Taniara memikirkan hal itu sungguh-sungguh.
âIni serius?â Tanya Taniara lirih.
Keivan mengangguk âkamu mau kan?â
Taniara akhirnya mengangguk pelan.
Keivan langsung memeluk tubuh Taniara erat âmemang ajaib ya tempat iniâŠâ
Taniara juga membalas pelukan Keivan sambil tersenyum.
âTapi aku belum pernah pacaran sebelumnya..â ujar Taniara pelan.
âHahh? Serius?â Tanya Keivan kaget.
Taniara mengangguk malu
__ADS_1
âKamu pasti udah sering kan?â Tanya Taniara balik.
âEmmm.. gak sering juga.. tapi pernah.. oke kamu tenang aja.. aku yang ngajarin kamuâ ujar Keivan sambil mengedipkan satu matanya.
Taniara membalasnya dengan senyuman manisnya.
......................
Di lain sisi Alexa mulai menjalani kehidupan barunya, dia memutuskan selesai menjadi aktris, setelah menyelesaikan syuting film âDoctor, I Love youâ dia ingin melanjutkan pendidikannya, untuk menjadi seorang dokter.
Digo juga selalu mencari keberadaan Alexa tapi tidak pernah menemukan titik terang, segala cara sudah dilakukannya tapi hasilnya tetap nihil. Dia sedikit kesal karna Alexa pergi meninggalkannya tanpa kabar dan kejelasan, hatinya sakit sekali, dia bahkan berubah menjadi seseorang yang pendiam dan sering melamun.
Kebetulan saat itu Alika datang lagi dari Inggris, dia sedikit membantu Digo untuk melupakan kenangannya sejenak bersama Alexa.
...****************...
Alexa sangat menikmati perkuliahannya sebagai Dokter bedah, banyak yang mengenalinya sebagai aktris dulu tapi dia tak mengubrisnya, baginya karirnya yang dulu sudah mati.
Pada suatu hari Alexa ditempatkan magang disalah satu rumah sakit, dia merasa khawatir karena rumah sakit itu sangat dekat dengan kota, dia harus meninggalkan ibunya lagi.
Tapi setelah berpikir segala pertimbangan, akhirnya Alexa setuju untuk pindah dan magang disana, sebagai tahap untuk menjadi dokter bedah yang professional.
Teman-temannya disana sangat baik dan ramah, dia merasa nyaman untuk magang disana. Keadaan pasien disana cukup ramai dan dia senang bisa mendapatkan banyak pekerjaan.
âMinggir.. minggirr.. ada pasien daruratâ teriak perawat yang sedang mendorong pasien yang duduk kursi roda.
Alexa yang sedang berada didepan ruang UGD langsung mendekati perawat itu âKenapa?â
âSepertinya dia mengalami cedera kakiâ balas perawat itu.
Alexa membantunya membawa masuk keruang observasi.
Pasien itu sudah berbaring di bed dan terus berteriak kesakitan.
Dokter memutuskan untuk melakukan rontgen terhadap pasien tersebut.
Alexa mempunyai pasien lain jadi dia meninggalkan pasien itu, dia hanya berharap tidak ada penyakit yang serius.
Hari yang sangat melelahkan..
Alexa pulang dari magangnya menuju kekontrakannya dengan sangat lelah.
âHufttâŠ.â keluh Alexa sambil memijit kakinya setelah sampai dikamarnya.
Dia melihat ponselnya, sudah sangat jarang dia tidak melihat akun social medianya, dia membaca pesan panjang dari Digo diseluruh Social medianya.
Dia berpikir betapa kejamnya dirinya, tapi akan sangat menyakitkannya jika hubungan itu tetap terus dilanjutkan.
Alexa menangis, dia selalu menangis saat mengingat Digo, sudah beberapa minggu dia tidak bertemu dengan Digo dan rasa rindunya sudah sangat menggunung.
KRING
Tiba-tiba Digo menelponnya, Alexa masih berprinsip teguh untuk tidak mengangkat telepon atau berkabar lagi pada Digo, jadi dia menolak panggilan itu.
Dilain tempat Digo juga sedih karena teleponnya tak kunjung di gubris oleh Alexa.
âKenapa kamu tega banget sama aku?!â Ujar Digo sangat frustasi.
__ADS_1
Kesedihan Digo itu juga dirasakan oleh Bobby, Bobby melihat keadaan Digo yang tak biasa, dan dia yakin itu perihal Alexa.
Tapi Bobby sedikit lega jika melihat Digo dan Alexa sudah mulai berjarak, itu artinya luka lama tidak akan menganggu kehidupannya yang sekarang.