OPERASI CINTA

OPERASI CINTA
One fine day


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!!🥰


PENCET TOMBOL LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA, gratis kok🥺


Alexa sudah sampai dibawah apartemennya dan sudah melihat Digo berdiri didepan mobilnya.


“Hai dokter..” sapa Alexa.


Digo membalasnya dengan senyuman “Hai Alexa”


Digo langsung membukakan pintu mobilnya untuk Alexa, dan Alexa langsung duduk di mobil begitupun juga Digo.


“Mau kemana kita hari ini?” Tanya Digo menoleh ke arah Alexa.


“kita akan pergi ke Taman Impian X” balas Alexa dengan senyuman.


“Hah? Mengapa kesana?” Tanya Digo heran.


“Nanti kamu juga tau” balas Alexa menyembunyikan rencananya.


“Baiklah.. saya akan setuju kemanapun keputusanmu” ujar Digo pasrah.


Dia mulai menghidupkan mesin mobilnya dan berangkat ke Taman Impian X yang jaraknya lumayan jauh dari Apartemen Alexa, entah apa yang akan direncanakan disana..


“Aku nyalakan radionya ya?” Tanya Alexa meminta ijin.


Digo mengangguk dan masih fokus menyetir.


“Selera musik favorit mu apa dokter?” Tanya Alexa lagi.


“Eeemm.. saya lebih senang mendengar musik yang lebih tenang” balas Digo.


“Seperti musik yang kamu hidupkan saat aku fisioterapi? hmmm.. itu terlalu tenang” ejek Alexa.


“Dan kamu akan tertidur lagi selama perjalanan” ejek Digo balik.


Alexa tertawa dan senang saat melihat Digo yang sudah mulai berbicara lebih santai padanya.


“Jadi aku yang akan mengambil alih permusikan untuk hari ini, oke?” usul Alexa.


“Oke.. silahkanlah” balas Digo


Dia mencari playlist favoritnya didalam ponselnya dan menyambungkannya ke audio mobil, Dia memainkan lagu favoritnya “Meant 2 be by shakira & Nuca”


...“Finding a way to recover, from the bad things happened last month uuuh”...


Alexa menoleh ke arah jendela dan ikut menyanyikan lagu itu sesuai lirik, itu adalah lagu favoritnya dan menjadi urutan yang pertama.


“Suara mu bagus juga” puji Digo setelah mendengar suara Alexa.


Alexa menjadi malu atas pujian Digo “Tidak sebagus itu kok”


“Aku selalu penasaran apakah sangat melelahkan bekerja menjadi publik figur sepertimu..” ujar Digo.


“Sangat melelahkan, tapi aku senang melakukannya.. banyak orang yang mengira aku terkenal karena sensasi.. tapi aku aku terus berjuang agar tidak di cap seperti itu lagi” balas Alexa.

__ADS_1


“Sensasi? Bahkan akting dan penampilanmu saat diatas panggung itu keren kok.. kamu memang berbakat” ujar Digo.


DEG


“Huuuuuwuhhh ini aku boleh lompat-lompat di jok mobilnya gak sih..” batin Alexa sangat senang dengan pujian Digo.


“Kamu pernah menonton dramaku atau menonton acara modelling ku?” Tanya Alexa excited.


Digo menggeleng “Bukan aku.. tapi Bundaku, dia adalah pengemar beratmu, bahkan saat ayahku ingin mencari program lain dia akan membentak dan marah-marah”


“Tapi akhir-akhir ini aku sering melihat kamu di berita-berita gosip, itupun Taniara yang menunjukkannya” lanjut Digo lagi.


“Wahhh aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan Bundamu” balas Alexa dengan senyumannya.


“Jika Bundaku tau aku mengenalmu pasti dia akan meminta untuk dipertemukan denganmu” ujar Digo sambil tertawa kecil.


“Aku justru yang akan memaksamu untuk mempertemukanku dengannya sekarang” balas Alexa ikut tertawa.


...****************...


“Sepertinya sebentar lagi kita akan sampai” ujar Digo setelah merasa sudah sampai di tempat tujuan mereka.


“Kamu pernah datang kesini sebelumnya?” Tanya Alexa.


Digo mengangguk “Tentu.. masa kecilku sangat menarik dulu”


“Karena temanmu adalah Alika?” Tanya Alexa memancing.


“Kita hanya pernah bermain beberapa kali, aku datang kesini bersama Keivan dulu” ujar Digo yang sedang mencari parkiran yang tepat untuk mobilnya.


“Emmmm.. Aku hanya takut dikejar oleh wartawan, kamu tau sejak kejadian itu aku selalu dikejar oleh wartawan” ujar Alexa berbohong.


“Sepertinya ada yang sedang Ia sembunyikan” batin Digo.


“Ayo kita keluar?” Ujar Digo setelah itu.


Alexa mengangguk.


“Yeyyy akhirnyaa” ujar Alexa sangat senang.


Mereka masuk ketempat pembelian tiket mereka memilih untuk bermain beberapa wahana. Berhubung saat itu sedang weekend jadi cukup lumayan ramai.


“Kamu yakin mau naik wahana yang itu?” Ujar Digo sedikit takut.



Alexa mengangguk “iya, kamu takut?”


Digo menggeleng “tidak.. tentu aku berani”


“Baiklah, ayo” ujar Alexa menarik tangan Digo.


Tangan yang sangat dingin mungkin karena Digo menahan ketakutannya, tapi sungguh nyaman untuk digenggam.


Setelah mereka duduk diwahana tersebut, dan sudah terlihat ekspresi orang-orang yang ketakutan seperti Digo dan yang berani seperti Alexa.

__ADS_1


Mereka memasang sabuk pengaman dan Alexa terus tersenyum dengan senang.


Sepertinya mesin wahana akan segera dihidupkan, Digo sudah tak sanggup lagi untuk berakting pura-pura berani, Alexa yang memerhatikan gerak-gerik Digo langsung menggenggam tangan Digo “Tenang..”


Semua orang berteriak histeris bahkan ada yang menangis karena ketakutan tapi berbeda dengan Alexa yang berteriak dengan senang dan menganggap permainan itu sangatlah seru.


Setelah permainan itu selesai, mereka pun turun, Digo merasakan sedikit pusing dan mual tapi dia bisa menahan itu.


“Sangat seru kan?” Tanya Alexa.


“Mana mungkin.. permainan ini sangatlah menyusahkan” batin Digo tidak setuju namun dia terpaksa mengangguk.


“Aku ingin naik komedi putar sekarang, gimana?” Ujar Alexa.



“Aku akan menunggu disana” ujar Digo yang tak ingin bermain lagi.


“Kamu tidak ikut?” Ujar Alexa cemberut.


“Aku phobia kuda..” elak Digo.


“Ya sudah kita akan bermain itu” ujar Alexa menunjuk wahana lain.



“Astaga.. bagaimana ini” batin Digo cemas.


“Kamu sangat pemberani ternyata” balas Digo sambil menahan air liurnya saat melihat ekspresi orang-orang yang ketakutan saat bermain wahana itu.


“Aku lapar.. bagaimana kita naik gondola saja?” Usul Digo setelah itu



“Wahhh ide yang bagus.. aku setuju” balas Alexa.


Digo menyesali perkataannya, dia sangat takut dengan ketinggian, bagaimana mungkin dia akan nyaman untuk makan di atas gondola. Tapi dia tidak mungkin membatalkannya, karena itu akan membuat Alexa kecewa.


Setelah membeli tiket untuk makan di gondola, mereka pun akhirnya duduk disana.


Kaki Digo sungguh gemetar namun karena genggaman tangan dari Alexa berhasil menengangkannya, orang-orang mungkin menganggap mereka adalah pasangan kekasih, walaupun nyatanya tidak, mereka hanyalah berteman.


Setelah Gondola mulai dihidupkan dan menggelilingi sekitar pantai X, pemandangan yang luar biasa berhasil menghiptonis mereka, suatu eksperimen baru bagi Digo makan ditenpat seperti itu. Makanan pertama adalah spring roll sebagai appetizer.


“Emmmm.. ini enak” ujar Alexa mengunyah makanannya.


Digo mengangguk setuju “iya ini enak sekali.. viewnya juga sangat bagus”


“Terimakasih sudah mengajakku kesini” ujar Alexa sambil tersenyum manis.


Digo senang karena pilihannya berhasil membuat Alexa terlihat sebahagia itu. Bahkan rasa ketakutannya sudah menghilang sekarang, berkat Alexa dia berhasil menghilangkan phobianya tentang ketinggian.


Entah kenapa tangan Digo tiba-tiba mengarah kearah mulut Alexa, memberikannya suapan.. sungguh itu bukan gaya dari seorang Digo Alvenzo.. dia selalu bersikap aneh ketika bersama Alexa.


Alexa terkejut dan menerima suapan itu lalu mengunyahnya “huwuuhhhh mengapa dia menggemaskan sekali” batinnya.

__ADS_1


__ADS_2