
HAPPY READING🥰
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘
...****************...
“Emmmm.. orang sadarpun akan melakukannya jika bertemu dengan wanita imut seperti ini” ujar Keivan memandang wajah Taniara.
Setelah melihat Taniara aman didalam tendanya, Keivan pun keluar lagi.
Keivan juga memutuskan untuk tidur ditendanya, karena sudah larut malam.
Saat Keivan ingin memejamkan matanya, tiba-tiba ada seseorang yang memainkan tendanya dari luar.
Keivan melihat bayangan orang yang sedang menganggu tendanya itu.
“Siapa dia?!” Ujar Keivan penasaran.
Bayangan dengan rambut panjang yang terurai berantakan.
“Buka gak ya… tapi kalau itu setan gimana?” Ujar Keivan sedikit takut.
“Siapa itu..” ujar Keivan ingin memastikan yang didepan tendanya itu manusia atau setan.
Tapi tidak ada balasan, namun bayangan itu masih ada disana.
Keivan pun memberanikan diri untuk membuka tendanya lagi, walau tangannya sangat gemetar.
DEG
Saat resleting tenda terbuka, Keivan langsung melihat wajah Taniara dengan rambut yang berantakan seperti orang gila.
“Sayang..” ujar Keivan kaget sambil menyentuh wajah Taniara.
Taniara langsung tersenyum “Aku takut tidur sendirian..” ujarnya mabuk.
“Terus?” Tanya Keivan refleks.
“Emmm.. aku tidur bareng kamu yaa” bujuk Taniara.
Keivan tidak mungkin bisa tahan jika semalaman bersama Taniara, dia juga laki-laki normal yang tak bisa menahan nafsunya.
“Kamu yakin?” Tanya Keivan memastikan.
Taniara mengangguk cepat sambil menyengir.
Keivan mempersilahkan Taniara untuk masuk “kamu tidur disini, aku dipojok sana aja ya”
Taniara langsung memeluk Keivan “jangan jauh-jauh..”
“Astaga.. dia memancing terus.. nanti kalau aku keblablasan bagaimana..” keluh Keivan.
Taniara mempererat pelukannya dan langsung mengajak Keivan untuk berbaring bersebelahan.
Alhasil tubuh merekapun berhimpitan.
Taniara terlihat nyaman, berbeda dengan Keivan yang hatinya sudah ketar-ketir.
Keivan mengelus rambut Taniara pelan “cepet tidur yaa .. atau nanti punya aku yang bangun”
Keivan menjaga ucapannya, dia tetap menjaga pertahanan walaupun dia sampai berkeringat dan melek semalaman.
Keesokan harinya Taniara yang lebih dahulu membuka matanya, dia melihat Keivan sedang tidur disebelahnya.
“Aaaaaaaaa” teriak Taniara heboh.
Keivan terbangun karena suara Taniara yang nyaring di kupingnya.
“Apasih sayang?!” Balas Keivan sambil mengucek-ngucek matanya.
“Apasih apasih! Ngapain kamu disini?!” Teriak Taniara.
Keivan tak habis pikir, kekasihnya itu mencoba playing victim.
“Justru aku yang nanya sayang.. ngapain kamu tidur di tenda aku?” Tanya Keivan.
Taniara langsung melihat kesekitar, benar saja dia sedang berada ditenda Keivan.
__ADS_1
“Kamu pasti yang bawa aku kesini!” Balas Taniara tak mau kalah.
“Biar gak ketahuan kalau mau deket-deket aku” lanjut Taniara.
“Gini sayang.. aku jelasin dari awal yaah” ujar Keivan menenangkan Taniara.
Keivan menjelaskan semuanya dari awal sampai pagi ini.
“Ah masak gitu?” Tanya Taniara yang masih tak percaya.
“Bener sayang.. aku lupa ngerekam kemarin” balas Keivan.
“Tapi semalam kita cuma pelukan aja kan?” Tanya Taniara.
“Sebenarnya…” ujar Keivan ragu.
“Apa?!” Tanya Taniara cepat.
“Kita juga sempet..” ujar Keivan pelan.
“Aaaaaa jangan-jangan” ujar Taniara langsung histeris.
Keivan langsung mencium bibir Taniara singkat
Taniara terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Keivan.
“Kita sempet ciuman juga” balas Keivan.
“Itu aja?” Tanya Taniara.
Keivan mengangguk
“Huhhh syukurlah” ujar Taniara sedikit lega.
“Kamu gak marah?” Tanya Keivan.
“Abisnya wajah kamu didepan wajah aku, gak nyampek se centi, kan aku langsung ketar-ketir” ujar Keivan memberi penjelasan.
Taniara langsung mendekati wajah Keivan lagi.
CUP
Hati Keivan langsung meleleh.
“Morning kiss too” ujar Keivan melakukan hal yang sama.
“Makasi sayang sudah siaga jaga pertahanan” ujar Taniara bangga.
“Kayaknya kita harus cepet-cepet nikah deh” ujar Keivan sambil sedikit tertawa.
“Aaghh kamu..” balas Taniara langsung menoyor pundak Keivan.
...----------------...
Keesokan paginya keluarga kecil Bobby menikmati sarapan pagi bersama lagi setelah beberapa hari ini saling makan didalam kamar masing-masing.
Digo yang melihat kemesraan orang tuanya lagi langsung tersenyum “udah baikan nih?”
“Udah dong” balas Bobby sambil mengunyah makanannya.
“Syukur deh.. Digo seneng liatnya” balas Digo.
“Nak, nanti malam ajak Alexa datang kerumah yaa” ujar Sisca.
Digo langsung melihat kearah Bobby, dia ingin tau bagaimana ekspresi ayahnya.
“Boleh yah?” Tanya Digo penasaran.
“Boleh, ini sebenarnya ide ayah” ujar Bobby.
“Maafin ayah ya sudah egois sama kalian” lanjut Bobby lagi.
Digo tersenyum senang, akhirnya pagar tinggi yang menghalangi hubungannya bersama Alexa runtuh juga.
“Tapi bagaimana dengan Ibu Mita?” Tanya Digo lagi.
“Pagi ini kita akan mengunjungi Ibu Alexa, kita akan menjelaskan semuanya” balas Sisca.
__ADS_1
“Terimakasih” balas Digo terharu dengan kebaikan orang tuanya.
Mereka pun melanjutkan sarapan, Digo juga harus bekerja juga, ini hari terakhirnya dia bekerja di Meta Hospital, pasien yang dia tangani sudah sembuh total.
Digo telah sampai dirumah sakit, dia tak sabar ingin memberitahukan kabar bahagia itu kepada Alexa.
Digo melihat Alexa yang fokus membaca buku sambil berjalan, muncul ide jail dalam otaknya untuk menganggu kekasihnya itu.
Alexa masih belum sadar didepannya sedang ada Digo berdiri menghadang jalan.
Hingga Alexa sudah berjalan mendekat kearah Digo, dan mereka pun bertabrakan.
“Aaaa” teriak Alexa, akan sangat malu jika dia harus bertabrakan dengan orang lain seperti itu.
Digo langsung memegang pinggang Alexa dan Alexa menyentuh pundak Digo, mereka saling menatap.
Alexa langsung menepuk pundak Digo “sengaja kan kamu..”
Digo tertawa “abisnya kamu jalan sambil baca buku.. nanti kalau beneran jatuh gimana?”
Alexa sadar bahwa dirinya salah.
Digo melihat kesekitar dan untungnya suasana saat itu cukup sepi, hanya ada mereka saja.
CUP
Digo langsung mengecup bibir Alexa lembut.
Alexa langsung melotot tak percaya dengan apa yang Digo lakukan.
“Kalau kamu menatapku seperti itu.. aku semakin ingin melakukan itu lagi sayang” ujar Digo pelan menggoda Alexa.
Wajah Alexa langsung memerah.
“Udah ah aku mau masuk duluan!” Ujar Alexa salah tingkah.
Digo mengikuti langkah kaki Alexa dari belakang.
Setelah mereka sudah sampai diruangan, Digo menahan tubuh Alexa ditembok dengan kedua tangannya.
“Kamu lagi sakit?” Tanya Alexa sambil mengecek suhu tubuh Digo lewat dahi.
“Kok sakit?” Tanya Digo, tubuh mereka berdekatan.
“Kamu aneh pagi ini..” balas Alexa.
“Karena aku lagi bahagia..” balas Digo.
“Kenapa?” Tanya Alexa kepo.
“Orang tua aku ngundang kamu makan malam dirumah” ujar Digo.
Alexa masih tak menyangka hal itu akan terjadi, tapi membayangkan respon Ibunya nanti dia juga merasa khawatir.
“Orang tua aku juga akan mengunjungi Ibumu pagi ini..” lanjut Digo.
Alexa langsung menyentuh pundak Digo “Ini serius?”
Digo mengangguk.
Alexa langsung memeluk tubuh Digo senang.
“Kamu bahagia juga kan?” Tanya Digo sambil mengeratkan pelukannya.
Alexa mengangguk senang.
Digo menyentuh wajah Alexa dan menatapnya dalam, dia benar-benar sudah terpesona.
CUP
Digo mengecup bibir Alexa pelan, semakin dalam, memagutnya penuh kasih.
Alexa juga mengalungkan tangannya keleher Digo, membalas ciuman yang mulai panas.
Digo mengangkat tubuh Alexa membuatnya duduk diatas meja, dengan bibir yang masih berpaut.
__ADS_1
“Emmphh” decap Alexa saat Digo memberikan jeda sedetik dan mereka melanjutkan morning kissnya lagi.