
HAPPY READINGđ„°
Jangan lupa di like, comment dan vote aku yaa, follow aku juga agar tau tentang novel-novel terbaru akuđđ
...****************...
Alexa sampai hampir kehabisan nafas meladeni perang ciuman bersama Digo.
âMpphmmâ decap pagutan mereka.
Alexa menepuk pundak Digo agar berhenti.
PLAK
âAduhhâ keluh Digo merasakan sakit pada pundaknya.
Alexa menahan tawanya dan bergerak menjauh dari Digo.
âSakit tauâ keluh Digo pura-pura cemberut.
âYaa maaf.. kamu sih..â balas Alexa masih menjaga jarak dari Digo.
Digo langsung mendekat kearah Alexa.
âIhh jauh-jauh..â ujar Alexa terus mundur.
âGamau.. wlekâ ejek Digo, dia sangat ingin menangkap Alexa.
âAku kan pacar kamu..â ujar Digo lagi dan tetap melangkahkan kakinya mendekat ke Alexa.
âKamu nakal! Aku Gak suka!â Balas Alexa.
Digo berhenti dan menatap Alexa âya udah deh aku pulang duluâ
Digo membersihkan meja makan sambil pura-pura mengambek.
Sedangkan Alexa masih berdiri ditempat yang tadi, dia sangat tau bahwa saat ini Digo sedang pura-pura marah.
Setelah selesai berberes Digo mengambil kunci mobilnya âAku pulang dulu yaâ
âEhh Tunggu sayangâŠâ teriak Alexa
Alexa mendekat kearah Digo dan memegang tangan Digo.
Digo tampak cemberut.
âSayang.. kamu beneran marah?â Tanya Alexa sambil memainkan jari Digo jail.
Digo masih diam.
Alexa menaruh kunci mobil Digo lagi dimeja âkamu gak boleh pulang kalau lagi marah!â
Digo masih diam, sepertinya aktingnya manjur.
Alexa langsung memeluk Digo âAku takut.. trauma sama kejadian Ibuâ ujarnya jujur, itulah yang sebenarnya dia takuti selama ini.
Hati Digo langsung terenyuh, bagaimana dia bisa se egois itu.
Digo langsung mengelus rambut Alexa pelan âMaaf.. aku yang salahâ
âAku janji tidak seperti ini lagiâ tambah Digo lagi.
__ADS_1
Alexa tersenyum âTerimakasih sayangâ
âAku pulang sekarang ya, aku takut hilaf kalau lihat kamu senyumâ ujar Digo sambil mengambil kuncinya lagi.
âUdah gak marah kan?â Tanya Alexa.
Digo menggeleng âEnggak sayangâ
âByeâ lanjut Digo lagi sambil melambaikan tangannya.
Alexa juga membalas hal yang sama, dia beruntung memiliki kekasih yang pengertian.
Couple ini sepertinya akan segera menuju SAH.
......................
Di lain tempat Keivan dan Taniara sedang berpiknik dan berkemah ala ala glamour camping, mereka memesan 2 tenda bersebelahan.
Para staff disana sudah menyiapkan alat panggangan serta makanan dan api unggun, mereka hanya tinggal menikmatinya saja.
Dasar orang kaya..
Taniara mengenakan sweater sedangkan Keivan hanya mengenakan kaos hitam.
Dan malam itu sangatlah dingin, lokasi tempat camping mereka juga berdekatan dengan pantai. Entah mengapa lokasi mereka berkencan selalu dekat dengan pantai akhir-akhir ini.
Keivan membantu menggosok-gosok tangan Taniara agar tidak merasa kedinginan âsudah mendingan?â Ujarnya sambil tersenyum.
Taniara mengangguk âsedikit lebih hangatâ
Taniara menyenderkan kepalanya dipundak Keivan dan tersenyum.
Inilah kencan yang diharapkan dari dulu, beruntung sekali dia bisa menjalin hubungan dengan Keivan.
Keivan menyuapkan makanan yang sudah dia panggang âAaaâ ujarnya menyuruh Taniara membuka mulutnya.
Taniara mengikuti arahan Keivan dan memakan itu.
âEnak..â ujar Taniara sambil mengunyah.
Taniara juga melakukan hal yang sama untuk Keivan.
âSayang.. pengen minumâ ujar Taniara, entah mengapa dia merasa kurang jika belum minum soju.
Untungnya Keivan siaga, dia sudah membeli beberapa botol soju.
âTaraaâŠâ ujar Keivan menunjukkan botol-botol soju itu.
âIhiiiiiiiâ teriak Taniara senang dan bertepuk tangan.
âMari kita minum-minum Nona..â ujar Keivan sambil menuangkan soju ke botol.
Taniara nampak berpikir.
âTapi.. kalau nanti kita seperti itu lagi bagaimana?â Tanya Taniara.
Keivan memandang Taniara, dia juga takut keblablasan.
âPokoknya diantara kita harus ada yang sadar, walaupun setengah..â ujar Keivan.
âAku?â Tanya Taniara.
âAku sajaâ balas Keivan.
__ADS_1
âAghh aku gak yakin!â Balas Taniara.
âAku juga gak yakin kamu gak mabuk.. nanti malah kita berdua yang mabuk, terus âŠ.. â ujar Keivan.
Taniara mengangguk setuju âtapi awas aja kamu nyari kesempatan dalam kesempitan lagiâ
âLagian kita akan segera menikahâ balas Keivan.
âAku mau kita Sah duluâ balas Taniara.
âOkedeh, aku yang jaga pertahanan malam iniâ ujar Keivan siap.
âPertama.. tuangkan untuk akuâ ujar Taniara.
Keivan memberikan gelas berisi soju itu kepada Taniara.
Taniara dengan santai meminumnya.
âYang kedua, untuk aku lagi..â ujar Taniara.
Padahal itu giliran Keivan.
âTapi.. aku?â Tanya Keivan.
âKamu gak boleh mabuk! Aku yang minum lagiâ ujar Taniara mengambil gelas itu paksa.
âAghh curang!â Balas Keivan.
Keivan mengambil gelas lain dan menuangkan soju, dia sangat tergoda saat melihat cara Taniara minum.
âEits⊠jangan banyak-banyakâ teriak Taniara.
âDikit kok ini..â ujar Keivan melihat gelasnya yang baru isi seperempat.
âNo! Kurangin lagi!â Teriak Taniara.
âSayang.. gak enak diliat orang-orang, nanti kita dikira berantemâ ujar Keivan pelan.
Staff disana sudah mulai memandang kehebohan mereka.
Taniara membuang isi gelas soju Keivan sedikit, alhasil minuman Keivan menjadi sangat sedikit.
âTapi aku pengen.. ini namanya setetes sayangâ keluh Keivan.
Padahal yang membeli soju itu Keivan, tapi dia bahkan tidak boleh meminum itu.
Dalam hati Keivan ingin kesal, tapi Taniara itu kekasihnya, dan dia sangat mencintainya.
âYasudah bawa botol ini kedalam tendaâ ujar Taniara.
âKamu minum disana, dan aku minum didalam tendaku jugaâ ujar Taniara lagi.
âJadi saat kita mabuk, kita tidak akan bertemuâ ujar Taniara terus.
Keivan paham maksud Taniara, dan dia sangat setuju.
âBaiklah.. kita minum-minum secara terpisahâ balas Keivan.
Keivan membawa 2 botol dan Taniara membawa 2 botol juga.
âSelamat malam sayangâ ujar Taniara sambil tersenyum.
âSelamat malam juga sayangâ balas Keivan.
__ADS_1
Mereka pun menutup tenda masing-masing.