
HAPPY READING GUYS!!🥰
PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺
......................
Bobby sebenarnya belum yakin dengan firasatnya itu setelah melihat sosok Alexa Virana, apakah dia Alexa Virana yang sama dengan anak wanita yang selama ini dia bantu? Jika benar.. itu akan membuat situasi sulit kedepannya. Saat melihat pemandangan Alexa, Digo dan Sisca yang tengah berbincang-bincang santai itu dia sungguh yakin hal sebaliknya akan terjadi jika firasat buruk itu memang benar
Flashback Simpanan Dosen On.
Semenjak Bobby bertemu dengan Mita di mall untuk pertama kalinya setelah kejadian di bar terkutuk itu, Bobby mencari tahu mendetail tentang Mita, Dan dia menemukan fakta bahwa Mita dirinya tidak ada sangkut pautnya dalam kehamilannya itu, tapi Bobby yakin Sisca masih ingat jelas malam itu, wajah Mita dan segalanya. Jadi jika Alexa adalah putri kandung Mita, dia yakin Sisca tidak akan menerimanya.
Walaupun Bobby tidak ada sangkut pautnya dalam kehamilan Mita, dia tetap ingin bertanggung jawab, apalagi Mita tidak tahu lelaki mana yang menghamilinya, itu membuat Bobby kasihan dan diam-diam membiayai kehidupan Mita tanpa sepengetahuan Sisca.
Tapi akhir-akhir ini Mita meminta untuk selesai membiayai hidupnya, karena keuangannya sudah stabil akibat putrinya yang bernama Alexa sudah bekerja, dan Bobby belum pernah melihat sosok Alexa sebelumnya, jadi dia belum bisa memastikan apakah Alexa yang duduk didepannya adalah putri kandung Mita.
Bobby akan memastikan semua itu setelah pembicaraan mereka selesai, dia sangat berharap firasatnya itu salah.
Flashback Simpanan dosen Off.
“Katanya film kamu yang baru akan berpasangan dengan Keivan ya?” Tanya Sisca kepada Alexa.
“Iya Tante” ujar Alexa.
“Tante ini mengikuti karir kamu tau.. fans banget lah pokoknya” ujar Sisca lagi.
“Aahhh Tante.. jangan muji saya terus” balas Alexa sambil tersenyum malu-malu.
Nampaknya Sisca sangat senang mengetahui fakta tentang hubungan Digo dan Alexa, bahkan di lubuk hatinya sudah mulai merancang hubungan itu ke jenjang yang lebih serius.
......................
TING
“Boleh, mari kita bertemu besok” balasan dari Diego yang membuat Taniara sangat senang.
“Okeyy.. pastikan kencan besok berjalan lancar” batin Taniara senang.
Taniara melanjutkan pekerjaannya lagi, walaupun tidak ada pasien.
TING
“Tan, apa besok perban kakiku sudah bisa di lepas?” Pesan dari Keivan masuk ke ponsel Taniara.
“Sudah Kei” balas Taniara.
“Besok pagi tolong kerumahku ya” balas Keivan lagi.
Taniara hanya mengirimkan stiker OK sebagai balasannya.
Awalnya Taniara mengira pasien hari itu akan sepi tapi dugaannya salah, pasien hari itu super duper sibuk, tapi untungnya dia bisa menghandle itu semua walau tanpa Digo.
Karena sudah mulai larut dan penampakan pasien juga sudah mulai sepi, dia memutuskan untuk pulang kerumah, tapi dia lupa membawa sepedanya. Biasanya Taniara berangkat kerja dengan mengendarai sepeda, walaupun jarak dari rumah ke rumah sakit lumayan juah. Tapi karena tekad Taniara yang super duper irit maka walaupun sejauh apapun jarak dia akan tetap pergi mengendarai sepedanya.
TING
“Kamu dimana?” Pesan dari Keivan tiba-tiba.
“Aku baru saja akan pulang” balas Taniara.
__ADS_1
“Kakiku berdarah lagi” balas Keivan.
KRING
Keivan langsung menelpon Taniara, dan Taniara langsung mengangkat telpon itu.
“Aku ingin kamu mengganti perbanku sekarang, aku tidak suka melihat darah” ujar Keivan langsung.
“Tapi kenapa bisa berdarah lagi? Tadi udah kering kok” balas Taniara.
“Aku tadi sedang main game.. tiba-tiba aku liat perbanku ada darahnya” ujar Keivan.
“Baiklah.. aku akan kerumahmu sekarang” ujar Taniara yang sebenarnya enggan karena sudah sangat lelah.
“Tidak usah, aku sudah didepan rumah sakit” balas Keivan.
Taniara bersyukur karena Keivan sudah didepan rumah sakit, jadi dia tidak perlu memesan taksi online lagi.
“Tunggu di mobil ya Kei” balas Taniara langsung keluar rumah sakit menuju mobil Keivan dan menutup panggilan itu.
Taniara sudah menemukan mobil Keivan dan langsung membuka pintu mobil.
“Kok bisa berdarah lagi sih?” Tanya Taniara cemas karena memang perbannya ada bercak darah.
“Aku kan udah bilang tadi..” balas Keivan.
“Yaudah sini deketin..” ujar Taniara.
“Dibelakang aja.. susah kalau disini” balas Keivan.
Memang benar jika posisi di depan, maka Taniara akan kesulitan untuk memeriksa. Jadi mereka memutuskan untuk pindah ke kursi jok belakang.
Taniara langsung memeriksa perban itu dan mengecek bekas darah itu “INI SPIDOL?” Matanya bertanya-tanya menatap Keivan.
Keivan menatap mata Taniara juga.
“INI BUKAN DARAH!!” Ujar Taniara lagi.
“Kei kamu boong?!!” Tambah Taniara.
“Sumpah.. gak lucu!! Jawabbb…” ujar Taniara terus.
“Kamu juga boong sama aku.. dan itu gak lucu” ujar Keivan setelah itu.
Taniara merasa kebinggungan mengartikan maksud Keivan.
“Jadi.. udah kering lukanya?” Tanya Keivan lagi.
Taniara mengangguk
“Ini uang perawatan” ujar Keivan menyerahkan uang perawatan 5 kali lipat.
“Gak perlu Kei..” balas Taniara menolak menerima uang itu, lagi pula dia tidak melakukan pekerjaan apapun.
“Yaudah aku pulang ya..” ujar Taniara lagi.
“Ambil ini.. ” ujar Keivan memaksa dan memasukkan uang itu kedalam tas Taniara.
“Ehhh Kei.. gak usah..” balas Taniara mengembikan uang itu lagi.
__ADS_1
“Yaudah traktir aku minum sekarang!” Ujar Keivan.
“Emmm.. tapi aku lagi capek sekarang.. kapan-kapan dehh sama Digo juga” usul Taniara.
“Aku mau sekarang!” Ujar Keivan lagi.
“Gak ada tapi-tapian” ujar Keivan langsung pindah ke kursi jok depan.
Taniara sudah kehabisan kata-kata, dia juga ikut naik dan duduk di kursi jok depan.
Keivan terdiam dan fokus menyetir, entah kemana tujuan mereka pergi.
“Jangan ketempat yang mahal..” ujar Taniara menoleh kearah Keivan.
Keivan hanya mengangguk.
Sejujurnya Taniara merasa binggung perihal perban darah palsu dan rencana minum bersama Keivan yang mendadak itu tapi dirinya juga sangat ingin minum sekarang, sudah lama sekali tidak mabuk soju.
Keivan memberhentikan mobilnya di kedai ayam goreng dipinggir jalan “bagaimana jika disini?”
Taniara mengangguk “yuk cuzzz..”
Mereka langsung keluar dari mobil dan mencari tempat duduk, Keivan memesan 2 paket ayam dan 2 botol soju pertama.
“Kamu biasa minum soju?” Tanya Keivan menatap Taniara yang sudah habis setengah botol.
Taniara mengangguk “aku hebat dalam hal ini..” ujarnya percaya diri.
Keivan tak mau kalah bersaing, dia ingin mengungguli kedudukan.
“Pelan-pelan.. nikmati setiap tegukannya..”ujar Taniara sudah mulai ngefly setelah minum 4 botol soju.
Keivan menatap wajah Taniara sambil terus meminum.
“Aaaahhh” ujar Taniara sudah menghabiskan 5 botol soju.
Kepala Taniara sudah mulai pening dan dadanya sudah kesusahan bernafas.
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Keivan.
Taniara mengangguk pelan.
“Aku-uuu mauu lagiihh” racau Taniara sambil menepuk-nepuk meja kedai.
“Kamu yakin?” Tanya Keivan lagi.
Taniara mengangguk lagi “YAAAKIINNNN”
Keivan memberikan sisa minumannya lagi.
Sekejap mata.. minuman itu habis tak tersisa..
Taniara sudah mabuk berat, omongannya sudah kesana kemari (ngawur ngidul) dan Keivan langsung membopongnya dan membawa masuk kedalam mobil.
Clue : next story ada pasangan yang unboxing 21+++ .. kira-kira pasangan yang mana ya?
__ADS_1