OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
Duo couple


__ADS_3

HAPPY READINGđŸ„°


Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru aku😘😘


...****************...


Alexa sampai hampir kehabisan nafas meladeni perang ciuman bersama Digo.


“Mpphmm” decap pagutan mereka.


Alexa menepuk pundak Digo agar berhenti.


PLAK


“Aduhh” keluh Digo merasakan sakit pada pundaknya.


Alexa menahan tawanya dan bergerak menjauh dari Digo.


“Sakit tau” keluh Digo pura-pura cemberut.


“Yaa maaf.. kamu sih..” balas Alexa masih menjaga jarak dari Digo.


Digo langsung mendekat kearah Alexa.


“Ihh jauh-jauh..” ujar Alexa terus mundur.


“Gamau.. wlek” ejek Digo, dia sangat ingin menangkap Alexa.


“Aku kan pacar kamu..” ujar Digo lagi dan tetap melangkahkan kakinya mendekat ke Alexa.


“Kamu nakal! Aku Gak suka!” Balas Alexa.


Digo berhenti dan menatap Alexa “ya udah deh aku pulang dulu”


Digo membersihkan meja makan sambil pura-pura mengambek.


Sedangkan Alexa masih berdiri ditempat yang tadi, dia sangat tau bahwa saat ini Digo sedang pura-pura marah.


Setelah selesai berberes Digo mengambil kunci mobilnya “Aku pulang dulu ya”


“Ehh Tunggu sayang
” teriak Alexa


Alexa mendekat kearah Digo dan memegang tangan Digo.


Digo tampak cemberut.



“Sayang.. kamu beneran marah?” Tanya Alexa sambil memainkan jari Digo jail.


Digo masih diam.


Alexa menaruh kunci mobil Digo lagi dimeja “kamu gak boleh pulang kalau lagi marah!”


Digo masih diam, sepertinya aktingnya manjur.


Alexa langsung memeluk Digo “Aku takut.. trauma sama kejadian Ibu” ujarnya jujur, itulah yang sebenarnya dia takuti selama ini.


Hati Digo langsung terenyuh, bagaimana dia bisa se egois itu.


Digo langsung mengelus rambut Alexa pelan “Maaf.. aku yang salah”


“Aku janji tidak seperti ini lagi” tambah Digo lagi.

__ADS_1


Alexa tersenyum “Terimakasih sayang”


“Aku pulang sekarang ya, aku takut hilaf kalau lihat kamu senyum” ujar Digo sambil mengambil kuncinya lagi.


“Udah gak marah kan?” Tanya Alexa.


Digo menggeleng “Enggak sayang”


“Bye” lanjut Digo lagi sambil melambaikan tangannya.


Alexa juga membalas hal yang sama, dia beruntung memiliki kekasih yang pengertian.


Couple ini sepertinya akan segera menuju SAH.


......................


Di lain tempat Keivan dan Taniara sedang berpiknik dan berkemah ala ala glamour camping, mereka memesan 2 tenda bersebelahan.


Para staff disana sudah menyiapkan alat panggangan serta makanan dan api unggun, mereka hanya tinggal menikmatinya saja.


Dasar orang kaya..


Taniara mengenakan sweater sedangkan Keivan hanya mengenakan kaos hitam.


Dan malam itu sangatlah dingin, lokasi tempat camping mereka juga berdekatan dengan pantai. Entah mengapa lokasi mereka berkencan selalu dekat dengan pantai akhir-akhir ini.


Keivan membantu menggosok-gosok tangan Taniara agar tidak merasa kedinginan “sudah mendingan?” Ujarnya sambil tersenyum.


Taniara mengangguk “sedikit lebih hangat”


Taniara menyenderkan kepalanya dipundak Keivan dan tersenyum.


Inilah kencan yang diharapkan dari dulu, beruntung sekali dia bisa menjalin hubungan dengan Keivan.


Keivan menyuapkan makanan yang sudah dia panggang “Aaa” ujarnya menyuruh Taniara membuka mulutnya.


Taniara mengikuti arahan Keivan dan memakan itu.


“Enak..” ujar Taniara sambil mengunyah.


Taniara juga melakukan hal yang sama untuk Keivan.


“Sayang.. pengen minum” ujar Taniara, entah mengapa dia merasa kurang jika belum minum soju.


Untungnya Keivan siaga, dia sudah membeli beberapa botol soju.


“Taraa
” ujar Keivan menunjukkan botol-botol soju itu.


“Ihiiiiiii” teriak Taniara senang dan bertepuk tangan.


“Mari kita minum-minum Nona..” ujar Keivan sambil menuangkan soju ke botol.


Taniara nampak berpikir.


“Tapi.. kalau nanti kita seperti itu lagi bagaimana?” Tanya Taniara.


Keivan memandang Taniara, dia juga takut keblablasan.


“Pokoknya diantara kita harus ada yang sadar, walaupun setengah..” ujar Keivan.


“Aku?” Tanya Taniara.


“Aku saja” balas Keivan.

__ADS_1


“Aghh aku gak yakin!” Balas Taniara.


“Aku juga gak yakin kamu gak mabuk.. nanti malah kita berdua yang mabuk, terus 
.. ” ujar Keivan.


Taniara mengangguk setuju “tapi awas aja kamu nyari kesempatan dalam kesempitan lagi”


“Lagian kita akan segera menikah” balas Keivan.


“Aku mau kita Sah dulu” balas Taniara.


“Okedeh, aku yang jaga pertahanan malam ini” ujar Keivan siap.


“Pertama.. tuangkan untuk aku” ujar Taniara.


Keivan memberikan gelas berisi soju itu kepada Taniara.


Taniara dengan santai meminumnya.


“Yang kedua, untuk aku lagi..” ujar Taniara.


Padahal itu giliran Keivan.


“Tapi.. aku?” Tanya Keivan.


“Kamu gak boleh mabuk! Aku yang minum lagi” ujar Taniara mengambil gelas itu paksa.


“Aghh curang!” Balas Keivan.


Keivan mengambil gelas lain dan menuangkan soju, dia sangat tergoda saat melihat cara Taniara minum.


“Eits
 jangan banyak-banyak” teriak Taniara.


“Dikit kok ini..” ujar Keivan melihat gelasnya yang baru isi seperempat.


“No! Kurangin lagi!” Teriak Taniara.


“Sayang.. gak enak diliat orang-orang, nanti kita dikira berantem” ujar Keivan pelan.


Staff disana sudah mulai memandang kehebohan mereka.


Taniara membuang isi gelas soju Keivan sedikit, alhasil minuman Keivan menjadi sangat sedikit.


“Tapi aku pengen.. ini namanya setetes sayang” keluh Keivan.


Padahal yang membeli soju itu Keivan, tapi dia bahkan tidak boleh meminum itu.


Dalam hati Keivan ingin kesal, tapi Taniara itu kekasihnya, dan dia sangat mencintainya.


“Yasudah bawa botol ini kedalam tenda” ujar Taniara.


“Kamu minum disana, dan aku minum didalam tendaku juga” ujar Taniara lagi.


“Jadi saat kita mabuk, kita tidak akan bertemu” ujar Taniara terus.


Keivan paham maksud Taniara, dan dia sangat setuju.


“Baiklah.. kita minum-minum secara terpisah” balas Keivan.


Keivan membawa 2 botol dan Taniara membawa 2 botol juga.


“Selamat malam sayang” ujar Taniara sambil tersenyum.


“Selamat malam juga sayang” balas Keivan.

__ADS_1


Mereka pun menutup tenda masing-masing.


__ADS_2